
Raja dan Ratu tak jadi pergi ke rumah eyang Bagus dan eyang Murti. Teman-temannya menyuruh mereka untuk langsung menyusul ke Candi Prambanan. Karena semuanya sedang menuju ke tempat wisata itu. Jarak dari pemakaman umum itu ke Candi Prambanan tak terlalu jauh hanya sekitar 45 menit.
Dari jarak beberapa kilometer, Raja dan Ratu sudah bisa melihat bangunan Candi itu. Ratu menghubungi nomer salah satu temannya dan menanyakan keberadaan mereka semua. Setelah mendapat balasan chat, Ratu segera mengarahkan Raja menuju tempat yang sudah diberitahukan kepadanya.
Raja segera memarkirkan mobilnya di tempat yang masih kosong, ternyata ramai sekali. Raja dan Ratu segera turun dari mobil dan menghampiri semuanya yang ternyata sudah menunggu mereka. Semua keluarganya sedang berkumpul di sana dari keluarga Wijaya termasuk pakde Agung serta Citra dan juga terlihat oma Anna dan opa Romi.
Ratu rasanya sangat malas bertemu Citra. Ratu bisa melihat wajah Citra yang masih menampakan aura kebencian pada dirinya. Namun rasa malas itu hilang, saat Raja menggenggam tangannya, memberikan kehangatan untuk dirinya.
"Jangan terlalu dipikirkan, Dek?" ucap Raja, seolah tahu apa yang sedang dirasakan oleh istrinya sekarang.
"Kalian nyampe juga. Ayo, kita segera masuk!" seru Anita.
Semuanya mengangguk setuju untuk segera masuk ke Candi Prambanan
Semuanya menyebar di dalam kawasan Candi Prambanan. Raja dan temannya takjub melihat bangunan yang konon katanya di buat hanya dalam waktu semalam. Semuanya melihat satu persatu bangunan Candi. Wow benar-benar keajaiban dunia.
Raja dan teman-temannya menuju bangunan Candi tempat patung Roro Jonggrang berada. Ratu yang teringat sesuatu langsung menghentikan langkah nya. Ratu juga meminta Rini dan Suci untuk melepaskan tautan tangan mereka dari pacar-pacar mereka. Alan, Egi, serta Raja mengerutkan keningnya, namun mereka masih menuruti perkataan Ratu.
Ratu menggandeng dua sahabatnya itu untuk masuk terlebih dahulu, kedalam Candi, baru setelah itu, Raja, Alan, dan Egi mengikuti mereka. Ratu dan teman-temannya melihat patung Roro jonggrang. Konon katanya patung Roro Jonggrang itu dulunya adalah seorang gadis cantik yang dikutuk menjadi patung untuk melengkapi candi itu menjadi seribu.
Setelah puas melihat patung Roro Jonggrang, Ratu dan yang lainnya keluar. Namun, Ratu merasakan ada seseorang yang menarik tangannya. Dia adalah Citra, sepupunya. Citra membawa Ratu ke disisi lain Candi. Di sana, Citra mendorong tubuh Ratu membuat tubuh belakang Ratu membentur dinding candi.
__ADS_1
"Eh, Ratu ...." Citra menunjuk Ratu dengan jari telunjuknya. "Jangan dikira lo udah menang dari gue. Gue gak bakalan pernah maafin lo atas masalah di antara gue dan Doni. Jangan dikira gue bakalan berhenti buat misahin lo sama Raja. Inget itu," ancam Citra.
Ratu mendengus kesal. "Gue pikir tamparan pakde Agung malam itu udah bisa bikin lo sadar, tapi nyatanya, lo malah makin parah," balas Ratu.
"Lo pikir begitu?" Citra tersenyum sinis. "Gue malah makin benci sama lo, Ratu." Citra berbicara dengan nada penuh penekanan. "Dan untuk apa yang gue lakuin kemarin pada Raja, itu hanya awalnya. Gue tetep mau merebut Raja dari sisi lo, Ratu!"
"Emang dasar lo, cewek gak tahu malu, atau emang urat malu lo udah putus, jadi lo gak bisa merasakan rasa malu." Ratu tersenyum miring.
