
Setelah memasukkan sebagian harta, Linda pun naik lagi ke atas kepala Bagus, namun perjalanan mereka masih sangat panjang dan jauh.
Baru 3 jam mereka berjalan terik matahari sangat panas, menyengat kepala dan udaranya pun menjadi panas, setelah berjalan cukup lama Bagus dan teman-temannya beristirahat di bawa pohon yang sangat rindang.
Sementara di dalam sebuah istana yang sangat megah di sana terlihat sekumpulan Monster yang sedang berjalan, namun di sana tidak ada satu orang Manusia pun yang terlihat.
Sedangkan di pusat keramaian bisa di bilang pasar yang sangat ramai dengan para pembeli, namun si penjual dan si pembeli mereka semua adalah Monster, di tempat ini tidak ada satu Manusia pun yang terlihat.
Di pinggiran Kota terlihat sebuah sungai yang sangat panjang dan sangat jernih, air yang mengalir sangat pelan.
Tiba-tiba terlihat air yang merayap keluar dari sungai dan menuju pingiran, air itu berjalan menyusuri Kota dan masuk ke dalam istana, setelah sampai di dalam istana air itu berubah menjadi Monster Air.
Dia berjalan menuju ke hadapan Raja Monster Maikel dan menunduk sambil memberi hormat.Seorang raja dengan badan yang cukup besar terlihat sedang duduk di singgasana.
"Yang mulia saya ada kabar buruk untuk anda" ucap Monster Air.
"Kabar buruk apa yang telah kamu bawa.....Cepat katakan padaku" ucap Raja Monster Maikel.
"Satria naga legendaris yang anda takuti kini sudah bangkit" jawab Monster Air dengan nada panik.
"Aku sebagai raja yang telah menguasai seluruh dunia tidak akan bisa di kalahkan oleh Satria Naga Legendaris, ingatlah Monster Air aku tidak takut dengan apapun.
Kecuali Ratu dan Raja kegelapan, mereka yang telah menyuruhku untuk menjaga gerbang satria naga legendaris, tapi sekarang aku lalai dengan tanggung jawabku sebagai penjaga, karena aku sudah terbawa suasana untuk menguasai dunia.
Siapa anak yang berhasil membangkitkan Satria Naga Legendaris??" tanya Raja Monster Maikel dengan rasa ingin tahu.
"Anak itu bernama Bagus, peri yang bernama Linda juga ikut dalam perjalanan mereka, dia datang ke Bumi untuk membawa anak Manusia dan mereka di suruh membangkitkan Satria Naga Legendaris" jawab Monster Air.
"Menarik sekali.......hei kau Monster Gajah dan kamu Monster Siput, tangkap dan bawa kemari anak yang bernama Bagus" perintah Raja Monster Maikel kepada bawahannya.
"Baik akan saya laksanakan dengan cepat raja" jawab Monster Gajah dengan penuh semangat.
Hanya Monster Siput yang diam saja, raut wajah Raja sedikit berkerut setelah melihat salah satu bawahanya tidak menundukkan kepala.
Kedua Monster itu pergi meninggalkan istana dan menuju ke tempat Bagus, di sana terlihat manusia Timah mengawasi mereka berdua dari atas istana, dia berpikir kenapa bukan aku saja yang di perintah menangkap anak Manusia dari dunia lain.
Sementara di tempat Bagus mereka semua terlihat sangat kecapekan setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh.
Setelah 2 jam mereka semua beristirahat di bawah pohon yang sangat rindang, dengan semilir angin yang sangat sejuk yang menghapus keringat, Chika bertanya kepada Linda dengan rasa penuh ingin tahu.
"Linda tadi kamu menyuruhku untuk memasang bola berwarna biru kecoklatan ini, tapi setelah terpasang pedang ini malah berubah bentuk dan jurus yang di keluarkan juga berbeda" tanya Chika.
"Pedang yang kamu bawa itu adalah pedang suci yang sudah lama hilang selama 1000 tahun, pedang suci memiliki 5 unsur yaitu.
