Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
DATANG KE NEGERI PERI


__ADS_3

Pada zaman dulu Dimensi Cahaya yang berbeda dari Bumi diserang oleh para Monster dan Iblis demi harta, wanita dan kekuasaan, mereka berperang dengan Manusia hingga banyak dari pihak Manusia yang telah mati, sebagian dari mereka ada yang diperbudak dan ada yang dibantai hingga meninggal dunia.


Dunia yang sangat mencekam untuk ditinggali, namun tidak lama lahirlah Satria Naga Legendaris yang bisa membuat Dimensi Cahaya kembali damai seperti sedia kala, banyak Monster jahat dan haus darah telah dibantai olehnya, akan tetapi dalam pertempuran terakhir dia kalah karena di hianati oleh pengawal kegelapan, dan Dia di segel oleh Raja Naga Kegelapan di suatu tempat yang tersembunyi.


Kondisi Dimensi Cahaya kembali mencekam karena sang penyelamat telah dikalahkan, namun penghuni Dimensi Cahaya harus mencari penyelamat dari dimensi lain yaitu Bumi yang bisa membawa kembali perdamaian di Dunia ini.


Pada tahun 1997 hiduplah seorang anak laki-laki yang hidupnya serba pas-pasan, tetapi dalam seni beladiri dia sangat hebat, sehingga membuat anak itu di kagumi banyak orang,dia memiliki tinggi 170 cm dan rambut hitam terurai ke atas, anak itu bernama Bagus.


Di saat pagi menjelang banyak terdengar suara burung-burung berkicau di atas pohon, suara yang sangat merdu membuat semua orang ingin mendengarnya lebih lama lagi merasakannya, daun dan pohon di basai oleh embun pagi yang sangat sejuk.


Di rumah itu sedang terdengar sebuah aktifitas pada pagi hari, di rumah yang berukuran 15x10 cm persegi terdengar seorang wanita menyuruh anaknya untuk sarapan, sudah waktunya makan dan sekolah maklum anak itu masih berusia 15 tahun, dia masih di bangku kelas 2 SMP, makanan yang sangat lezat sudah terhidang di atas meja makan dan siap untuk di makan.


"Bagus kalau makan jangan seperti itu nanti kamu bisa tersedak, makanlah pelan-pelan saja supaya perutmu tidak sakit" kata ibu.


"Iya Bu aku mengerti, tapi sudah kebiasaanku makan dengan cepat, soalnya masakan Ibu sangat enak sekali" jawab bagus.


"Kamu itu bisa saja. Bagus kamu sudah menyiapkan buku pelajaran kan, ingat kalau berangkat sekolah kamu harus berhati-hati sama tebing yang akan kamu lewati, kamu harus ingat tadi malam ada hujan yang sangat lebat" kata Ibu.


"Iya Bu aku mengerti, aku akan berhati-hati kalau berjalan melewati tebing" ucap Bagus dengan santainya.


Wajar saja sekolah yang di lewatinya harus melewati tebing yang sangat curam, namun ada juga jalan lainya yang bisa mencapai sekolah, karena jalan itu memutar dan harus melewati hutan yang sangat lebat dan rindang.


karena waktu yang akan di tempuh menjadi semakin lama.


Sedangkan sekolah yang harus dia tempuh sejauh 2 kilometer bila melewati tebing, sedangkan bila dia berjalan memutar akan menempuh jarak 6 kilometer, namun seberapa jauh Bagus masih tetap semangat untuk berangkat ke sekolah.


Di samping jalan bagus sudah di tunggu teman sekolahnya untuk berangkat bersama-sama.


"Hei Chika kamu sudah lama menungguku ya, kemarin kan aku sudah bilang kalau kamu berangkat sekolah tidak usah menungguku" ucap bagus mengingatkan.


"Kenapa kamu selalu bilang seperti itu sayang, aku kan ingin selalu pergi bersamamu masak tidak boleh" jawab chika dengan tersenyum.


"Chika kamu ngomong apa sih, kamu boleh berangkat sekolah bareng sama aku, tapi kamu tidak boleh seperti itu ya" ucap Bagus dengan raut wajah kesal.


