
Ratu sedang membuat skripsi di ruangan kerja Raja. Ia memutuskan untuk menemani Raja sampai jam pulang kerja. Ratu sesekali melirik suaminya yang sedang bekerja. Ratu merasa kasihan pada Raja yang terlihat sangat lelah, tidak jarang Raja memijit kedua sisi kepalanya. Ratu makin merasa bersalah karena sudah menuduh Raja berselingkuh kemarin. Ratu yang merasa tidak tega pada Raja memilih untuk menunda pekerjaannya dan menghampiri Raja.
Raja menyenderkan tubuhnya di punggung kursi sambil memejamkan matanya. Rasa lelahnya sudah sampai ke ubun-ubunnya. Lelah pekerjaan, lelah kuliah, dan lelah karena memikirkan apa yang akan terjadi pada keluarganya ketika nanti papanya benar-benar menjadikan perempuan itu sebagai pengganti mamahnya.
"Capek banget ya, Yank?"
Raja membuka matanya saat merasakan ada yang memijit kedua pundaknya.
"Eh, Dek." Raja menoleh ke belakang dan melihat istrinya sedang memijit kedua pundaknya.
"Udah merasa lebih baik?" Ratu membungkukkan badannya, menaruh dagunya di atas pundak suaminya.
"Udah. Makasih ya." Raja melihat waktu di pergelangan tangan kirinya. "Mijitnya lanjutin di rumah ya, Dek," goda Raja.
"Pasti minta lebih deh," cibir Ratu yang langsung membuat Raja terkekeh.
"Pulang sekarang yuk," ajak Raja.
"Memang udah selesai?" tanya Ratu.
Raja membereskan berkas-berkasnya di meja. "Nanti aja aku selesain di rumah."
Ratu pun membereskan pekerjaannya dan memasukkan sebagian ke dalam tas punggungnya dan sebagain lagi ia bawa dengan tangannya.
Raja membukakan pintu mobil untuk Ratu sebelum ia sendiri masuk ke dalam mobilnya. Raja juga membantu memasarkan safety belt milik Ratu.
"Terimakasih," ucap Ratu.
"Sama-sama," balas Raja.
Raja mulai melajukan mobilnya. sepanjang perjalanan Raja diam, ia sedang bergelut dengan pemikirannya pada sendiri. Raja mempunyai firasat buruk akan hubungannya dengan Ratu.
Ratu melihat suaminya duduk dalam diam, sudah dari tadi siang Raja nampak murung. Ratu berpikir jika itu ada hubungannya dengan calon ibu tirinya.
"YANK, AWAS!" Ratu meraih gagang setir dan membelokkannya saat mobil mereka hampir saja menabrak pengendara motor.
Raja yang terkejut langsung menginjak rem hingga terdengar suara gesekan antara ban mobilnya dengan aspal.
Jantung keduanya berdetak tidak karuan, dan nafas mereka tidak beraturan. Setelah beberapa saat mereka mencoba menetralkan keadaan, keduanya bernafas lega.
__ADS_1
Raja melepas safety belt nya dan langsung menghadap dan meraih kedua sisi wajah istrinya itu. "Dek, kamu nggak apa-apa kan?" tanya Raja cemas.
Ratu menggelengkan kepalanya. "Kamu sendiri juga nggak kenapa-napa kan?" tanya Ratu tak kalah cemasnya.
Raja menggelengkan kepalanya dan mengecup sekilas bibir Ratu, "maaf ya."
"Kamu kenapa sih, Yank. Dadi tadi siang kamu murung sampai nggak konsen gini?"
Raja menjatuhkan kepalanya di sisi kanan pundak Ratu. "Nggak kenapa-napa kok, Dek. Aku lagi capek aja."
Ratu mengusap lengan suaminya, " Ya sudah, aku yang bawa mobilnya ya," ujar Ratu yang langsung di angguki oleh Raja.
Ratu keluar dari mobil, ia berjalan memutar menuju kursi kemudi, sedangkan Raja menggeser tubuhnya ke kursi penumpang di sebelah Ratu.
Ratu menjalankan kembali mobilnya. Ratu tahu pasti ada sesuatu yang mengganggu pikiran suaminya. Dan itu memang benar, karena Raja sedang memikirkan bagaimana cara memberitahukan pada Ratu, jika calon ibu tirinya adalah orang yang berasal dari masa lalunya. Bahkan secara terang-terangan, calon ibu tirinya itu sudah mengancam akan menghancurkan rumah tangga dirinya dan juga Ratu. Raja memejamkan matanya sejenak untuk sekedar menenangkan pikirannya.
