Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
TUJUAN KE NEGERI CAHAYA


__ADS_3

Didalam Tubuhku terlihat sebuah perlawanan antara Aku dengan Sugiyono, namun Pukulan dan tendangannya dengan sangat mudah dihindari oleh Sugiyono, sedangkan Chika, Hariyati dan Niken sedang berusaha membuka Tiga rantai, sebuah segel yang membelenggu Tubuh Satria Naga.


Namun usaha Mereka Semua gagal, karena setiap kali rantai dipegang. Mereka Bertiga langsung terpental jatuh kebelakang, sedangkan Aku tidak berdaya melawan sisi lain dari Diriku, Sugiyono membalas Pukulan dan tendangan Sehingga Aku jatuh tersungkur.


"Hei Bagus mustahil bagimu untuk melawanku, karena tanpa Dia Kamu tidak bisa berbuat apa-apa. Sedangkan untuk Kalian Bertiga, tidak ada gunanya Kalian membebaskan Satria Naga, dari rantai yang telah membelenggunya, karena kekuatan Kalian Bertiga tidak akan aktif ditempat ini, karena tempat ini adalah tempatku" ucap Sugiyono sedang menjelaskan.


"Hei Gara-gara Kamu Bagus hampir celaka" teriak Chika dengan sangat Marah.


"Kalau Kamu bukan sisi lainya Bagus, akan Aku hajar Kamu sampai Aku merasa sangat puas" kata Niken sedang bersemangat.


Sugiyono mulai Marah, karena merasa Dirinya direndahkan oleh Mereka berempat, Dia pun mengibaskan tanganya Sehingga Mereka Berempat terpental, sedangkan Satria Naga sedang mengatakan sesuatu yang membuat Sugiyono tersenyum.


Lepaskanlah Mereka Semua, yang sudah Kamu incar itu adalah Aku ucap Satria Naga.


"Karena Kamu sangat lemah dan karena Kamu tidak bisa melindunginya, jadi Kamu harus merasakan hukumanku" jawab Sugiyono.


Tiba-tiba Tubuh Satria Naga berteriak kesakitan, karena Ketiga rantai itu mengeluarkan aliran Listrik yang sangat kuat, akan tetapi tidak berhenti sampai disana, Sugiyono mulai berjalan ke arahku, Dia melancarkan Pukulannya.


Tetapi Pukulan itu berhenti karena terhalang Bola Api berukuran Kecil, dengan sangat jengkel Sugiyono menghancurkan Bola Api berukuran Kecil, tetapi Bola Api itu tidak mau hilang dari pandangannya.


Sebuah Pukulan dari tongkat Sihir berhasil memukul mundur Sugiyono.


Disana terlihat sesosok Gadis dengan Tubuh mengeluarkan Cahaya Merah, Dia mulai mengayunkan tongkat Sihirnya ke arah Sugiyono, Sehingga Dia terpental jatuh tersungkur.


Aku hanya bisa diam terpukau dengan sosok Miya yang hadir didepanku, Miya terlihat sangat Cantik sekali dan sangat menawan, Dia mendekatiku dan mengatakan sesuatu yang membuat Mereka bertiga semakin bersemangat.


"Kakak Bagus Terimakasih sudah menyelamatkan nyawaku, dan juga Terimakasih sudah memberi Ciuman penyembuhan, kali ini Aku berharap Kamu mau menjadi suamiku, kekuatan pengawal Elemen Api didalam Diriku telah bangkit seutuhnya, karena Ciuman kasih sayang dariku untukmu" ucap Miya dengan nada manja.

__ADS_1


Kali ini Aku mendengar kata-kata itu sedang keluar dari mulut Miya, Aku pun hanya menunduk dengan Wajah Memerah, namun Aku dan yang lainya merasa kaget sekali, kenapa Miya bisa berbicara padahal Dia Gadis bisu.


Sementara itu Miya hanya tersenyum Kecil Sehingga pipinya Mulai berwarna Merah.


"Pita Suaraku sudah sembuh, berkat pengobatan kasih sayang Darimu Kakak, dan lagi Aku sudah menjadi pengawal Satria Naga Elemen Api" ucap Miya dengan sangat senang.


"Kenapa Kamu bisa menggunakan kekuatanmu disini, sedangkan Kami Bertiga saja tidak bisa mengeluarkan kekuatan" tanya Chika dengan sangat heran.


"Tadi Aku menggunakan sedikit kekuatan, akan tetapi kekuatanku langsung tersedot habis dan Tubuhku menjadi dingin seperti Es" kata Hariyati sedikit heran.


"Apa yang Kamu lakukan, padahal Kamu mendapatkan kekuatan itu tidak lama seperti Kami Bertiga" ucap Niken dengan sangat serius.


"Kalian Berdua masuk ke sini dengan cara, menempelkan Tangan kanan kalian didada Bagus kan, kalau Aku masuk kesini dengan cara yang sangat berbeda sekali, Aku mencium mulut Kakak Bagus dengan penuh perasaan, Sehingga Ciuman itu telah membangkitkan kekuatan sejati dari pengawal Elemen Api" jawab Miya dengan terperinci.