1.bola unsur cahaya bisa mengeluarkan pisau cahaya seperti milik hariyati.
2.bola unsur kegelapan bisa menghentikan benda atau mahkluk hidup.
3.bola unsur tanah bisa mengeluarkan 3 cakaran tanah dengan kekuatan yang sangat hebat.
4.bola unsur api bisa mengeluarkan pusaran api yang sangat besar.
5.bola unsur kilat bisa mengeluarkan sengatan kilat dari dalam Tanah dan sangat banyak, sekaligus gerakannya dalam hal memotong juga semakin cepat.
Kalau kelima unsur di gabungkan pedang suci bisa mengeluarkan kekuatan yang sangat hebat, tapi itu sekedar rumor dari dunia Peri" kata Linda dengan tatapan serius.
"Jadi pedang ini tidak terkalahkan oleh pedang apapun" tanya Chika penuh penasaran.
"Ya seperti itu, tapi kamu harus menggunakan pedang itu dengan benar" jawab Linda.
Chika selalu bertanya kepada Linda sampai detail, soal pedang kegelapan yang dia bawa, namun dia harus mengumpulkan ke lima bola agar bisa mengunakan kekuatan sejati dari pedang suci.
"Linda kalau boleh tahu kenapa kamu mau menyimpan harta ke dalam tasmu, itu kan tas kesayanganmu dan harus kamu jaga baik-baik" tanya Bagus.
"Tidak apa-apa kok Bagus, tas ini tidak ada harganya bila di bandingkan kamu yang telah menyelamatkan Negeriku dari Monster Buaya" ucap Linda dengan wajah yang sangat ceria.
"Kenapa kamu masih memikirkan hal itu, Monster Buaya kan tidak menyerang Negerimu" kata Bagus.
"Monster buaya dari zaman dulu selalu merusak desa kami, banyak rakyat kami yang mati di bunuh olehnya, sedangkan kami yang selamat sedang bersembunyi di tempat yang aman" ucap Linda dengan mata sayup.
Linda menceritakan semua yang telah dialami oleh penduduk peri bunga, waktu bercerita dia sangat ketakutan.
__ADS_1
Tapi Bagus menyuruh Linda untuk menghentikan ceritanya, karena dia tidak tega membuka masalalu pahit yang di alami bangsa Peri.
Bagus pun mengajak mereka bertiga untuk melanjutkan perjalanan, namun tidak untuk Chika dia sangat manja, karena dia ingin merapat di dekat bagus terus.
Chika mulai membuat alasan agar dirinya bisa beristirahat lebih lama lagi, teman-temannya menyuruh dia untuk berdiri karena perjalanan masih sangat jauh, wajahnya terlihat cemberut setelah dia di paksa melanjutkan perjalanan.
Chika menyuruh mereka bertiga untuk berjalan duluan, nanti dia akan menyusul dari belakang, Bagus yang sudah mengerti watak temanya dari kecil.
Dia pun tidak tega meninggalkannya sendiri di tempat ini, dia pun menghampiri Chika dan menggendongnya, wajah Chika menjadi merah seperti buah yang sudah matang.
Dia pun memberontak untuk segera menurunkan dirinya, tapi Bagus menolak dan mereka melanjutkan perjalan kembali.
Sudah 1 jam mereka berjalan mereka belum juga menemukan Kota atau Desa, jalan yang menjulang naik dan turun telah mereka lalui, langkah demi langkah membuat mereka di basahi keringat.
"Sampai kapan kamu mau mengendongku" tanya Chika dengan malu.
"Sampai kita semua menemukan Kota atau Desa" jawab bagus dengan santainya.
"Lihatlah keringatmu pada berjatuhan, cepat turunkan aku" ucap Chika dengan wajah cuek.
"Aku juga ingin di gendong seperti Chika" ucap Hariyati dengan raut wajah iri.
"Tidak boleh ada acara gendong mengendong" kata Chika dengan marah.
