
Tidak berhenti sampai disana, Raja Kehancuran menembakkan Api yang sangat besar ke arah Sugiyono, namun Dia berhasil membuat Pelindung untuk menahan serangannya, Api yang cukup besar mulai membakar Pelindung yang dibuat oleh Sugiyono.
Dengan hempasan Tangan kanannya Api itu mulai lenyap, Raja Kehancuran mulai tersenyum, setelah melawan musuh yang bisa mengimbanginya, telapak Tangan Sugiyono mulai mengeluarkan Bola Kecil, tidak lama Bola Kecil itu melesat tepat mengenai dada Raja Kehancuran.
Tetapi tidak cuma sampai disitu saja, kali ini dengan sangat cepat Sugiyono menyerang dengan Pukulan bertubi-tubi, Sehingga membuat Raja Kehancuran terpental ke belakang, mulutnya mulai mengeluarkan Darah Hitam, namun anehnya Dia malah tertawa setelah melihat Lawannya yang sangat kuat.
Setelah melihat Dirinya terluka, kali ini Dia mulai serius mengeluarkan seluruh kekuatannya, namun Tubuh Sugiyono mengalami keanehan, Wujud Sugiyono berubah-ubah Hingga Dia memegangi Kepalanya.
"Bagus Kamu bisa tidur sebentar saja, Aku sedang melawan seseorang yang sangat kuat" ucap Sugiyono sambil memegangi Kepalanya.
"Aku tidak akan membiarkanmu menguasai Tubuhku sebelum Aku ijinkan" jawabku tidak mengijinkan.
"Tanpa ijin darimu Aku tidak bisa berbuat apa-apa, lihatlah Lawan Kita sangatlah kuat jadi ijinkan Aku melawannya, jadi Kamu jangan menganggu kesenanganku mengerti" ucap Sugiyono.
Pertengkaran Satu Tubuh Dua jiwa sedang berlangsung, kejadian itu membuat Raja Kehancuran tidak mau melanjutkan pertarungannya, Dia hanya menonton Akhir dari pertengkaran Mereka Berdua.
"Minatku untuk membunuhmu sudah hilang, sekarang Aku akan menunggumu dan kuasailah Tubuh itu sepenuhnya, pada saat itu Aku akan muncul dihadapanmu untuk melawanmu" ucap Raja Kehancuran sedang mengingatkan.
"Kamu jangan pergi dulu....... Aku akan melawanmu setelah urusanku dengannya selesai" ucap Sugiyono dengan sangat kesal.
"Urusanmu dengannya sudah selesai, sekarang tinggalkan Tubuhku dan jangan mengambil alih Tubuhku seenaknya" jawabku sedang mengingatkan.
"Sudah Aku bilangkan biar Aku saja yang memakai Tubuhmu" ucap Sugiyono sambil marah-marah.
"Apa Kamu melihat Kedua Gadis itu, Dia menangis Gara-gara sikapmu" kataku sambil menunjuk Mereka Berdua.
__ADS_1
"Aku tidak ada hubungannya dengan Kedua Gadis itu, apa Kamu mengerti" jawab Sugiyono dengan nada ketus.
Satu Tubuh Dua jiwa saling bertengkar merebutkan wadah untuk dihuni, karena pertengkaran Kami Raja Kehancuran pun pergi meninggalkan Kami, sebuah lubang di Langit mulai terbuka, serta tidak lama Raja Kehancuran pun masuk, dalam sekejap Raja Kehancuran hilang dari pandangan Kami.
Langit yang awalnya Hitam berubah kembali menjadi cerah, Sugiyono nampak kecewa dengan perginya Lawan yang sangat kuat, dengan berat hati Dia mulai tidur lagi didalam Diriku, saat tersadar Aku pun terjatuh dari Langit yang sangat tinggi, Aku berusaha memanggil Satria Naga yang ada didalam Diriku.
Tetapi tidak ada jawaban darinya, kalau seperti ini Aku bisa mati jatuh dari ketinggian ucapku. Dari atas terlihat Hariyati dan Chika sedang memandangi jatuhnya Tubuhku, dengan kata-kata tolong Aku mulai meminta Mereka Berdua untuk menangkap Diriku.
Namun dengan angkuhnya Chika memalingkan Wajahnya ke arah lain, sedangkan Hariyati ingin menolongku, tapi Dia teringat kata-kataku yang tadi telah diucapkan Sugiyono.
Kelihatanya Aku sudah tidak ada waktu lagi untuk berkata-kata, Aku hanya bisa pasrah menerima nasibku terjatuh dari ketinggian dan mati di usia muda, ketika Hariyati melihatku Dia menyadari ada keanehan dalam Diriku.
Kenapa Aku tidak mendarat dengan Kedua kakiku terlebih dulu, malah Aku mendarat dengan Kepala terlebih dulu, kalau dibiarkan Bagus bisa meninggal pikir Hariyati.
