Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
PENGENDALI DAN PEMBURU MONSTER


__ADS_3

Putri tersenyum melihat kekuatan Niken pengawal elemen Tanah, Niken berdiri dengan tegap memandangi pohon yang tumbang, di sana terlihat Monster Tirex sedang bangkit dan berusaha untuk berdiri.


"Kekuatan gadis itu sangat luar biasa, tubuhku saja bisa terluka hanya dengan satu pukulan, siapakah mereka yang sesungguhnya, tapi aku tidak akan menyerah dengan gadis itu.


Skan aku tunjukkan kekuatanku yang sesungguhnya" pikir Monster Tirex.


Monster Tirex mengeluarkan aura hitam yang keluar dari dalam tubuhnya, ketika aura hitam yang keluar cukup banyak dan menutupi tubuhnya, saat itu petir keluar dari dalam aura hitam namun petir itu hanya sesaat, ketika asap hitam hilang di sana terlihat sosok Monster Tirex yang sangat berbeda dari yang sebelumnya.


Di sana terlihat tubuhnya di bungkus oleh besi, ketika dia berjalan kaki yang sangat besar membuat tanah berlubang.


Niken sama sekali tidak terkejut melihat perubahan yang di lakukan oleh Monster Tirex, ketika Niken hendak menyerang tiba-tiba dia terkejut monster tirex yang di lapisi oleh besi gerakannya sangat cepat, akan tetapi dia masih bisa melancarkan serangan secara bertubi-tubi ke arah lawannya.


Serangan Niken tidak satupun yang bisa melukai tubuhnya, malah tubuh Monster Tirex cuma bergeser sejauh 5 meter.


"Apa cuma ini kekuatanmu ternyata kamu itu sangat lemah sekali nona" ucap Monster Tirex.


Niken menjadi sangat geram, namun Monster Tirex dengan cepat menghujani pukulan, pukulan itu tepat mengenai perutnya, tubuh Niken pun terlempar membentur pohon dan darah segar keluar dari mulutnya, Hariyati dan Chika yang sangat marah melihat temannya disakiti berusaha untuk menyerang Monster Tirex, tapi Niken mencegah mereka melakukan itu semua.


"Teman-temanku kalian jangan ikut campur, biar aku saja yang mengalahkan monster itu.Jadi kalian berdua tenang saja karena aku akan serius untuk menghadapinya" ucap Niken dengan tenang.


Dia pun bangkit dan memasang aba-aba untuk mengeluarkan seluruh kekuatannya, getaran dan guncangan hebat pun tercipta ketika tubuh niken mengeluarkan cahaya putih kecoklatan, kejadian itu membuat lawanya menjadi sedikit panik.


Kekuatan seorang gadis yang dilawannya ternyata sangat besar, ketika cahaya putih kecoklatan itu menghilang tiba-tiba.kedua tangannya terbungkus tangan robot yang cukup besar, tangan itu berukuran 5 kali lipat dari tangan Manusia pada umumnya.


Monster Tirex menjadi panik ketika gadis yang dilawannya tersenyum.kepadanya.


"Kali ini aku pasti tidak akan kalah darimu, yang pasti sekarang aku bisa mengalahkanmu dengan kekuatanku" ucap Niken.


Kekuatan dia meluap-luap hingga membuat Bagus, Chika dan Hariyati menjadi sangat kagum akan kehebatan pengawal elemen tanah.


Monster Tirex merasa dirinya yang paling kuat di hutan ini dan bisa mengalahkannya, Niken pun mengunakan kecepatan yang dia miliki dan melesat ke arah lawanya, sontak saja lawanya menjadi kaget dengan kecepatan dan kekuatannya.


Monster Tirex mulai menyerang dengan kekuatan dan kecepatan yang luar biasa, dengan cepat dia sudah berada di belakangnya Niken, dia melancarkan serangan namun dengan cepat serangan itu berhasil di hindari olehnya, saat itu pula niken sudah berada di belakang lawannya.


Kecepatan Niken membuat Monster Tirex sangat marah, dia menghujani Niken dengan pukulan bertubi-tubi namun serangannya berhasil di tangkis olehnya, sedangkan serangan terakhirnya berhasil di tangkap oleh kepalan tangan robot milik Niken.


