
Ratu dan Raja tengah bersiap untuk pergi berkencan. Tidak tahu ada angin apa, Raja mendadak ingin memakan es cream.
"Ja, kita naik motor yuk," ajak Ratu.
"Hmmm."
"Raja."
"Hmmm."
Ratu mendengus, Raja kembali bersikap dingin padanya. "Kamu kenapa sih? Aku tanya kok jawabnya gitu?"
"Panggil aku sayang dulu, baru aku jawab?" Raja menaik turunkan kedua alisnya menggoda Ratu. Ratu pun memutar bola matanya jengah.
"Yank" Ratu mencoba memanggil Raja dengan panggilan sayang.
"Apa, Dek?"
Ratu mencebikkan bibirnya. "Dih, giliran dipanggil sayang aja nyaut."
"Lagi pengin aja di panggil sayang sama kamu!" Raja merangkul pundak Ratu dan mendaratkan kecupan di pipi istrinya itu.
"Yuk, jalan sekarang!" ajak Raja dan Ratu menganggukkan kepalanya.
Raja mengambil helm di meja ruang tengah, tanpa sengaja matanya melihat kotak hadiah yang diberikan oleh Leo untuk Ratu berada di dalam tong sampah, bibir Raja pun tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman.
Ratu dan Raja sudah berada di atas motor yang sudah melaju. Pacaran setelah menikah ternyata menyenangkan. Keduanya nampak mesra duduk di atas motor. Ratu melingkarkan tangannya ke tubuh Raja dan menyandarkan kepalanya ke pundak Raja. Mereka ingin menikmati Q-time berdua sebelum ada orang ketiga di antara mereka yaitu anak.
Raja membelokan motornya dan berhenti di cafe tempat mereka biasa nongkrong bersama teman-temannya. Malam itu bukan malam minggu, jadi suasana cafe tidak terlalu ramai. Raja dan Ratu turun dari motornya, setelah membuka helm yang mereka pakai, keduanya langsung duduk di bangku yang sudah di sediakan.
Ratu memesan satu cup es cream rasa strawberry untuk Raja dan banana split untuk dirinya sendiri.
"Di tunggu pesanannya, ya Mbak, Mas!" ucap waiters di cafe itu. Raja dan Ratu mengangguk bersamaan.
Raja mengambil ponsel dari saku jacket nya dan mengarahkan camera depan ponselnya kearah dirinya dan Ratu.
"Dek, foto yuk!" ajak Raja.
"Dih tumben narsis." Ratu tertawa ringan. Dengan malu-malu, Ratu mendekatkan wajah Raja. Keduanya berfoto dengan gaya berbeda-beda lalu memposting foto itu ke media sosial masing-masing.
Ratu dan Raja tertawa membaca komentar dari sahabat-sahabatnya. Dan Tak lama pesanan mereka pun datang.
__ADS_1
"Silahkan, Mas, Mbak, pesanannya!" Waiters di cafe itu meletakan pesanan Raja dan Ratu di meja di hadapan Raja dan Ratu.
"Makasih Mbak," ucap Ratu dan Raja bersamaan.
"Sama-sama." Waiters itu langsung meninggalkan meja setelah menyelesaikan tugasnya.
Raja dan Ratu mulai memakan es cream masing-masing. "Yank, ko tumben kamu pengin es cream malam-malam begini?" tanya Ratu. Tangannya tak berhenti untuk menyuap banana split ke mulutnya.
"Gak tahu, Dek. Mendadak lagi pengin aja," jawab Raja. "Dek, es cream kamu kayaknya enak tuh."
"Kamu mau, Yank?" tanya Ratu. Ratu menyodorkan satu sendok banana split ke mulut Raja. Raja membuka mulutnya dan satu sendok banana split berpindah ke mulutnya.
Ratu sedikit heran, karena Raja yang biasanya tak suka pisang kini malah terlihat sangat menyukainya. Raja langsung mengambil banana split dari hadapan Ratu, dan memakannya dengan lahap.
Setelah semuanya es cream habis, keduanya memutuskan untuk pulang karena besok adalah hari terakhir acara ospek mereka.
Keesokan paginya.
Raja terkejut saat melihat Ratu turun dari ranjang dan langsung berlari ke kamar mandi. Raja menyusul Ratu dan melihat Ratu sedang memuntahkan semua isi perutnya di wastafel. Raja langsung menghampiri Ratu dan memijit tengkuk Ratu.
"Kamu kenapa, Dek?"
Ratu menyalakan air di wastafel dan membasuh mulutnya. "Gak tahu, Yank?"
Ratu menggelengkan kepalanya, ada niatan untuk mencoba alat tes kehamilan yang ia beri kemarin.
"Gak usah, Yank. Mungkin ini masuk angin aja." Ratu mencoba untuk menghilangkan kekhawatiran di diri Raja.
"Beneran kamu gak apa-apa?" tanya Raja, untuk memastikan jika Ratu benar-benar baik-baik saja.
