
Tak terasa ujian akhir sekolah sudah di depan mata. Semuanya anak kelas 12 sedang sibuk belajar untuk itu. Seperti halnya Raja, Ratu, Aldo, Egi, Panji, Angga, dan juga Rini. Mereka memilih belajar bersama untuk menghadapi ujian akhir sekolah nanti.
Mereka sepakat untuk belajar bersama di rumah Gunawan. Mereka bertujuh memilih belajar di halaman belakang rumah Gunawan yang terlihat sangat luas itu. Ketujuh anak muda itu duduk di dalam sebuah pendopo yang cukup besar, saling bertanya jika ada yang mereka tak mengerti satu sama lain.
Saat sedang asyik belajar, mereka dikejutkan oleh kedatangan dua orang yang mereka benci, Alan dan Suci.
"Ngapain lo berdua ke sini?" tanya Egi. Egi merasa geram setiap kali melihat wajah Alan. Orang yang sudah mencelakai dirinya dan Ratu.
Egi yang sudah sangat geram langsung menarik kerah kemeja Alan dan memukul wajahnya. Suci berteriak histeris dan mencoba memisahkan keduanya, namun tak berhasil.
Raja dan Angga maju turun tangan untuk memisahkan keduanya. "Gi, lo apa-apaan sih?" tanya Raja.
"Apa-apaan? Mereka yang ngapain ke sini?" tanya balik Egi.
"Gue yang ngundang mereka kesini!" jawab Raja.
"Apa? Bercanda lo?" Egi bertanya dengan nada tak percaya.
"Gue serius! Lagian apa salahnya kita belajar bareng?" tanya Raja.
"Salah, kalo kita belajar bareng sama manusia gak punya otak kaya dia?" Egi masih nampak sangat geram.
"Udah Gi … cukup!" pinta Raja. "Gue tahu, lo masih kesel sama Alan soal kecelakaan lo sama apa yang pernah Alan lakuin ke Ratu. Tapi gue mohon sama lo, lupain itu. Karena sebentar lagi Alan bakal jadi saudaranya Ratu, dan itu berarti saudara gue juga," jelas Raja.
"Apa?" Aldo, Angga, Panji, Egi, dan Rini sangat terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Raja. Mereka malah berharap jika yang mereka dengar itu salah. Namun, setelah Ratu menjelaskan, mereka benar-benar yakin tidak salah mendengar.
Akhirnya mereka semua mau belajar bersama setelah Raja dan Ratu membujuk teman-temannya. Mereka belajar dengan tenang meskipun susana masih terasa canggung bagi Alan dan Suci berada di antara teman-temannya Ratu dan Raja.
******
Ujian akhir sekolah akhirnya berlangsung. Semua siswa dan siswi yang mengikuti ujian akhir sekolah nampak sangat tenang. Tak ada yang berani mencontek ataupun meminta bantuan dari orang lain karena adanya guru serta kamera yang mengawasi gerak-gerik mereka.
Raja dan Ratu berhasil menyelesaikan soal ujian itu dengan sangat cepat. Ratu beruntung mempunyai suami yang sangat pintar seperti Raja, sehingga ia bisa menyelesaikan soal ujian itu dengan sangat mudah.
Di kelas lain..
Alan dan Suci pun berhasil menyelesaikan soal ujian mereka dengan cepat. Guru pengawas bahkan tak percaya jika Alan bisa semudah itu menyelesaikan soal ujiannya.
Setelah beranjak dari kursi panas di dalam ruang ujian, Raja dan Ratu memutuskan untuk pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka. Sampai di sana mereka melihat Alan dan Suci. Keduanya pun memutuskan untuk bergabung bersama mereka.
"Hai, Lan, hai ,Ci," sapa Ratu dan dibalas oleh Alan dan juga Suci. "Boleh gabung gak?" tanya Ratu.
__ADS_1
"Boleh dong!" jawab Suci.
"Raja, makasih banyak ya, udah mau ngajarin aku sama Alan, jadi kami bisa menjawab soal ujian dengan mudah," ucap Suci.
"Sama-sama," senyum Raja.
"Jaga tuh bibir, jangan senyam-senyum sembarangan. Gue sambelin tuh bibir baru tahu rasa." Alan merasa cemburu saat Raja tersenyum kepada Suci.
"Cie cie, cemburu nih," goda Ratu.
"Emang lo gak cemburu, suami lo senyum ke cewek lain?" tanya Alan.
"Ya dari pada dia cemberut bagusan juga senyum, iya gak, Sayang," tanya Ratu pada Raja.
