Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
RBR 87


__ADS_3

Maaf slow Up...


Keesokan paginya Ratu membuka matanya perlahan, mengedipkan matanya beberapa kali untuk membiasakan cahaya yang masuk ke dalam matanya. Namun saat penglihatannya mengarah pada jam yang tergantung di dinding kamarnya, Ratu langsung membelalakan matanya dan mengambil posisi duduk.


"Jam setengah sembilan!" Ratu langsung melihat ke samping dan ternyata Raja sudah tidak ada di sana.


'Dia sudah berangkat kayaknya,' guman Ratu.


Ratu turun dari ranjang tiba-tiba matanya melihat secarik kertas yang terselip di bawah ponselnya. Ratu mengerutkan keningnya, lalu mengambil kertas itu dan mulai membaca isinya.


Aku sudah berangkat, aku juga sudah menyiapkan sarapan untukmu


Love, Hubby.


Ratu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Di raihnya ponsel di meja nakas lalu Ratu mengetikan pesan balasan untuk Raja.


Maaf aku terlambat bangun


love, Wife


Setelah pesan terkirim Ratu kembali meletakan ponsel di meja nakas lalu ia berjalan ke dalam kamar mandi. Satu jam Ratu menghabiskan waktunya di dalam kamar mandi. Ratu keluar dari kamar mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke kampusnya.


Ratu memakai baju casual dan celana jeans biru tidak lupa rambut panjang nya ia ikat kuncir kuda. Setelah siap Ratu menyambar ponsel di meja nakas. Saat akan memasukan ponsel miliknya ke dalam tas, ada notifikasi chat dari Kiara.


Ratu segera membuka dan membaca pesan dari Kiara. Matanya terbuka lebar saat membaca isi pesan itu.


Dua hari lagi suami lo bakal jadi milik gue.


Emosi Ratu seakan memuncak dan siap meledak. Tanpa sadar Ratu menggenggam erat ponsel miliknya dan jika saja bel apartemennya tidak berbunyi ponsel di tangannya bisa berubah menjadi debu.


Ratu menarik nafas panjang lalu menghembuskannya untuk menetralkan emosinya. Setelah di rasa cukup tenang, Ratu keluar dari kamarnya untuk melihat siapa yang datang. Ratu membuka pintu apartemen nya dan mendapati Suci ada di harapannya.


"Suci, kok lo di sini?"


"Kenapa? Gue nggak boleh maen ke sini," sewot Suci.


"Bukan gitu." Ratu mempersilahkan Suci masuk ke dalam apartemennya. "Gue baru saja mau berangkat ke kampus."


Suci merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu, "Lo nggak baca chat gue ya? Kelas kita kan di batalkan. Dosen yang ngajar kita lagi sakit. Makanya gue ke sini, lagian juga gue males ke kampus liat Alan sama Gea di sana." Suci duduk dengan menopang dagu dengan tangannya. Rasa kesal, cemburu, dan kecewa menjadi satu di dalam hatinya.

__ADS_1


"Gue juga kesel banget. Kiara chat gue." Ratu menyusul Suci dan duduk di sebelah sofa yang di duduki oleh Suci.


"Ngomong apa tuh orang?"


"Dia bilang gue harus siap-siap nangis darah, Raja bakal jadi milik dia dua hari lagi," curhat Ratu.


"Mimpi banget tuh cewek," kesal Suci.


"Gue sebenarnya takut kalau itu bakalan terjadi."


Kedua perempuan itu sama-sama menghela nafas berat meratapi nasib mereka sendiri. Ratu mengacak-acak rambutnya karena merasa frustasi.


"Gue masih cinta banget sama Alan. Apalagi tinggal selangkah lagi kita akan menikah. Kenapa dia tega ngelakuin ini sama gue?" wajah sangar Suci berubah sendu.


"Cowok emang susah ditebak ya," ucap Ratu. "Ci dari pada kita nggak ada kegiatan kita berenang saja yuk," ajak Ratu yang langsung di angguki oleh Suci.


-


-


Jam pulang kerja sudah datang, Raja sedang membereskan berkas-berkas nya di atas meja saat ponselnya berbunyi menunjukan ada notifikasi pesan WhatsApp. Raja membuka dan membaca pesan yang ternyata dari Kiara. Raja mengerutkan keningnya saat Kiara menuliskan pesan jika ia ingin bertemu dengan Raja.