"Iya-iya Chika mengerti ( huh dasar laki-laki tidak memiliki perasaan kepada gadis sepertiku, padahal aku kan cantik dan seksi ) bagus tolong pegang tanganku, soalnya aku takut sekali melewati tebing yang ada di depan mata" jawab Chika dengan raut wajah memelas.


"Iya kamu boleh memegang tanganku tapi kalau sudah sampai di ujung kamu harus lepaskan tanganku ya" ucap Bagus.


"Baik pak bos" ucap Chika dengan penuh semangat.


Saat mereka berdua melangkahkan kaki melewati tebing yang sangat curam, tiba-tiba langit menjadi sangat gelap suara gemuruh angin sangat kencang, namun angin seperti itu tidak membuat Bagus patah semangat.


Tapi tidak untuk Chika yang sangat ketakutan dengan badai angin kencang di sertai hujan gerimis, akan tetapi di dalam hatinya hanya ada dia jadi Chika memberanikan diri untuk melangkah bersama laki-laki yang dia sukai.


"Aku takut kalau nanti kita jatuh ke bawah sana, sebaiknya kita tunggu badai angin ini mereda" tanya Chika dengan wajah ketakutan.


"Apa kamu takut, kalau kita menunggu badai ini sampai reda takutnya kita berdua akan terlambat sekolah" jawab Bagus dengan kata meyakinkan.


"Aku tidak takut asalkan aku bisa pergi bersamamu melewati badai ini" jawab Chika dengan semangat.


"Ayo pegang tanganku, aku berjanji kalau kita berdua jatuh aku akan menuruti semua permintaanmu tanpa ada tolakan dariku, tapi jika kita selamat sampai ke seberang kamu harus jaga jarak denganku mengerti" ucap bagus dengan tegas.


"Huh dasar........( tapi aku berharap kita berdua jatuh ke bawah dan kita bisa menjadi sepasang kekasih ) semoga doaku dikabulkan" jawab Chika dengan wajah mengerutu.


Mereka berdua melewati tebing dengan cara berpegangan tangan dengan sangat erat, namun perjalanan mereka berdua tidak berjalan dengan mulus, setelah mereka melangkahkan kaki di tengah-tengah tebing.


Tiba-tiba ada sesosok mahkluk kecil berwarna putih bersayap sedang terbang ke arah mereka berdua, saat Chika menangkap mahkluk kecil itu, tiba-tiba mereka berdua di serang oleh sekumpulan sosok yang memakai jubah hitam.


Bagus dan Chika merasa kaget sosok jubah hitam menyerangnya dengan cahaya merah, namun cahaya merah itu mengenai tepat di pijakan kaki mereka berdua, tebing yang menjadi jalan utama pergi ke sekolah hancur, saat ledakan terjadi tiba-tiba mereka berdua terjatuh ke dalam jurang.


Saat mereka berdua terjatuh ke bawah tangan Bagus memeluk Chika dengan sangat erat, agar dia tidak terluka saat membentur tanah, tapi yang ada di pikiran Chika bukan rasa takut tapi Chika malah senang bisa di peluk oleh orang yang paling dia sayangi.


Seandainya aku bisa seperti ini terus pasti senangnya hatiku pikir Chika di dalam hati.


Tak lama Chika merasa kaget setelah melihat mahkluk kecil berwarna putih dan bersayap terbang ke arahnya, mahkluk itu terbang ke bawah dan terbukalah lubang hitam, sehingga tubuh mereka berdua terhisap masuk ke dalamnya.

__ADS_1


Akan tetapi setelah tubuh mereka terhisap dari atas terlihat cahaya merah yang melesat dengan sangat cepat mengenai tubuh Bagus, namun mahkluk bersayap itu dengan cepat mengarahkan alat yang dia bawa ke arah cahaya merah, hingga alat itu hancur terkena sinar merah.


Ketika Chika terbangun dia merasa kaget daerah sekitar sudah berubah menjadi taman bunga yang sangat indah, bau aneka bunga tercium sangat harum, namun Chika tersadar ketika Bagus sedang pingsan di sampingnya.