Dengan cepat Hariyati berlari dan melompat tinggi ke arahku, tangkapannya berhasil dengan tepat menangkap Tubuhku, Sehingga nyawaku berhasil diselamatkan, ketika Kami Berdua mendarat, Wajahku pun menjadi sangat Merah karena dadaku tertekan oleh dada Hariyati yang cukup basar.
"Untuk Kalian Berdua, Aku minta maaf telah menyembunyikan sosokku yang lain, Dia bernama Sugiyono. Sikap Dia memang seenaknya sendiri, suka berbicara kasar dan suka mengambil alih Tubuhku seenaknya, akan tetapi Dia orangnya sangat baik" ucapku menjelaskan perihal sosok lain yang ada didalam Tubuhku.
"Perkataanmu tadi sangat menyakitkan hati, Kami Berdua tidak pernah di anggap, Aku bukannya seorang pengecut yang bisanya hanya lari" kata Hariyati sambil menangis.
"Chika Kita kan sudah lama berteman, coba katakan kalau Aku tidak berbohong" pintaku agar Dia percaya dengan ucapanku.
"Memang Kamu tidak berbohong tapi mau sampai kapan Kamu memeluk Hariyati" jawab Chika terlihat sangat cemburu.
"Tadi kalau Hariyati tidak cepat menolongku, mungkin Aku sudah mati. Karena jatuh dari ketinggian" kataku mengingatkan.
__ADS_1
"Iya Aku tahu itu.......... Aku salah dan Aku sangat menyesalinya, sebagai permintaan maaf, Bagus Kamu boleh mengumpulkan Semua pengawal Satria Naga Legendris" jawab Chika dengan sangat menyesal.
Mendengar ucapan Chika dengan nada cemburu, Aku mulai melepaskan pelukannya dengan cepat, Aku pun mulai meminta maaf kepada Mereka Berdua, namun Hariyati hanya terdiam dengan tatapan kosong, tidak lama Hariyati jatuh pingsan. hal itu membuat Chika menjadi kebingungan, Dua orang pingsan siapa yang mau mengendong Mereka Berdua.
Aku pun menjawab dengan kata-kata pelan.
"Biar Aku yang mengendong Hariyati" kataku.
"Jangan.........biar Aku saja yang mengendong Hariyati, entar Kamu bisa keterusan ( seandainya Aku yang pingsan kan jauh lebih enak )" jawab Chika dengan sangat bberat hati.
"Sebaiknya Aku yang membawa Niken, Kita Berdua turun lewat tangga dan beristirahat sebentar di Rumah Penduduk" kataku sambil menyuruh.
Ketika Aku mengendong Niken, Aku merasakan ada sesuatu yang sangat empuk menempel dipunggungku, sontak saja Wajahku menjadi Merah, Chika yang mengetahui hal itu mulai memasang Wajah cemberut.
Mau bagaimana lagi kondisi Mereka Berdua seperti ini, disaat menuruni anak tangga. Tubuh Niken semakin menekan ke depan, karena merasakan enak dan nyaman Aku cuma bisa cengar-cengir.
"Hei Bagus Kamu jangan berpikiran mesum ya, kalau Kamu berpikiran mesum sama Aku boleh, tetapi jangan sama yang lain ok" ucap Chika.
"Aku tidak berpikiran seperti yang Kamu katakan, ayo sebaiknya Kita bergegas turun dan temui Kepala Desa" jawabku sambil mengalihkan pembicaraan.
Mau bagaimana lagi, karena baru pertama kali ini Tubuhku bersentuhan secara langsung dengan Wanita, sedangkan Perjalanan turun ke bawah masih terlalu jauh. Kami Berdua harus melewati banyak Anak tangga.
Ketika Aku sampai ditengah anak tangga, Niken mulai tersadar namun Tubuhnya masih sangat lemas, disaat sadar Niken mulai terkejut. Karena Dia sudah bersandar dibelakang Tubuhku, namun Aku masih belum menyadari kalau Niken sudah tersadar.
"( Bila Bagus tahu kalau Aku sudah terbangun, maka Aku akan disuruh berjalan sendiri, sebaiknya Aku tetap tenang dan harus memejamkan mata, Karena Aku ingin seperti ini selamanya, kali ini jantungku berdegup dengan sangat kencang serta badanku terasa sangat hangat )" pikir Niken dalam hati.
__ADS_1
Langkah demi langkah Aku mulai merasakan punggungnya, lama-lama terasa lebih hangat dan berisi tidak seperti tadi, serta detak jantungnya sangat terasa sekali, sedangkan Niken cuma tersenyum Kecil. karena kehangatan Tubuhku sangat terasa Hingga membuat hatinya menjadi sangat tenang.