"Terserah apa kata lo, yang jelas gue bakalan misahin Raja dari lo." ancam Citra.
Ratu berusaha untuk menahan emosinya dan bersikap biasa saja. Ratu tidak mau jika Citra menganggap dirinya takut dengan ancaman Citra. "Terserah lo mau ngelakuin apa saja, tapi lo harus tahu satu hal, Citra! Raja bukan cowok yang suka mengobral cinta, Citra. Dan gue juga gak akan ngebiarin lo untuk merusak rumah tangga gue. Inget itu Citra, simpan di otak lo!" Ratu menunjuk dengan sedikit mendorong kening Citra dengan jari telunjuknya.
Citra yang niatnya ingin membuat Ratu kesal, malah sekarang Citra yang dibuat kesal oleh Ratu. Citra yang sudah kesal pada Ratu mencoba melayangkan tangannya ke wajah Ratu, namun sebelum tangan Citra sampai ke wajah Ratu, tangan Raja mencekal tangan Citra terlebih dahulu.
"Lepasin gue, Ja. Ini sakit banget!" rengek Citra.
Raja masih belum melepaskan tangan Citra malah Raja semakin keras mencengkram tangan Citra.
"Lepasin tangan gue, Raja. Ini sakit banget!" Citra masih berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Raja. Namun usahanya sia-sia. "Raja lepasin gue, kalo gak, gue bakalan teriak!" ancamnya.
Raja yang mendengar ancaman Citra segera melepaskan cengkraman tangannya. Namun Raja tak melepaskannya begitu saja, Raja melepaskan tangan Citra namun dengan mendorong tubuh Citra, membuat tubuh samping Citra membentur dinding candi. Tak puas dengan itu, Raja mencengkram kedua sisi wajah Citra.
"Gue peringatin sama lo, jangan pernah lo ngasarin istri gue. Kalo gak, lo bakalan berhadapan sama gue!" ancam Raja.
__ADS_1
Citra ketakutan melihat sorot menakutkan dari mata Raja, wajahnya sampai berkeringat melihat tatapan mengerikan itu.
"Ja, udah Sayang. Lebih baik kita pergi saja dari sini, kita jangan buang-buang waktu di sini sama cewek kaya dia." Ratu menarik tangan Raja yang sedang mencengkram wajah Citra.
Raja langsung melepaskan wajah Citra dengan kasar. "Kamu gak kenapa-kenapa, 'kan?" Raja mengusap pipi Ratu. Ratu menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Ya udah, kita pergi dari sini!" ajak Raja. Raja menggandeng tangan Ratu dan membawanya pergi dari sisi Candi.
Saat Raja dan Ratu sudah pergi dari sisi Candi itu, tubuh Citra merosot ke bawah. Citra memegangi dadanya yang mendadak merasa sesak, seolah kekurangan asupan oksigen ke paru-parunya.
❤❤❤❤❤
Ratu dan teman-temannya sedang memilih pernak-pernik di salah satu toko di area tempat wisata itu. Rini dan Suci mendekati Ratu. Mereka bertanya tentang Ratu yang melarang mereka untuk masuk ke dalam Candi dimana patung Roro Jonggrang berada.
"Oh itu ...." Ratu berbalik mengadap kedua sahabatnya. "Gue pernah denger, katanya kalo pasangan masuk kedalam candi tadi bersama-sama, hubungannya gak akan berjalan lama," jawab Ratu. Ratu kembali memilih pernak-pernik untuk kenang-kenangan.
(Catatan, Author denger mitos ini dari orang tua-tua di tempat author. Maaf jika ada yang kurang berkenang, author mohon maaf. Ini hanya untuk sekedar hiburan)
"Jangan terlalu percaya mitos." Egi tiba-tiba muncul di belakang Rini.
"Ya terserah sih," ucap Ratu. "Kepercayaan 'kan masing-masing,"balas Ratu.
Mereka pun kembali untuk memilih pernak-pernik di toko itu juga mencari di toko lain juga. Selesai dengan acara belanja masal mereka, Raja, Ratu dan teman-temannya menemui semuanya untuk pamit kembali ke Jakarta.
__ADS_1
Tinggalin jejak kalian. Mohon dukungannya juga untuk karyaku yang lain.