"Kesempatan kapan lagi aku bisa berduan seperti ini dengan orang yang paling aku sukai, aku akan pura-pura tidur sampai Bagus bangun"pikirnya dalam hati.


"Selamat siang nona"tanya Roy dengan santainya.


Chika terbangun dan kaget setelah melihat dirinya di kerumuni manusia kecil sebut saja dia peri bunga.


Chika merasa heran tadi tidak ada siapa-siapa selain dia dan Bagus di sekitarnya, tapi sekarang ada sangat banyak peri hingga membuat Chika menjerit ketakutan.


peri kecil memakai baju biru dan topi berwarna biru lancip serta memegang tongkat dan memiliki jangut putih panjang, peri itu mengayunkan tongkatnya ke arah Chika, namun tak berapa lama Chika langsung terdiam.


Jeritan Chika membuat Bagus terbangun dan kaget, akan tetapi setelah Bagus sadar kenapa dirinya sudah ada di taman bunga, apa kami berdua sudah meninggal dunia dan sekarang apa aku ada di surga pikirnya dalam hati.


Bagus merasa heran dan penasaran karena kehadiran para manusia kecil membuatnya bingung.


"Kenalkan namaku Roy, aku kepala desa di Negeri peri ini dan mereka semua adalah rakyatku" ucap Roy dengan lantang.


"Namaku Bagus sedangkan dia temanku bernama Chika, tadi kami berdua terjatuh dari tebing yang sangat curam, namun mahkluk kecil ikut bersama kami dan membuka gerbang gelap setelah itu kami berdua terhisap masuk ke dalamnya" ucap bagus.


"Oh dia adalah anak dari ratu kami yang sedang di kejar oleh Monster" jawab Roy.


"Bagus tadi kakek kecil ini mengeluarkan sinar putih dari tongkatnya" tanya Chika dengan wajah ketakutan.


"Oh iya maafkan aku, kalau tidak begitu kami semua akan ketahuan oleh mereka, harapan kami para peri ada pada mu anak muda" jawab Roy dengan wajah serius.


"kenapa harus aku bukankah di dunia ini banyak laki-laki, mungkin anda salah orang !!!" kata bagus dengan penuh keyakinan.


"Namaku Ana ratu para peri yang ada di Negeri ini, sedangkan dia anakku yang bernama Linda, dia yang membawa kalian ke dimensi cahaya" jawab ana.


"Namaku Linda, maaf kalau aku membawa kalian ke dimensi cahaya, sedangkan tempat ini adalah Negeri peri, tempat tertidurnya satria pembawa kedamaian.


Bagus dan Chika mengangukan kepala karena mereka benar-benar di serang sesosok memakai jubah hitam.


"Sebenarnya mereka adalah Monster yang di utus oleh raja Monster Maikel untuk menangkapmu dan membunuhmu" ucap linda dengan tegas.


"Monster apa yang kalian maksud, memang tadi kami berdua diserang oleh sosok yang memakai jubah hitam, tapi hubungannya dengan kami dan para Monster itu apa ???" jawab Bagus dengan rasa penasaran dan ingin tahu.


"Hubungan kamu dan para Monster, itu menurut ramalan kami para musuh tahu kalau penerus satria naga legendaris berasal dari Dimensi lain yaitu bumi, mereka tahu kalau kamu akan menjadi penerus satria naga legendaris, maka mereka berpikir sebelum dia bangkit dari tidurnya dan yang akan menjadi penerusnya harus di bunuh" jawab Linda dengan wajah serius.


"Aku hanya ingin kembali ke tempat asalku, aku takut kalau terjadi apa-apa dengan kami berdua" jawab Chika.


"Maafkan kami, aku tidak bisa mengembalikan kalian berdua ke tempat asal kalian" jawab Linda.


"Kamu kan yang membawa kami berdua ke tempat ini" tanya Bagus dengan penuh harapan.


"Memang aku yang membawa kalian ke tempat ini, tapi alat yang membawa kalian telah rusak terkena sinar merah yang akan mengenai jantungmu, sedangkan masih ada satu alat lagi yang masih ada, alat itu di bawa oleh Raja para Monster yang bernama Maikel" jawab Linda.


