
Setelah menunggu selama 5 menit, mereka semua di kejutkan oleh sebuah tangan yang keluar dari dalam Air, setelah Dia keluar dari peti pendingin mereka semua kagum dengan kecantikan Ibu Niken, kali ini Niken merasa sangat senang sekali.
Dia berlari mendekati Ibunya dan memeluknya dengan sangat erat, Niken menangis sejadi-jadinya sehingga pipinya dibasahi Air mata, Ibunya pun balas memeluk tubuh anaknya dan mengusap-usap rambutnya yang sangat Indah, Dia pun terkejut kenapa dirinya bisa hidup kembali.
"Anakku siapa mereka semua, dan juga kenapa disini ada lima Naga???" Tanya Siska dengan sangat penasaran.
"Mereka semua adalah temanku Ibu, bolehkah aku memperkenalkan calon suamiku kepada Ibu ???" Jawab Niken terlihat sedikit takut.
"Jadi kamu sudah memiliki calon suami, bisa tunjukkan Dia kepada ibumu" jawab Siska dengan sangat senang.
Niken memperkenalkan Ibunya kepada teman-temannya, setelah pembicaraan panjang lebar Niken pun memeluk tubuh Bagus dan mengatakan dialah calon suamiku, Hariyati, Yuyun, Dita juga tidak mau mengalah.
Mereka ikut memeluk tubuh Bagus namun Chika kali ini kaget, karena dirinya merasa keduluan dengan teman-temannya yang lain.
Dia mulai melepaskan pelukan dari badan ibunya dan mulai memutar 180°, tentu saja mereka semua senang dengan kebangkitan Chika, akan tetapi setelah mendekatinya Bagus Dia terlihat sangat kikuk, namun Chika mengatakan sesuatu yang bisa membuat mereka semua bingung.
"Hei laki-laki siapa namamu ???" Tanya Chika.
"Chika ini aku !!!! Apa kamu sudah lupa denganku" jawab Bagus.
Mereka semua sangat khawatir karena ingatan Chika sepertinya hilang, apalagi mama Chika juga ikut khawatir dengan kondisi anaknya, namun mereka semua dibuat melongo, setelah Chika memeluk tubuh Bagus dengan sangat erat serta mengatakan papaku sayang.
Sontak saja Bagus tidak bisa berkata apa-apa, karena dirinya sudah berjanji sewaktu Dia meninggal Dunia, tak lama Dia balas memeluk tubuh Chika dengan sangat erat.
"Kamu jangan nekat lagi, karena kamu adalah orang yang paling aku sayangi" ucap Bagus.
__ADS_1
"Terima kasih sudah mau menerima cintaku, kali ini aku tidak akan berbuat nekat lagi" jawab Chika sambil menangis.
"Senangnya menantuku adalah pangeran, Ratu kita bisa jadi besan" kata mama Chika.
"Dari dulu kamu sudah aku anggap sebagai keluargaku, karena kamu orangnya sangat baik dan ceria.
Setelah mendengar kata-kata Ratu Pencipta mama Chika menjadi malu, kali ini para Naga akan ikut mereka semua untuk menyelesaikan semua urusannya dengan Raja Monster.
"Ratu biarkan kami ikut menyerang gurun kematian, karena kami semua sudah lama menunggu kedatanganmu hingga tanganku menjadi gatal" kata tetua Naga Putih dengan sangat senang.
Ratu pencipta mengijinkan mereka semua untuk ikut menyerang markas Raja Monster Maikel, Bagus yang mendengarnya merasa panik, karena Ibunya ikut bertarung, kali ini mama Chika menjelaskan kepada mereka semua untuk tidak menghawatirkan mereka berdua.
Tetua Naga Putih menyuruh mereka semua untuk naik diatas punggungnya, agar mereka semua bisa sampai di Gurun Kematian dengan sangat cepat, namun Niken tidak bisa ikut naik karena dirinya harus mengantar Ibunya pulang ke rumah, kali ini Dita juga sempat bertanya tentang senjata Suci miliknya juga belum Dia dapatkan.
Kali ini tetua Naga Putih hanya bisa menghela nafas panjang, mau tidak mau Dia harus mengantarkan mereka berdua, Naga Petir berkata biar Dia saja yang mengantar Niken ke Kota Palam, permintaan itu disetujui oleh tetua Naga Putih, Dia menyuruh teman-temannya semua untuk naik keatas punggungnya, mereka akan membawa mereka semua keluar dari lembah kehidupan dan menuju ke permukaan.
