Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
PERTARUNGAN SENGIT


__ADS_3

Suasana di Negeri Moderen terlihat sangat menegangkan, di sana terlihat Ros sedang berdiri tegap menatap Bagus, dada yang cukup besar dan badan ramping, serta berambut panjang berwarna putih, akan tetapi dia tidak mau melepaskan topengnya, dia menyuruh Bagus untuk maju.


Bagus hanya diam saja melihat lawanya, ketika dia melangkahkan kaki, tiba-tiba Chika mengerakkan tangan kirinya ke dada Bagus, wajah Chika terlihat sangat serius sekali, tatapan matanya sangat tajam.


Tidak berselang lama Chika menjulurkan lidahnya ke arah Ros, dia yang merasa di ejek oleh Chika menjadi sangat marah.


"Akulah lawanmu bukan Bagus, aku akan membunuhmu sebelum kamu berubah ke bentuk sempurnamu" kata Chika terlihat sangat serius.


"Kamu mau membunuhku???


Apa kamu bisa lolos dari cengkeramanku" jawab Ros.


"Aku akan buktikan kalau aku bisa membunuhmu, akan aku pakai teknik beladiri milik Niken untuk melawanmu" ucap Chika dengan sangat yakin.


"Oh......menarik sekali, ternyata kamu hanya bisa menggunakan gerakan orang lain, baiklah coba buktikan kata-katamu pada ku" kata Ros meremehkan.


Chika memasang aba-aba seperti gerakan yang di pakai oleh Niken, sedangkan Niken melihat gerakan temannya yang meniru gerakanya dalam bertarung dia mulai tersenyum, karena di dalam hatinya dia ingin menjadi gurunya.


Ros yang sangat tenang melihat lawanya memasang kuda-kuda, dia ingin mematahkan semangat Chika, dengan satu pukulan terkuat miliknya, dia mulai tersenyum lebar dan melambaikan tangan kirinya kepada lawanya.


Chika yang mengetahui hal itu, dia menjadi sangat marah, dia mulai berlari ke arah Ros dengan sangat cepat, dia melayangkan pukulan yang dia pelajari dari Niken, namun Ros bisa dengan sangat mudah menghindarinya, tidak berhenti di sana Chika melancarkan pukulan dan tendangan, tapi serangan yang dia keluarkannya terlihat sangat kaku.


Serangannya berhasil di hindari oleh Ros dengan sangat mudah, karena serangan Chika dengan sangat mudah di baca, ketika Ros melancarkan pukulannya maut miliknya dengan sangat cepat, pukulan itu mengenai tepat di bagian pipi kiri Chika.


Seketika itu tubuh Chika jatuh terpental membentur lantai, dan dirinya terguling-guling hingga tubuhnya berhenti dengan keadaan tengkurap, Ros yang melihat kondisi Chika yang sudah lemas tidak berdaya karena pukulan terkuat miliknya.


Dia pun tertawa terbahak-bahak melihat kesombongan lawanya, Niken sedang melihat tubuh Chika terkapar di atas lantai, kenapa Chika dengan sangat mudahnya di kalahkan, Niken menjadi sangat marah, namun dia tidak di perbolehkan membantunya.


Ros menghampiri tubuh lawanya, dia menatap tubuh Chika yang sudah pingsan dengan sangat senang, tidak berselang lama kepalan tangan Ros mengeluarkan aura gelap, aura itu melindungi kepalan tangan kanannya.


"Kali ini tamatlah sudah pengawal Satria Naga Legendaris elemen kegelapan, aku akan menghancurkanmu dengan tinju mautku" kata Ros.


Dia pun melancarkan pukulan maut tepat ke arah kepala Chika, tapi dengan mudah Chika bisa menghindar dengan sangat cepat, dia pun melancarkan tendangan tepat mengenai perutnya, sedangkan Pukulan Ros mengenai lantai hingga hancur, terdengar bunyi Dhummmmm.....yang sangat keras.


Wajah Ros terlihat seperti orang yang sangat kesakitan, karena tendangan Chika sangat kuat tubuhnya pun melayang ke atas, dengan cepat Chika melompat dan melancarkan sebuah pukulan bertubi-tubi ke arah wajah dan perutnya, serangan terakir sebuah tendangan memutar ke bawah dengan sangat kuat, seketika itu tubuhnya pun melesat membentur lantai hingga terdengar bunyi Dhummmmm.....


