Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
RBR 97


__ADS_3

Raja bertemu Ratu season 1 hampir berakhir ya .....


Pukul delapan pagi, Raja dan Ratu sudah berada di dalam pesawat, bukan untuk ke Bali, melainkan ke Singapura untuk menjenguk Egi. Setelah semalam Angga datang dan menceritakan tentang keadaan Egi, pasangan suami istri itu tidak bisa menahan dirinya untuk bertemu dengan sahabat nya itu. Beruntung mereka langsung mendapat tiket penerbangan untuk esok harinya.


Kepergian keduanya ke Singapura pun sudah mereka utarakan kepada Mahendra juga Anita. Mereka akan ke Pulai Dewata setelah menjenguk Egi. Setelah mengudara sekitar 1 jam 30 menit akhirnya mereka sampai di bandara Changi Singapore. Raja dan Ratu segera menuju pintu keluar dan menaiki taxi untuk menuju ke hotel tempat mereka menginap selama di Singapore.


Hotel berbintang mereka pilih untuk mereka menginap selama di Singapore. Taxi yang mengantar keduanya pun menurunkan mereka di depan hotel yang mereka tuju. Raja menggandeng tangan Ratu untuk masuk ke dalam hotel. Raja terlebih dahulu berjalan ke reseptionis hotel untuk melakukan check in selama tiga hari.


Raja dan Ratu menarik gagang koper milik mereka masing-masing masuk ke dalam lift. Lift terbuka saat mereka sampai di lantai 10 dimana kamar mereka berada. Keduanya keluar dari lift bersama-sama dan menuju kamar mereka.


Raja membuka pintu kamar hotelnya. Ratu terperangah saat melihat pemandangan indah kota Singapura dari jendela kamarnya.


"Wow, view nya keren banget," seru Ratu.


"Suka nggak sama tempatnya?" tanya Raja.


Ratu berbalik dari jendela kamar hotel itu dan melangkah menuju ke arah Raja. "Suamiku memang selalu tahu apa yang aku inginkan." Ratu merangkul pundak Raja dan mengecup bibirnya sekilas.


"Ya sudah kamu istirahat dulu," suruh Raja.


"Nggak lah, Yank. Kita langsung ke rumah sakit aja gimana?" usul Ratu.


Raja menarik hidung Ratu, "Duh yang sudah kangen sama selingkuhannya." Ratu terkekeh dan mengusap hidungnya.


"Ya kan itu tujuan kita ke sini, Yank."


"Oke,oke, ayo! Tapi kamu beneran nggak capek, 'kan?" Ratu langsung menggelengkan kepalanya. Setelah berganti pakaian Ratu dan Raja bersiap untuk pergi ke rumah sakit tempat dimana Egi dirawat.


Raja dan Ratu berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit untuk menuju kamar rawat Egi. Raja sebelumnya sudah terlebih dahulu meminta izin pada kedua orang tua Egi. Setelah menanyakan pada salah satu petugas di rumah sakit itu akhirnya Raja dan Ratu sampai di depan pintu kamar rawat Egi. Pelahan Raja menarik tuas untuk membuka pintu itu, saat pintu berbuka sempurna Raja dan Ratu bisa melihat dengan jelas tubuh Egi yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit.


Egi yang baru saja selesai terapi dibawa kembali oleh perawat ke kamar rawat inap nya, ia terkejut saat melihat dua sahabatnya berdiri tepat di hadapannya.


"Kalian ...." Egi terkejut saat melihat Raja dan Ratu ada di kamar rawat inapnya.


"Nggak usah sok terkejut." Raja berjalan ke arah tempat tidur Egi. "Gimana keadaan lo?"


"Gue baik-baik aja."


"Lo berdua ngapain ada di sini? Bukannya kalian mau honeymoon ke Bali?"


Kalau boleh jujur, Raja kesal jika berbicara tentang honeymoon. Karena moment itu tertunda karena Ratu sedang datang bulan.


"Nggak usah bahas gue sama Ratu. Gue mau tanya sama lo sekarang." Raja menghentikan sejenak ucapannya. "Kenapa lo sembunyiin keadaan lo yang sebenarnya sama kami semua, terutama Rini."


Oke jadi Angga sudah cerita semua ke Raja.

__ADS_1


Egi mendengus, "Si curut itu emang nggak bisa jaga rahasia."


"Gi." Raja dan Egi menoleh ke arah Ratu yang sedang berjalan ke arah mereka. "Ini hal yang sensitif, harusnya lo ceritain ini sama Rini."


"Gue nggak sanggup."


"Lo harus sanggup."


"Gue udah nggak pentes buat dia, kalian sudah tahu kan keadaan gue, gue cacat. Gue nggak bakalan bisa jagain Rini lagi."


"Tapi ...."


"Please Ratu, lo ngertiin perasaan sama keadaan gue. Dan untuk masalah Rini, gue yakin dia bisa ngelupain gue ada Angga di sana."


Raja dan Ratu pun sudah tidak bisa berbicara apa-apa lagi. Keputusan Egi sudah final.