Chika mulai turun dan mulai berjalan lagi, akan tetapi mereka berdua masih iri kepada Linda, dari awal berpetualang sampai sekarang Linda masih ada di atas kepala dan bahu Bagus, pembicaraan para wanita membuat dia bingung ingin berkata apa.
Setelah berjalan 5 kilometer jauhnya di depan mereka terdapat sebuah jembatan yang sudah reot, kalau perjalanan mereka semua di teruskan jembatan itu mungkin akan putus, suara dari bawa tebing membuat bulu kuduk merinding.
Hembusan angin yang sangat kencang bertiup dari bawah tebing WHHUUSSSsss....., suara yang sangat nyaring menggema di sekitar tempat itu.
Bagus menyuruh Chika untuk berjalan dulu ke seberang dengan perlahan, setelah sampai di sana dia menyuruh menggunakan pedang kegelapan miliknya, agar mereka bisa berjalan bersama dengan selamat sampai ke seberang.
Namun Chika menolak, dia ingin menyeberang bersama Bagus sampai ke seberang, baru dia mau mengunakan jurusnya untuk Hariyati.
Karena Bagus menjelaskan kalau jembatan itu sudah reot, dan hanya bisa di lewati oleh satu orang, mungkin jembatan itu akan jatuh ketika di lalui kedua kalinya.
Kali ini Chika terlihat sangat manja sekali, kata-kata yang sudah di ucapkan tidak akan pernah dia rubah, sikapnya membuat Bagus cuma bisa geleng-geleng kepala.
Chika sangat senang juga terkejut mendengar kata-kata tuan yang baru saja di ucapkan.
Mereka semua heran setelah melihat sebuah pedang bisa berbicara, namun yang lebih terkejut lagi hariyati, ternyata pedang yang selama ini di cari oleh gurunya adalah pedang yang sangat hebat, pantas saja pedang itu banyak yang mencarinya.
"Kalian semua jangan kaget kalau aku bisa berbicara, karena aku ini bukan pedang sembarangan.
Sekarang aku akan berbicara pada intinya saja, Chika tancapkan aku ke Tanah dan kemudian kalian semua bisa lewat secara bersamaan" ucap pedang kegelapan.
"Aku tidak mau meninggalkanmu, kita kan sudah menjadi teman" jawab Chika dengan murung.
"Terima kasih Chika aku bangga kepadamu yang telah memperdulikanku, setelah kamu sampai di seberang panggilah namaku pedang kegelapan aku akan terbang ke arahmu" ucap pedang kegelapan.
"Benarkah.......tapi kamu harus berjanji ke padaku ya, jangan pernah meninggalkanku" kata Chika.
"Iya aku berjanji.
Untuk kamu pengawal cahaya kamu sangat kuat, seranganku bisa kamu kalahkan dengan serangan pedangmu yang sangat kuat" ucap pedang kegelapan.
"Pangil saja namaku Hariyati, apa benar aku ini sangat kuat???
aku tidak ingat apa-apa setelah aku di hajar habis-habisan oleh Monster Batu" jawab Hariyati.
"Sayang sekali kamu masih belum bisa menguasai kekuatannya yang tersembunyi" kata pedang kegelapan.
Tak lama mereka berbincang-bincang tiba-tiba munculah Monster Gajah dan Monster Siput, kehadiran mereka terlihat dari atas batu yang menjulang cukup tinggi.
Kedua Monster itu membuat mereka semua panik, baru tadi pagi sampai siang mereka bertempur melawan dua Monster yang sangat merepotkan, hingga tenaga mereka terkuras banyak.
Sekarang masih sore mereka harus melawan dua Monster lagi, burung-burung yang ada di sekitar batu pun berterbangan, hembusan angin pun berubah menjadi kencang sehingga membuat jembatan yang ada di depan mereka semua bergoyang-goyang, ketika Monster Gajah melompat tiba-tiba jembatan yang reot mau terputus.
Dengan cepat Chika mengeluarkan jurus pedang kegelapan dan menancapkan pedang kegelapan ke atas tanah, secepat itu pula jembatan yang sudah hampir putus bisa berhenti
Monster Siput melihat seseorang dari mereka menggunakan jurus menghentikan benda, dia pun menjadi tertarik dan Monster Siput pun turun dengan cara melompat dari atas batu.
