
Tidak lama kemudian mulut Monster Singa mulai terbuka sangat lebar, mulut yang sangat lebar mengarah dengan sangat cepat ke arah mangsanya, Sintia hanya bisa diam karena takut yang teramat sangat.
Mulut yang terbuka sangat lebar Sehingga mengeluarkan Air liur yang sangat banyak, namun Monster Singa menjadi kaget. Kenapa Mulutnya tidak bisa digerakkan sama sekali, Chika dan Teman-temannya merasa kaget, dengan respon yang sangat cepat dan kuat Dariku yang mampu menahan mulut Monster Singa.
Sintia sadar kalau sosok yang menolongnya itu Bagus, namun dengan cepat Monster Singga menghindar agak jauh Dariku, mulut yang mengeluarkan banyak Darah mulai tersenyum, dengan apa yang baru saja Dia dapat.
Tubuh Monster perlahan-lahan mengeluarkan detakan jantung yang sangat aneh, Dia mengeluarkan kabut Hitam Sehingga kabut itu membentuk sebuah telur yang sangat besar, kejadian itu membuat Linda, Miya, Chika, Niken dan Hariyati merasa sangat khawatir dengan Lawannya.
Dari dalam kabut telur mengeluarkan aura yang sangat kuat dan terus bertambah kuat.
"Sintia Kamu jangan takut, berlindunglah dibelakangku" ucapku dengan sangat tenang.
"Kenapa Kamu selalu perhatian sama Gadis yang baru saja Kamu kenal, jangan bilang kalau Dia pengawal ke 8" kata Chika sangat uring-uringan.
"Bukan seperti itu mungkin saja Dia bagian dari Kita. Aku harus menolong Dia dan Semua orang yang membutuhkan bantuanku, tujuan Kita adalah menyelamatkan Dimensi Cahaya dari Kehancuran" jawabku agar Chika menjadi tenang kembali.
"Baiklah Aku mengerti, karena Aku sudah berjanji untuk menemukan Semua pengawal Satria Naga, semoga saja Kamu tidak salah jalan" kata Chika sambil mengingatkan.
"Bagus Kamu bicara sama siapa??" Tanya Sintia dengan sangat penasaran.
"Aku berbicara sama Chika, Dia adalah Teman Waktu kecilku" jawabku.
"Oh begitu....... Terimakasih karena sudah menyelamatkan hidupku" kata Sintia.
"Sudah kewajibanku menyelamatkan orang yang sedang dalam bahaya, atau orang yang membutuhkan bantuan" Jawabku.
"Tapi Kamu.....jangan merayu dalam kondisi seperti ini, apa Kamu mengerti" kata Chika sedikit menakut-nakuti.
__ADS_1
Sintia hanya bisa diam dibelakangku, kali ini Kedua Tangan mungilnya sedang menggigil ketakutan, dalam kondisi seperti itu Aku mendekati Sintia sambil berkata, Kami Semua akan membunuh Monster itu.
"Karena ini demi Temanmu yang sudah Dia makan" ucapku sambil memegang bahu Sintia.
Mendengar ucapan itu terlihat ada secercah Cahaya yang terbuka sangat lebar menerangi hidupnya.
"Bolehkah Aku memangilmu Kak Bagus??" Tanya Sintia.
"Boleh saja Kamu memangilku seperti itu" jawabku mengiyakan.
"Sukurlah hari ini Aku jadi sangat senang, walaupun hanya satu hari" ucap Sintia.
Aku merasa tidak nyaman dengan Empat perkataan yang keluar dari mulut Sintia. Sementara Putri sedang duduk sambil mengamati Monster Singa, Tubuhnya terbungkus oleh telur berwarna Hitam besar, disamping itu Linda juga sedang kehabisan tenaga, sedangkan Miya sedang bersiap-siap menggunakan Sihir Bola Api Dobel.
"Dari bayi Aku sudah tidak bisa melihat apa-apa, Desaku dijuga diserang oleh Para Monster, serta Kedua orang tuaku telah dibunuh oleh Para Monster, sejak Aku berusia 5 Tahun.
Seandainya aku bisa melihat Aku pasti bisa menolongnya. Maafkan Aku yang sedang berbicara ngelantur, tapi Aku sangat senang walau hanya untuk hari ini saja" ucap Sintia.
"Semua orang boleh mengutarakan isi hatinya, yang telah dipendam kepada orang lain atau Teman dekatnya, dengan begitu Semua beban atau kesedian akan hilang. Setelah Monster itu dihancurkan, bolehkah Aku mampir ke tempatmu" tanyaku.
"Boleh saja Kak Bagus, dengan senang hati Aku akan menyambutmu" jawab Sintia dengan sangat senang.
