Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
RBR 66


__ADS_3

Happy reading.....


Sudah dua minggu setelah kejadian kecelakaan Egi dan Rini. Kini Ratu dan Raja kembali ke aktifitas mereka kembali. Raja dan Ratu sudah bersiap untuk memulai kegiatan ospek di kampus mereka. Raja dan Ratu keluar dari kamar bersama. Mereka berdua berjalan beriringan menuju lantai dasar. Ratu duduk di ruang tengah untuk memakai sepatunya. Matanya tak sengaja melihat foto dirinya bersama teman-temannya saat berada di rumah lamanya yang berada di Jogja. Ratu meraih foto di meja dan menatapnya.


"Kenapa, Dek?" tanya Raja.


Ratu segera menghapus air matanya. "Gak kok, cuma lagi liat foto kita pas lagi di Jogja," jawab Ratu.


Raja tersenyum dan mengambil alih bingkai foto di tangan Ratu dan menaruhnya kembali ke atas meja. Raja tahu kalau Ratu belum bisa melupakan kecelakaan yang menimpa Egi dan Rini. Apalagi Egi sempat drop dan bahkan sampai detak jantungnya berhenti.


(Kilas Balik)


Saat seorang perawat memberitahukan pada Pramuja dan Marisa tentang kondisi Egi, mereka berdua langsung masuk ke dalam ruang ICU dimana Egi sedang terbaring tak sadarkan diri. Pramuja dan Marisa melihat ke layar monitor yang memperlihatkan detak jantung Egi semakin lemah. Pramuja segera meminta perawat untuk menyiapkan alat kejut jantung. Berulang kali Pramuja menempelkan alat itu ke tubuh anaknya, namun tak ada respon dari jantung Egi. Sampai pada akhirnya, layar monitor menunjukan garis lurus, menandakan jantung Egi sudah berhenti.


Pramuja langsung kehilangan keseimbangan tubuhnya dan jika saja tak ada Dokter lain di belakangnya sudah di pastikan, tubuh Pramuja akan jatuh ke lantai. Semua orang mendengar kabar itu dari seorang perawat yang baru saja keluar dari ruangan ICU bahwa Egi dinyatakan sudah meninggal dunia.


Tangis histeris terdengar dari depan ruangan ICU, badan Ratu terhuyun ke belakang dan segera ditahan oleh Raja.


"Egi." Marisa berteriak dan langsung masuk ke dalam ruangan ICU. Marisa langsung menerobos ruangan ICU. Marisa menangis dan mengguncang-guncankan tubuh Egi.


"Bangun, Nak. Jangan tinggalin Mamah sama Papah!" teriak histeris Marisa dan juga Pramuja.


Berulang kali mereka mengatakan itu dan mungkin itu sebuah mukjizat, jantung Egi kembali berdetak. Dan itu terlihat jelas di layar monitor di samping tubuh Egi. Marisa dan Pramuja tak henti-hentinya mengucap syukur pada sang pencipta karena mengembalikan anak mereka. Meski Egi jantung Egi kembali berdecak, namun Egi belum juga sadarkan diri, Egi koma.


Sedangkan Rini sudah sadar, masa kritisnya sudah lewat dan sudah di pindahkan ke ruang rawat. Raja dan Ratu mendengar kabar kalau hari ini Rini sudah diperbolehkan untuk pulang.


(Kilas balik selesai)


"Ayo, Dek. Kita berangkat ke kampus, nanti kita telat," ajak Raja. Ratu pun mengangguk.

__ADS_1


"Nanti sepulang dari acara ospek, kita ke rumah sakit jenguk Egi," ujar Raja.


Raja dan Ratu masuk satu mobil bersama-sama, Raja mulai menyalakan mesin mobil dan keduanya pun berangkat menuju kampus mereka.


Sesampainya di pelataran kampus, Raja memarkirkan mobilnya di parkiran kampus. Tak lama terlihat mobil Alan yang juga datang bersama Suci. Saat keempatnya akan berjalan menuju area ospek, seseorang memanggil nama Raja.


"Raja."


Raja menoleh dan ternyata ketiga sahabatnya yang lain. Angga, Aldo, dan juga Panji.


"Lo pada baru sampai?" tanya Raja.


"Kita sudah sampai dari tadi," jawab Angga.


"Oh iya, Ja. Hati-hati lo, penggemar berat lo ada disini?" ucap Angga, dan membuat Raja, Ratu, Alan, dan juga suci mengerutkan keningnya.


"Siapa, Ngga?" tanya Ratu.