"Oke, kalau ini memang keputusan yang terbaik buat kalian," ucap Raja.


Ratu mengusap pundak Egi untuk memberi semangat pada sahabatnya itu. Cukup lama keduanya menemani Egi di rumah sakit sampai akhirnya Raja tidak tega melihat Ratu terus-menerus menguap.


"Dek, kita balik yuk. Kamu pasti capek," ajak Raja.


"Iya sana balik, nggak tega gue liat Lo nguap-nguap nahan ngantuk," sambung Egi.


"Lo nggak apa-apa kita tinggal Gi?" tanya Ratu.


Raja dan Ratu terkekeh mendengar ucapan Egi, "Dasar, nggak ada tobatnya lo?"


"Hehehehe, udah gih sono bawa istri lo balik," suruh Egi.


"Oke, kita balik. Besok kita ke sini lagi." Egi menganggukkan kepalanya.


Ratu berjalan Egi yang sedang duduk di ranjang rumah sakit. "Lo istirahat, jangan maen game terus." Ratu merebut ponsel dari tangan Egi lalu menyelimuti sebagian tubuh Egi dengan selimut.


"Bawel." Satu pukulan mendarat di lengan Egi.


Raja dan Ratu keluar dari kamar rawat Egi dan kembali ke hotel tempat mereka menginap.


Selama di Singapura Raja dan Ratu menghabiskan waktu untuk traveling di sana, berbelanja ataupun mengejar berbagai macam kuliner di sana. Dan tanpa terasa tiga hari sudah mereka berada di Singapura.


Raja dan Ratu sedang berada di kamar rawat Egi. Di sana sudah ada Marisa dan juga Pramuja, kedua orang tua Egi. Raja dan Ratu berpamitan kepada Egi penuh dan juga kedua orangtuanya.


"Egi, Tante, Om, kami pamit dulu ya," ucap Ratu.


"Iya, Sayang. Kalian hati-hati, dan cepet kasih kabar baik sama kami," ucap Marisa.

__ADS_1


"Amin, Tante. Doain kami ya."


Ratu dan Marisa saling memeluk.


"Mau dong gue dipeluk," goda Egi.


"Dipeluk sama siapa?" tanya Raja, matanya menatap tajam ke arah Egi.


"Nyokap gue lah. Gue nggak mau nanggung resiko kalau Ratu meluk gue, adanya gue bakalan tambah lama di sini." Raja dan yang lainnya langsung tertawa mendengar ucapan Egi.


"Nyadar diri lo," senga Raja.


"Udah cepet balik lo berdua sana. Kelamaan disini bikin gue baper," usir Egi. Marissa mengusap wajah anak kesayangannya.


"Ya sudah kita balik, cepet sembuh ya. Tetep semangat," ucap Ratu.


Raja dan Ratu pergi ke Bandara di antar oleh Pramuja. Kini keduanya bersiap meluncur ke pulau Dewata, tempat honeymoon mereka.


❤️❤️❤️❤️


Pukul delapan malam waktu setempat Raja dan Ratu sudah sampai di villa yang sudah disiapkan oleh Mahendra. Raja menaruh koper mereka di sudut kamar. Raja menghampiri Ratu yang tengah merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Nyaman banget tempatnya ya, Yank." Ratu menoleh pada Raja yang sudah ikut merebahkan tubuhnya di sampingnya.


"Hmm."


Ratu memindahkan kepalanya ke perpotongan leher suaminya. Raja sedikit terkejut saat Ratu bersikap agresif pada dirinya. Jarang sekali Ratu melakukan itu.


Diusapnya kepala Ratu dan dikecupnya kening perempuan pujaannya. "Manja banget sih."


"Memang nggak boleh manja sama suami sendiri?" tanya Ratu masih dengan posisi nyamannya.


"Jarang aja, Dek kamu kaya gini sama aku." Ratu terkekeh lalu menyembunyikan wajahnya di leher dan mencium leher Raja.


Ratu menarik diri dari tubuh Raja. Ia berjalan ke arah samping kamarnya yang ternyata ada kolam berenang di sana. Ratu duduk dengan mencelupkan kedua kakinya di dalam air. Raja pun ikut melakukan hal yang sama.


Ratu dan Raja duduk berdampingan dan saling bertukar senyum. Ratu meletakan kepalanya di pundak Raja.


"Yank, berenang yuk," ajak Ratu.


Raja menjauhkan tubuhnya dari Ratu untuk bisa melihat dengan jelas wajah istirnya. "Bukannya kamu lagi datang bulan?" tanya Raja bingung.


"Udah selesai kok. Aku juga heran kok tumben cuma 2 hari." Raja mengerutkan keningnya heran, tetapi dari lubuk hatinya yang terdalam Raja bahagia karena puasanya berkurang.


"Jadi nggak, berenangnya?" tanya Ratu dengan tatapan genit.

__ADS_1


Kode keras nih dari Ratu untuk Raja.


Tinggalkan jejak kalian....


__ADS_2