Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
RBR 88


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.....


Happy reading.....


Raja masuk ke dalam Club malam terlebih dahulu. Raja bisa mendengar musik yang dimainkan oleh Disc Jockey yang memekikkan telinganya. Raja duduk di bar dan memesan minuman non alkohol. Tidak lama Kiara, Alan, dan Gea datang dan duduk di samping Raja.


Kiara dengan percaya dirinya langsung melingkarkan tangannya ke pundak Raja dan mengajaknya untuk turun ke lantai dansa mengikuti alunan musik yang di mainkan oleh DJ tersebut. Kiara maju terlebih dahulu dan meminta sang DJ untuk mengganti musiknya dengan yang lebih slow.


Kiara langsung menarik Raja ke lantai dansa, Raja tidak bisa menolak karena ancaman yang diberikan oleh Kiara. Kiara tersenyum licik dan membisikan sesuatu kepada Gea. Kiara langsung mengalunkan tangannya ke leher Raja saat mereka sudah berada di lantai dansa.


"Kok kaku sih, Beb." Kiara langsung menuntun tangan Raja supaya mau memeluk pinggangnya. "Nah, kalo gini kan kita terlihat mesra, Beb."


Dari kejauhan Gea sudah siap dengan camera ponselnya. Gea mengarahkan camera ponselnya ke arah Raja dan juga Kiara lalu mengambil foto mereka. Kiara sengaja meminta Gea untuk mengambil foto dirinya dan Raja saat mereka sedang berdansa lalu menyuruh Gea untuk mengirimkan foto itu kepada Ratu dan Gea pun langsung mengirim foto itu pada Ratu seperti perintah Kiara.


Raja sangat risih dengan tingkah Kiara sekarang. Dengan tidak tahu malunya Kiara menyandarkan kepalanya di pundak Raja. Raja mencoba menjauhkan tubuh Kiara namun tanpa diduga, Kiara menarik tengkuk Raja dan mencium bibirnya.


Semua orang langsung bersorak saat melihat pemandangan itu. Raja langsung mendorong tubuh Kiara menjauhkan perempuan itu dari tubuhnya. Raja mengusap kesal bibir bekas ciuman Kiara.


"Dasar tidak tahu malu," geram Raja.


Raja langsung meninggalkan arena dansa itu dan keluar dari Club Malam itu. Dengan segera Kiara, Gea, dan Alan mengejarnya. Kiara berlari untuk menyusul Raja dan ia pun berhasil menghentikan langkah Raja.


"Apaan sih?" Raja menghentikan langkahnya saat Kiara menahan tangannya. Raja pun langsung menghempaskan tangan Kiara.


"Ja, kok kamu ninggalin aku?" rengek Kiara.


"Lo gila, hah? Lo berani mencium gue di depan umum seperti tadi?" senga Raja.


"Memang kenapa sih, Beb. Lagian itu hal biasa kok," bela Kiara.


"Lo tuh emang bener-bener sakit jiwa. Lo tahu kan gue sudah punya istri jadi ... please tolong jangan ganggu kehidupan gue."


"Tapi gue cinta sama Lo, Beb. Dan lagian kita juga dua hari bakal sah menjadi suami istri."


"Jangan mimpi." Raja melangkah meninggalkan Kiara namun dengan suara lantang, Kiara mengatakan jika Raja pergi makan video itu bakal ia upload ke sosial media.


Raja berhenti melangkah dan membalikan badannya. Kiara tersenyum penuh kemenangan saat melihat Raja berjalan kembali ke arahnya.

__ADS_1


"Silahkan, gue nggak peduli. Bagi gue, istri gue percaya sama gue itu sudah cukup. Dan satu hal lagi Kiara, gue nggak salah dan yang lo tuduhkan ke gue semua itu nggak bener dan pasti bakal terbongkar suatu hari nanti."


Kiara menyunggingkan senyum liciknya. "Tapi waktu lo tinggal dua hari lagi dan gue pastikan lo bakal jadi milik gue."


Raja tersenyum sinis, "Gue nggak bakalan ngelakuin hal gila dengan menikah sama cewek murahan kaya lo."


PLAAAK


Tamparan keras mendarat di pipi Raja. "Gue cinta sama lo tapi kaya gini balasan lo ke gue, Ja?" Mata Kiara sudah merah karena mengeluarkan emosi di dalam dirinya.


Raja memegang pipinya yang terkena tamparan dari tangan Kiara dan tersenyum sinis. "Cinta? Itu bukan cinta Kiara, tapi obsesi lo sama gue. Kalau lo cinta sama gue, lo nggak bakalan ganggu kehidupan gue sama istri gue."