"Dasar bodoh!" ucap Alan disambut tatapan horor dari Ratu. "Gak usah melotot. Mau mata lo copot dari tempatnya."
Menyebalkan. Lo sama Raja sebelas duabelas suka ngeledek gue," ucap Ratu.
Keempat orang itu tertawa bersama. Suci, Raja dan Ratu, merasa Alan begitu berbeda itu baru pertama kalinya Alan tertawa lepas seperti itu.
Waktu terasa berputar begitu cepat, ujian akhir sekolah pun sudah selesai. Semua murid kelas dua belas sedang berebut untuk melihat hasil ujian mereka. Sorak gembira mengiringi mereka semua saat melihat hasil ujian yang menyatakan mereka lulus.
Sama halnya dengan Raja dan Ratu serta teman-teman dekatnya di sekolah. Mereka merayakan kelulusan mereka dengan makan bersama di kantin.
"Makasih, Al," balas Raja.
"Thanks juga, Ja. Nilai ujian gue bisa di atas rata-rata, itu juga berkat loe," ucap Alan.
"Ini juga karena lo mau berusaha, Lan!" ucap Raja.
"Kalian bisa makan sepuasnya gue yang traktir," ucap Alan.
Kemudian mereka bertiga bertos ria. Permusuhan tak selamanya akan menjadi permusuhan, jika salah satunya, berbesar hati untuk mau memaafkan.
Ujian sudah selesai dan kini siswa siswi kelas dua belas tinggal menunggu pesta perpisahan mereka. Raja memanfatkan hari libur mereka dengan mengajak Ratu ke suatu tempat.
"Ja, ini tempat apa?" tanya Ratu saat Raja memberhentikan mobilnya di depan sebuah ruko.
"Ini studi foto, Dek!"
"Ngapain kita ke sini?"
__ADS_1
"Ya mau foto lah, Dek. Masa iya mau numpang makan!" Raja terkekeh saat melihat Ratu sengaja memanyunkan bibirnya.
"Tuh bibir, minta dicium apa, Dek?" goda Raja.
"Issssh, Raja!" Ratu mencubit lengan Raja gemas. Raja selalu saja bisa membuat dirinya merona.
Raja turun terlebih dahulu lalu membukakan pintu mobil untuk Ratu. Raja menggandeng tangan Ratu dan masuk ke dalam studio foto itu.
"Kita mau ngapain sih, Ja?"
"Kan aku sudah bilang tadi, Dek. Kita mau foto!" jawab Raja.
"Iya maksudnya mau buat apa fotonya. Kalo cuma foto, kan bisa dadi handphone, gak perlu ke sini?"
"Kamu bawel ya, Dek!"
Ratu terkekeh melihat Raja yang kesal padanya.
Ratu dan Raja sampai di sebuah ruangan. Ada beberapa orang di ruangan itu. Seorang wanita cantik menggiring Ratu menuju ruangan make-up. Ratu dirias secantik mungkin, rambutnya juga di tata sedemikian rupa.
Raja sengaja membawa Ratu ke studio foto, karena dulu mereka belum melakukan sesi foto prewedding.
Ratu dan Raja sudah siap dengan penampilan mereka masing-masing. Sang fotografer mulai mengarahkan posisi mereka berdua.
Sesi foto sudah selesai. Ratu sangat antusias, ia ingin segera mengetahui hasil fotonya nanti jika sudah dicetak. Keduanya memutuskan untuk langsung kembali ke apartemen mereka, setelah sesi foto itu berakhir.
Raja mampir ke toko kue yang tak jauh dari apartemennya, untuk mengambil kue pesanannya. Raja kembali ke dalam mobilnya dengan menenteng box berisi kue yang ia pesan dan memberikannya pada Ratu.
Raja duduk di sofa ruang tamu bersama Ratu. Raja mengambil box kue yang Ratu letakan di atas meja makan. Raja mengeluarkan kue tart red Velvet berbentuk hati dari dalam box itu. Ia menaruh lilin berbentuk angka satu dan membawa kue itu ke hadapan Ratu.
"Happy anniversary, Dek!"
Ratu tersenyum bahagia, tak menyangka jika pernikahan tak di sangka itu sudah berjalan satu tahun.
"Maaf ya, Dek. Ini sudah telat. Kemarin aku fokus sama ujian, jadi gak kepikiran untuk ini," ucap Raja.
"Gak apa-apa kok, Ja!"
"Yuk kita tiup lilin barengan," ajak Raja yang langsung diangguki oleh Ratu.
Mereka berdua pun meniup lilin hari jadi pernikahan mereka bersama-sama.
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian 😘😘😘😘