__ADS_1
Monster Gajah pun terkejut melihat temanya Monster Siput turun tangan.
Mereka berdua berdebat satu sama lain untuk memperebutkan siapa yang akan bertarung duluan, tapi sebelum itu mereka berdua sudah sepakat untuk melawan mereka sampai ada yang mati.
Dengan tegas Monster Siput mengatakan, kalau gadis yang menancapkan sebuah pedang ke Tanah adalah makananya, karena dia merasa sangat lapar, sedangkan temannya hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Monster Siput melangkah maju perlahan lahan, kedua tanganya mengengam sebuah bayangan dan memakan jurus yang di keluarkan oleh pedang kegelapan milik Chika, sedang Monster Gajah cuma melihat dan mengamatinya, sontak saja pedang kegelapan menjadi panik setelah jurusnya di makan oleh Monster Siput.
"Teman-teman kalau seperti ini kekuatanku akan di makan habis olehnya, sebaiknya kalian semua cepat menyeberang sebelum energiku habis di makan olehnya" ucap pedang kegelapan.
"Kalian semua sebaiknya tunggu di sini aku yang akan melawannya" ucap Bagus dengan tenang.
"(( Bagus ayo kita tunjukan kekuatan kita berdua satria naga legendaris kepada mereka berdua ))" kata Satria Naga Legendaris dengan cukup yakin.
"Ternyata Satria Naga Legendaris yang telah menjadi legenda kini sedang berada di tubuh Bagus, tapi lawannya sangat berat dua lawan satu" pikir pedang kegelapan dalam hati.
Bagus melangkahkan kaki ke depan dan telapak tanganya mengeluarkan cahaya putih yang sangat kuat,bnamun Monster Siput masih saja terus memakan dengan lahapnya jurus yang di keluarkan pedang Chika.
Saat cahaya putih terpancar muncullah angin yang sangat kencang keluar dari tubuh Bagus, dengan cepat dia memukul Monster Siput sehingga lawanya terlempar menabrak batu yang sangat besar, terjadilah ledakan yang sangat besar DHUUARRRrrr......kejadian itu membuat Monster Gajah bersemangat untuk melawannya.
"Kalau tidak salah namamu itu Bagus ya, hebat juga kekuatan Satria Naga Legendaris yang ada di dalam tubuhmu, tapi kekuatanmu masih belum cukup untuk melawanku" kata Monster Gajah.
"Kamu jangan sombong dulu, apa benar kamu itu lebih kuat dari pada aku sekarang ayo kita buktikan" jawab Satria Naga Legendaris.
Mereka berdua cukup yakin untuk saling menunjukan kekuatannya siapa yang paling hebat di antara mereka berdua, tak berapa lama Monster Siput bangkit dari reruntuhan batu, dia bangkit dan mulai berdiri dengan tegap.
Dia melihat mereka berdua sedang bertarung, namun Bagus panik dengan serangan mendadak dari Monster Siput, kekhawatiran Bagus ternyata sudah di ketahui oleh Monster Siput, sehingga dia hanya duduk manis dan menonton mereka berdua dari kejahuan.
Sore hari udara terasa sangat tenang tapi tidak untuk hari ini, keteguhan hati untuk menunjukkan siapa yang terkuat diantara mereka berdua sedang berlangsung.
Pukulan mereka berdua pun saling bertemu saat tinju mereka bertemu terjadilah guncangan yang sangat hebat, gemuruh angin membuat pohon-pohon di sekitarnya banyak yang tumbang, dan Tanah pun menjadi pecah dan terangkat, tinju mereka pun masih saling beradu namun kekuatan mereka berdua masih seimbang.
Mereka berdua sedang bertatap mata sambil mempertahankan kekuatan di kepalan tangan mereka masing-masing.