"Iya, Yank. Aku gak apa-apa kok. Ayo ini udah siang, kita bisa terlambat ke kampus," ucap Ratu. Kini giliran Raja yang mengangguk.
Ratu sedang berada di dalam kamar mandi, ada niatan untuk mencoba alat tes kehamilan itu. Ratu sudah memegang satu dari dua mereka alat tes kehamilan yang ia beli. Ada keraguan untuk mencobanya, akhirnya Ratu urungkan niat itu. Ratu akan mencobanya tiga hari lagi untuk memastikan jika dirinya memang sudah telat datang bulan. Ratu menarik nafasnya dan memutuskan untuk menyimpan kembali alat tes kehamilan itu.
Ratu keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya sedang berbicara dengan seseorang di telepon. Setelah melihat Ratu, Raja memutuskan panggilannya.
"Siapa, Yank?" tanya Ratu.
Raja menaruh ponselnya di atas ranjang. "Alan!"
Ratu duduk di depan meja rias sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. "Ngapa tuh anak telepon pagi-pagi?" Ratu mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Biasa urusan cowok!" Ratu mendengus kesal.
"Oh jadi udah main rahasia-rahasiaan?" cibir Ratu membuat Raja terkekeh.
Raja menghampiri Ratu dan membantu mengeringkan rambut istrinya. "Kamu beneran mau ke kampus. Wajah kamu masih kelihatan pucat banget, kita ke Dokter aja yuk!" ajak Raja.
Ratu meraih tangan Raja yang ada di kepalanya, Raja pun menundukkan badannya dan menempelkan dagunya ke pundak Ratu. Ratu bisa melihat wajah suaminya dari cermin di hadapannya.
"Kamu lagi manja banget kayaknya, Yank?" Ratu mengusap sisi wajah suaminya.
"Memangnya gak boleh manja sama istri sendiri?"
"Udah deh, sana mandi. Aku siapin sarapan dulu buat kamu!" Raja pasrah dengan perintah istri tercintanya. Meski ia masih ingin sekali mendekap istrinya.
Entah perasaan apa yang saat ini Raja rasakan, saat Alan memberitahukan pada dirinya apa yang dikatakan oleh Suci. Benarkah istrinya sedang hamil seperti apa yang di ucapkan oleh Suci. Namun, kenapa Ratu tak memberitahukan ini pada dirinya. Raja berfikir mungkin Ratu juga masih ragu dengan itu.
Raja menghembuskan nafas nya, ia tidak ingin terlalu berharap akan kehamilan Ratu. Jika memang benar, maka ia akan sangat bahagia, jika memang tidak, itu tidak masalah. Baginya karena mungkin ia dan Ratu belum dikasih kepercayaan untuk memiliki momongan.
Setengah jam waktu untuk Raja bersiap dan setelah semuanya siap, Raja keluar kamar dan menyusul istrinya yang tengah menyiapkan sarapan.
"Kamu bikin nasi goreng?" tanya Raja saat berada di meja makan.
"Iya." Ratu mengambilkan satu piring nasi goreng untuk Raja.
Raja mulai memakan nasi goreng yang dimasak Ratu. Baru satu sendok Raja memakan nasi goreng itu, Raja mengerutkan keningnya merasa ada yang aneh dengan rasa nasi goreng itu.
"Dek, ko tumben kamu masaknya rasanya gak jelas begini?" tanya Raja.
"Gak jelas gimana, Yank? Bumbunya sama seperti biasa aku masak kok!" Ratu mencoba beberapa sendok nasi goreng yang sama, rasanya enak seperti bias. "Ah gak kok, Yank. Ini enak?"
"Gak, Dek!" Raja tetep menganggap nasi goreng itu tidak enak dan rasanya hambar.
Raja beranjak dari meja makan menuju dapur, di ambilnya bubuk cabe, lada, dan garam. Raja mulai menaburkan semua itu ke piringnya lalu mengaduknya. Ratu yang melihat itu membelalakan matanya. Nasi goreng di mulutnya mendadak susah ia telan.
Ditambah lagi Raja terlihat menikmati nasi goreng itu.
"Ini baru enak, Dek!"
Ratu langsung meminum air putih untuk membantu menelan nasi goreng di mulutnya. Ratu sudah merasa kenyang dengan melihat Raja makan seperti itu, seperti orang tidak makan berhari-hari.
Raja yang melihat Ratu sedang menatap dirinya langsung menawari nasi goreng yang sedang ia makan. "Mau, Dek?" tanya Raja.
__ADS_1
Ratu langsung menggeleng cepat untuk menolak tawaran Raja. Namun, Raja memaksa Ratu sampai satu sendok berhasil masuk ke mulutnya. Ratu membelalakkan matanya saat lidahnya merasakan rasa pedas bercampur asin. Dengan segera, Ratu meminum air sebanyak-banyaknya untuk membantu menelan nasi goreng mematikan itu.