
"Dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Saya Hendrik Arsenio, menerima engkau Kirana Adara Caroline menjadi istriku. Aku akan bersungguh-sungguh mengasihi engkau seperti Kristus mengasihi jemaat-Nya. Aku akan setia kepadamu, menyanyagimu, menghormatimu, dan memelihara engkau mulai hari ini sampai selama-lamanya. Baik dalam keadaan senang mau pun susah, sehat mau pun sakit, kaya atau pun miskin, sampai maut memisahkan kita.
Sesuai dengan ketatapan Allah aku berjanji."
"Amin," ucap Pak Pendeta yang di ikuti suara dari para undangan. Mereka sama-sama ikut merasa lega karena akhirnya Hendrik bisa melanjutkan janji nikahnya. Begitupun dengan Kirana.
"Sekarang kita akan mendengar ucapan janji pernikahan yang akan diucapkan oleh saudari Kirana Adara Caroline kepada suaminya yaitu saudara Hendrik Arsenio. Silahkan!"
"Demi nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Saya Kirana Adara Caroline, menerima engkau Hendrik Arsenio menjadi suamiku. Aku akan tunduk kepadamu dan menghormatimu seperti jemaat tunduk dan hormat kepada Kristus. Aku akan setia kepadamu, menjadi penolongmu, melayanimu, dan memelihara engkau dengan kasih yang tulus. Mulai hari ini sampai selama-lamanya.Baik dalam keadaan senang atau pun susah, dalam keadaan sakit atau pun sehat, dalam keadaan kaya atau pun miskin, sampai maut memisahkan kita.
Sesuai dengan ketetapan Allah, aku berjanji." ucap Kirana dengan sangat lancar dan tenang.
"Haleluya! Sekarang saya mengundang semua tamu undangan dan kedua orangtua mempelai untuk ikut berdiri.
Karena mereka berdua sudah sama-sama berjanji di hadapan Tuhan, di hadapan para malaikat-Nya, dan di hadapan kita semua.
Pada hari ini Hendrik Arsenio dan Kirana Adara Caroline, telah berjanji untuk mejalin hubungan yang suci di hadapan Tuhan dan para saksi yang hadir.
Maka mulai hari ini selasa, 21 maret 2023. Saya Pendeta Jonathan, selaku ketua gembala sidang, mewakili Tuhan, mewakili gereja GBI.
Atas nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus kalian saya nyatakan sebagai suami istri yang sah!"
Tepuk tangan bergemuruh di antara para tamu undangan.
"Di satukan oleh Tuhan dalam hubungan pernikahan yang Kudus, dan apa yang sudah di persatukan oleh Tuhan tidak boleh di ceraikan atau di pisahkan oleh manusia."
__ADS_1
"Silahkan di buka veil nya, lalu berikan satu ciuman mesra anda sebagai seorang suami," titah Pak Pendeta pada Hendrik.
Saat veil mulai di buka, Hendrik memberikan satu ciuman di kening Kirana. Semua tamu undangan kembali memberikan tepuk tangan bahagia.
"Sebelum acara di lanjutkan, apakah kalian membawa cincin pernikahan?" tanya Pak Pendeta.
Hendrik menganggukan kepala, tapi saat dia merogoh kantong jas yang ia kenakan, ternyata kotak cincin itu tidak ada di dalam kantong. Lalu ia segera meminta Judika adiknya untuk mencarinya di dashboard mobil.
Johan yang melihatnya, akhirnya ikut menyusul Judika keluar untuk membantunya mencari kotak cincin itu.
Setelah beberapa menit, akhirnya Judika kembali masuk ke dalam dengan sedikit berlari. Namun sayangnya ia tak begitu memperhatikan jalanan. Hingga ia tersandung karpet merah dan mengakibatkan cincin yang ada di dalam kotak ikut terjatuh dan keluar dari kotaknya.
Cincin itu mengelinding entah kemana, satu sudah di temukan. Namun satu lagi masih hilang. Tapi karena semua tamu undangan turut membantu, akhirnya yang satunya lagi dapat di temukan juga.
"Sabar ya Kirana, ada saja masalah kecil di pernikahanmu hari ini. Semoga ini bukan suatu pertanda ya," bisik salah satu teman Kirana.
