Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
Pacaran Setelah Menikah


__ADS_3

Di Sekolah SMA Nusantara.


Egi, Panji, dan Angga berjalan beriringan menuju parkiran sekolahnya. Angga merangkul pundak Egi dan bertanya sesuatu pada sahabat dari sekolah menengah pertama itu.


"Egi, oo serius suka sama Ratu?" tanyanya


"Emang ada tampang bercanda di muka gue?" tanya balik Egi.


"Jangan gila ko, Gi," celetuk Panji yang sedari tadi hanya diam. "Lo mau jadi Pembinor?" lanjutnya.


Egi dan Angga menghentikan langkahnya seketika. "Pembinor apaan, Nji?" tanya Angga.


"Perebut Bini Orang!" celetuk Panji. "Lo kan tahu, Gi. Si Ratu istrinya Raja."


"Gue gak peduli, lagian Raja selalu menganggap Ratu cuma sebagai adiknya," jawab Egi.


"Tapi Ratu cintanya sama Raja." ujar Angga.


"Lo tahu dari mana, kalau Ratu suka sama Raja. Tiap ketemu aja mereka kaya tom and Jerry."


"Ratu sendiri yang bilang sana gue."


Angga akhirnya menceritakan pada kedua sahabatnya, kalau dirinya dan Ratu sering chat. Ratu selalu berkeluh kesah tentang perasaanya pada Raja. Angga juga menceritakan kalau dia dan Ratu sudah tahu hubungan Alan dan Suci terkecuali masalah video itu.


Egi menghentikan langkah Angga saat akan menaiki motornya. Egi memegang pundak Angga, "Lo juga suka sama Ratu?" tanya Egi.


Angga tersenyum tipis, "Bohong kalau gue bilang gak pernah suka sama dia. Cuma setelah gue pikir-pikir, gue lebih nyaman berteman sama dia dan gue sadar dia itu istri sahabat kita. Harusnya kita bantu mereka buat bersatu." jawab Angga.


"Tumben lo ngomongnya bener," seloroh Egi menoyor kepala Angga.


Ketiganya tertawa ringan dan menyalakan motor masing-masing lalu mereka meninggalkan area sekolah.


Di tempat lain Raja sedang berada di ruang OSIS bersama anggota lainya. Mereka menyusun acara pertandingan yang akan diadakan di sekolah mereka. Setelah selesai teman-temannya lebih dulu pamit pulang. Raja masih di ruang OSIS untuk membereskan tasnya.


"Raja." Raja mendongak dan melihat siapa yang memanggilnya.

__ADS_1


"Suci," guman Raja.


Raja melanjutkan membereskan tasnya, tanpa memperdulikan kehadiran Suci. Raja beranjak keluar, namun langkahnya di tahan oleh Suci.


"Ja, please. Aku pengin ngomong sama kamu?" pinta Suci tangannya menggenggam erat tangan Raja.


Raja menghentikan langkahnya tanpa melihat ke arah Suci.


"Ja, aku butuh penjelasan dari kamu, tentang hubungan kita."


Mendengar ucapan Suci seketika senyum sinis tergambar di wajah Raja. Raja berbalik dan langsung mencengkram kedua bahu Suci.


"Hubungan yang mana?" Raja menjeda ucapannya, tangannya masih mencengkram kedua pundak Suci.


Suci ketakutan melihat sorot mata yang diperlihatkan oleh Raja.


"Gue tanya sama lo, Ci?" tangan Raja makin kuat mencengkram bahu Suci membuat Suci meringis.


"Sakit, Ja" lirihnya.


Mata Suci terbelalak dia terkejut dan bertanya bagaimana Raja bisa tahu, apa dia melihatnya? Tentu saja dia melihat di ponsel Ratu. Suci masih saja terus mengelak dan masih berusaha menahan Raja.


"Ja, please dengerin aku. Itu bohong, aku pasti difitnah," elak Suci. "Ja, aku sayang sama kamu."


Raja menghempaskan tangannya yang ditahan Suci, Raja mencengkram kedua sisi wajah Suci. "Andai saja ko tahu Ci, kalau gue masih sayang sama Lo sampai sekarang. Tapi apa yang udah lo lakuin sama gue, membuat gue muak sama lo."


Raja melepaskan cengkraman wajah Suci dengan sangat kasar lalu berjalan meninggalkan ruang OSIS dengan rasa kesal yang luar biasa. Raja mengumpat kasar di dalam mobilnya, setiap kali melihat wajah Suci membuatnya merasa begitu bodoh, karena sudah tertipu oleh kebohongan Suci. Raja menghela napas panjang, dia mencoba menahan amarahnya. Mesin mobil sudah dinyalakan dan dia segera melesat kembali ke apartemennya. Di dalam perjalanan Raja kembali teringat saat Ratu mengatakan kalau dia mencintainya, rasa bersalahnya kepada Ratu makin besar.