Raja tidak berniat sama sekali untuk membalas pesan dari Kiara. Sampai akhirnya Kiara kembali mengirim pesan padanya. Jika Raja menolaknya maka video itu akan Kiara kirim ke Anita, mertuanya.


"Shit," umpat Raja.


Dan dengan sangat terpaksa akhirnya Raja mau menemui Kiara. Raja menghubungi Kiara dan menanyakan tempat di mana mereka akan bertemu.


(Percakapan di telepon)


"Hallo," ucap Raja saat teleponnya sudah tersambung dengan Kiara. "Ketemu di mana?"


"Nanti gue share loc," jawab Kiara dari seberang panggilan.


"Oke.." Raja langsung memutus panggilannya dengan Kiara.


Raja segera melesat ke parkiran VIP di kantor papanya itu.


Raja melihat kembali ponselnya dan ada pesan dari Kiara. Raja segera melesat menuju tempat yang sudah Kiara Share kepada dirinya. Jam pulang kerja membuat Raja terjebak macet, Raja mengirimkan pesan kepada Ratu kalau dirinya akan pulang terlambat karena ada Meeting. Raja sengaja tidak memberitahukan rencananya untuk bertemu dengan Kiara, Raja takut jika Ratu akan mengkhawatirkan dirinya.

__ADS_1


Raja sudah sampai yang sudah Kiara tunjukan, Club malam. Raja mengerutkan keningnya, mengapa Kiara mengajaknya untuk bertemu dengan dirinya di tempat seperti ini.


'Huff, dasar bodoh. Harusnya gue nggak terkejut dengan hal ini.'


Raja melepas ikatan dasinya dan membuka kancing di tangannya lalu menggulungnya sampai siku. Setelah melepas safety belt nya, Raja keluar dari dalam mobilnya. Raja kembali menghubungi Kiara untuk menanyakan keberadaannya.


Raja mengerutkan keningnya saat panggilan tidak di jawab oleh Kiara berulang-ulang. Namun beberapa saat kemudian Raja merasakan ada seseorang yang memeluknya dari belakang.


"Kiara.." Raja langsung melepaskan tangan Kiara yang melingkar di tubuhnya. "Lepas! Jaga sikapmu, Kiara."


Raja membalikan tubuhnya dan mendapati Kiara ada di belakangnya bersama Gea dan juga Alan.


"Lo di sini juga, Ja?" tanya Alan. "Sudah bosen juga sama istri lo yang galak itu," sindir Alan.


"Bukan urusan lo! Lo sendiri ngapain di sini sama Gea?" balas Raja.


"Gue mau ngapain sama Gea juga bukan urusan lo."


Pandangan Raja beralih ke Kiara, "Lo ngapain ngajakin gue ketemu di sini?" tanya Raja pada Kiara.


"Have fun dong, Raja."


Raja tersenyum sinis pada Kiara. "Have fun?" Kiara mengangguk. "Lo have fun aja sendiri."


Raja melangkah dan masuk kembali ke dalam mobilnya. Sebelum Raja menutup pintu mobilnya, Kiara lebih dulu menahannya.


"Lo mau video itu gue kirim ke nyokap nya Ratu?"


Raja memukul gagang setirnya dan mengumpat, "Shit. Mau lo apa sih Kiara."


"Gue cuma pengin lo ngikutin apa mau gue." Kiara memaksa turun Raja. "Masuk dan kita bersenang-senang di dalam sana." Kiara menunjuk ke arah Night Club.


"Oke"


Dengan sangat terpaksa Raja mengikuti kemauan Kiara. Raja dan Alan berjalan di belakang Gua dan juga Kiara. Raja dan Alan saling pandang dengan menatap tajam satu sama lainnya.


"Apa," senga Alan dan Raja bersamaan. Dan tidak lama mereka berdua saling dorong.


Kiara dan Gea yang berjalan di depan Alan dan Raja berusaha memisahkan keduanya. "Udah dong. Kalian ini apa-apaan sih? Jangan malu-maluin gue di sini deh," omel Kiara.

__ADS_1


"Sejak kapan lo punya rasa malu hah," balas Raja. Kiara terdiam dan menatap tajam Raja. Raja tersenyum sinis dan masuk terlebih dahulu ke dalam club malam itu.


__ADS_2