
Sementara Pesawat yang Kami naiki telah sampai dikaki Gunung, tempat Monster yang dimaksud oleh Para Burung, Niken mulai mencari tempat untuk melakukan pendaratan, setelah Dia berhasil mendarat dengan selamat, tidak lama pintu Pesawat terbuka dan Kami Semua mulai keluar, pemandangan hutan terlihat sangat jelas serta sangat gelap dan rimbun.
Hutan itu membuat Chika dan Niken teringat akan bertemu dengan Hantu, hutan ini seperti hutan yang ada di Negeri Moderen, terlihat Kedua kaki Mereka Berdua sedang gemetaran setengah mati, namun kali ini Mereka Berdua tidak merasakan takut, karena banyak Teman-temannya yang berjalan bersamanya.
"Untung saja Pesawatku bisa mendarat dengan selamat, salah mendarat sedikit saja Pesawat ini tidak akan bisa Terbang lagi" ucap Niken sedang menghilangkan rasa ketakutannya.
"Kamu kan bisa memperbaikinya lagi kan" jawab Chika.
"Iya sih Aku bisa memperbaikinya, tapi bagiku Pesawat ini sangatlah besar, kelemahan dari Pesawat ini hanya ada Satu, Aku tidak bisa mendaratkan kendaraan ini sembarangan, Aku harus mencari pendaratan yang sangat luas agar Pesawat ini bisa mendarat dengan selamat" jawab Niken apa adanya.
"Kakak Niken Aku suka sekali dengan Pesawat ini, didalamnya ada kamar mandi dan tempat tidurnya juga" kata Miya terlihat sangat senang.
"Kalau masalah fasilitas Aku sudah membuat alat transportasi yang sangat nyaman dan luas, kendaraan yang Aku buat itu bisa menahan benturan atau guncangan, akan tetapi Aku masih belum ingin memakainya" ucap Niken.
"Betulkah itu, Kakak Niken Aku sangat penasaran dengan karya yang Kamu katakan tadi" tanya Miya dengan sangat senang.
"Kalau sudah waktunya akan Aku keluarkan kendaraan itu, jadi Kamu harus bersabar ya" jawab Niken.
"Baiklah Aku akan bersabar menunggu pada saatnya" kata Miya dengan sangat senang.
Pembicaraan Niken membuat Miya merasa sangat senang dan juga penasaran, tidak hanya Miya saja yang telah dibuat penasaran, akan tapi Teman-temannya yang lain juga ikut dibuat penasaran oleh seorang profesor jenius yang bernama Niken.
Namun Kami harus bergegas untuk memasuki hutan, karena Mereka tidak memiliki banyak waktu. Ditengah hutan Aku dan Teman-temanku sedang berjalan memasuki hutan, Kami Semua sedang menyisiri hutan yang sangat luas dan lebat, kaki Kami Semua mulai berjalan melewati jalan setapak yang rumayan lebar.
Kami tidak mengetahui kalau ada seseorang yang telah mengawasi Kami Semua. Namun langkah kaki Linda berhenti setelah Dia merasakan sesuatu, Dia terlihat sangat fokus dan Dia pun melihat kanan dan kiri, Sehingga membuat Teman-temanku berhenti dan menjadi bingung.
Hariyati menghampiri Linda dan mengatakan sesuatu, apa yang telah di rasakan Temannya, Linda hanya merasakan aura Monster yang sedang melindungi wilayahnya.
"Aku merasakan kalau Kita Semua sedang diawasi oleh Monster, namun Monster ini tidak memiliki hawa membunuh" ucap Linda dengan sedikit khawatir.
__ADS_1
"Monster apa yang sedang mengawasi Kita, Linda apa Monster itu mengawasi Kita dari tadi ???" Tanya Chika.
"Entahlah Aku juga tidak begitu mengerti Monster apakah itu, yang pasti Monster itu bisa bersembunyi dan menyesuaikan Dirinya dengan lingkungan sekitarnya" jawab Linda.
"Jadi Monster itu bisa menyamar seperti bunglon, Dia akan menjadi Musuh yang sangat merepotkan" ucapku merasa khawatir.
"Yang mengawasi Kita bukan Monster Bunglon, Monster Bayangan apa Kamu bisa membantuku???" Pinta Linda kepada rekan Niken.
"(( Aku tidak akan menuruti perintah orang lain, hanya Tuan Putri Niken yang bisa menyuruh Kami ))" jawab Monster Bayangan dengan sangat keberatan.
"(( Monster Bayangan jangan panggil Aku Tuan Putri, panggil saja Aku Niken, Aku kan pernah mengatakkan kepada Kalian Semua, jangan panggil Aku seperti itu.))" Ucap Niken dengan sedikit Marah.
"((Niken Aku tidak mengatakannya, Semua ini Gara-gara Kamu Monster Bayangan.))" Kata Monster Air dan Manusia Timah dengan sangat Marah.
