
Mereka bertiga merasa khawatir dengan perkataan Chika, dengan napas panjang Chika mengayunkan Pedang Kegelapan, dan menancapkannya ke dalam Tanah.
Tidak lama Tanah itu bergetar, Chika mengucapkan kata "Jurus Lubang Hitam" dengan sangat cepat Bayangan Hitam membungkus Bola Api , serta Bola Cahaya Super besar dari bawah dalam sekejap dan menelannya, Monster Semut dibuat kaget dengan Jurus Lubang Kegelapan.
Jurus yang sangat kuat bisa dilenyapkan begitu saja, kali ini Monster Semut menyerang Hariyati dan Niken dengan satu serangan, serangan yang sangat cepat namun Aku bisa menolong Mereka Berdua.
"Kalian Berdua harus berhati-hati dengan Tangannya yang sangat panjang dan besar" ucapku mengingatkan.
"Baiklah Kami akan berhati-hati papa" jawab Mereka Berdua dengan sangat kompak.
Kali ini Chika merasa sangat Marah sekali melihat Aku memeluk Tubuh Hariyati dan Niken, rasa cemburu yang tidak ingin kalah bersaing membuat Chika semakin menjadi-jadi.
Kemarahan yang sangat besar terlihat jelas seperti Api yang berkobar-kobar, tatapan tajam terlihat seperti mau menerkam mangsanya, serta nafas yang sangat panjang dan dalam, Membuat hati menjadi yakin akan bisa menang, ketika mulutnya terbuka seketika itu nafas panjangnya pun keluar.
Perlahan-lahan Chika menancapkan Pedang Suci Kegelapan, Dia menggunakan Jurus Gravitasi Kegelapan, Jurus itu berhasil dengan sangat mudah mengunci Lawanya, dengan kecepatan yang sangat luar biasa, Dia membuat semua Teman-temannya menjadi kaget.
Monster Semut dibuat terkejut setengah mati, setelah melihat Lawanya sudah ada dihadapannya, Tubuh kecil pun menunduk dengan kecepatan Cahaya. Dia mulai melancarkan serangan yang sangat kuat, Pukulan dan tendangan menghujani Tubuh Monster Semut yang sudah tidak berdaya dibuatnya.
Miya dan Linda dibuat melongo dengan kekuatan yang dimiliki oleh Chika, apa lagi Jurus Lubang Hitam yang digunakannya tadi, berhasil dengan sangat mudah mengalahkan Ratu Kematian yang sangat kuat, Mereka Berdua hanya bisa diam melihat pertarungan yang ada didepan matanya.
Melihat kondisi Monster Semut yang hanya bisa pasrah menerima serangan yang dilancarkan oleh Chika, satu tendangan yang sangat kuat dilancarkan tepat mengenai dagu, hingga membuat sang Monster Semut melayang tinggi, Wajah dan Tubuh yang penuh dengan luka, terlihat jelas lukanya itu sangat sulit untuk disembuhkan.
Disaat itu juga Chika melompat dengan sangat cepat ke Langit, Dia beediri tepat diatas Kepalanya yang cukup besar, tendangan penghabisan dilancarkan tepat mengenai perutnya.
Seketika itu pula sang Monster jatuh ke bawah dengan sangat cepat, Sehingga Tubuhnya membentur Tanah, terdengarlah suara yang sangat keras DHUUARRRrrr.......... puing-puing Batu dan Tanah berserakan kemana-mana, debu Hitam yang menyelimuti area sekitar sangat banyak walau samar.
Diantara puing-puing terlihat sebuah Tangan yang sedang keluar, Tangan itu terlihat gemetaran, Tubuhnya Perlahan-lahan bangkit dengan luka yang sangat memprihatinkan.
"Kalau seperti ini terus Aku bisa dimusnahkan sebelum Aku berhasil membawa Gadis itu, Aku harus berbuat sesuatu walau nyawaku sebagai taruhannya" pikir Monster Semut.
__ADS_1
"Ada apa....apa Kamu sudah menyerah, Gara-gara Kamu Ratu Kegelapan berhasil kabur, dengarkan kata-kataku ya. Dia Ratu Kegelapan yang sangat pengecut, Dia hanya bisa melarikan Diri dan bersembunyi setelah melawanku" ucap Chika.
Kata-kata Chika membuat Monster Semut semakin Marah, walau Dirinya sudah babak belur Dia masih bisa mengeluarkan kekuatan yang sangat besar.
"Lihatlah kekuatanku yang sesunguhnya, dengan begini Aku akan membunuhmu, serta Aku akan membawah Gadis kecil itu dengan tanganku" ucap Monster Semut.
"Apa Kamu bisa mengalahkanku dengan kondisimu yang seperti itu" kata Chika.
Monster Semut mengeluarkan Bola Merah andalanya dan menyerapnya, tidak lama Tanah pun menjadi bergetar sangat hebat, matanya melotot Mulutnya terbuka sangat lebar. Sehingga Mulutnya mengeluarkan Air liur, kejadian itu diiringi teriakan yang sangat keras dan mengema disegala penjuru hutan HOAHhhh........