"Inilah kekuatanku yang sesungguhnya, dengan senjata dan kekuatan yang diberikan oleh Satria Naga Legendaris aku akan mengalahkanmu" kata Niken dengan penuh semangat.


Monster Tirex terkejut saat Niken menyebut nama Satria Naga Legendaris, dia melancarkan serangan ke arah Monster Tirex, satu pukulan telak tepat mengenai tubuh yang di lindungi oleh besi.


Tubuh besi itu pun hancur dan terlihat juga bola hitam ikut hancur ketika menerima serangan dari niken, dengan seketika tubuh Monster Tirex terpental jauh dan menabrak pepohonan, hingga banyak pohon yang tumbang karena terkena terjangan tubuhnya.


Tubuhnya terhenti setelah menabrak sebuah batu yang sangat besar hingga batu itu hancur.


Niken pun menghampiri puing-puing yang berserakan di mana di dalamnya terdapat tubuh Monster Tirex.


"Aku menyerah kalah, aku tadi mendengar kamu mengatakan satria naga legendaris, apa itu betul" tanya Monster Tirex.


"Memangnya kamu mengerti apa soal Satria Naga Legendaris, apa kamu pura-pura terus kamu bisa menyerangku di saat aku lengah" ucap Niken dengan sangat marah.


"Tunggu nona kami melakukan ini karena kami ingin menjaga diri dari para Monster dan pemburu hadiah" jawab Monster Tirex sangat takut.


"Bukankah kamu itu juga Monster, lihatlah dirimu di cermin.


Terus apa kami terlihat seperti Monster" ucap Niken dengan nada ketus.

__ADS_1


"Karena kalian telah membunuh warga kami makanya kami tidak terima, saat aku mendengar kamu mengatakan Satria Naga Legendaris maka kami semua ada harapan untuk kembali seperti semula" jawab Monster Tirex dengan penuh harapan.


Mereka semua berkumpul dan menjelaskan semuanya, kenapa dia menyerang Manusia dan kenapa hutan ini sangat banyak monster yang berkeliaran, ketika suasana menjadi tenang monster tirex memangil semua teman-temannya untuk berkumpul, tapi Chika menjadi panik setelah melihat semua monster sedang berkumpul megelilingi mereka semua.


"Kami dulunya seorang manusia yang hidup di dalam hutan ini, sedangkan aku adalah kepala suku penduduk di hutan ini, akan tetapi kejadian yang sangat mengenaskan pada saat kedatangan Raja Monster Maikel.


Dia telah merubah tubuh kami semua hingga menjadi seperti ini, dia mengatakkan kalau dia sudah membunuh palahwan kami Satria Naga Legendaris, ketika kami mendengar perkataanya maka kami menjadi fustrasi, kami dan seluruh warga desa di jadikan monster, kami juga di suruh merusak apa pun yang kami lihat.


Dia menyuruh kami dengan paksa, dan terpaksa kami menurutinya karena tubuh kami bergerak dengan sendirinya, karena terpaksa kami pun menuruti perkataanya supaya kami bisa hidup.


Tadi kami tidak bisa mengendalikan diri, kelihatannya kami di kendalikan oleh seseorang yang tidak kami kenal, ketika Raja monster Maikel berhasil di bunuh maka kami semua bisa kembali seperti semula" jawab Monster Tirex, dengan sangat detail.


"Aku sebagai satria naga legendaris telah bangkit dan akan menolong kalian semua, aku berpesan kepada kalian semua sebelum Raja Monster Maikel aku kalahkan maka kalian jangan merusak atau menyakiti seseorang yang masuk ke dalam hutan ini mengerti" ucap Bagus.


"Aku mengerti aku berharap kalian semua bisa membunuh Raja Monster Maikel dan orang yang telah mengendalikanku" kata Monster Tirex.


"Tadi baju besi milikmu hancur setelah berkena pukulanku, namun ada bola hitam yang ikut hancur bersama dengan baju besi, mungkin bola hitam itu yang mengendalikanmu sehingga kamu tidak bisa menguasai dirimu" kata Niken.


"Iya betul juga tadi aku juga melihat ada bola hitam yang hancur bersama dengan baju besi miliknya" jawab Chika dengan yakin.


"Aku akan mencari orang itu dan menangkapnya" kata Hariyati.


Monster Tirex mengucapkan terima kasih, karena penyelamat dunia mau menolong dirinya, sedangkan Chika meminta Niken untuk mencari pelaku yang telah mengedalikannya.


