
Darah segar mulai menyembur keluar dan membasahi Tubuh Monster, Sehingga Monster Nyamuk berhenti bergerak.
Kejadian itu membuat Kedua Monster yang lain menjadi sangat waspada, Hariyati merasa sangat kaget dengan Kedua Monster yang lainya, Mereka Berdua malah terlihat sedang siaga, karena Mereka Berdua sedang hinggap didepan Pohon yang sangat besar.
Mereka Berdua mulai kehilangan akal dengan apa yang sedang terjadi, kenapa Kedua Monster yang lainnya tidak berani menyerangnya, apalagi mendekat dengan sangat dekat, tetapi disaat yang sama Monster Bayangan mengatakan Tolong pakailah Aku Nona.
Tanpa berpikir panjang, Niken mulai memakai kekuatan Monster Bayangan seperti perintahnya.
"Wahai Monster Bayangan pinjamkanlah kekuatanmu kepadaku dan bersatulah dalam Tubuhku" ucap Niken dengan sangat keras.
Kata-kata yang niken ucapkan membuat Kedua Monster itu menjadi terkejut, tidak lama aura Hitam mulai membungkus Tubuh Niken, dengan seketika itu pula Tubuhnya terlihat sangat berbeda.
Walau sudah berubah Kedua Monster itu tidak bergeming dari tempatnya, mungkin Mereka Berdua pikir itu adalah jebakan, menangapi semua itu Niken cuma tersenyum, walau hanya sedikit kecewa dengan Kedua Monster itu.
"Nona Tolong anda maju ke depan dan jauhi Pohon besar, karena Kedua Monster itu tidak akan menyerang kalau Nona berdiri didekat Pohon" ucap Monster Bayangan.
"Betul juga apa yang Kamu maksut, Mereka Berdua merasa sangat takut dan tidak akan berani menyerang, kalau Aku masih berdiri disini, Hariyati tolong Kamu tetap disana dan tolong jaga Bola Cahaya itu agar tetap menyala" pinta Niken kepada Temannya.
"Apa Kamu sudah memiliki sebuah ide....." Ucap Hariyati dengan sangat penasaran.
"Aku tidak punya ide, Tapi Temanku yang mempunyai ide" jawab Niken dengan sangat pasti.
"Maksut Kamu Monster Bayangan" kata Hariyati.
Sambil tersenyum Niken menunjukkan jari jempolnya ke pada Temannya, dengan perlahan-lahan Niken melangkah maju ke depan, dengan tatapan tajam Dia melihat Kedua Monster Nyamuk, setelah Dia jauh dari Pohon entah kenapa Kedua Monster itu tidak berani menyerangnya.
__ADS_1
Kedua Monster itu menjadi diam dan tidak bergerak satu senti pun, walau ditunggu selama 10 menit, tetapi Kedua Monster itu tidak kunjung bergerak dan menyerangnya, kondisi itu membuat Niken menjadi semakin kesal, dengan sangat emosi Niken memancing dengan kata-kata. agar Mereka Berdua turun dan menyerang Dirinya.
Tidak lama Niken pun mendapatkan ide cemerlang, Dia menyuruh Temannya untuk meredupkan Bola Cahaya yang Dia buat, tanpa berkata satu patah kata pun, Hariyati langsung menuruti perintah Temannya.
Setelah Bola Cahaya meredup perlahan-lahan, tempat yang diterangi hanya area sekitarnya saja, namun Kedua Monster itu masih tidak berani untuk menyerang, namun Niken cuma tersenyum sangat lebar.
Dia mengucapkan kata-kata selamat tinggal kepada Monster bodoh. Setelah mengucapkan itu Niken menggunakan Jurus jarum Bayangan, tidak berlangsung lama terdengar Suara teriakan Monster KRITTTTTTTT tttt.........
walaupun tidak begitu keras, kejadian itu membuat Hariyati menjadi sangat penasaran, apa benar Kedua Monster itu sudah berhasil dikalahkan, dengan rasa penasaran Hariyati memperbesar Bola Cahaya, Sehingga area yang agak terang menjadi sangat terang.
Disana terlihat Kedua Monster sedang terbaring diatas Tanah dengan luka tusukan didadanya, Niken kembali ke bentuk semula dan tersenyum kepada Temannya agar melanjutkan perjalanan.
Mereka Berdua mulai melanjutkan perjalanan masuk ke dalam Goa, Mereka Berdua berharap menemukan Hewan untuk diburu.
Semakin masuk ke dalam Udara didalam Goa terasa sangat dingin dan pengap, selama perjalanan Mereka Berdua tidak menemukan tanda-tanda kehidupan, namun tidak lama langkah Mereka Berdua terhenti oleh Suara tangisan seorang Anak, walau Suara itu terdengar samar.