"Kekuatanmu sangat hebat, apa cuma ini kekuatan yang kamu miliki Satria Naga Legendaris, ayo tunjukan kekuatanmu yang sesungguhnya kepadaku" teriak Monster Gajah.
"Baiklah akan aku tunjukkan kekuatanku kepadamu yang sesungguhnya" jawab Satria Naga Legendaris.
Monster Gajah terkejut setelah melihat rambut bagus berubah menjadi merah, kekuatan yang cukup besar meluap-luap, hingga membuat Monster Gajah terpental dengan aura merah yang sangat besar, Hariyati dan Chika pun kaget melihat rambut bagus berubah menjadi merah, apalagi aura merah yang keluar dari tubuhnya.
Linda pun sedang termenung melihat pertarungan Bagus yang sangat menajubkan, pancaran tenaga yang sangat besar membuat Monster Siput semakin suka dengan pertarungan ini, dia pun ingin ikut menyerangnya namun Monster Gajah menghentikan langkah kaki temanya, dengan tenang dia duduk kembali menuruti perkataan temannya.
Monster Gajah pun mengeluarkan seluruh kekuatannya, Tanah pun bergetar sangat kuat, namun Bagus malah tersenyum melihat Monster Gajah yang sedang mengeluarkan kekuatannya, saat mencapai puncak Monster Gajah pun tersenyum lebar.
Dia pun menyerang Bagus dengan kekuatan dan kecepatannya yang sangat besar, namun dia berhasil menangkis serangannya.pl
Pukulan dan tendangan bertubi-tubi berhasil di lancarkan, tapi serangannya itu berhasil di tangkis oleh Bagus, Monster Gajah mengeluarkan jurus membela diri menjadi 5, jurus yang sangat merepotkan ucapnya.
Dengan sangat cepat kelima Monster Gajah menyerang dengan membabi buta, serangan yang tidak seimbang membuat dia terkena pukulan dan tendangan bertubi-tubi sehingga tubuhnya terlempar ke batu yang berdiri kokoh.
Setelah benturan yang sangat keras membuat batu yang berdiri sangat kokoh menjadi hancur berkeping-keping, Hariyati yang melihat kejadian itu menjadi sangat marah.
Sedangkan Chika mengerti kalau temanya sangat menyukai dia, namun Chika tidak kehilangan cara untuk menghentikan langkah kaki temannya.
"Hariyati tunggu, aku ingin kamu bersabar saja dulu, ingat Bagus berpesan apa kepada kita berdua, sebetulnya aku juga ingin membunuh Monster itu dengan pedangku" ucap Chika dengan sangat marah.
"Aku takut kalau dia sampai terluka, sebagai pengawal Satria Naga Legendaris aku harus rela kehilangan nyawa demi keselamatannya" jawab Hariyati dengan pandangan sedih.
"Aku katakan kamu jangan gegabah karena aku sudah mengenal dirinya dari kecil, jadi kamu harus bersabar mengerti" ucap Chika dengan tatapan serius.
Dengan penjelasan yang cukup singkat Hariyati pun menghentikan langkahnya, kesenangan Monster Gajah masih belum puas dia mengeluarkan bola merah yang sangat besar, kemudian bola itu di lempar ke arahnya.
Guncangan yang sangat kuat keluar setelah bola merah melesat menghampiri lawanya, kejadian itu membuat Chika dan Hariyati menjadi merasa panik.
Bola merah itu menghancurkan apa saja yang di lewatinya, pohon yang sangat besar pun hancur setelah tertabrak bola merah, saat bola merah mengenai tempat di mana Bagus terlempar tiba-tiba terdengar suara teriakan.
HENTIKAN........Dari mulut hariyati dan Chika.
Monster Gajah pun melihat ke arah mereka berdua dengan tertawa yang sangat keras.
"HAHahahaha.......lihatlah teman kalian Satria Naga Legendaris akan mati di tanganku, sebentar lagi giliran kalian para pengawalnya.
__ADS_1
Tinggu saja waktu bermain kalian berdua tiba" ucap Monster Gajah dengan raut wajah sinis.