Walau merasa sangat senang tetapi Sintia tetap tidak akan ikut, walaupun Dirinya juga bagian dari pengawal Satria Naga, walaupun Dia menjadi pengawal. Jelas tidak mungkin Dia akan bisa menyelamatkan Temannya dari bahaya, karena Dia sadar kalau Gadis buta tidak akan bisa menjadi pelindung.
Sementara itu telur besar berwarna Hitam sudah berhenti berdetak, getaran yang sangat kuat membuat Tanah menjadi bergetar dengan sangat kencang, Sehingga membuat telur itu robek dengan Perlahan-lahan, Suara gemuruh Angin mulai menyelimuti seluruh Hutan, Suara gemuruh itu membuat takut hewan-hewan yang ada disekitarnya.
Sehingga Mereka Semua berlarian seperti sedang kebingungan. Kepanikkannya terasa sampai diseluruh hutan, Sehingga membuat hati ini sangat tidak nyaman, tidak berselang lama sebuah retakan dibawah telur mengeluarkan sebuah kaki besar, serta tidak lama kaki yang lain juga mulai ikut keluar.
__ADS_1
Kesempatan itu digunakan Chika untuk menunjukan kemampuannya, kekuatan yang sesungguhnya Dia miliki. Dalam hitungan detik telur itu mulai terhempas menjadi puing-puing, Sehingga berserakan kemana-kemana, teriakan yang sangat keras dan mengema, membuat Pohon disekitarnya banyak yang tumbang.
Bentuk Monster Singa seperti menggunakan baju Pelindung yang sangat keras.
"Kali ini Aku akan memakan Kalian Semua hahaha......." ucap Monster Singa sambil tertawa.
"Coba saja kalau Kamu bisa memakan Kami Semua, tapi sebelum Kamu memakan Kami. Mulutmu yang kotor akan Kami robek seperti kertas, dasar Monster bloon...." Kata Chika selalu mengejeknya.
Mendengar kata-kata yang sama, Monster Singa menjadi sangat Marah, Dia mulai berlari menyerang dengan sangat cepat, namun Tubuhnya terperangkap oleh Bayangan Gravitasi, sekali lagi Monster itu terperangkap oleh sebuah jebakan yang sama untuk yang Kedua kalinya.
Namun Monster itu melihat ke arah Chika dengan senyuman yang sangat lebar, Tiba-tiba baju Besi itu mengeluarkan sinar yang sangat menyilaukan mata, ternyata sinar itu menerjang Tubuh Chika, Sehingga Tubuhnya terpental dan terjadilah Ledakan DHUMM...........
Namun dari arah belakang, Niken mulai menyerang dengan Pukulan Suci Penghancur, Pukulan itu mengenai tepat diarea Kepala, tetapi Monster itu tidak terluka sama sekali, walau Pukulan bertubi-tubi telah dilancarkan, tetap saja Monster itu tidak bergerak atau terluka sedikitpun.
"Dasar Gadis bodoh........dengan kekuatanku yang sekarang, Kamu tidak akan bisa menang melawanku" ucap Monster Singa dengan sangat lantang.
Niken mulai terkena cakaran dan Pukulan dengan telak, Sehingga Tubuhnya terpental jauh, sedangkan Hariyati sedang menembakkan Pisau Cahaya, namun Jurus itu berhasil ditahan dengan mulutnya, akan tetapi tidak lama kemudian Pisau Cahaya itu hancur terkena gigitanya, gerakan Monster itu sangat cepat sekali.
Dia menyerang dengan satu tendangan tepat mengenai Tubuh Hariyati, Sehingga Tubuhnya pun terlempar sangat jauh Hingga membentur Pohon.
Miya mulai menyerang dengan Sihir Bola Api Dobel yang sangat besar, akan tetapi Monster itu terlihat sedikit takut, karena Dia tidak ingin berurusan dengan Api miliknya, sebelum Api dilemparkan Monster itu berusaha menyerangnya.
Sebelum Dirinya terbakar dan terluka cukup parah pikirnya, namun Dia juga harus waspada dengan pengawal yang satunya, Monster itu terlihat sangat kerepotan menghadapi Mereka Berdua.
"Miya tolong Kamu tembakkan Bola Apimu ke arahnya, cepat sebelum Dia menyerang Kita Berdua" ucap Linda sedang memerintah.
"Tapi Bola Api milikku bisa dihindari dengan sangat mudah oleh Monster itu" jawab Miya dengan sedikit ragu.
__ADS_1
"Kalau masalah itu serahkan saja kepadaku, jadi Kamu jangan khawatir" kata Linda dengan penuh percaya Diri.