Debu hitam dan puing-puing batu pun berserakan, sedang kaki Chika mendarat dengan selamat, Yogi sangat kaget kenapa pukulan maut dari temanya yang sangat kuat tidak bisa melukai musuhnya.


Semua itu berawal dari dua hari yang lalu di Kota Palam, Chika heran melihat sebuah gelang yang sangat bagus di pakai oleh ke dua temannya, dia ingin bertanya ke hariyati tapi dia agak malu, namun temanya Niken mengetahui apa yang Chika inginkan, dia pun mendekatinya dan mengatakan sesuatu.


"Chika kenapa kamu terlihat sangat murung" tanya Niken.


"Aku tidak apa-apa, hanya saja gelang yang di pakai oleh Hariyati dan dirimu terlihat sangat bagus, kalian berdua membelinya di mana???" jawab Chika dengan sedikit malu.


"Oh soal gelang ini ya, apa kamu suka.


Gelang ini tidak di jual di toko, tapi gelang ini aku yang membuatnya, ini adalah gelang untuk berlatih, sedang gelang ini memiliki berat masing-masing 25 kilo" ucap Niken.


"Apa ada yang berwarna kuning, tapi tidak mungkin gelang itu memiliki berat sampai 25 kilo" jawab Chika dengan sangat tidak percaya.


"Kalau warna kuning ini aku punya, kalau kamu ragu boleh saja, tapi coba kamu pegang satu" kata Niken dengan tenang.


Ketika Chika mulai memegangnya,dia merasakan kalau gelang itu sangat berat sekali, Chika ingin memakainya karena dia ingin menjadi lebih kuat, Chika mulai belajar gerakan dasar beladiri, sedang Niken mengatakan kalau gerakan Chika sangat kaku.

__ADS_1


Niken ingin mengajarkan gerakan ilmu bela diri, namun Chika malah sangat antusias untuk belajar, mengenai kekuatan kalau dia rajin berlatih dan tetap menggunakan gelang itu, maka dia akan bisa menjadi jauh lebih kuat.


Niken pun mengajari Chika ilmu dasar beladiri, ketika ada waktu senggang Chika gunakan untuk berlatih.


Terkadang mereka berdua berlatih bersama, tubuh Chika di basahi oleh keringat, namun dia semakin suka dengan gelang yang dia pakai.


Kembali lagi ke pertarungan mereka berdua, Chika berdiri dengan tegap memandang tubuh Ros yang Sadang terkapar, Ros mulai berdiri namun mulutnya mengeluarkan banyak darah segar, dia sempat berpikir bagai mana bisa pukulan maut yang dia keluarkan tidak mempan kepada dia.


Sedangkan pukulan Chika bisa membuat dia terpojok, geraman pun terdengar dari mulutnya agak keras, dia sempat berpikir kalau lawanya bisa membunuh dirinya dengan sangat mudah.


"Kamu hebat juga iblis, tapi aku belum serius untuk melawanmu, tapi kalau Sekarang aku sangat ingin membunuhmu dengan kedua tanganku ( tapi pukulan yang dia lancarkan membuat pipiku sakit, kali ini aku tidak boleh main-main lagi )" ucap chika dengan tatapan tajam.


"Coba saja buktikan perkataanmu padaku" kata Ros.


"Pukulanmu tidak terasa apa-apa, kenapa kamu bisa begitu yakin ingin membunuhku dengan sekali serang" ucap Chika.


Chika mulai menjulurkan lidah dari atas ke bawah berulangkali, kejadian itu membuat Ros semakin marah, karena dia telah di ejek oleh lawannya.


Ros mulai berlari menyerang Chika dengan sangat cepat, kedua gengaman tangannya mengeluarkan aura hitam yang sangat besar, dia menyerang Chika dengan pukulan bertubi-tubi, akan tetapi Chika berhasil dengan mudah menghindarinya.


Pertarungan masih terus berlangsung, Dita yang melihat pertarungan mereka berdua tertegun, mereka berdua terlihat sangat seimbang.


Chika mulai merasa bosan dia ingin mengakhiri pertarungan ini, kedua pukulan maut dari Ros, berhasil dia tahan dengan ke dua tangannya, tatapan Chika ingin membunuh hingga membuat Ros sangat khowatir.