Dengan sigap Niken mencari pelakunya mengunakan jurus deteksi miliknya.


Jurus Niken perlahan-lahan meluas, dia sedang mencari apakah ada seseorang yang di maksud oleh Monster Tirex, ketika jurus Niken meluas sampai titiknya.dia melihat ada 9 orang berjubah hitam yang sedang bersembunyi di balik tebing.


"Orang yang mengendalikan kalian ada di balik tebing, aku akan membunuh orang itu agar kalian semua tidak akan di kendalikan lagi olehnya" kata Niken dengan tatapan tajam menuju arah tebing.


"Kalian semua tunggu aku di sini, takutnya mereka akan mengendalikanmu lagi dan kami semua bisa kerepotan" kata Bagus


"Baiklah kalau itu mau kalian, aku harap kalian berhati-hati" ucap jawab Monster Tirex.


"Baiklah kami semua akan berhati-hati.


Tolong jaga temanku yang ada di dalam pesawat" Ucap Bagus.


"Baiklah pahlawanku Satria Naga Legendaris, teman kalian adalah teman kami juga semua jadi serahkan dia pada kami semua" jawab Monster Tirex dengan hormat.


Mereka berempat mulai memasuki hutan dan menuju ke tebing yang jaraknya tidak terlalu jauh, kedatangan mereka telah di ketahui oleh 9 orang berjubah hitam, saat Niken dan yang lainnya sudah dekat mereka menghentikan langkahnya.


Mereka semua tampak waspada dengan serangan yang akan datang dari berbagai arah, mereka berempat telah di kepung oleh manusia berjubah hitam.


Mereka kagum akan kehebatan Bagus dan teman-temannya, karena berhasil dengan cepat menemukan lokasi musuh yang bisa mengendalikan Monster Tirex.


Akan tetapi mereka tidak akan membiarkan bagus keluar dari hutan ini hidup-hidup.


Sedangkan Niken menyuruh teman-temannya agar berhati-hati kepada lawan yang ada di depan mata, semua dalam kondisi siap siaga untuk menyerang, sedangkan Chika sangat agresif untuk menghajar lawannya.


Sebelum pertempuran di mulai Bagus bertanya tentang satu hal, kenapa mereka tega mengendalikan dan memburu para Monster di hutan ini.


manusia berjubah itu hanya diam dan menunjukkan jarinya serta menyuruh teman-temannya untuk menyerang, delapan manusia berjubah menyerang mereka berempat, Niken melayangkan pukulan dan tendangan hingga mengenai perut kedua manusia berjubah.


Sedangkan yang lainya juga telah di hajar oleh Bagus dan yang lainya, tubuh manusia berjubah semuanya tersungkur ke tanah, mereka semua kaget kenapa mereka bisa menjatuhkan kami semua.

__ADS_1


Kedelapan manusia berjubah membuka semua jubah yang menutupi tubuhnya, Bagus dan yang lainya menjadi heran kenapa Mumi berkeliaran di sini, tak berselang lama semua Mumi mulai bersatu dan tak lama tubuh dia itu menjadi sangat besar, aura yang terpancar juga sangat besar dan hebat, Niken menjadi sedikit panik.


Sedang Chika sangat ketakutan dengan kehadiran Mumi yang sangat besar, kelihatanya mereka berdua sangat takut kepada hantu, apalagi yang mereka lawan adalah Mumi yang sangat besar.


Bagus pun menghowatirkan ketiga temanya, terlintas di benaknya kalau mereka tidak bisa mengalahkan lawannya, maka dia sendirilah yang akan melawan Mumi yang ada di depan mata.


"Sayang maafkan Aku karena aku sangat takut kalau melawannya, melihat saja bulu kudukku jadi merinding karena dia itu hantu" ucap Chika terlihat tubuhnya merinding.


"Aku sangat ragu apa aku bisa melawannya, karena aku juga takut hantu sama seperti Chika" kata Niken.


"Kalian berdua takut denganku, apa kamu pikir aku ini hantu.


Aku adalah Mumi sang pemburu monster" ucap Mumi dengan nada keras.


"Oh jadi kamu itu pemburu monster yang di ceritakan oleh Monster Tirex" tanya Hariyati dengan raut wajah serius.


