Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
BATAS KEKUATAN


__ADS_3

Dinda tersenyum setelah melihat tingkah laku para Monster itu, dia menyuruh mereka semua untuk maju, karena Dinda tidak ingin membuang-buang waktu yang sangat berharga.


"Kalian semua akan menjadi tumbal untuk senjataku, serta bergembiralah karena kalian semua akan menjadi bagian dari diriku" ucap Dinda sambil tersenyum lebar.


"Apa kamu bilang kami semua akan menjadi tumbal untuk senjatamu, kamu jangan berharap kalau kamu akan keluar dari tempat ini hidup-hidup"


"Iya kamu jangan meremehkan kami semua, karena kami adalah Monster yang tidak akan pernah tunduk kepada siapapun"


"Hoooo......menarik sekali ucapanmu, coba buktikan kalau kalian bisa lepas dari senjataku" ucap Dinda dengan sangat sombongnya.


"Kamu akan menyesal setelah Kami semua akan membunuhmu"


"Iya aku juga tidak akan mengampunimu, akan aku ***** tubuh dan darahmu sampai ke tulang"


"Coba saja buktikan jangan banyak bicara, apa kalian sampah atau tidak" ucap Dinda.


Perkataan Dinda membuat semua Monster yang ada disana menjadi sangat marah, semua para Monster menyerangnya.


Banyak Monster yang sedang berlari dengan sangat cepat, karena mereka berlomba-lomba untuk membunuhnya.


Dinda berlari dengan sangat cepat sambil mengayun-ayunkan Pedang kehancuran, di sana banyak tubuh para Monster yang terpotong-potong, dengan sangat mudah, dia menghabisi nyawa para Monster dengan sangat cepat, akan tetapi masih banyak diantara mereka yang masih ingin membunuhnya.


Sebagian para Monster melarikan diri, karena sebagian besar dari mereka sangat ketakutan dengan kehebatan Gadis yang bernama Dinda, akan tetapi Dinda masih mengayun-ayunkan Pedang Kehancuran dengan wajah yang haus darah.


Satu ayunan 10 Monster tubuhnya terpotong-potong menjadi banyak, akan tetapi di antara mereka terlihat ada Monster yang sedang membawa Pedang yang sangat besar dan berwarna merah, tubuh Monster itu sangatlah besar, akan tetapi kehadirannya tidak membuat Dinda bergeming.

__ADS_1


Dia berlari ke arah Monster yang bertubuh sangat besar dengan sangat cepat, ketika sudah sangat dekat dia mengayunkan Pedangnya, Dinda pun menjadi sangat terkejut karena sayatan pedang Kehancuran berhasil di tahan dengan sangat mudah.


Banyak Monster yang lain ikut menyerang Dinda dengan sangat kompak, kali ini dia merasa kewalahan melawan semua Monster yang ada di sana.


Dengan sangat terpaksa Dinda mengeluarkan jurus penghancur jiwa.


Ketika jurus itu di keluarkan terjadilah guncangan yang sangat besar, guncangan yang sangat hebat membuat para Monster jatuh ke tanah, ada juga yang masih berdiri untuk mempertahankan tubuhnya.


Pedang itu mengeluarkan sinar putih saat pedang itu di tancapkan ke Tanah, sinar putih itu berhasil membunuh banyak Monster, tetapi Monster besar bersenjata pedang merah besar masih bisa bertahan hidup.


Kali ini jurus Dinda dapat di kalahkan dengan sangat mudah, tidak lama sebuah pedang merah besar mengayun ke arahnya, dengan sigap dia menahan dengan pedang kehancuran, akan tetapi Dinda kalah dalam segi kekuatan, tidak lama tubuhnya terhempas melayang tinggi ke atas Langit.


Dada Dinda pun terluka cukup parah, lukanya mengeluarkan darah segar yang sangat banyak, kali ini pedang besar itu mengarah kepadanya dengan sangat cepat, ketika pedang itu hampir mengenai tubuhnya, tiba-tiba sebuah tangan memegang pedang itu dengan tangan kirinya.


Dinda menjadi sangat kaget, yang menolong dirinya adalah seorang anak Manusia, laki-laki itu membuat Monster bertubuh besar sangat marah, dia mengayunkan pedangnya akan tetapi tidak bisa, dia sempat berpikir tubuh yang sangat kecil bisa menahan pedang besar miliknya.


