Raja Bertemu Ratu

Raja Bertemu Ratu
Dia, Adik Gue


__ADS_3

Raja dan teman-temannya sudah masuk ke dalam supermarket. Semuanya menyebar untuk memilih bahan-bahan untuk acara barbeque nanti malam. Ratu memilih pergi ke tempat sayuran untuk membeli paprika, dan juga kentang. Saat Ratu akan berjalan ke tempat daging, seseorang manarik tangannya.


"Dimas?" gumam Ratu.


Ratu terkejut saat Dimas membawanya keluar dari pintu samping supermarket itu.


"Dimas, lepas! Lo mau bawa aku ke mana?" tanya Ratu.


Dimas tak menggubris ataupun menjawab ucapan Ratu. Dimas masih tetap berjalan dengan menarik tangan Ratu.


Ratu melihat ke sekelilingnya yang ternyata tempat parkir sepeda motor supermarket itu. Ratu semakin kesal karena Dimas tak menghiraukan ucapannya. Ratu mencoba kembali berontak, Ratu menghempaskan tangannya dengan kasar, membuat tangannya terlepas dari cengkraman Dimas.


"Lo apa-apaan, Dimas? Lo mau bawa gue ke mana?" Ratu mengusap pergelangan tangannya yang terasa panas. Cengkraman tangan Dimas bahkan meninggalkan bekas merah di pergelangan tangannya.


Ratu kesal melihat Dimas. Ratu tak pernah menyangka jika Dimas bisa berlaku kasar pada dirinya. Ratu berniat pergi dari hadapan Dimas, namun Dimas kembali mencekal Ratu lalu membawa Ratu masuk ke dalam kedung parkiran bawah tanah.


Ratu terus berontak, tangannya kembali lepas dan kini Ratu melayangkan tangannya untuk menampar Dimas.


PLAAAK.


Tamparan keras berhasil mendarat di pipi Dimas. "Kenapa lo bawa gue ke sini, Dimas?" tanya Ratu dengan napas yang memburu.


Dimas tak terima jika dirinya di tampar oleh Ratu. Dimas yang sedang kesal mendorong tubuh Ratu ke tembok dan mencengkram pundak Ratu dengan kedua tangannya.


"Ratu, apa kurangnya aku, kenapa kamu lebih milih Raja ketimbang aku?" tanya Dimas.


Ratu melihat ada api kemarahan di mata Dimas dan itu membuat Ratu takut.


"Dimas. Gue udah pernah bilang, kalo dari dulu, gue cuma nganggap lo sahabat, hanya sebagai seorang sahabat. Tidak lebih," tegas Ratu.


Cengkraman tangan Dimas di pundak Ratu semakin kuat, membuat Ratu meringis kesakitan.


"Lepas, Dimas! Ini sakit!" Ratu melepaskan cengkraman tangan Dimas di pundaknya dengan kedua tangannya lalu menjauhkan tubuh Dimas dari dirinya.


"Gue kira lo tuh baik, tapi ternyata ini sifat asli lo!" Ratu melangkah pergi. Namun baru beberapa langkah, Dimas menahan langkahnya.


"Ratu aku cinta sama kamu, dari dulu!" jujur Dimas.


"Dimas lo ngerti, 'kan gue udah nikah sama Raja. Gue udah punya suami, jadi mending lo sekarang cari cewek yang masih single, oke!" tolak Ratu.

__ADS_1


"Kalo gitu, cerein Raja! Aku janji sama kamu, aku akan bahagiain kamu lebih dari Raja," ucap Dimas.


"Jangan gila, Dimas!" Nada ucapan Ratu kini mulai meninggi.


Dimas mulai marah karena penolakan dari Ratu. Dimas memaksa ingin mencium bibir Ratu. Dengan sigap, Ratu menahan wajah Dimas. "Lo gila, Dimas!"


Saat Dimas mencoba kembali memaksakan kehendaknya, seseorang memukul wajahnya. Dia adalah Alan.


Beberapa saat yang lalu Alan sedang memilih beberapa minuman kaleng. Matanya tak sengaja melihat Dimas yang sedang berjalan keluar lewat pintu samping dengan menarik tangan Ratu. Alan ingin memberitahukan pada Raja, namun Alan tak melihat keberadaan Raja. Alan memutuskan untuk mengikuti mereka.


Alan mengikuti Dimas dan Ratu, namun saat ia keluar, Alan tak melihat Dimas dan Ratu.


"Ke mana perginya?" tanya Alan pada dirinya sendiri.


Alan terus menyusuri area samping supermarket itu, ia pun sampai di area parkir motor yang berada di bawah tanah. Alan melihat sekelilingnya, matanya terbelalak saat melihat Dimas sedang memaksa untuk mencium bibir Ratu.