Tubuh terlihat mengalami keretakan dan mngeluarkan kabut Merah, dalam hitungan menit kabut Merah itu sudah menutupi seluruh Tubuhnya.
Ketika Miya melihatnya, Dia pun merasa sangat ketakutan dan bersembunyi dibalik Tubuh Linda, Penduduk Desa terlihat was-was dengan kekuatan Monster yang terbungkus oleh Cahaya Merah.
"Inilah kekuatanku yang sebenarnya HAAhhhh......" Teriak Monster Semut dengan sangat keras.
Angin besar pun berhembus dari dalam kabut berwarna Merah, karena Angin yang berhembus sangat kencang, membuat kabut Merah yang pekat hilang dalam sekejap, disana terlihat jelas kalau Tubuh Monster Semut sudah berubah seutuhnya menjadi sangat besar.
Pukulan dan tendangan yang dilancarkan oleh Chika berhasil dihindari oleh sang Monster, senyuman lebar membuat Chika semakin menjadi-jadi. Dengan serangannya yang sangat kuat berhasil mengenai Tubuhnya, tetapi serangan itu tidak membuat sang Monster bergeming sedikitpun.
Satu serangan dari Lawanya mengenai tepat diperut Chika, Sehingga Tubuh Chika terpental dan tersungkur membentur Pohon, karena benturannya sangat kuat membuat Pohon yang tertabrak menjadi tumbang.
Hariyati dan yang lain mulai khawatir setelah melihatnya, tapi tidak untukku yang cuma diam dan tersenyum melihat pertarungan Chika.
"Bagus kenapa Kamu tersenyum melihat Teman kita dikalahkan" tanya Niken.
"Kalian semua jangan khawatir, karena Chika masih belum serius melawannya" jawabku dengan sangat tenang.
"Kenapa Kamu bilang begitu, Chika butuh bantuan Kita" ucap Hariyati dengan sengat khawatir.
__ADS_1
"Lihatlah baju yang kalian pakai, berbeda dengan yang dulu, yang sekarang jauh lebih kuatkan" jawab Bagus.
"Memang benar baju ini menjadi sangat kuat, karena berubah ke LV 2" ucap Hariyati.
"Iya betul kekuatan Kita meningkat Dua kali lipat dari yang sebelumnya" jawab Niken.
"Kekuatan itu masih belum sempurna, karena masih ada LV yang lebih kuat lagi LV 3 dan LV sempurna" kataku mengingatkan.
"Iya Aku masih ingat soal kekuatan pengawal masih bisa bertambah kuat" ucap Hariyati.
Monster Semut tertawa sangat kencang, setelah melihat Lawanya terkapar diatas Tanah hanya dengan satu serangan, namun mulut sang monster terhenti setelah melihat Tubuh Chika bangkit dengan mengeluarkan aura Hitam yang sangat pekat, Chika mulai geram dan merasa sangat Marah Ketika ditertawakan oleh musuhnya.
"Tubuh penghancur Hahhhh......" teriak Chika dengan penuh semangat.
Tubuh Chika mulai memancarkan Cahaya yang cukup terang, sedangkan kekuatannya sudah jauh meningkat dibanding sebelumnya.
"Sekarang Aku akan mulai serius untuk memusnahkanmu menjadi abu. Sekarang akan Aku tunjukkan Jurus pamungkasku, jurus yang sudah Aku pelajari selama 2 Tahun" kata Chika
"Coba saja Kamu terima seranganku kalau Kamu bisa" teriak Monster Semut dengan sangat keras.
Dengan sangat cepat Monster Semut berlari ke arah Chika, Dia melancarkan serangan namun semua serangan itu berhasil dihindarinya, kecepatan Mereka Berdua sangat jauh berbeda.
Satu serangan tepat mengenai Wajah Chika, namun Dia hanya bergeser dan tidak terluka sedikitpun, kejadian itu membuatnya menjadi kaget, kekuatan penuh yang dikeluarkan tidak berpengaruh dihadapannya Chika.
"Sekarang giliranku untuk menyerangmu" ucap Chika dengan sangat Marah.
Monster Semut menjadi sangat panik sekali, tetapi Dia tidak bisa mengerakkan Semua kakinya, sebuah Pukulan dan tendangan tepat mengenai Wajah dan Tubuhnya berkali-kali, Pukulan itu terus dilancarkan Sehingga Lawanya tersungkur diatas Tanah.
Tidak berselang lama. Chika mengeluarkan Lima Bola Hitam yang sangat besar, tidak lama Bola Hitam itu dihantamkan tepat ke Tubuh Monster, Ledakan yang sangat hebat membuat Tanah bergetar dan debu Hitam beterbangan kesan dan kemari, serta awan Hitam membumbung sangat tinggi sekali.
__ADS_1
Semua temannya dibuat terkejut dengan aksi Chika pengawal Elemen Kegelapan.
"Kembali normal......ucap Chika lirih.