
Kali ini Yuyun sangat tertarik dengan jurus yang dikeluarkan oleh Ratu Pencipta.
"Ibu boleh aku belajar jurus penyimpanan Dimensi" tanya Yuyun sangat ingin tahu.
"Kamu ingin gunakan untuk apa jurus itu" kata Ratu Pencipta dengan sangat penasaran.
"Aku ingin mengambil semua Emas yang ada di tempat ini, karena aku ingin membuat panti untuk anak-anak yang tidak memiliki orang tua dan anak-anak yang terlantar dengan sangat baik.
"Hatimu sangat mulia sekali hingga membuat hatiku menjadi tersentuh, baik akan aku ajari jurus penyimpanan Dimensi" ucap Ratu Pencipta.
Ratu Pencipta memberi contoh dan Yuyun mencobanya, Dia mengulurkan tangan kanannya dan mengatakan hilanglah, dalam sekejap pintu yang telah roboh hilang dalam sekejap, kejadian itu membuat Yuyun menjadi sangat senang sekali.
Dia mencoba mengeluarkan pintu besar yang telah dia simpan, dengan mengulurkan tangan kirinya dan berkata munculah, dalam sekejap pintu besar itu keluar.
Kali ini Yuyun merasa sangat senang dan memeluk tubuh Ratu Pencipta, dan mengatakan terimakasih Ibuku tercantik dan paling baik di Dunia ini.
Hariyati merasa iri dengannya karena dirinya tidak bisa mengambil hati calon Ibu mertuanya, Yuyun pamit kepada mereka berdua untuk mengambil semua harta yang ada di tempat ini.
Setelah kepergian Yuyun mereka berdua melanjutkan perjalanan menuruni anak tangga, udara didalam sangat pengap dan lembab.
Setelah sampai di bawah mereka berdua menemukan sebuah pintu berukuran kecil, ketika pintu itu dibuka Hariyati dan Ratu Pencipta dikejutkan dengan tumpukan mayat disamping kiri ruangan, serta budak yang sedang bergerombol.
Di sana banyak yang sakit dan yang sehat cuma sedikit, mereka semua sangat ketakutan ketika Hariyati mendekatinya, Dia merasa sangat prihatin dengan kondisi mereka semua.
"Siapa yang melakukan ini semua, kalian semua yang ada disini jangan takut kepadaku, aku akan menolong kalian semua keluar dari tempat ini" ucap Hariyati kepada para Budak.
Di sana para Budak terlihat sangat ketakutan, mereka berpikir kalau mereka akan di jual kepada pembeli, sedangkan para Budak disana hanya para Wanita, sedangkan untuk Budak laki-laki Dia tidak melihatnya sama sekali.
Hariyati mendekati mereka dan mengobati salah satu diantara mereka, ketika Dia menggunakan jurus penyembuh tubuh mereka yang sakit tidak berdampak apa-apa, Dia pun bingung dan sempat berpikir untuk menggunakan kekuatan LV 2 miliknya.
__ADS_1
Kemungkinan mereka bisa disembuhkan, namun kali ini Ratu Pencipta memegang bahunya dan menenangkannya.
"Kamu jangan menguras kekuatanmu di tempat ini, karena kekuatanmu masih sangat dibutuhkan untuk melawan Raja Monster Maikel" ucap Ratu Pencipta.
"Tapi Ibu..... bila mereka tidak ditolong, mereka semua yang sedang sakit bisa meninggal Dunia" jawab Hariyati sambil bersedih.
"Aku memberi kamu satu pilihan tolong jawab dengan benar, kamu pilih menyelamatkan mereka atau menyelamatkan Dunia ini" kata Ratu Pencipta memberi sebuah pilihan yang sangat sulit.
Hariyati hanya bisa diam saja dan berpikir, namun kedua jawaban itu tidak bisa diabaikan, kali ini Dia dihadapkan dengan pilihan yang tidak bisa diterima oleh hatinya.
"Aku memilih untuk mengorbankan nyawa, apabila itu bisa menyelamatkan Manusia dan Dunia ini, karena nyawa ini tidak berharga apabila melihat mereka semua sedang dalam bahaya" ucap Hariyati dengan tatapan penuh keyakinan.
