
Dalam pikirannya hanya berubah ke Level yang lebih tinggi, namun energi yang Dia miliki masih sangatlah kurang, Dia melihat ke arah sekitarnya apakah ada sesosok Monster yang bisa Dia makan untuk nenambah energinya dengan cepat.
Kali ini Mata Monster Singa merasa sangat senang, setelah melihat ada seekor Monster Katak ditempat ini, mungkin Dia bisa menambah energinya dan berubah ke Level berikutnya.
Kami Semua tidak mengetahui pikiran liciknya, Mereka bertiga mulai siaga untuk menyerangnya. Putri yang mengamati pertempuran Mereka merasa heran apa Teman-temannya bisa mengalahkan Dia.
"Apa cuma ini kekuatan Kalian Semua, kekuatan Kalian tidak akan bisa membunuhku" ucap Monster Singa dengan bangganya.
"Lihatlah Tubuhmu sudah terluka cukup parah, Kamu masih bisa berkata begitu dasar Monster bloon" jawab Chika sedang menjelaskan.
"Kalian Semua majulah dan bunuhlah Aku kalau Kalian bisa, akan Aku tunjukkan kekuatanku yang sebenarnya kepada Kalian" ucap Monster Singa sedang menantang.
"Biar Aku saja yang akan membunuhmu" kata Niken sambil menawarkan Diri.
Dari mulut Linda terlontar kata-kata yang membuat Monster itu sedikit panik.
"Teman-teman berhati-hati kalau menghadapinya, firasatku mengatakan kalau Dia sedang memikirkan sesuatu, karena Dia bisa membaut Kita Semua terpojok" kata Linda dengan sangat waspada.
"Berisik..........Kamu hanyalah Gadis pengawal yang tidak memiliki Kekuatan, apa Kamu takut melihat Semua Temanmu Aku kalahkan" Jawa Monster Singa.
"( Tunggu Aku merasakan kalau Dia itu bukan Gadis biasa, apa ini cuma firasatku saja, dari auranya jauh berbeda dari pengawal Satria Naga. Aura yang sangat halus namun berbeda ) Kalian Semua ayo maju serang Aku kalau Kalian mampu" teriak Monster Singa.
"Linda Kamu tenang saja, Aku akan membunuh Monster itu dengan Tanganku" ucap Chika.
Perkataan Chika membuat Linda sedikit lega, namun perasaan yang menganjal dari dalam hatinya masih tetap ada, sedangkan Miya juga tidak bisa bertarung sama seperti Dirinya. Namun Dia percaya kepada Teman-temannya, kalau Mereka Semua bisa mengalahkan Lawannya, dan menyelamatkan Dimensi Cahaya dari Kehancuran.
__ADS_1
Kali ini Waktu terus berjalan, namun Monster Singa masih belum melakukan penyerangan, Tubuh yang penuh dengan luka-luka, serta Ekor dan kaki belakang sebelah kanannya putus, luka yang dialaminaya tidak membuat Monster Singa gentar untuk melawan.
Sementara di Kota Suni yang sangat besar, disana banyak Para Penduduk yang sedang melakukan aktifitas seperti biasanya, Mereka berjualan kebutuhan makanan, pakaian serta perlengkapan bertempur dan hiburan.
Di tengah keramaian ada seorang Gadis yang sedang membuat sesuatu, namun Gadis itu dikucilkan dan dihina oleh Para Penduduk sekitar, lontaran kata-kata yang keluar sangat menyakitkan hati.
"Hei Kamu........kalau membuat sampah jangan disini, sampah yang Kamu buat terlihat sangat besar, serta membuat pemandangan sekitar menjadi tidak enak dilihat oleh mata"
Begitulah lontaran kata yang keluar dari mulut Para Penduduk, namun Gadis itu membalasnya dengan senyuman, Sehingga Para Penduduk pergi menjauh darinya.
"Sudah 3 Bulan Aku menciptakan alat ini, tinggal sedikit lagi selesai" katanya sangat pelan Gadis dekil.
Badan yang sangat kotor dan baju yang terlihat sangat dekil, membuat Dia dijauhi dan dihina oleh Para Penduduk. Namun Dia hanya membalas hinaan dengan senyuman, Sehingga Para Penduduk Kota pergi meningalkanya.
Tidak lama Dia masuk ke dalam sebuah benda yang Dia buat, untuk melihat kondisi dalamnya, Dia sangat puas dengan sebuah benda ciptaanya.
Namun nasib yang dialami oleh musuhnya jauh berbeda, terlihat dari raut Wajahnya dan senyumannya, Dia menyembunyikan sesuatu yang bisa di bilang kalau itu adalah rencana besar baginya.