Raja sampai di apartemennya, kemudian dia mencari sosok Ratu. "Ke mana tuh anak?"


Raja masuk ke dalam kamar Ratu, juga tak mendapati keberadaan Ratu. Raja berdecak, saat Raja akan keluar dari kamar bercat biru langit itu, terdengar suara gemericik dari dalam kamar mandi.


Raja berjalan menuju ranjang di kamar Ratu, untuk menunggu istrinya keluar dari kamar mandi. Beberapa menit kemudian Ratu keluar sambil mengeringkan rambut dengan handuk di tangannya. Dia belum menyadari keberadaan Raja di kamarnya.


Ratu menghentikan meneringkan rambutnya saat matanya menangkap sosok Raja yang sedang duduk di atas ranjangnya.

__ADS_1


"Eh Raja, lo udah balik." tanya Ratu.


"Hmmm" jawabnya singkat. "Dek, gue pengin ngomong sesuatu sama lo," lanjut Raja.


Ratu tersenyum lalu menghampiri Raja dan duduk di hadapan Raja. "Mau ngomong apa sih, kayaknya serius banget."


Raja meraih tangan Ratu dan menggenggamnya erat. "Dek, gue minta maaf sama Lo. Harusnya gue bisa jaga perasaan lo sebagai istri gue. Anggap aja apa yang terjadi sama gue dan Suci itu karma buat gue karena udah nyakitin perasaan lo."


Ratu terdiam dan melongo mendengar ucapan Raja. Ia merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


Raja melihat Ratu melongo lalu berdecak, "Dek, Lo dengerin gue gak sih?" Ratu mengangguk pelan.


Raja menghela nafas lalu melanjutkan ucapannya. "Ratu gue harap kita bisa mulai dari awal. Mengawali hubungan kita yang semestinya," ucapnya lirih namun penuh ketegasan.


Ratu tersenyum, ia meletakan tangan kirinya di atas tangan Raja yang sedang menggenggam tangan kanannya. "Raja … kalau lo belum siap, gue gak apa-apa kok. Gue gak mau mulai dari awal kalo lo terpaksa," jelas Ratu.


"Gak kok...." jawab Raja.


Ratu tersenyum dan menganggukkan kepalanya dan Raja membalas senyumannya. Perlahan Raja mendekatkan wajahnya dan mengecup kening Ratu. Berani bertaruh kalau jantung Ratu sekarang sedang berlari maraton.


Jam menunjukan pukul 7 malam. Raja sedang duduk di sofa ruang tamu di apartemennya, dia sedang mengikat tali sepatunya. Selesai dengan sepatunya Raja bersandar di sofa sambil menunggu Ratu yang masih belum juga keluar dari kamarnya. Raja memainkan ponselnya dan sesekali melihat jam yang melingkar ditangannya.


"Ngapain aja nih anak, lama banget?" gumanya sedikit kesal. Raja berniat menghampiri Ratu di kamarnya. Belum sempat melangkah Raja mendengar suara pintu terbuka.


Ratu melangkah kecil di anak tangga, Raja bisa melihat penampilan Ratu yang sedikit berbeda. Raja sedikit ternganga melihat penampilan Ratu.


"Raja …kok malah bengong?" tanya Ratu.


Raja tak menanggapi pertanyaan Ratu, dia malah mengangkat tangannya untuk menyelipkan rambut Ratu kebelakang telinganya.


"Kamu cantik."


Wajah Ratu memerah dan menjadi salah tingkah. Mereka tengah bersiap untuk pergi, bisa dibilang kencan pertama mereka.


Ratu tak ingin dirinya terlihat biasa saja. Dengan dress selutut berwarna merah dipadukan sepatu skate warna putih. Sedangkan Raja memilih kemeja biru bercorak garis-garis yang tak terkancing dengan kaos putih polos di dalamnya menjadi pilihannya.

__ADS_1


Raja menggandeng tangan Ratu, keduanya ingin menghabiskan waktu berdua. Nonton adalah pilihan pertama yang mereka pilih. Meskipun sering jalan berdua, bergandengan tangan bahkan tidur satu ranjang mereka biasa saja. Akan tetapi saat itu dengan status yang mereka sepakati yaitu pacaran setelah menikah membuat ada rasa yang berbeda di antara mereka.


__ADS_2