Perkataan itu mampu membuat Kirana termenung. "Apa benar kalau semua ini merupakan suatu pertanda? Bahkan dari awal datang ke salon aja sudah ada berbagai macam masalah," gumam Kirana dalam hati.
Untuk itu yang pertama saya minta untuk saudara Hendrik memasangkan cincin ke jari manis istrinya sambil mengucapkan satu kalimat romantis untuk pertama kalinya kalian sebagai pasangan suami istri."
"Aku sungguh mencintaimu, menyanyagimu dengan segenap hatiku dan segenap jiwaku. Di hadapan Tuhan dan di hadapan jemaat yang Kudus. Terimakasih kamu sudah mau menerimaku dengan segala kekuranganku. Untuk kedepannya, apapun yang terjadi kita hadapi bersama. Aku juga nggak akan meninggalkanmu sampai maut memisahkan kita," Hendrik berucap dengan nada sedikit gemetar.
Lalu setelahnya cincin pun di sematkan di jari manis Kirana.
"Sekarang silahkan saudari Kirana yang menyematkan cincin ke jari manis suaminya. Tentu dengan kalimat romantis juga ya." titah Pak Pendeta.
"Terimakasih, akhirnya kamu tetap memilih aku untuk menjadi istri dan ibu dari anak-anakmu nanti. Semoga pernikahan kita ini langgeng sampai maut memisahkan kita."
Kirana pun menyematkan cincin ke jari manis Hendrik. Lalu tepuk tangan bahagia juga semakin bergemuruh.
__ADS_1
"Selanjutnya kita akan menandatangani surat pernikahan mereka berdua."
Hendrik, Kirana, dan kedua orang saksi segera menandatangani surat nikah tersebut.
"Kami dari pihak gereja tidak bisa memberikan emas atau berlian sebagai hadiah pernikahan kalian. Tetapi kami akan berikan satu Alkitab. Di mana Alkitab ini sebagai peganggan untuk kalian berdua selama mengarungi bahtera rumah tangga," ucap Pak Pendeta seraya menyerahkan amplop besar berisi surat nikah dan satu buah Alkitab.
"Baik, Bapak, Ibu sekalian sekarang kita akan bersama-sama doakan mereka. Tapi sebelumnya saya minta untuk kedua orangtua mempelai juga berdiri di samping mereka."
"Letakkan kedua tangan kalian di atas Alkitab ini. Karena kita akan sama-sama memberkati pernikahan kalian," pinta Pak Pendeta kepada Hendrik dan Kirana.
Setelah selesai di berkati, kini saatnya mereka bertukar posisi berdiri. Karena mereka telah resmi menjadi suami istri. Jadi posisi Kirana sekarang berada di sebelah kiri Hendrik.
"Selanjutnya, saya akan melayani kalian untuk yang pertama kalinya sebagai pasangan suami istri. Yaitu dengan perjamuan Kudus," titah Pak Pendeta.
Kemudian terakhir Kirana dan Hendrik di minta untuk memberikan persembahan sulung. Lalu di akhiri dengan ucapan terimakasih kepada kedua orangtua mempelai.
Kini Hendrik dan Kirana sama-sama menghampiri Johan. Karena saat ini hanya Johan yang paling tua di antara mereka.
Di lain sisi terlihat Judika, dan kedua ponakan Hendrik sudah berjalan keluar terlebih dulu. Padahal acara juga belum selesai.
"Terakhir, mari kita tutup acara ini dengan doa syafaat," ucap pembawa acara.
Akhirnya kini masuk ke sesi terakhir yang sangat di tunggu-tunggu oleh beberapa teman Kirana dan Hendrik, yaitu lempar bunga. Di mana banyak yang percaya kalau bisa mendapatkan bunga dari pengantin itu akan bisa segera menyusul juga ke pelaminan.
"Ayo semuanya siap-siap ya, kita akan hitung bersama-sama mulai dari sekarang. Satu ... dua ... tiga ....," bungapun sudah di lempar ke arah belakang.
Ternyata yang dapat bunga adalah Johan. Kirana sangat bahagia melihatnya. Hingga tanpa sadar ia segera berlari memeluk Johan.
Sesi selanjutnya berfoto bersama mempelai. Namun baru beberapa kali berfoto, tiba-tiba Judika memanggil Hendrik untuk ikut keluar dengannya.
__ADS_1
"Kamu mau kemana, Mas?" tanya Kirana yang di abaikan oleh Hendrik.