Saat Chika dan Teman-temannya melancarkan serangan secara bersamaan, seketika itu pula kakinya diangkat tinggi-tinggi, dengan sangat cepat Kedua kakinya dihempaskan ke Tanah, dengan tekanan yang sangat kuat.
Tanah yang menjadi pijakan itu mulai hancur dan berhamburan kemana-mana, serangan itu membuat Chika dan Hariyati terpental jatuh ke Tanah, namun yang masih bertahan disana hanyalah Niken.
Kedua Tangan Suci Penghancur berhasil mencengkram Tanah dengan sangat kuat, Sehingga Dia bisa bertahan dengan posisi agak membungkuk, namun kesempatan itu digunakan oleh Monster Singa, Dia mulai berlari ke arah Monster Katak.
Sontak saja Monster Katak menjadi sangat kaget, Dia sangat ketakutan pada Lawan yang ada dihadapannya.
__ADS_1
Kecepatan yang sulit untuk dijelaskan bagi Monster rendahan, seperti kebanyakan Monster pada umumnya. Keringat dingin mulai bercucuran membasahi Wajahnya, disamping itu Sintia juga merasa bingung, dengan Monster yang ada dihadapannya.
"Kamu akan menjadi makananku, dan Kamu juga akan menjadi bagian dari Tubuhku, Kalian Berdua bersiap-siaplah bersatu denganku" ucap Monster Singa sambil meneteskan Air liur.
"Apa kau ingin memakan Monster rendahan seperti Aku, walau Kamu memakanku Kamu tidak akan bisa bertambah kuat" jawab Monster Katak terlihat sangat ketakutan.
"Apa Kamu yakin akan hal itu.....lihatlah Gadis yang ada disebelahmu, Dia memiliki jiwa yang sangat Bagus, dan jiwa itu sama seperti jiwa pengawal Satria Naga. Kalau Aku memakan Dia maka kekuatanku akan bertambah sangat besar" ucap Monster Singa dengan sangat senang.
"Apa betul Aku ini bisa menjadi pengawal Satria Naga" tanya Sintia merasa sangat senang.
"Ya Kamu bisa menjadi pengawal Satria Naga sama seperti Mereka Semua, karena auramu sama seperti Kelima Gadis yang ada disana, namun Kamu jangan senang dulu karena Kamu tidak akan bisa bergabung dengan Mereka, karena Aku akan memakanmu sekarang juga" jawab Monster Singa sambil mendekat.
Terlihat sangat jelas Wajah Sintia merasa sangat senang, namun nasibnya berkata lain. Mulut yang sangat besar dengan taring dan gigi yang sangat runcing, disertai Air liur yang menetes mengenai Wajah Sintia.
Nafas yang keluar dari hidungnya membuat bulu kuduknya berdiri, tidak lama Mulutnya terbuka dengan sangat lebar, Dia bersiap akan memangsanya. Sontak saja Monster Katak mendorong Tubuh Sintia, Sehingga Tubuhnya terjatuh ke Tanah.
Namun Sintia merasa kaget, kenapa Temannya sampai mendorongnya Hingga Dia terjatuh ke Tanah, Tubuh Monster Katak mulai dimakan setengahnya, namun Sintia tidak tahu kalau itu ajal dari Teman dekatnya.
Darah segar mulai menetes ke Wajah Sintia, Sehingga terlihat sangat jelas kalau Sintia seperti menangis Darah.
"Kenapa Kamu menyelamatkanku, kenapa Kamu rela mengorbankan Dirimu Teman" tanya Sintia sambil meneteskan Air mata.
"Sudah jangan disesali, Aku cukup senang bisa merawatmu Hingga sekarang, Aku juga tidak akan membiarkan anakku mati, jalan hidupmu masih sangat panjang, Cepat larilah ke tempat Bagus anakku Sintia" jawab Monster Katak sambil menangis.
"Ajalmu sudah dekat tapi Kamu masih banyak bicara, sekarang giliranmu akan Aku makan Gadis kecil" ucap Monster Singa sambil melahap Monster Katak.
__ADS_1
Monster Singa mulai menelan mangsanya, mata yang sangat besar melirik ke arah Sintia yang bertubuh mungil, nafas yang cukup kencang dan bau Darah berhembus ke arahnya.
Bunyi tik tik tik keluar dari mulut Sintia yang sedang ketakutan, namun apa daya Musuh yang akan dilawannya sangatlah kuat dan kejam, Dia pun sadar. Kalau Dia tidak akan mampu melawannya, Dia hanya bisa pasrah menerima nasib yang akan menimpah Dirinya.