Niken mendekati Lubang tersebut, sebuah Lubang yang dihimpit oleh Batu besar, dengan sabar Dia memegang Batu besar itu dan memejamkan matanya, Dia berucap sepatah kata Batu berikan Aku jalan.
Tidak berapa lama, Batu besar itu bergeser dan lubang kecil itu mulai melebar, Sehingga Lubang itu bisa dimasuki oleh Mereka Berdua, ketika Cahaya menerangi Lubang, disana terlihat Dua orang Anak Kecil.
Mereka Berdua sangat ketakutan sekali dengan kehadiran Hariyati dan Niken, Dia berpikir yang datang adalah Monster Nyamuk yang akan menangkapnya.
"Kalian Berdua jangan takut kepada Kami, karena Kami Berdua ini Manusia dan bukanlah Monster" ucap Hariyati dengan cara menenangkan.
Tetapi kata-kata Hariyati tidak dihiraukan oleh Kedua anak Kecil yang sedang ketakutan, namun setelah Niken mengucapkan kata-kata Satria Naga Legendris, Kedua anak itu pun menjadi terdiam dan melihat ke arah Mereka Berdua.
__ADS_1
Anak itu mengatakan apa itu benar Kalian Berdua pengawal Satria Naga, Hariyati dan Niken pun mulai tersenyum, setelah melihat Kedua senyuman Mereka, anak Kecil itu mulai percaya kepadanya, Sehingga Kedua anak itu sudah mulai tenang.
Mereka menceritakan kenapa Mereka Berdua bisa bersembunyi didalam lorong Batu, Desa Mereka sedang diserang oleh segerombolan Monster Nyamuk, Mereka Berdua berkata kalau Raja Nyamuk sangatlah besar dan kuat, Mereka menyandra dan meminta tumbal anak kecil untuk Mereka makan hidup-hidup.
Mereka Berdua berhasil lolos dari Para Monster karena, Mereka dibantu oleh Kakak Mereka, Gadis kecil itu berkata sambil menangis tersedu-sedu, karena Kakaknya sudah meninggal Dunia dimakan Monster. Karena kakaknya tidak ingin Kedua adiknya dijadikan sebagai tumbal.
Sebelum adiknya melarikan Diri, Dia berpesan untuk mencari Satria Naga Legendris untuk meminta tolong, selamatkan desanya dari Para Monster.
Tapi Mereka malah terjebak didalam Goa, karena pintu keluarnya dijaga oleh 4 Monster, dari pada Mereka Berdua mati konyol sang Kakak berinisiatif untuk sembunyi didalam lorong Goa, sampai pintu keluar benar-benar aman untuk dilewati.
Mereka Berdua berkata Kami sudah terjebak disini sudah 2 hari, Kami juga belum makan sama sekali, sekarang Kami Berdua sangat lapar. mendengar kata-katanya Hariyati menjadi sangat sedih, Dia mengatakan kalau Dia dan Temannya akan menyelamatkan Desanya dari Para Monster.
Niken mulai mengeluarkan Semua senack dan roti yang Dia bawa, Dia memberikan Semua cemilan itu untuk Mereka Berdua makan, Mereka Berdua mulai makan dengan sangat lahapnya, seperti tidak pernah terjadi apa-apa pada keduanya.
"Terimakasih makanannya Kakak, namaku Sri" ucap Sri dengan sangat senang sekali.
"Namaku Danu, tolong selamatkan Desaku Kakak" kata Danu sambil memohon.
"Namaku Niken dan Dia Temanku namanya Hariyati, Kalian Berdua sekarang antar Kami ke Desa Kalian" jawab Niken sambil tersenyum Kecil.
Kedua anak itu mulai tersenyum dan menganggukkan Kepalanya, Mereka mulai berjalan menyusuri Goa, diujung Goa terlihat ada Cahaya yang sedang bersinar terang, Kedua anak itu mulai mempercepat jalanya, agar Dia bisa bertemu dengan Kedua orang tuanya.
Setelah Mereka Semua keluar dari Goa, Niken dan Hariyati menjadi sangat terkejut sekali, dengan adanya sebuah Desa terpencil yang dihimpit gunung, Desa yang ada didalam gunung tidaklah besar, tetapi disana terlihat tebing yang sangat tinggi dan curam.
Kenapa Para Penduduk Desa tidak terlihat satu pun yang sedang berkeliaran diluar, ataupun dihalaman yang sedang berlalu-lalang, Mungkin Para Penduduk sudah dimakan Semuanya, ataukah Mereka Semua bersembunyi didalam Rumah pikir Niken.
__ADS_1
Sri dan Danu berlari ke arah barat, Mereka menghampiri sebuah Rumah yang cukup besar, ketika pintu diketuk berulang-ulang kali. Namum tetap saja tidak ada jawaban, ataupun tanda kalau didalam Rumah sedang ada seseorang, Sri mulai berteriak memangil-mangil Ayah dan Ibunya dengan sangat keras.