
Mohon dukungannya, Like, Rate,Vote,tipsπππ, favorit, saran dan kritiknya.
Happy reading....
Ratu terbangun bangun karena mendengar suara rintihan seseorang di sampingnya. Ratu menyalakan lampu tidur di samping ranjangnya. Ratu melihat jam dinding menunjukan pukul tiga pagi, yang berarti dirinya baru tidur selama 3 jam. Ratu segera menoleh ke samping tubuhnya, ia melihat Raja merintih dengan mata terpejam serta keringat dingin di seluruh wajahnya.
Ratu mengusap keringat di kening Raja. Ratu terkejut ternyata Raja demam.
"Badan kamu panas banget!"
Ratu segera turun dari ranjang dan mengambil obat penurun panas di dalam tasnya. Ratu menghampiri Raja lalu duduk di tepi ranjang di samping Raja. Ratu membangunkan Raja dan mengangkat sedikit kepala Raja supaya suaminya itu bisa meminum obatnya. Setelah Ratu memastikan obatnya ditelan oleh Raja, Ratu kembali menidurkan kepala Raja ke atas bantal.
Tak lupa juga Ratu mengompres kening Raja, untuk membantu mengurangi suhu panasnya. Berulang kembali Ratu melepas dan menempelkan lagi kain setengah basah ke kening Raja, berharap demam sang suami akan turun. Ratu mencoba untuk tetap terjaga, namun rasa kantuk yang luar biasa sudah tak bisa ia tahan dan akhirnya Ratu menutup matanya.
Hari sudah menjelang pagi, Ratu terkejut ternyata ia ketiduran. Ratu kembali mengecek suhu badan Raja dengan menempelkan punggung tangannya di kening Raja.
"Syukurlah demamnya sudah turun?" Ratu pun merasa lega.
Ratu turun dan melangkah ke kamar mandi di sudut kamarnya. Langkahnya terhenti saat ia merasakan ada seseorang yang menarik tangannya.
"Mau ke mana, Dek?" tanya Raja.
"Kamu sudah bangun?" tanya balik Ratu. Ratu kembali duduk di samping Raja.
Ratu membantu suaminya yang ingin duduk.
"Kamu udah gak apa-apa, Ja?" tanya Ratu.
"Hmmm, masih sedikit pusing!" jawab Raja.
Raja menyenderkan kepalanya di kepala ranjang dengan sebelah tangannya memijit keningnya yang masih terasa berat.
"Aku bikinin kamu bubur dulu ya. Habis itu minum obat lagi, terus kamu istirahat," ucap Ratu.
"Iya." Raja mengangguk. "Makasih, Dek." Ratu pun mengangguk.
Ratu keluar kamar setelah ia mencuci mukanya di kamar mandi. Ratu berjalan menuruni anak tangga lalu melangkah menuju dapur.
"Loh Mba Ratu sudah bangun?" tanya mbok Sari yang ternyata baru pulang dari pasar.
"Udah, Mbok!" Ratu tersenyum ke mbok Sari.
__ADS_1
"Mba Ratu mau ngapain?" tanya mbok Sari.
"Mau bikin bubur buat Raja, Mbok. Semalam Raja demam." Ratu menata panci di atas kompor yang berisi beras dan air.
"Mbok bantuin ya," tawar Mbok sari.
"Gak usah, Mbok. Mbok Sari kerjain yang lain aja," tolak Ratu ramah.
"Oh ya sudah. Kalo Mbak Ratu butuh apa-apa, panggil mbok saja!"
"Iya Mbok, makasih ya!" balas Ratu.
Setengah jam Ratu berada di dapur dan bubur pun sudah siap. Ratu menyajikannya di mangkok, lalu membawanya ke kamarnya. Ratu membuka pintu kamar dengan tangan kirinya. Ratu melihat Raja sudah tidak ada di ranjang, ia mengedarkan pandangannya dan melihat Raja sedang duduk di balkon kamarnya.
"Kok kamu malah duduk di situ?" Ratu menghampiri Raja dan meletakan bubur di meja dia antara dirinya dan Raja.
"Aku cuma mau menikmati udara pagi aja, Dek!"
"Ya udah, ini aku udah bikinin kamu bubur. Aku suapin ya." Dengan sabar Ratu meniup serta menyuapkan bubur ke mulut Raja.