"Oh begitu ya, seharusnya aku sudah meninggal tapi aku telah kamu selamatkan.


Baiklah aku harus menemui Satria Naga Legendaris dan menghancurkan para Monster lalu kembali ke tempat asalku" jawab Bagus dengan sangat tegas.


"Bagus bagaimana caranya kamu membunuh Monster itu, kamu kan hanya bisa bela diri, ingat lawan kita itu


Monster loh" jawab Chika.


"Kalau masalah itu kamu harus menemui seseorang dan dia penunggu goa tempat satria naga legendaris tertidur.


aku akan ikut dan aku akan membantu kalian" jawab Linda.


Akhirnya mereka bertiga pergi menuju tempat yang di maksut, jalan yang sangat panjang mengarah ke atas gunung.


Di samping jalan itu di tumbuhi rambut panjang dan pepohonan yang sangat rindang, perjalanan mereka bertiga tidak berjalan dengan mulus, setelah mereka tiba di depan goa tiba-tiba Bagus di hadang oleh tiga Monster.

__ADS_1


Satu Monster berbadan cukup besar dan yang dua Monster lagi bertubuh kecil pendek.


ketiga Monster itu memakai baju amor yang di lapisi dengan besi baja, terlihat jelas yang ada di tengah itu adalah pemimpin mereka berdua.


Aba-aba serang keluar dari mulut pemimpin mereka, dengan sigap kedua Monster bertubuh kecil menembakan cahaya merah yang keluar dari telapak tangan keduanya, namun Bagus bisa menghindari serangan yang di keluarkan oleh para Monster, cahaya merah itu mengenai tanah hingga tanah menjadi berlubang dan hitam seperti habis terbakar.


Pada akhirnya bagus terdesak oleh serangan kedua Monster, kejadian itu membuat Chika merasa panik dengan keadaan Bagus.


"Bunuh anak laki-laki itu sekarang juga dan jangan biarkan dia lari lagi dari sini" ucap Monster buaya memberi perintah.


Saat ajal sudah mendekat di depan mata, tiba-tiba dengan cepat Bagus bisa menghindari serangan yang di keluarkan oleh para Monster, tiba-tiba serangan balasan pun di lancarkan oleh Bagus, pukulan dan tendangan tepat mengenai tubuh kedua Monster, hingga kedua Monster itu jatuh tersungkur ke tanah.


Kejadian itu membuat pemimpin Monster itu marah besar, Monster Buaya bertubuh besar tiba-tiba menyerang dengan sangat cepat, pukulan itu mengenai tepat di area perut, hingga bagus terlempar dan membentur batu hitam yang berdiri kokoh di atas tanah, darah segar pun keluar dari mulutnya.


Ketika Monster Buaya menyerang untuk yang kedua kalinya, tiba-tiba sebuah tendangan tepat mengenai wajah sang Monster Buaya, tubuh sang Monster itu jatuh tersungkur cukup jauh, hingga tubuh Monster itu membentur bebatuan.


Kedua Monster yang lain ikut menyerang, namun kedua Monster itu tubuhnya terpotong-potong menjadi banyak dan mati, saat bagus membuka mata yang terlihat di sana adalah seorang perempuan cantik dan manis berambut biru muda panjang di kucir ke belakang, baju kuning lengan pendek dan memakai rok panjang berwarna merah serta membawa pedang panjang.


Perempuan itu mendekati bagus dan menyembuhkan luka yang di derita olehnya, dalam sekejap luka yang dialaminya sembuh total, kejadian itu membuat Bagus dan Chika merasa terheran-heran.


"Terimakasih kamu telah menolongku.


Siapa namamu ???" tanya bagus dengan penuh semangat.


"Namaku Hariyati, aku akan menyelamatkanmu walau nyawaku sebagai taruhannya tuanku" jawab Hariyati dengan wajah yang sangat serius.


"Apa kamu bilang Hariyati, jangan kamu bilang kalau kamu suka sama Bagus ya" jawab Chika dengan kata-kata ketus.