(Kilas balik)
Raja tengah memeriksa keuangan di perusahaannya saat seseorang masuk kedalam ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Raja langsung melihat ke arah pintu dan mata Raja langsung membulat melihat siapa yang sekarang berdiri tepat di hadapannya.
"Megan," guman Raja.
"Apa yang lo lakuin di sini?" tanya Raja.
Megan tersenyum licik, "Aku ingin bertemu dengan calon anak tiriku," jawab Megan.
"Apa maksud lo?"
"Maksudku sudah jelas, Sayang. Apa papa tersayang mu belum memberitahukan pada dirimu jika akan ada seorang perempuan yang akan datang menemui mu, calon istrinya yaitu aku."
Raja tersenyum sinis, "Jangan bercanda Megan, bagaimana bisa bokap gue mau menjadikan cewek kaya lo sebagai istrinya," jawab Raja tidak percaya.
"Tentu saja bisa, aku punya berbagai banyak cara untuk menaklukkan hati Mas Adi Gunawan." Megan sengaja menekan nama papanya Raja.
Dengan nakalnya Megan duduk di meja di hadapan Raja dan dengan menaikan satu kakinya ke atas pangkuannya, menampakan paha mulusnya.
Raja langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain, namun Megan meraih dagu Raja dan menuntun wajah Raja untuk menatapnya.
"Kamu masih ingat sama aku, Sayang," ucap Megan dengan nakalnya. "Berarti kamu ingat dong apa yang pernah kita lakuin dulu." Tanpa Raja duka, Megan mencium bibirnya.
__ADS_1
Raja yang terkejut langsung mendorong tubuh Megan hingga terjatuh ke lantai. Raja berdiri dan dengan kasar mengusap bibirnya dari bekas ciuman Megan.
"Jaga sikapmu Megan, aku sudah beristri," senga Raja.
Megan berdiri dengan bantuannya sendiri. Dan dengan kasarnya Megan meraih kerah kemeja Raja dan menariknya ke sofa yang ada di dekatnya.
"Gue tahu Raja. Makanya gue datang ke sini untuk menghancurkan rumah tangga lo. Gue nggak rela lo nikah sama cewek lain selain gue, lo harus tanggung jawab dengan apa yang sudah kita lakuin dulu," cetus Megan.
"Memang apa yang sudah kita lakuin dulu?" Raja tersenyum sinis. "Kita nggak pernah melakukan apa-apa," pekik Raja.
"Bohong, lo udah ngambil kesucian gue, Raja.
"Nggak! gue nggak jadi ngelakuin itu. Gue masih bisa nahan diri gue saat gue tahu lo masih perawan, Megan. Dan lo juga tahu itu."
Raja menjauhkan tangan Megan dari kerah kemeja dan menarik tangan Megan untuk keluar dari ruangnya. "Jangan pernah lo muncul di hadapan gue lagi," usir Raja.
"Gue bisa keluar sendiri. Dan ingat ini Raja, gue bersumpah akan membuat hidup lo dan istri lo itu tidak tenang bahkan menderita," ancam Megan.
Megan merapikan penampilannya sebelum ia keluar dari ruangan Raja.
(Kilas balik selesai)
Ratu menghentikan laju mobilnya di halaman rumahnya. Ia melihat Raja tertidur, Ratu tidak tega untuk membangunkan Raja, ia pun memilih turun untuk membuka gerbang depan rumahnya sendiri.
"Kita kayaknya butuh satu asisten rumah tangga deh, Dek. Aku kasihan liat kamu ngerjain pekerjaan di rumah sendiri."
Ratu terkejut saat baru masuk ke dalam mobilnya lagi, ternyata suaminya sudah bangun.
"Iya, Yank. Nanti aku minta bantuan sama Suci buat bantuin kita nyari asisten rumah tangga," senyum Ratu.
Ratu kembali akan melajukan mobilnya namun di cegah oleh Raja. "Dek, aku minta kamu terus tersenyum seperti ini ya. Kalau kamu tersenyum bikin hati aku adem," pinta Raja.
"Dih gombal, pasti minta jatah double nih," cibir Ratu.
"Tahu aja sih kamu, Dek."
Keduanya tertawa di dalam mobil. Di dalam tawanya, sebenarnya Raja menyimpan kekhawatiran besar. Ia takut dirinya akan tidak bisa lagi melihat senyum istrinya saat Megan benar-benar melakukan apa yang dia ucapkan saat di ruangannya.
Tinggalkan jejak kalian like, Rate, vote, tips hehehehe, favorit dan komentarnya.
__ADS_1