
Jangan lupa like dan komentarnya...
Happy reading
Raja mengetuk pintu kamar hotel yang ditempati oleh Kiara. Beberapa saat kemudian pintu itu terbuka dari dalam. Raja melihat Kiara berdiri di belakang pintu dan hanya menyumbulkan wajahnya saja.
"Akhirnya lo datang juga, Beb," sambut Kiara.
Raja merasa mual di dalam perutnya saat melihat senyum Kiara.
"Masuk sini!" suruh Kiara. Kiara membuka pintu kamar hotel itu dan mempersilahkan Raja masuk.
Kiara masih berdiri di belakang pintu dengan menggunakan piyama berbentuk kimono dengan bahan tipis yang menampakkan pakaian dalamnya. Kiara ingin mencoba menggoda Raja dengan pakaian seksi itu. Kiara menutup kembali pintu kamarnya tanpa melihat ke arah Raja.
Kiara tersenyum licik sebelum ia membalik badannya ke arah Raja dan memberi kejutan untuk Raja. Namum siapa sangka malah dirinya yang terkejut saat matanya menangkap sosok Ratu ada di samping Raja.
Ratu berteriak saat melihat penampilan Kiara. "Yank..." Ratu langsung membalik tubuh Raja agar tidak bisa melihat Kiara saat ini.
Ratu yang sudah merasa emosi melangkah menghampiri Kiara lalu tamparan keras mendarat tepat di pipi Kiara.
"Lo bener-bener sialan," teriak Kiara. "Dasar cewek murah," maki Kiara lagi.
"Kalo gue cewek murahan, terus lo apa?" balas Ratu. "Pantes perasaan gue nggak enak jadi lo mau ngejebak suami gue lagi."
"Bukan urusan lo." Kiara masih memegangi pipinya yang kena tamparan Ratu.
"Ini urusan suami gue dan pasti menjadi urusan gue."
Ratu menjambak rambut Kiara dengan kuat sampai Kiara merasakan sakit sampai ke kulit kelapanya. Setelah itu Ratu meminta Raja untuk mengambil ponsel milik Kiara yang ada di meja nakas. Raja menuruti perintah Ratu untuk mengambil ponsel Kiara.
Raja membuka ponsel Kiara yang terkunci ada kata sandi di sana. Raja meminta kata sandi pada Kiara namun tidak Kiara berikan. Ratu yang kesal menarik lebih kuat lagi rambut Kiara sampai Kiara berteriak.
"Oke, kalo lo nggak mau kasih tahu sandi nya." Raja mencoba mengetikan tanggal lahirnya dan ternyata berhasil.
'Gila dia terobsesi banget sama gue' ucap Raja dalam hatinya.
Raja mengotak-atik ponsel Kiara untuk mencari video asli kejadian waktu itu. Raja menyeringai saat menemukan sesuatu yang dia cari. Raja mengirim video itu ke ponselnya lalu menghapus video itu di dalam ponsel Kiara.
"Sudah, Dek."
__ADS_1
"Yank, balik badan. Aku nggak mau kamu liat Kiara seperti ini."
Ratu melempar Kiara ke atas ranjang lalu menarik tangan Raja dan keluar dari kamar hotel itu.
Di kamar Kiara mengumpat kasar, rencana yang ia buat untuk Raja gagal total. Kiara benar-benar tidak mengira jika Ratu akan ikut datang bersama Raja. Emosi Kiara sudah di ubun-ubun, ia meraih air putih di meja nakas. Namun selang beberapa menit tubuh Kiara mulai panas.
"Sialan, gue salah minum lagi," umpatnya. Kiara membanting gelas yang airnya baru saja ia minum. Kiara membanting gelas itu ke lantai.
Ternyata air yang Kiara minum adalah air yang sudah di siapkan untuk Raja. Air yang Kiara minum sudah ia campurkan dengan obat perangsang. Kini Kiara sudah seperti cacing kepanasan dan tidak lama seseorang masuk ke dalam kamar hotel itu. Orang yang akan membantu rencananya, dia adalah Leo.
Kiara yang berencana untuk menjebak Raja dengan obat perangsang sengaja meminta bantuan pada Leo. Kiara berhasil menghasut Leo untuk membantunya dalam rencananya dan jika itu berhasil maka Leo bisa mendapatkan Ratu. Namun semuanya gagal total karena semua itu kini berbalik pada dirinya sendiri.
"Kiara, lo kenapa?" tanya Leo yang melihat Kiara bergerak seperti cacing kepanasan.