Langit Biru pun terlihat sangat indah, kelima Naga terbang memutari Langit Biru dan mendarat disamping Pesawat Terbang, Putri, Gadis dan Suci kaget setelah melihat ada lima Naga yang muncul didepannya.
Namun tidak lama Bagus dan teman-teman yang lainya turun dari punggung Naga, sedangkan disamping Bagus terlihat Chika sedang berdiri, kejadian itu membuat Putri dan yang lainya marah karena telah dibohongi oleh Niken.
"Kalian semua telah membohongi kami bertiga, katanya kami bertiga disuruh menjaga tubuh Chika, tapi tubuh Chika telah kalian bawa tanpa kami bertiga sadari" kata Putri terlihat sangat kecewa.
"Iya kakak semua telah berbohong kepada kami" ucap Gadis.
"Memangnya kakak Niken tidak suka ya kepada kami bertiga ya" kata Suci terlihat sangat murung.
__ADS_1
"Kami melakukan ini semua karena kami tidak ingin kalian bertiga terluka, karena kalian bertiga sudah aku anggap sebagai keluargaku" jawab Niken sedang menjelaskan.
"Tapi kami bertiga bisa menjaga diri kami sendiri, kami bertiga tidak akan menyusahkan kakak-kakak semuanya" ucap Putri.
Tanpa bisa berkata apa-apa Niken pun terdiam, Dia mulai meminta maaf kepada ketiga temannya, sekarang Niken, Putri, Gadis dan Suci masuk kedalam pesawat terbang. Mereka semua berpencar pada tujuan mereka masing-masing, Niken menuju Kota Palam serta diikuti oleh Naga Petir, sedangkan Bagus dan yang lainya menuju Kota Air untuk membebaskan para tahanan atau Budak, serta Kota Monster untuk mencari senjata Suci milik Dita.
Kali ini Niken merasa sangat senang sekali karena tanpa harus menyegel Monster Air, Dia menceritakan kisah perjalanan hidupnya selama ini kepada Ibunya, Siska merasa kasihan kepada Putri semata wayangnya, karena Dunia ini sedang dikuasai oleh para Monster.
Sementara perjalanan Bagus dan teman-temannya terlihat sangat cepat, di atas kepala Naga Putih mama Chika sedang berdiri tegap, tanpa ragu Dia melihat kedepan sepertinya Dia sudah terbiasa.
"Kalian semua berpeganglah dengan erat, kita akan ngebut karena aku sudah tidak sabar memporak-porandakan markas mereka" pinta Mama Chika dengan suara lantang.
"Baiklah teman-temanku semua aku akan ngebut, dengan kecepatanku kita akan sampai dalam waktu setengah hari" ucap Naga Putih dengan penuh percaya diri.
Mendengar ucapan Naga Putih mereka semua terlihat sangat ketakutan, akan tetapi tubuh semua Naga nyaman untuk dinaiki walaupun mereka terbang dengan kecepatan tinggi, semua para pengawal mendekap tubuh Bagus dengan sangat erat.
"Kalian semua jangan takut, karena tubuh Naga ini sangat nyaman" kata Bagus.
"Aku tidak takut kok, hanya saja aku ingin lebih dekat saja sama kamu sayang" ucap Yuyun dengan sangat mesra.
Kata-kata Yuyun membuat mereka semua berpegangan semakin erat, akan tetapi mata Dita terlihat berputar-putar, sepertinya pobia Dita mulai keluar Hingga Dia terlihat mau pingsan.
Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan namun membuat para Naga semakin bersemangat, pada sore hari mereka semua telah sampai di Negeri Moderen, kali ini Naga Suci melihat ada gerombolan Monster dan para bandit. Mereka semua sedang memantau Negeri Moderen, kemungkinan mereka akan diam-diam menyerang.
Kali ini Dita merasa sangat marah dengan musuhnya, entah Dia Manusia atau Monster akan Dia hajar habis-habisan.
__ADS_1
Namun tetua Naga menyuruh Dita untuk bersabar, karena Sang Naga mempunyai kejutan untuk musuhnya, kali ini tetua mau menunjukkan kekuatan dan jurusnya kepada mereka semua, betapa mengerikannya sang Naga Putih.