Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
RBR 77


__ADS_3

Terima kasih untuk yang sudah nungguin up Raja bertemu Ratu. Jangan lupa untuk like, Rate, Vote, Tips dan favorit.


Happy reading...


Raja terus berjalan menyusuri koridor kampus menuju kantin untuk menemui Kiara dan juga teman-temannya. Semua orang menatap Raja dengan penuh tanya. Kenapa laki-laki yang mendadak jadi idola kampus itu seperti diliputi kemarahan.


Raja bertemu teman-temannya saat berjalan menuju ke kantin. Angga, salah satu teman Raja melihat kemarahan di mata Raja.


"Lo mau ke mana, Ja?" tanya Angga, yang menghentikan langkah Raja.


"Nyari Kiara." Raja berjalan kembali menuju ke kantin. Angga dan yang lainnya menyusul Raja. Angga khawatir karena tak biasanya Raja se marah itu.


-


-


-


Kiara sedang mengobrol bersama teman-tamannya. Tak ada rasa bersalah sedikitpun di wajah mereka mendengar Ratu masuk ke rumah sakit. Justru Kiara dan teman-temannya merasa senang karena menurut mereka bisa memberi pelajaran pada Ratu.


"Gue seneng bisa ngasih pelajaran sama tuh cewek," ujar Gea, temannya Kiara.


"Eh, tapi yakin tuh cewek gak kenapa-kenapa. Kemarin dia ampe pingsan gitu?" tanya Kiara.


"Emang gue pikirin." Gea tergelak, disusul oleh Kiara dan satu temannya lagi.


Saat Kiara dan dua temannya duduk dengan gelak tawanya, tiba-tiba Gea berteriak karena ada seseorang yang menyiram wajahnya dengan air. Gea mengusap air yang ada di wajahnya setelah itu ia mengambil tisu di meja di hadapannya untuk membersihkan air yang masih tersisa di wajahnya.


Gea langsung memaki orang yang sudah menyiram air ke mukanya. "Siapa yang berani nyiram gue," teriak Gea.


"Gue!" Gea langsung menoleh ke sampingnya. Ingin rasanya Gea menghajar orang itu, namun saat Gea tahu siapa orang yang ada di hadapannya, nyalinya menjadi ciut.


"Raja," guman Gea.

__ADS_1


Raja langsung menarik Gea dan membawanya ke parkiran kampus. Belum sampai di parkiran kampus, Gea melepas paksa tangan yang Raja yang mencengkram nya.


"Lepasin gue." Teriakan Gea mengundang perhatian orang-orang di koridor kampus itu. "Lo kasar banget sih sama cewek. Gue salah apa sama lo?" tanya Gea dengan wajah di buat se polos mungkin.


Raja langsung membuang ludah. "Jangan pura-pura gak tahu, lo," senga Raja. "Lo 'kan yang udah dorong Ratu sampai dia pingsan dan dirawat di rumah sakit."


"Oh itu. Iya emang gue. Itu pantes buat cewek pecun itu." Tidak terima dengan ucapan yang keluar dari mulut Gea yang sudah menghina istrinya, Raja mengangkat tangannya untuk menampar Gea. Namun, belum sempat tangan Raja mendarat di pipi Gea karena seseorang mencekal tangan Raja.


"Gue emang gak tahu masalahnya apa. Tapi yang gue tahu, cowok itu gak boleh mukul cewek," ucap orang itu yang ternyata Leo, seniornya.


Raja mendengus kesal, Ia melepaskan cengkraman tangan Leo di tangannya. "Gue bukan tipe cowok yang suka mukul cewek. Dia ..." Raja menunjuk Gea. "Dia udah buat Ratu jatuh dan sekarang dia ada di rumah sakit. Gara-gara dia gue sama Ratu kehilangan calon anak kami."


Leo, Kiara, Gea, dan juga teman-temannya terkejut mendengar ucapan Raja. Mereka melihat ke arah Gea dengan tatapan tak percaya.