"Leo tolongin gue," pinta Kiara. "Panas, panas."
"Tolong apa?" Leo menelan air liurnya saat melihat Kiara membuka seluruh pakaian luarnya dan menampakkan pakaian dalamnya.
"Gue salah minum. Gue justu meminum air yang sudah gue kasih obat perangsang yang harusnya gue kasih ke Raja," racau Kiara.
"Tap ...."
"Kiara lo apa-apaan sih?" Leo bangun dari atas tubuh Kiara.
"Please, Leo. Tolongin gue."
Leo tahu apa maksud Kiara. Tadinya Leo menolak untuk melakukan itu, namun saat melihat Kiara sudah melepas seluruh kain yang yang melekat di tubuhnya, hasrat laki-laki Leo datang. Apalagi melihat tubuh Kiara yang seksi itu.
Leo akhirnya terbawa suasana setelah Kiara berhasil membuat hasratnya meningkat. Leo mulai menjelajahi tubuh polos Kiara sampai akhirnya mereka menyatukan tubuh mereka. Sudah cukup lama dan sudah banyak Leo menyemburkan cairan kehidupannya di rahim Kiara, namun keduanya nampak masih tidak ingin mengakhiri pergulatan mereka.
Sementara Raja dan Ratu yang sudah pergi meninggalkan hotel itu. Keduanya nampak bertengkar di dalam mobil.
"Yank, tadi kamu lihat Kiara nggak?" tanya Ratu yang sedang melihat kejadian asli waktu itu di ponsel milik suaminya.
"Ya lihat lah, Dek. Kan aku nggak buta," jawab Raja. Raja masih berkonsentrasi mengemudikan mobilnya.
Ratu terbelalak lalu mencubit perut Raja. "Issh, sakit, Dek."
"Lagian kamu, seneng ya liat Kiara makai pakaian seksi kaya tadi?" tuduh Ratu.
__ADS_1
Raja tertawa terbahak-bahak. "Kamu cemburu, Dek." Raja melihat sekilas ke arah Ratu. "Imut banget sih." Raja menarik salah satu pipi Ratu.
"Yaaank," kesal Ratu.
"Aku cuma lihat sedikit kok, Dek."
"Bohong." Ratu masih memberengut.
"Nggak, Dek." Raja menggenggam erat tangan Ratu. "Memang nggak di pungkiri badan kamu nggak montok seperti Kiara. Tetapi aku nggak melihat itu dari kamu. Aku menyukai kamu apa adanya karena kamu hanya milik aku. Aku bangga sama kamu karena kamu bisa menjaga kesucian kamu sampai malam pertama kita di Jogja dulu," ucap Raja panjang lebar.
Ratu masih memberengut dan tidak mau melihat ke arah Raja. Namun saat Ratu merasakan mobil yang ditumpanginya berhenti melaju, Ratu langsung menoleh ke arah Raja.
"Kok berhenti, Yank?"
"Aku laper, Dek." Raja melepas safety belnya. "Makan Yuk!"
Ratu melihat sekeliling, ada warung pecel lele di samping kirinya. "Makan di sini, Yank?" Raja menganggukkan kepalanya.
Keduanya turun bersama-sama dan masuk ke dalam warung pecel lele itu. Raja memesan dua porsi pecel ayam dan juga es jeruk. Sambil menunggu pesanan datang Ratu bertanya pada Raja, kenapa Raja bisa tahu kata sandi ponsel Kiara.
"Kok bisa sih, Yank?"
"Tadinya aku cuma ngira-ngira aja, Dek. Dan tenyata tepat banget." Ratu pun hanya bisa manggut-manggut.
"Kamu pasti akan kaget jika aku kasih tahu kata sandi ponsel Kiara." Ratu mengangkat satu alisnya.
"Memang apa, Yank?"
"Tanggal lahir aku." Ratu terkejut mendengar jawaban Raja.
"Serius, Yank?"
"Iya, Dek. Aku malah jadi takut sama Kiara, dia kayaknya terobsesi banget sama aku."
"Ya sudahlah, Yank. Kita pikirin besok lagi. Yang terpenting kita sudah dapet bukti jika kamu nggak salah."
Raja mengangguk lalu tersenyum. Diraihnya tangan Ratu dan menggenggamnya, "Makasih ya, Dek."
"Sama-sama, Yank."
__ADS_1
Dan tidak lama makanan yang mereka pesan datang. Mereka memutuskan untuk melupakan sejenak masalah mereka dan menikanmati makan malam dengan tenang.