Dengan cepat Chika menyerang mengunakan tendangan lutut, tendangan itu tepat mengenai perutnya, wajah Ros di balik topeng terlihat sangat kesakitan, kali ini kepalan tangan Chika mengeluarkan aura abu-abu, pukulan itu di lancarkan tepat mengenai wajahnya.


Ketik pukulan itu menghantam wajah Ros, tiba-tiba lantai yang mereka pijak menjadi bergetar hebat, tubuh Ros pun terpental sangat jauh hingga menabrak dinding pertandingan.


Monster air merasa heran sejak kapan pengawal kegelapan bisa sehebat itu, padahal waktu mereka bertemu di Kota Surga dia hanya bisa menggunakan pedang, sedangkan Joko cuma tersenyum melihatnya dia berpikir, ternyata hewan yang dia jadikan kelinci percobaan dari benih iblis, kekuatan mereka dominan kepada yang terkuat, dia cuma bisa berharap kepada kartu asnya yang bernama Yogi.


"Akan aku membunuhmu Chika, kamu telah membuatku ingin mengakhiri pertarungan ini" kata Ros.


Tubuh Ros mengeluarkan aura hitam yang sangat pekat, dia pun berjalan dengan perlahan-lahan, ketika aura hitam itu membungkus tubuhnya seperti kepompong, tubuhnya pun berhenti bergerak, namun setelah aura itu terserap masuk seutuhnya, tampilan Ros tidak berubah sama sekali.


Hanya kedua kaki dan ke dua tangannya yang menjadi sangat besar, serta sayap hitam tumbuh di belakang seperti sayap kelelawar.


Tidak berselang lama Ros berteriak sangat kencang, teriakan itu sangat memekakkan telinga mereka semuanya, Niken yang merasakan kalau kekuatan lawanya meningkat 3x lipat, dia menyuruh Chika untuk serius membunuhnya.


"Baiklah guru aku akan serius membunuh iblis itu untukmu, wahai pedang kegelapan datanglah padaku" ucap Chika.


Kali ini sebuah pedang kegelapan muncul di hadapan Chika, kedatangan pedang itu di sertai angin kencang mengitari tubuh tuanya, Chika sedikit kaget dengan kehadiran pedangnya yang tidak seperti biasanya, ketika dia melihat bola yang terpasang adalah bolah elemen Tanah, kali ini Chika mulai tersenyum lebar.


Ros yang melihat lawanya mengunakan sebuah pedang hitam kecoklatan, dia terlihat sedikit panik.


Ros sempat berpikir sejak kapan dia membawa pedang besar, kejadian itu sama persis seperti lawanya Hartati, Ros pun sangat marah, dia menyerang lawanya dengan sangat cepat, Chika pun tidak tinggal diam dia bersiap untuk menyerang lawanya.


Ketika tubuh Ros mendekati lawanya, Chika dengan sigap melayangkan ayunan pedang, namun ayunan pedang Chika berhasil dia hindari, serangan balasan pun di lancarkan tepat mengenai perut chika, tubuh dia di hujani pukulan dan tendangan bertubi-tubi, serangan itu yang paling kuat milik Ros, karena dia ingin cepat membunuhnya.


Chika yang menerima serangan itu tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya pasrah tanpa bisa melawan, serangan terakhir sebuah tendangan maut yang mengeluarkan aura hitam pekat, seketika itu tubuh Chika melesat membentur dinding pembatas, dan menabrak kursi penonton, kursi yang terbuat dari batu pun menjadi hancur berserakan, hingga terdengar bunyi BUMN.....yang cukup keras, sedangkan pedang kegelapan terlempar dan menancap ke lantai.


Dita yang melihat area pertandingan menjadi rusak, dia cuma bisa menghela nafas panjang, yang membuat panik itu apakah Chika berhasil selamat dari serangan benih iblis.


Chika pun bangkit dengan luka yang cukup parah, mulutnya mengeluarkan darah segar, sedangkan Ros menghampiri pedang Kegelapan yang menancap di tanah, tanpa berpikir panjang dia memegang gagang pedang, dia pun terkejut ketika tangan kanannya terputus setelah memegang pedang itu.

__ADS_1


Hoaaaaah....teriakan kesakitan keluar dari mulut Ros, Chika pun tertawa melihat kejadian itu.


"Kamu itu bodoh apa sangat bodoh, kalau ingin mengambil pedangku bunuh aku terlebih dahulu.


Pedang kegelapan datanglah" ucap Chika dengan cukup keras.