"Jadi begitu ya........ Aku juga bisa, sayang ayo Cium Aku" kata Chika.


Dengan sekali ketuk Ketiga rantai itu terputus 2, sedangkan rantai yang satunya melakukan penolakan, disaat Chika berhasil menciumku serta Niken juga ikut menyusul, Mereka Berdua mulai mencium bibirku.


Akan tetapi tidak terjadi apa-apa, Chika dan Niken menjadi sangat heran, kenapa hanya Miya yang bisa menunjukkan kekuatan sejatinya dan tidak untuk Mereka Berdua.


"Sosokmu itu seperti Gadis Api abadi, sosok Gadis yang bisa membakar segalanya sampai habis" ucap Satria Naga.


"Aku bukan Gadis Api abadi, akan tapi Aku hanyalah Gadis biasa yang bernama Miya" jawab Miya.


Mendengar kata-katanya Satria Naga pun hanya bisa tersenyum kepada Miya, dari arah belakang Sugiyono mendekati Miya dan mengatakan sesuatu, kalau Miya bersedia menjadi istrinya, Dia akan membebaskan Satria Naga dan Dia juga akan membantu Bagus.


Namun Miya menolak tawarannya dan memilih akan menikah denganku bukan dengannya ucapnya.

__ADS_1


Dengan sangat menyesal Sugiyono mulai pergi dari tempat itu, namun sebelum Dia pergi Sugiyono menyampaikan salam cinta, Dia tidak akan melepas Gadis yang sudah Dia cintai, dengan perasaan Marah Miya menembakkan Bola Api ke arah Sugiyono, namun Dia keburu hilang dari pandangan matanya.


Dengan Wajah yang sangat kesal, Niken dan Chika sempat bertanya.


Kenapa Mereka Berdua tidak bisa bangkit, Miya pun menjawab mungkin yang Kamu Cium bukan Tubuhnya tapi hanya jiwanya yang Kalian Cium, makanya kekuatan Kalian tidak bisa bangkit sepenuhnya.


Setelah mendengar penjelasan dari Miya. Chika dan Niken merasa sangat kesal dan juga merasa senang, karena bisa mencium orang yang Mereka cintai, Kami Semua mulai mendekati Tubuh Satria Naga yang sedang terbelenggu, Dia berpesan kepada Kami Semua untuk membawanya ke Negeri Cahaya.


Tempat asal Satria Naga dilahirkan dan diciptakan untuk menjaga keseimbangan Dunia. Dengan sangat penasaran Aku pun mulai bertanya kepadanya, ada dimana tempat Negeri Cahaya yang telah Kamu bicarakan.


"Kalian masuk saja ke benteng Negeri Cahaya yang telah hancur, posisi bangunan itu berada disamping Negeri Kegelapan, Putri Linda mengetahui lokasi dimana Negeri Cahaya itu berada, tetapi Kalian Semua harus berhati-hati. Karena Negeri itu dijaga oleh Dua penjaga yang sangat kuat" ucap Satria Naga.


Dengan penuh semangat Kami Semua sudah menentukan tujuan selanjutnya, tidak lama Tubuh Kami Semua menjadi Bola Cahaya dan menghilang.


Kepala Desa, dokter dan Kedua Anak Kecil itu masih menunggu Kami Semua kembali dengan selamat, tidak berselang lama Kami Semua mulai tersadar dan terbangun, sedangkan Aku melihat kekana dan kekiri kelihatanya ada yang kurang.


Niken, Chika dan Hariyati mencari dimana Miya berada namun tidak juga ketemu.


Tiba-tiba dihadapanku muncullah Cahaya Putih yang cukup menyilaukan mata, Aku merasa kaget setelah melihat Miya duduk dipangkuanku, kali ini Dia hanya tersenyum dan mengedipkan matanya.


"Kakak Bagus karena nyawaku sudah Kakak tolong, jadi seluruh hidupku hanya untuk melayanimu, jadi Kakak Bagus boleh melakukan apa pun kepadaku, dengan senang hati Aku akan menerimanya" ucap Miya dengan sangat entengnya.


"Oiiii....tunggu Miya, Kamu ngomong apa sih, Kamu itu masih Kecil jadi dilarang bicara seperti itu" kata Chika melarangnya.


"Aku bukan Anak Kecil, umurku sudah 16 Tahun apa Kamu sudah mengerti, tetapi Kakak Bagus lebih memilihku, Dia tadi mencium bibirku selama 15 menit, sayangnya Aku tidak mengetahui dengan mata kepalaku sendiri, kalau Aku tahu pasti Aku balas ciumanya dengan senang hati" jawab Miya sambil malu-malu.


"Itu bukan Ciuman tapi pertolongan pertama pada Kematian" ucap Chika sedikit sewot.

__ADS_1


__ADS_2