"Apa?" Alan, Aldo, dan juga Suci terkejut saat Angga mengatakan Ratu mengalahkan seseorang balapan motor. Mereka tak percaya seorang Ratu ternyata bisa balapan motor.


Sedangkan Raja, Ratu, Panji, dan Angga tertawa kecil melihat keterkejutan di wajah ketiga sahabatnya itu.


Ingatan Ratu kembali ke satu tahun yang lalu, saat seseorang menantang dirinya balapan untuk merebutkan Raja. "Kiara?" tanya balik Ratu.


"Apa?" Kini hanya Alan yang terkejut saat mendengar nama Kiara. "Lo beneran ngalahin Kiara, ketua gank motor cewek the girl?" tanya Alan yang langsung diangguki oleh Ratu, Raja, Panji, dan juga Angga.


"Gak percaya gue ...." Alan menggelengkan kepalanya masih tak percaya Ratu mengalahkan Kiara balapan motor.


"Kenapa, Yank? Kamu kenal sama si Kiara itu?" tanya Suci.

__ADS_1


Belum sempat Alan menjawab, Raja menjawabnya terlebih dahulu. "Gimana gak kenal, Kiara dulu gebetannya cowok lo." Dan seketika sorot mata Suci berubah tajam, dan Alan pun menyadari itu.


"Wah cari gara-gara lo, Ja." Benar saja Suci pergi meninggalkan Mereka dengan rasa kesal. Bahkan panggilan Alan pun tak ia dengarkan.


"Awas lo!" ancam Alan pada Raja, namun malah membuat teman-temannya itu tertawa.


Alan pergi mengejar Suci yang sedang marah atau mungkin lebih tepatnya sedang merasa cemburu.


"Yuk jalan. Telat, bisa berabe kita," ajak Aldo diangguki oleh Raja, Ratu, Panji, dan juga Angga.


Para calon mahasiswa dan mahasiswi baru di universitas itu berbaris di lapangan yang sudah disediakan. Satu-persatu para calon aa mahasiswa baru, berbaris lengkap dengan atribut yang sudah di tentukan oleh para panitia ospek. Semuanya memakai pakaian putih-hitam, dengan laki-laki memakai topi dari bola plastik sedangkan perempuan, mengikat rambut mereka dengan pita berwarna-warni, dengan papan nama yang terbuat dari kardus tergantung di leher mereka.


Mahasiswa dan mahasiswi baru berbaris mengikuti arahan panitia ospek. Raja dan Ratu, Angga, Panji, serta Alan, mengenal salah satu di antara panitia ospek yaitu Kiara. Ratu dan Suci sudah memicingkan matanya tajam ke arah Raja dan juga Alan. Sedangkan kedua laki-laki yang sadar sedang mendapatkan tatapan tajam dari dua perempuan itu nampak biasa saja.


Ratu dan Suci juga melihat Kiara sedang memandangi Raja dengan senyuman yang dibuat semanis mungkin. Makin lama Ratu memperhatikan Kiara, mendadak perutnya merasa mual. Ratu mencoba menutup mulutnya menahan mual di perutnya. Setelah merasa rasa mual itu sudah mereda, Ratu menarik nafas untuk memberi asupan oksigen ke paru-parunya.


"Ratu, lo kenapa?" tanya Suci yang dari tadi memperhatikan Ratu. Gelengan kepala menjawab pertanyaan Suci.


Ratu kembali melihat ke arah Kiara. 'Awas aja kalo nyampe lo berani gangguin suami gue, lo bakalan kena amukan dari gue.' ucap Ratu di dalam hatinya.


Lagi-lagi Ratu merasa mual. Kenapa nih perut gue, benci amat liat Kiara.


"Selamat datang untuk para mahasiswa dan mahasiswi baru perkenalkan saya Leo, ketua panitia ospek di sini. Jika kalian mengalami masalah dan ada sesuatu yang kalian tidak mengerti di acara hari ini, kalian bisa langsung bicarakan pada saya ataupun panitia-panitia yang lain. Mengerti! seru Leo. Leo berbicara dengan alat pengeras suara di tangannya.


"Mengerti, Kak!" seru semua calon mahasiswa dan mahasiswi baru secara bersama-sama.


"Oke, untuk yang harus kalian lakukan sekarang adalah. Meminta tanda tangan sebanyak-banyaknya dari Kakak kelas kalian dan termasuk semua panitia di sini dalam waktu 20 menit saja. Dan siapa yang paling banyak mengumpulkan tanda tangan akan ada hadiah untuk kalian nanti, siap semua?"


"Siaaap!"

__ADS_1


Dan semuanya calon mahasiswa baru itu menyebar ke penjuru kampus.


__ADS_2