Ketika pedang kegelapan di panggil pemiliknya, pedang itu pun bergerak-gerak dan melesat dengan cepat ke arah Chika, sebuah pedang hebat kembali di gengamannya, sakit yang luar biasa membuat Ros semakin marah.


Sebelum mengengam pedangnya, Chika melepas ke dua gelang yang di pakainya, kedua gelang itu di jatuhkannya dengan mulut tersenyum lebar, ketika gelang itu membentur lantai seketika lantai itu pun retak, bunyi Dhummmmm......yang cukup nyaring.


Mereka semua yang ada di tempat itu merasa kaget, tetapi tidak untuk Hariyati dan Niken.


"Kenapa gelang yang dia pakai sangat berat, padahal gelang itu seperti gelang pada umumnya" pikir Ros dengan sedikit takut.


"Hebat sekali yang di lakukan teman kalian" kata Dita.


"Aku saja baru tahu kalau Chika mengunakan gelang pemberat" ucap Bagus.


Putri yang melihatnya hanya tersenyum, sedangkan untuk bulan hanya diam saja melihatnya.


"Dasar Chika dia menyombongkan diri di depan teman-temannya" ucap Niken.


"Memangnya berapa berat gelang yang di pakai oleh Chika" tanya Hariyati.


"Gelang yang di pakai Chika masing-masing 50 kilo, total keseluruhanya ada 200 kilo, dia melakukan itu semua karena dia ingin bersaing denganmu, Chika tidak ingin kalah darimu" jawab Niken.


Ros mulai berlari menyerangnya, namun Chika hanya diam melihat lawanya menuju ke arahnya, Cika melepas gelang di kedua kakinya, kemudian kedua gelang itu dilemparkan bersaman ke arah Ros, mengetahui sebuah gelang melesat ke arahnya dia pun mencoba menangkapnya, tapi dia sangat kaget kenapa kedua gelang itu tidak bisa di tahan dengan tangan kirinya.


Kedua gelang itu membentur tubuhnya, sehingga membuat matanya melotot dan mulutnya maju ke depan, dia ikut terseret oleh gelang milik Chika, hingga tubuhnya jatuh terguling-guling di atas lantai.


Ros pun berdiri dia sangat kaget dengan berat gelang yang di pakainya, tapi Chika malah tertawa melihat lawanya terbawa oleh dua buah gelang yang di lemparkan ke arahnya.


"Hahahaha.....kamu itu bodoh apa bodoh sekali, sudah tahu kalau gelang itu sangat berat masih saja di tangkap.


Dasar iblis tidak punya otak" ucap Chika dengan sangat keras.


"Kamu huhhh.......akan aku membantaimu sekarang juga" teriak Ros sangat keras.


"Sini cepat aku juga tidak sabar ingin segera membunuhmu" kata Chika dengan sangat serius.


Perkataan Chika membuat Ros sangat marah, dengan sangat cepat dia berlari dengan kekuatan penuh akan memukulnya, namu Chika juga tidak ingin di kalahkan, dia memasang aba-aba untuk menebas lawanya.


Ketika mereka berdekatan Ros melancarkan pukulan tepat ke arah lawanya, namun Chika bisa menghindarinya dengan sangat cepat dia pun melayangkan serangan balasan, Ros merasa heran kenapa pukulannya tidak mengenai lawanya.


Dia merasa kaget setelah melihat kedua kaki dan tangan kirinya terpotong, tubuh Ros jatuh ke tanah, dia merasa sangat kesal bisa di kalahkan dengan sangat mudah oleh lawannya.


Langkah kaki terdengar begitu jelas, saat dia menoleh ternyata yang berjalan ke arahnya adalah Chika.


Ros pun merasa kesakitan yang sangat luar biasa, karena kedua tangan serta kedua kakinya terputus, darah segar mengalir membasahi lantai tempat di mana dia terbaring.


"Bunuh saja aku, karena aku sudah kamu kalahkan" pinta Ros untuk mengakhiri hidupnya.


"Aku tidak mau menghabisimu atau membunuhmu, karena aku sudah tidak berminat lagi" jawab Chika.

__ADS_1


Chika pun pergi mendekati teman-temannya, tapi Ros sangat marah ketika lawanya tidak mau membunuh dirinya, dia mengejek Chika dengan sebutan wanita bodoh dan wanita ******, namun provokasi itu tidak mempan terhadapnya.


__ADS_2