"Iya tepat sekali, monster yang aku buruh mereka akan menjadi santapanku, karena mereka aku bisa meningkatkan kekuatanku" jawab Mumi dengan entengnya.


Hariyati yang sangat marah karena nyawa Monster yang sangat baik bisa dengan mudah dilenyapkan, tubuh Hariyati mengeluarkan aura putih yang meluap-luap, mumi yang mengetahui itu hanya tersenyum lebar melihat lawanya.


Dalam sekejap Hariyati sudah berada di depan lawanya, dengan pukulan bertubi-tubi yang dia lancarkan dengan sekuat tenaga membuat mumi kewalahan, pukulan yang begitu kuat menghujani tubuh mumi hingga dia tidak mampu membalasnya, sebuah tendangan mengenai tubuhnya hingga dia terhempas jauh.


Akan tetapi dia kaget setelah perban melilit kakinya dengan begitu kuat, mumi itu menghempaskan tubuh lawanya berkali-kali ke tanah, sehingga mulut Hariyati mengeluarkan darah segar, tubuhnya pun terkapar lemas di atas tanah.


Bagus menyerang dengan bola merah namun bola merah itu berhasil di tepisnya, dari jauh terdengar suara Hariyati mengatakan kepada temannya untuk tidak ikut dalam pertarungannya, tapi Bagus menjawabnya dengan kata kamu tidak boleh egois lihat kondisimu.


Setelah mendengar kata-kata dari bagus Hariyati hanya tersenyum manis, setelah melihat senyuman itu Bagus hanya bisa diam dan menghela nafas panjang.


"Kamu gadis yang sangat keras kepala, terimalah ajalmu sekarang juga di tanganku" kata Mumi dengan sangat marah.


Tangan mumi menjadi panjang dan besar, kepalan tanganya mengarah ke arah Hariyati, dengan sigap dia bangkit dan menghindari serangan lawanya


Kecepatan yang sangat sulit di imbangi untuk lawanya.


Dia mengeluarkan pedang samurai panjang dengan cepat, dia memotong kedua tangan mumi, sontak saja lawanya kesakitan karena kedua tanganya terpotong dan terpisah dari badanya.


Mengetahui itu Hariyati cuma diam saja dan mengacungkan pedangnya ke arah Mumi, dia yang sedang terluka karena kedua tanganya terputus pun tertawa terbahak-bahak melihat lawanya yang sangat serius.


"Hahahahahh.......kamu hebat juga tidak bisa aku bohongi, ternyata kamu adalah gadis yang harus aku waspadai" ucap mumi tertawa terbahak-bahak.


"Aku tahu semua kelemahanmu, sebelum aku membunuhmu aku ingin kamu berhenti membunuh monster yang lain, tapi bila kamu menolak aku tidak akan segan-segan menghabisi nyawamu" jawab Hariyati dengan tatapan serius.


"Kamu percaya diri sekali bisa mengetahui kelemahanku, coba buktikan kalau perkataanmu itu benar" jawab Mumi meremehkan kemampuan lawanya.


"Hariyati bunuh saja dan jangan beri dia ampun hantu itu" ucap Chika.


"Kamu bilang aku hantu......tutup mulutmu gadis pengecut, hari ini aku akan memakan kalian semua" ucap Mumi dengan sangat marah.


"Hei..........hantu aku tidak ikut-ikutan kenapa kamu mau memakanku juga" kata Niken sangat ketakutan.


Perkataan Chika dan Niken membuat mumi menjadi semakin marah, namun Hariyati menegaskan satu hal, dia tidak mau memberi waktu lama Mumi itu untuk hidup.


Karena lawanya tidak ingin menuruti permintaannya, akan tetapi lawanya malah balik menantang Hariyati apa dia benar bisa membunuhnya.


Perkataan Mumi membuat Hariyati semakin marah, kedua tangan mumi yang sangat besar tergeletak di tanah menyatu kembali dengan tubuhnya, dia pun tertawa terbahak-bahak melihat lawanya yang di anggap sangant bodoh, sementara manusia berjubah hitam hanya melihat saja dari kejahuan.

__ADS_1


Tubuh Hariyati mengeluarkan aura putih yang sangat pekat dan disertai oleh guncangan tanah, aura putih itu berpindah ke mata pedang dan pedang itu pun bercahaya sangat menyilaukan mata.


__ADS_2