Ratu Pencipta hanya bisa diam saja setelah mendengar kata-katanya, Dia menghampirinya dan memeluk tubuhnya dengan erat sambil meneteskan Air mata, tidak lama Dia pun tersenyum kepada Hariyati.
"Kamu ini Gadis yang sangat pintar dan juga bodoh, nyawamu itu sangat berarti untuk anakku, karena kamu akan menjadi menantuku jadi aku tidak akan membiarkanmu mati" kata Ratu Pencipta.
Mereka sangat senang sekali, karena mereka semua telah terbebas dari jerat Budak, kali ini Hariyati merasa sangat senang sekali, Dia memeluk tubuh Ratu Pencipta dari belakang dengan sangat erat.
"Kamu juga bisa mengunakan jurus ini ketika kamu bisa mengunakan kekuatan pengawal LV 3" kata Ratu Pencipta sambil tersenyum kepadanya.
Setelah mendengarnya Hariyati merasa sangat senang sekali, para penduduk yang ada didalam tahanan mulai berdiri dan mendekati mereka berdua, mereka mengucapkan terima kasih banyak kepada Hariyati dan Ratu Pencipta, namun mereka terlihat sedih setelah melihat teman-temannya yang telah meninggal Dunia.
Kali ini Ratu Pencipta mengunakan jurus pemurnian kepada mayat yang bertumpuk dan berserakan, dengan jurus pensucian mayat yang ada di sana lenyap menjadi Cahaya.
"Sebetulnya kamu siapa???"
"Iya kalian sebetulnya siapa, kekuatan kalian seperti kekuatan Dewa"
"Kami ucapkan terimakasih karena sudah menolong kami dan menyembuhkan kami dari penyakit yang telah kami derita cukup lama, serta kami sangat berterimakasih karena sudah melepaskan kalung Budak yang ada dileher kami"
__ADS_1
Hariyati mengajak mereka semua untuk keluar dari tempat ini, namun mereka menolaknya dengan alasan di luar sangat berbahaya.
"Aku takut keluar dari sini?????"
"Iya aku takut karena di luar banyak Monster Lalat dan para bandit"
"Kalian semua jangan takut dengan Monster ataupun bandit, karena aku dan teman-temanku sudah membereskan mereka semua" ucap Hariyati.
"Kakak kalau boleh tahu kakak siapa ya???"
"Aku adalah pengawal Satria Naga Legendaris elemen Cahaya, dan Dia mertuaku Ratu Pencipta" jawab Hariyati.
Mereka semua sangat terkejut karena Wanita dewasa yang ada disana adalah Ratu Pencipta, Ratu dari segala Ratu, mereka semua menundukkan kepala dan menyembah. Namun Ratu menyuruh mereka semua untuk berdiri, Dia mengajak seluruh penduduk untuk keluar dari tempat ini, tanpa di jawab mereka semua mulai menuruti perintahnya.
Hariyati kaget setelah sampai dilantai dasar, semua Emas yang ada di sana telah raib semuanya tanpa ada sisa.
"Aku sudah menunggu disini cukup lama, ayo kita lanjutkan perjalanan" ucap Yuyun.
Salah satu diantara mereka meminta tolong untuk membebaskan ayahnya.
"Ratu tolong ayah kami yang di jadikan pegawai rodi ditambang Emas dalam goa, yang ada disana para Budak laki-laki jadi tolong bebaskan mereka, kami akan menuruti semua perintahmu"
"Kalian semua jangan takut, orang tua kalian akan kami selamatkan, jadi kalian semua tenang saja" jawab Ratu Pencipta.
"Kalian semua jangan takut, ini ada Emas milik kalian semua jadi aku harap kalian bisa mengunakannya dengan baik, serta rawatlah Kota Air agar menjadi Kota yang indah dan damai" kata Yuyun sedang menjelaskan.
Salah satu dari Mereka semua tidak ada yang bisa memimpin, karena mereka semua hidup sebagai Budak, kali ini mereka tidak bisa menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin.
Kali ini Ratu Pencipta memberi saran yang sangat hebat, Dia menunjuk Yuyun untuk menjadi pemimpin mereka semua, mendengar itu Yuyun menolak karena dirinya tidak berbakat untuk menjadi pemimpin, namun Ratu Pencipta menjelaskan kembali, hingga Dia menerimanya tanpa ada penolakan.
__ADS_1