Alan berlari cepat menuju mereka. Diraihnya lengan Dimas dari samping dan Alan langsung memukul wajah Dimas membuat Dimas tersungkur ke lantai.


"Kurang ajar lo!" teriak Dimas.


Alan menarik baju Dimas yang masih duduk di lantai, "Lo yang kurang ajar!"


Dan sekali lagi, Alan memukul wajah Dimas, kali ini lebih keras.


Alan menarik kaos yang di pakai oleh Dimas. Matanya menujukkan api kemarahan.


"Gue bakalan ikut campur kalau sudah menyangkut Ratu. Karena dia sekarang sudah jadi adik gue!" Alan kembali memukul Dimas, kali ini perut Dimas yang menerima pukulan dari Alan.


Alan yang akan kembali memukul Dimas, ditahan oleh Ratu.


"Cukup, Alan!" tahan Ratu. "Ayo pergi."


"Awas kalo gue lihat lagi lo berlaku kurang ajar sama Ratu, Gue bakalan ngehajar lo lebih dari ini!" ancam Alan.


"Ayo, Lan. Kita pergi dari sini," ajak Ratu.


Ratu menarik tangan Alan menjauhkannya dari Dimas.


"Lo gak apa-apa?" tanya Alan.

__ADS_1


"Gak! Thanks udah nolongin gue," ucap Ratu.


"Sama-sama," balas Alan. Keduanya pun saling berbalas senyum.


Sementara itu Dimas berusaha berdiri dengan menahan sakit di perutnya. "Brengsek lo, Alan!" Dimas mengelap darah di sudut bibirnya lalu berjalan menyusul Alan dan juga Ratu.


*****


Di dalam supermarket, Raja sedang menyusuri tiap lorong di supermarket untuk mencari keberadaan Ratu. Namun tak juga menemukannya. Apa yang dilakukan oleh Raja terlihat oleh Suci.


"Nyari siapa, Ja?" tanya Suci.


"Ratu!" Raja masih celingukan kesana-kemari. Namun sosok yang ia cari tak juga menampakan diri. "Lo liat Ratu gak?" tanyanya ke Suci yang sedang berdiri di hadapannya.


"Terakhir aku liat dia di stand sayuran. Aku juga lagi cari Alan, kamu liat gak?" tanya balik Suci. Raja pun menggelengkan kepalanya.


Mereka berdua pun sepakat untuk mencari Alan dan Ratu bersama-sama. Tak berselang lama, Raja melihat Alan dan Ratu berjalan beriringan dengan Alan menggenggam pergelangan tangan Ratu. Raja dan Suci membelalakan matanya melihat kedekatan Alan dan Ratu. Keduanya pun menghampiri pasangan mereka.


"Kalian dari mana?" tanya Raja tanpa ada rasa cemburu melihat Alan menggandeng tangan Ratu.


"Lain kali jangan biarin Ratu sendiri. Diculik orang lagi tahu rasa lo!" omel Alan.


"Diculik?" tanya Raja bingung.


"Gue jelasin nanti di rumah," ucap Alan.


Semua berkumpul, termasuk Dimas. Mereka sudah membawa belanjaan masing-masing dan semua menuju ke kasir. Ratu meminta semua teman-temannya untuk mengumpulkan barang belanjaan mereka menjadi satu troli lalu meminta Citra untuk mendorong troli yang berisi belanjaan semua orang ke kasir.


Kasir mulai menghitung semua belanjaan yang ada di dalan troli. Kasir memberitahukan nominal belanjaan mereka. Ratu tersenyum melihat jumlah belanjaan dirinya juga teman-temannya, ia memberitahukan pada kasir kalau Citra dan Dimas yang akan membayar tagihan belanja yang totalnya hampir lima juta itu.


Ratu mengajak teman-temannya keluar dari supermarket dan meninggalkan Citra serta Dimas.


"Terima kasih, Dimas," ucap Ratu sebelum ia meninggalkannya di kasih supermarket.


Dimas mendengus kesal, ia bertanya pada kasir total yang harus dia bayar. Kasir itu memberitahukan jumlah yang harus dia bayar. Dimas membelalakan matanya saat melihat jumlah yang harus dia bayar.


"4.990.000!" gumam Dimas.


"Mau bayar cast atau pake kartu, mas?" tanya kasir di hadapan Dimas.

__ADS_1


Dimas tercengang, jumlah belanjaannya setara dengan gaji satu bulan dirinya di mini market, milik saudaranya. Dengan terpaksa Dimas membayar tagihan belanjaan semua orang, karena tak punya pilihan lain.


Kasir menyerahkan kembali kartu ATM yang diberikan oleh Dimas, dan mengucapkan terima kasih. Dimas tersenyum getir saat menerima kembali kartu ATM miliknya.


__ADS_2