Suasana menjadi sangat tegang, saat tahu kalau Kami sedang diawasi seseorang dari kejahuan. Kami Semua mulai berhati-hati dalam melangkah ke depan, namun Monster yang mengawasinya mulai menyadari kehadirannya sudah di ketahui, Sehingga Dia keluar dan mulai menyerangku dan Teman-temanku.
Namun Niken menyadari akan serangan kejutan, Dia melakukan langkah dengan cepat, sebelum Monster itu melukai Teman-temannya, Monster itu sangat kaget setelah Tubuhnya ditangkap oleh Bayangan Hitam.
"Siapa namamu....kenapa Kamu menyerang Kami Semua" tanya Niken dengan tatapan tajam.
"Namaku Monster Katak, Aku menyerang Kalian Semua karena kalian telah memasuki wilayahku" jawab Monster Katak.
"Apa cuma karena itu Kamu menyerang Kami Semua, Kamukan bisa bicara baik-baik karena Kami Semua tidak tahu" kata Niken sambil menjelaskan.
"Aku tidak akan minta Kalian untuk bicara kepadaku, karena Aku benci dengan Manusia yang serakah dan sangat kejam" jawab Monster Katak.
Namun tidak beberapa lama muncullah sosok Bayangan Kecil, dengan sangat cepat Dia menyerang Niken, Sehingga Tubuh Niken terpental jauh dari Monster Katak.
Disamping Monster Katak terlihat sesosok Gadis memakai baju berwarna Putih, rok berwarna Merah dan berkerudung Hitam, Niken sampai terkejut dengan kehadirannya serta kekuatannya sangat kuat.
__ADS_1
Dia pun bertanya-tanya apa yang menyerangnya juga Monster, ketika Niken melihat sosok yang menyerang Dirinya, Dia seperti Gadis yang berusia sama seperti Miya, entah Dia Teman atau Lawan, setelah lama diperhatikan sosok itu lenyap.
Tanpa disadari Dia sudah berada dibelakang Niken. Dengan sangat Marah Dia berkata, "AKAN KU BUNUH KAMU". Niken pun terkejut dengan kecepatan Lawannya, tanpa bisa menghindar atau berkata sesuatu, Niken pun terkena tendangan yang sangat kuat, Sehingga Tubuhnya terpental membentur Pohon, kali ini banyak Pohon menjadi tumbang karena terkena terjangan.
Terdengar Suara benturan yang sangat keras Dhumm........Setelah melakukan serangan, kerudung yang menutupi Kepalanya mulai terbuka, Sehingga Wajahnya kelihatan sangat jelas.
Setelah melakukan tendangan Dia melihat ke arahku dan Teman-temanku, terlihat napasnya mulai terengah-engah setelah melakukan Serang.
Matanya berwarna Putih seperti kertas dan tatapannya kosong seperti Gadis buta. Gadis itu mengatakan sesuatu yang membuat Kami Semua terdiam.
"Kenapa Kalian tidak merasa khawatir dengan Teman Kalian yang baru saja Aku celakai???" Ucap Sintia sedang memancing amarah Kami.
"Lihatlah Lawanmu yang baru saja Kamu tendang, lihatlah Dia baik-baik" jawab Chika sambil berkata keras.
"Apa maksudmu ???
Pergilah dari sini sebelum Aku melukai Kalian Semua" kata Sintia sedang mengancam.
Gertakan dari Gadis itu tidak membuat Kami Semua merasa takut, Dia malah menjadi semakin tersudut dan tidak percaya Diri, Pohon yang tumbang tidak berselang lama mulai bergerak-gerak, Sehingga membuat Lawannya menjadi sangat khawatir.
Setelah Pohon yang tumbang disingkirkan disana terlihat Niken sangat marah, Dia bersiap untuk balas menyerang balik, sedangkan Monster Katak yang mengetahui hal itu Dia merasa sangat panik.
"Kamu sangat cepat dan tendanganmu juga sangat menyakitkan, sekarang giliranku membuatmu babak belur" ucap Niken.
"Kalau seperti ini Sintia bisa celaka" pikir Monster Katak dengan sangat panik.
Amarah Niken membuat Monster Katak menjadi khawatir, kekuatan yang sangat besar mulai meluap-luap keluar dari Tubuh Niken, kekuatan itu membuat Tanah dan Pohon mulai bergetar, serta Batu-batuan mulai melayang mengelilinginya, tidak berselang lama getaran itu mulai berhenti, kali ini Tangan Suci Penghancur mulai dikeluarkan.
Dengan tatapan tajam Niken mulai berlari dengan kecepatan tinggi, setelah dekat Pukulan pun dilancarkan, dengan tangan mungil Pukulan itu berhasil ditahannya, kali ini Niken merasa sangat kaget. Karena Pukulannya berhasil dihentikan oleh Lawanya.
__ADS_1
Sekarang Gadis itu mulai terlihat terengah-engah. Mata Putih polos terlihat jelas kalau Dia sangat ketakutan.