"Nggak. Gue nggak bakalan biarin lo hidup tenang sama istri lo itu," ancam Kiara. "Lagian apa sih yang lo lihat dari istri lo itu. Sehingga lo cinta mati sama dia?"


"Dia punya hati yang baik." Kiara menatap penuh kebencian pada Raja saat dia selalu memuji Ratu. "Dan satu hal lagi ...." Raja menjeda ucapannya dan matanya menatap ke arah Alan. "Ratu masih perawan saat gue tidurin."


Kiara dan Alan langsung terbelalak, mereka terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Raja. Kiara dan Alan tahu apa maksud dari ucapan Raja.


"Ja, jangan pernah menghina gue lagi." Kiara mencengkram kerah kemeja Raja.


"Sudahlah Kiara." Raja tersenyum sinis. "Itu memang benar, iya 'kan Alan." Raja menekan kata-katanya pada Alan.


Alan melangkah mendekati Raja dan mengambil alih cengkraman tangan Kiara di kerah kemeja Raja.


"Apa maksud lo, hah?"


"Lo tahu jelas maksud gue, Alan."


Mata Alan menatap tajam kepada Raja dan beberapa detik kemudian, Alan memukul wajah Raja membuat Raja terpelanting mundur beberapa langkah. Raja berbalik memukul wajah Alan. Beruntung mereka berdua berkelahi di area parkir dan jauh dari keramaian sehingga mereka tidak menjadi bahan tontonan orang-orang.


"Woy, udah ... udah!" Gea dan Kiara berusaha memisahkan keduanya.


"Brengsek emang lo, Ja."


"Lo yang brengsek, Lan."


Alan dan Raja saling mengusap darah yang keluar di sudut bibir mereka. Raja memilih pergi dari area parkir Club Malam itu dan masuk kembali ke dalam mobilnya.

__ADS_1


"Lo nggak kenapa-napa, Lan?" Gea membantu mengusap darah di sudut bibir Alan menggunakan sapu tangannya. Kiara


menatap jijik pada keduanya.


"Udahlah, gue mau balik. Nggak mood gue di sini." Kiara menghentakkan kakinya dan pergi meninggalkan Gea dan juga Alan. Kiara menaiki motor gedenya lalu pergi meninggalkan Club Malam itu.


Sementara Gea dan Alan masih berada di area parkir itu. Keduanya berdiri bersandar di samping mobil Alan. Gea memberikan botol minum kepada Alan.


"Thanks," ucap Alan.


"Sama-sama." Gea terdiam sesaat. Ada sedikit keraguan untuk bertanya pada Alan tentang maksud dari ucapan Raja tadi. "Lan, gue boleh nanya nggak?"


"Boleh, mau tanya apa?" Alan menoleh pada Gea yang berdiri di sampingnya.


"Apa maksud dari ucapan Raja tadi." Alan menaikan satu alisnya tidak mengerti apa maksud dari pertanyaan Gea.


"Maksud lo?" tanya balik Alan.


"Maksud gue ... gue tahu lo pernah berusaha deket sama Kiara dulu, tapi apa lo sama Kiara sudah pernah melakukan hubungan sampai sejauh itu?"


Oke, sekarang Alan tahu arah dari ucapan Gea. "Oh itu, lo mau gue jujur nggak?"


"Gue harap lo jujur sama gue."


"Oke. Lo tahu 'kan gue dulu liarnya kaya apa dan apa yang di katakan oleh Raja itu benar. Raja pernah ngeliat gue sama Kiara masuk ke dalam hotel. Dan lo pasti tahu 'kan gue sama Kiara mau ngapain ke hotel?"


Gea menggelengkan kepalanya pura-pura tidak mengerti, "Ngapain kalian ke hotel?"


Alan berdecak, "Check in lah. Dan lo pasti bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya di saat cewek sama cowok berduan di kamar hotel kalau tidak melakukan hubungan intim."


Seketika air mata Gea mengalir deras dari matanya saat mendengar pengakuan Alan secara langsung. Gea memang tahu jika Alan dan Gea dulu dekat tapi tidak menyangka mereka berdua sudah sedekat itu bahkan sudah pernah melakukan hubungan itu.


Alan tidak tega melihat Gea menangis lalu Alan mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata Gea yang mengalir di pipinya.


"Udah jangan nangis. Lo 'kan yang minta gue buat jujur."


Gea mengangguk, "Lan, apa lo masih cinta sama Kiara?"

__ADS_1


"Cinta? Nggak ada cinta di antara gue sama Kiara, yang ada hanya napsu." Alan membuka kunci mobilnya. "Udahlah nggak usah dibahas lagi. Ayo gue anterin lo pulang?"


__ADS_2