
Di suatu tempat yang sangat ramai, di sana terlihat Monster air berjalan mondar mandir seperti orang kebakaran jengot, dia ingin mengatakan berita buruk tapi dia sangat takut untuk mengatakannya.
Kegelisahan akan di marahi oleh Rajanya, dari arah belakang dia di tepuk oleh sebuah tangan yang sangat besar, karena tepukan itu monster Air menjadi sangat kaget, dia menoleh ternyata kelima temanya sedang berdiri di belakangnya.
Kelima temanya sedang bertanya kenapa dirinya begitu ketakutan, setelah dia menjelaskan semuanya tentang masalahnya mereka semua pun akhirnya mengerti, dia meminta untuk ikut menghadap raja mereka, karena mereka ingin membantu temanya yang sedang kesusahan.
Ketika mereka semua menghadap Raja Monster Maikel, alangkah terkejutnya dia melihat kelima monster yang telah menjadi legenda di kerajaan ini ikut menghadap.
"Saya Monster Landak petir memberi hormat kepada Rajaku" ucap Monster Landak petir.
"Saya Monster tikus petir memberi hormat kepada Raja" kata Monster tikus petir.
"Saya Monster Ulat api memberi hormat pada Raja" ucap Monster Ulat api.
"Saya Monster Burung api memberi hormat pada Raja" ucap Monster burung api.
"Aku monster lumpur beracun memberi hormat untuk Rajaku" kata Monster Lumpur beracun.
"Kalian berlima para Monster yang sangat kuat, aku ingin kalian berlima bantulah teman kalian untuk membunuh musuhku" ucap Raja Monster Maikel dengan tenang.
"Ada berita terpenting untuk anda Rajaku, Satria Naga Legendaris sudah mendapatkan kekuatannya kembali, sekarang pulau terbang sudah hancur dan Manusia Timah telah di segel oleh pengawal elemen tanah, dia bernama Niken" kata Monster Air, sedikit takut.
"Oh.....jadi dia bisa mengalahkan semua anak buahku yang telah aku kirim untuk membunuhnya" ucap Raja Monster Maikel terlihat sangat jengkel.
Raja Monster Maikel memerintahkan kelima monster itu untuk menyerang musuhnya, dengan sigap kelima monster itu menerima perintah dari Raja, mereka mulai melangkahkan kaki bersama temannya Monster Air.
Perasaan Monster Air kali ini tidak menentu, dia mengajak temannya untuk menenangkan diri di sebuah bar yang sangat besar.
Mereka semua mulai memesan minuman, dari samping bangku bar agak ke barat, di sana ada seorang anak kecil bersama orang dewasa yang sedang duduk memandangi uang yang dia miliki, mereka terlihat sangat panik karena uang mereka berdua tidak akan cukup untuk makan dan menyewa penginapan.
Pikiran orang itu sedang kalut tapi tidak untuk anak kecil yang sedang berada di sebelahnya, dia anak pendiam dan tidak memikirkan masalah uang atau yang lainya, keributan kecil itu membuat Monster air mendekatinya dan mengatakan kenapa mereka sangat ribut sekali, orang itu cuma membalas kalian ini siapa dengan nada yang tidak beraturan.
"Aku Monster Air, dan di sana adalah teman-temanku" ucap Monster Air dengan sangat tenang.
"Aku kesini membutuhkan uang untuk makan bukan hanya perkataan saja" jawab orang tanpa nama.
"Perkenalkan dulu diri mu, kalau masalah uang aku bisa membantu" ucap Monster Air.
"Namaku Joko dan dia Agung anakku, aku ke sini sedang mencari uang untuk hidup" jawab Joko.
"Kamu pasti buka manusia biasa, karena kamu bisa kesini di gurun kematian" kata Monster Air.
"Tepat sekali kamu bisa jeli dengan kemampuanku" jawab Joko sambil tersenyum lebar.
Mereka berdua sepakat untuk kerjasama, Joko menawarkan sebuah benih iblis untuk di tukar dengan koin emas, tapi Monster air malah tertawa mendengarnya, sepintas Joko melirik dengan mengeluarkan aura membunuh yang sangat besar, dengan munculnya aura membunuh yang sangat besar dia pun terdiam beberapa saat.
Monster Air mulai percaya dengan manusia itu, mereka berdua telah sepakat untuk kerja sama, dia menjelaskan kegunaan atau fungsi dari benih iblis, setelah tauh kegunaan benih itu di sepakat untuk mbelinya.
Joko mengeluarkan 10 benih iblis dari dalam tas yang dia bawa, buah itu berbentuk bulat berwarna hitam, di samping kiri dan kanannya terdapat sebuah akar yang cukup panjang.
Kegunan dan fungsinya benih iblis dia menjelaskan semuanya dan 10 benih dia jual 100 koin emas, Monster air sedikit kaget dengan harganya yang sangat mahal.
Dia menjadi ragu apa benar benih itu sangat kuat dan bisa menghancurkan seluruh Kota.