Raja mengangguk. Raja membuka mulutnya saat Ratu menyodorkan satu sendok bubur ke mulutnya. Bubur yang rasanya enak namun terasa pahit saat masuk ke mulut Raja. Baru empat suap, Raja sudah merasa kenyang. Ia menolak saat Ratu kembali menyuapinya.
Ratu tersenyum, lalu menaruh kembali sendok ke dalam mangkok. Meskipun tidak habis yang penting perut suaminya tidak kosong.
"Ya udah aku ambilin obat buat kamu dulu," ucap Ratu disambut anggukkan Raja.
Ratu berjalan masuk ke dalam kamarnya. Ratu mengambil obat di meja di samping ranjang. Saat akan kembali ke balkon, Ratu mendengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya.
Ratu berjalan untuk membuka pintu kamarnya. Ratu melihat Anita berdiri di hadapannya.
"Ma"
"Ratu, kata mbok Sari, Raja demam semalam?" tanya Anita, raut wajahnya terlihat cemas.
"Iya, Ma. Tapi sekarang demamnya sudah turun kok!" jawab Anita.
"Syukurlah." Anita bernapas lega saat mendengar jawaban dari anaknya.
"Di mana sekarang Raja?" Anita bertanya pada Ratu karena tak melihat Ratu di atas kasur.
"Di balkon. Ini Ratu mau kasih obat ke Raja," jawab Ratu.
__ADS_1
Anita dan Ratu berjalan menuju balkon. Anita sangat cemas saat mendengar Raja demam dari mbok Sari. Anita tersenyum melihat Raja sedang duduk bersandar di punggung kursi balkon. Matanya tertutup menampakan wajah tenangnya. Tangan Anita bergerak ke wajah menantunya yang terlihat pucat, untuk memastikan demam Raja sudah turun. Usapannya membuat Raja membuka matanya.
"Eh, Ma. Selamat pagi." Raja bertanya sambil memperbaiki posisi duduknya.
"Selamat pagi juga, Nak. Mama denger katanya kamu sakit, kok malah tidur di sini?" tanya Anita lembut pada menantunya.
"Cari udara seger aja, Ma." Raja meringis merasakan sakit di kepalanya kembali.
"Kamu gak apa-apa, Nak?" tanya Anita cemas.
"Gak kok, Ma. Cuma kepala Raja masih sedikit pusing."
"Ya sudah kamu minum obat terus tidur di kamar jangan di sini!" Anita meminta obat pada Ratu yang sedari tadi di belakang Raja.
Anita membantu Raja meminum obat lalu memberikan menantunya segelas air minum. Setelah itu Anita menaruh gelas ke meja di samping Raja lalu membantu menantunya berjalan menuju ke kamarnya kembali. Anita membantu Raja merebahkan tubuhnya di atas kasur, lalu menyelimutinya.
"Ini pasti gara-gara kalian berenang malam-malam," omel Anita. "Kalian memang anak-anak nakal," lanjut Anita.
Ratu tersenyum melihat kedekatan ibu dan suaminya. Ratu bersyukur mamahnya dulu memaksa dirinya untuk menikah dengan Raja. Ternyata mamahnya benar-benar tak salah pilih untuk dirinya.
"Ya sudah, kamu istirahat. Apa mau Bunda temenin di sini?" tawar Anita.
"Gak usah Ma. Nanti papa Hendra nyariin Mama," tolak Raja cepat.
Anita nampak berpikir, "Bener juga. Nanti kalo Mama di sini, istri kamu sama suami Mama cemburu," ucap Anita yang sengaja menggoda anak serta menantunya.
Raja dan Ratu langsung tertawa kecil mendengar ucapan Anita.
"Mama bisa saja," ucap Ratu.
"Ya sudah, bunda keluar dulu. Kamu istirahat ya, Nak." Raja mengangguk. Anita tersenyum lalu mengecup kening menantunya.
Anita berjalan meninggalkan Raja. Anita keluar diantar oleh Ratu.
"Kamu jagain suami kamu ya. Kalau ada apa-apa panggil mama. Oke, Sayang."
"Iya Ma, makasih ya."
"Iya, Sayang!"
Ratu menutup pintu kamarnya setelah Anita keluar dari kamarnya. Ratu kembali ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping Raja. Keduanya mengobrol sampai Raja tertidur karena reaksi obat yang ia minum.
__ADS_1