"Kamu jangan khawatir, aku tidak ada perasaan kepada dia.


Namun yang pasti aku adalah pelindung satria naga legendaris, dan akan aku serahkan semua yang bisa aku berikan kepadanya tidak terkecuali jiwa dan ragaku untuknya" jawab Hariyati dengan tulus.


"Namaku Bagus sedangkan dia temanku namanya Chika, tadi kamu ngomong apa aku tidak mendengar" tanya bagus dengan rasa penasaran.


"Aku akan melindungimu tuanku" jawab hariyati dengan serius.


Tiba-tiba wajah Bagus menjadi merah, kejadian itu membuat Chika menjadi marah-marah tidak karuan karena pujan hatinya sudah di incar oleh orang lain.


Tak lama telapak tangan Hariyati di tempelkan ke pipi Bagus, namun muka Bagus jadi semakin memerah, setelah di tempelkan telapak tangan Hariyati pun menyala putih terang, tangan kecil putih dan sangat halus membuat hati ingin lebih lama di sentuhnya, tidak berselang lama kesadaran Bagus pun menghilang sehingga dia jatuh pingsan di dekapan tubuh Hariyati.


"Chika tolong kamu pegangi Bagus, tapi kalau tubuh bagus mengeluarkan cahaya putih terang kamu harus menjauh darinya mengerti"tanya Hariyati dengan tegas.


"Memangnya kamu siapa???


seenaknya saja menyuruhku" jawab Chika dengan kata-kata kasar.


"Terserah kamu kalau kamu tidak mau mendengarkanku, sekarang jiwa Bagus sudah di pangil oleh satria naga legendaris"ucap hariyati dengan penuh keyakinan.


"Aku tidak mengerti ucapanmu tadi" jawab Chika karena masih bingung.


Monster Buaya tiba-tiba bangun dan berdiri namun tidak lama tubuhnya terjatuh kembali di atas tanah, ketika dia melihat-lihat area sekitar ternyata kedua anak buahnya meninggal dengan cara terpotong-potong.


Mata merah melotot melihat ke arah Bagus dan ke arah wanita yang tadi menendangnya sampai terlempar jatuh di atas tanah.


Monster itu mulai berdiri dan bersiap-siap menyerang mereka semua, namun Hariyati selalu waspada dengan serangan balasan yang akan dilancarkan oleh sang Monster.


Kali ini sang Monster Buaya sedang bersungguh-sungguh dengan kekuatannya, kepalan tangan yang sangat besar mengengam dengan sangat kuat, serta mulut Monster mengeluarkan cahaya merah yang sangat besar dan di tembakkan ke arah Hariyati, dengan cepat pedang diangkat ke atas kemudian pedang itu diayunkan ke bawah, sehingga cahaya merah yang menujuh kearahnya terbelah menjadi dua.


Saat cahaya laser terbelah menjadi dua tiba-tiba muncul Monster Buaya yang sedang molompat di atas Hariyati, Monster itu melancarkan pukulan dan tendangan namun pukulan dan tendangan itu berhasil di hindari, tendangan balasan dilancarkan tepat mengenai kepala Monster Buaya, Monster itu pun terkejut dengan kecepatan serta kekuatan wanita yang dilawannya, tubuh sang Monster melesat membentur batu besar yang terlihat sangat kokoh, hingga batu besar itu pun hancur berkeping-keping.


Dengan sangat cepat hariyati mengayunkan pedang samurai panjang namun tidak berselang lama pedang itu mengeluarkan cahaya putih disertai angin yang bertiup sepoi-sepoi, ketika mata pedang yang sangat tajam terayun dari atas ke bawah.


Munculah cahaya putih dengan sangat cepat membelah kabut namun, Monster Buaya itu berhasil melompat sangat tinggi, akan tetapi naasnya ekor Monster Buaya itu terpotong.


Ketika Monster Buaya itu menginjakkan kakinya ke tanah tiba-tiba terdengar suara tertawa dari atas batu yang menjulang cukup tinggi.

__ADS_1


__ADS_2