"Bila kamu ragu dengan benih iblis yang aku tawarkan, aku akan membawanya lagi.
Perlu kamu ketahui kalau benih iblis ini masuk ke tubuh orang jahat atau memiliki kebencian yang sangat besar, maka orang itu bisa menjadi iblis yang sangat kuat, yang terpenting benih ini membutuhkan wadah untuk berevolusi" kata Joko mengingatkan.
__ADS_1
Kegelisahan Monster Air terlihat jelas, namun di dalam hatinya kalau benih itu bisa membunuh Satria Naga Legendaris, maka Rajanya akan sangat senang kepadanya, dengan yakin dia membeli benih yang telah di tawarkan.
Setelah mereka berdua sepakat jual beli Joko memesan minuman dan makanan yang paling enak.
"Kebiasaan lama menghambur-hamburkan uang terulang kembali, dasar ayah" kata Agung sedikit kesal.
Dia hanya diam melihat ayahnya memesan makanan yang sangat banyak.
Sementara kondisi di Kota Air sangat memperhatikan, di sana perbudakan sangat marak dan sudah di wajibkan, Kota itu cukup besar sedangkan jarak Kota Air dengan Negeri Moderen jaraknya sekitar 10 kilometer.
Di Kota Air banyak budak dari anak-anak dan orang dewasa, rata-rata mereka adalah para wanita, budak wanita banyak yang di suruh bersih-bersih rumah, dan ada juga yang di jadikan pelampiasan nafsu serta di jadikan pembunuh berdarah dingin.
Bila mereka tidak mematuhi tuanya maka tubuh mereka akan mengalami siksaan, serta terkena sengatan lambang segel di leher, sedangkan untuk budak laki-laki dia dipekerjakan di tambang emas dan permata yang ada di dekat kaki gunung, lokasinya tidak jauh dari kota Air.
Di sana terlihat tiga gadis kecil berbaju putih compang-camping, mereka bertiga terlihat seperti budak yang kabur dari tuanya, mereka berlari sekuat tenaga tanpa menggunakan alas kaki.
Dua Gadis itu masih berumur 10 tahun, dan yang satunya sudah dewasa berumur 16 tahun.
Kaki mereka yang sangat mungil mengalami lecet-lecet, nafasnya terengah-engah karena yang ada di pikiran mereka hanyalah lari dan lari
Bila mereka tertangkap, salah satu di antara mereka akan di bunuh atau di buat cacat.
karena mereka bertiga sudah berlari cukup jauh, akhirnya mereka pun memutuskan untuk bersembunyi, mereka bertiga memasuki sebuah kotak yang terbuat dari kayu, kotak itu terlihat sangat usang, mereka berharap untuk tidak tertangkap dan bisa bersembunyi dengan selamat.
Di sana terlihat dua sosok laki-laki paruh baya yang sedang berlari, mereka membawa dua bilah golok yang sangat besar dan tajam, mereka terlihat seperti orang yang sangat marah dan jengkel.
Mereka berdua berhenti di sebuah lahan kosong, orang itu berteriak menyuruh mereka bertiga untuk menyerah, apabila mereka tidak mau keluar maka dia tidak akan segan-segan membunuhnya.
Ketiga gadis itu sangat ketakutan, keringat dingin bercucuran membasahi tubuhnya, ketika sebuah golok di ayun-ayunkan hingga mengenai sebuah balok kayu, hingga balok kayu itu pun hancur berserakan.
Gadis itu merangkak keluar menjauh dari temannya, ketika dirasa dirinya cukup jauh dia keluar dari persembunyiannya, kedua orang itu menghampirinya untuk menangkapnya, mereka bertanya di mana kedua temanmu, gadis itu hanya diam dan mengejek kedua orang itu dengan menjulurkan lidahnya, setelah puas mengejek.
Dia berlari dengan sangat cepat menjauh dari lokasi di mana kedua temannya bersembunyi, kedua orang itu sangat marah dan mengejarnya, mereka berdua akan memberi pelajaran yang tidak bisa dia lupakan.
Berhenti kamu teriak kedua orang itu, namun gadis itu tidak menghiraukannya dia terus berlari hingga dia memasuki sebuah gang yang sangat kecil, dia terus berlari menyusurinya hingga dia terjebak di sebuah gang buntu
Dia merasa sangat ketakutan, ketika dia menoleh ke belakang ternyata kedua orang itu sudah ada di belakangnya.
Kedua orang memperkenalkan dirinya kepada korbannya.
"Hebat juga larimu gadis dekil, namaku Santo dan siapa namamu" ucap Santo memuji sambil melototinya.
"Namaku Yuyun, aku tidak akan menyerah dari kalian berdua" jawab Yuyun pandanganya penuh dengan tekat yang sangat kuat.