"Gue kan gak tahu kalau Ratu lagi hamil, bukan salah gue donk, dia aja yang jalannya gak hati-hati."


PLAAAAAK


Kini tamparan Raja berhasil mendarat keras di pipi Gea. "Dasar cewek sialan, Lo." Raja benar-benar murka. Bukannya minta maaf tapi malah Gea menyalahkan Ratu.


Kiara yang tak terima langsung mengejar Raja. Kiara menarik lengan Raja untuk menghentikan langkah Raja. "Kok gue juga kena imbasnya. Kan ini salah Gea."


Raja menatap tajam ke arah Kiara dan menghempaskan tangan Kiara yang memegang lengan jaket nya. "Jangan pernah sentuh gue." Tanpa membalas ucapan Kiara, Raja berlalu pergi.


Kiara menghentakkan kakinya dan berjalan menghampiri Gea. "Ini semua gara-gara lo."


"Kok gue," balas Gea.


Kiara menggeram kesal pada Gea, lalu pergi meninggalnya begitu saja. Kini Gea menatap seluruh orang yang menatapnya. "Apa?" Gea memberikan tatapan tajam pada seluruh orang yang sedang memperhatikannya.


Pandangan Gea berhenti pada Leo dan juga Adit. "Lo juga, kenapa pada diem aja, gue diperlakukan kasar sama tuh cowok?"


Leo dan Adit saling pandang. Leo tersenyum sinis pada Gea. "Itu salah lo sendiri, cari masalah. Beruntung Raja gak laporin lo ke polisi atas tindakan penganiayaan." Leo dan Adit langsung meninggalkan Gea yang sedang berdiri mematung.

__ADS_1


"Ah ... Sial," umpat Gea setelah kepergian Leo dan Adit.


Raja dan ketiga temannya masuk kelas masing-masing. Alan melihat Raja masuk ke kelas bersama Angga dengan wajah yang tegang.


"Kenapa lo, Ja. Tuh muka kusut banget kaya baju gak disetrika," ledek Alan.


"Habis makan orang dia," sahut Angga.


Alan mengangkat satu alisnya. Alan tak mengerti maksud ucapan Angga. "Maksud lo?"


Angga memutar bola matanya dan berdecak. "Ketinggalan berita lo. Raja habis gampar si Gea."


"Apa?" Alan terkejut membuat Raja dan Angga tersentak.


"Apa, lo gak terima gue gampar si Gea." Raja menyindir Alan, karena Gea salah satu fans Alan.


"Dih, apa urusannya sama gue," elak Alan.


"Jangan macem-macem lo, dicerei sama Suci baru tahu rasa," ledek Angga.


Alan langsung melotot ke arah Angga yang sedang tergelak. "Asem."


Raja, Alan, dan Angga memperbaiki posisi duduknya karena Dosen mereka sudah datang. Mereka bertiga melanjutkan obrolan mereka nanti setelah kelas mereka selesai. Selama di kelas, pikiran Raja bercabang memikirkan soal pelajaran serta istrinya yang ada di rumah sakit. Raja berharap setelah kejadian ini tak membuat Ratu kehilangan keceriaannya.


Beberapa jam akhirnya kelas yang melelahkan itu selesai. Setelah Dosen keluar Alan langsung melenggangkan otot-otot nya yang kaku. "Lo mau balik ke rumah sakit langsung, Ja?" tanya Alan.


Raja langsung menoleh ke arah Alan. "Gue mampir ke apartemen dulu, mau ngambil barang-barang gue."


"Oh, ya udah. Gue langsung ke rumah sakit aja sama Suci." Pandangan Alan beralih ke Angga. "Lo ikut gak, Ngga?"


"Gue jemput Rini dulu, tadi dia telpon gue. Dia minta gue buat jemput buat jenguk Ratu." Alan dan Raja mengangguk.


"Ya udah gue balik duluan ya," pamit Raja.

__ADS_1


"Oke, lo hati-hati," ucap Alan. Angga dan Alan beranjak dari kursi mereka dan melangkah keluar kelas bersama-sama.


__ADS_2