"Apa kamu baik-baik saja tuanku, perkenalkan namaku Dino aku anak yang diciptakan oleh Raja Naga Kegelapan" kata Dino.


"Baguslah karena kedatangan dirimu membuatku bisa menyerap tubuh semua Monster yang ada disini, wahai pedang kehancuran seraplah semua tubuh Monster yang ada di tempat ini" teriak Dinda dengan sangat keras.


Tidak berselang lama pedang kehancuran mengeluarkan sinar berwarna merah, setelah sinar itu menyebar ke seluruh pulau, tubuh Monster yang terkena cahaya itu dengan cepat berubah menjadi bola berwarna merah.


Bola berwarna merah itu bisa di sebut sebagai bola energi kehidupan, bola kehidupan mulai berkumpul perlahan-lahan, ketika bola kehidupan mendekat pedang kehancuran menyerap semuanya tanpa ada yang tersisa.


Sementara di tempat Yuyun, dia masih bertarung melawan Monster Burung Api, karena di anggap remeh Monster itu mengeluarkan jurus kobaran Api.

__ADS_1


Sebuah api merah menyerang seperti gelombang sunami, tidak lama Tubuh Yuyun pun terkena terjangan kobaran Api yang sangat besar, kali ini tubuhnya mengalami luka bakar, dengan sangat cepat Monster Burung Api melancarkan sebuah pukulan tepat mengenai tubuhnya, karena pukulan itu terlalu kuat tubuh Yuyun pun melesat dengan sangat cepat membentur dinding pembatas, hingga terdengar suara Dhummmmm.............kepulan debu hitam menutupi lokasi benturan.


Tidak cukup sampai di sana dia pun menyerang Hariyati yang sedang menyembuhkan tubuh Bagus, tetapi Hariyati dengan sangat cepat dan sigap menghindarinya, tiba-tiba Niken melancarkan pukulan tepat ke arah wajah sang Monster, kali ini tubuh Monster itu tubuhnya bergeser sejauh 10 meter.


Tidak berhenti sampai di sana Niken menembakkan Cahaya Laser super, dengan sangat cepat Cahaya Laser Super menerjang tubuh Monster Burung Api.


Terjangan itu membuat tanah ikut hancur, sedangkan dari arah berlawanan Hariyati juga ikut melancarkan jurus 1000 pisau cahaya.


Jurus pisau Cahaya dengan sangat cepat menerjang tubuh Monster itu, dia pun terkena serangan jurus dari kedua sisi.


Getaran dan terjangan menghancurkan area sekitar, para perajurit hanya melihat pertarungan mereka dari atas tembok pembatas.


Ledakan yang sangat kuat pun terdengar DHUUARRRrrr........ hingga membuat para perajurit itu merasa sangat panik, tidak lama para perajurit itu pun pergi dari tempat itu, sebelum mereka terkena serangan dan akan mati konyol.


Ledakan yang sangat hebat masih terus berlanjut, karena Cahaya Laser Super dan 1000 Pisau Cahaya terus menerjang tubuh Monster Burung Api.


Kali ini kerusakan yang terjadi sangatlah besar sekali, akan tetapi kerusakan itu tidak membuat mereka menghentikan serangan, karena serangan jurus mereka masih terus dikeluarkan.


Mata Niken mulai terlihat sedikit sayup, serta nafasnya terlihat terengah-engah, begitu pun kondisi Hariyati tidak jauh berbeda dari Niken.


Ketika tenaga mereka telah mencapai batasnya Niken juga menghentikan jurus Cahaya Laser Super, sedangkan jurus pisau cahaya juga sudah mencapai 1000 tembakkan.


Ledakan yang sangat besar membuat kepulan asap hitam menjadi semakin tebal dan pekat, di tempat Monster Burung Api berada terjadi keanehan, di sana terlihat ada kepulan Api yang membarengi asap hitam.


Mereka semua terlihat sangat panik dengan kondisi yang akan mereka alami setelah ini, karena ada pancaran energi yang tidak biasa menyelimutinya, ketika asap hitam menghilang disana terlihat sosok Monster yang sangat berbeda dari yang sebelumnya.

__ADS_1


Monster itu telah menjadi Iblis kekacauan, iblis tingkat tinggi yang sulit untuk di bunuh ataupun dikalahkan dengan sangat mudah.


__ADS_2