"Oh jadi kamu tidak ingin menyerah, namaku Arip kami berdua akan menjadikanmu budak dan akan kami jual ke Kota Air, tapi sebelum kamu aku jadikan budak, aku akan menikmati tubuhmu yang terlihat menggairahkan" ucap Arip meneteskan air liur.
Setelah mendengar kalau tubuhnya akan di nodai, Yuyun merasa sangat ketakutan, tidak berselang lama hujan pun turun dengan sangat derasnya.
Yuyun berusaha melawan namun dia berhasil di tendang hingga tubuhnya jatuh tersungkur ke tanah, tubuh yang sangat mungil itu di basahi oleh air hujan, mereka berdua yang melihat itu menjadi sangat ingin menikmatinya.
Mulut Yuyun mengeluarkan darah segar akibat tendangan yang sangat kuat.mereka berdua berebut siapa dulu yang akan memulainya, ketika salah satu dari mereka mendekatkan tubuhnya, Yuyun pun berteriak histeris KYAAAAAa...... suara yang dia keluarkan cukup keras.
Namun tidak ada satu orang pun yang mendengarnya dan menolong dirinya.air hujan membasahi wajah Yuyun yang terlihat sangat dekil, sehingga kotoran yang menempel di wajahnya hilang.
Dia terlihat sangat cantik dan manis, kecantikan Yuyun membuat Arip semakin bernafsu, lidah yang sangat besar dan panjang menjilati pipi Yuyun.
Karena dirinya tidak ingin ternoda sebuah keajaiban pun datang ke padanya, mata Yuyun yang tadinya hitam sekarang berubah warnanya menjadi kuning.
__ADS_1
Air hujan yang membasahi tubuhnya perlahan membungkus kedua telapak tanganya, kedua tanganya di lindungi oleh air yang berbentuk mata pedang yang sangat tajam.
Tangan kanannya tanpa sengaja dia ayunkan ke dada Arip, seketika itu mulutnya mengeluarkan darah segar, tak berselang lama tubuhnya terbelah menjadi dua, tubuh Arip yang terbelah menindih tubuh Yuyun, dengan tangan kirinya dia menyingkirkan potongan tubuh yang di basahi oleh darah.
Santo yang melihat kejadian itu sangat marah, dia berpikir ada apa dengan gadis itu.tubuh Yuyun berdiri agak membungkuk terlihat dirinya bermandikan darah segar, darah yang berwarna merah, mata kuning dan rambut berwarna kuning panjang sebahu.
Yuyun sedang menatapnya dengan sangat tajam, Santo berlari menyerangnya dengan ayunan pedang, mengetahui kalau dirinya sedang dalam bahaya, Yuyun menyerang dengan sekali ayun, akan tetapi kecepatannya sangat hebat sehingga membuat tubuh lawanya terpotong-potong sangat kecil.
Begitu sadar Yuyun merasa kalau dia bukan dirinya yang dulu, bajunya yang compang camping berwarna merah darah, dia memandangi langit yang tampak gelap.
Matanya pun mengeluarkan air mata dia berpikir kenapa dengan dunia ini, dia mulai berlari menghampiri kedua temannya yang dia tinggalkan di sebuah lahan kosong.
Ketika berlari dua buah pedang air hilang dengan sendirinya, tapi dia sangat bersyukur karena dirinya tidak di jual menjadi budak.
Sementara di pusat Kota Air, kelima pemimpin sedang berkumpul untuk memulai bisnis mereka yang menghasilkan banyak uang, mereka berencana menculik secara besar-besaran di Negeri Moderen.
Pembicaraan mereka semua sangat serius, namun tak berselang lama muncullah Monster Lalat dengan cepat menghadap tuanya, ke empat pemimpin lainya merasa ketakutan dengan kehadirannya, namun Monster Lalat berkata kalau dia ada di pihaknya, dia berita baik yang telah dia dapatkan dari perajurinya.
"Tuan.......Satria Naga Legendaris telah sampai di Negeri Moderen, ketiga pengawalnya sangat cantik dan di tambah lagi, mereka bersama peri bunga serta dua anak kecil yang sangat cantik" kata Monster Lalat.
"Kalau aku berhasil menjual mereka semua maka aku akan menjadi sangat kaya raya" jawab penguasa dengan penuh ambisi.
"Kalau sudah waktunya mereka akan menjadi budak anda tuanku" ucap Monster Lalat dengan tenang.
"Ya sudah awasi mereka semua, bila sudah saatnya serang mereka dan tangkap para pengawalnya, dan bawa mereka semua ke hadapanku" jawab penguasa.
Setelah mendapatkan perintah dia menghilang dalam sekejap dari pandangan, kejadian itu membuat pemimpin yang lainya sedikit panik.
Tak lama pemimpin di Kota Air memulai kembali bisnis mereka.
Sementara Bagus dan teman-temannya telah sampai di hadapan sang Raja Negeri Moderen, bagus dan teman-temannya memberi hormat kepada Raja, namun sang Raja hanya tersenyum, dia mengucapkan terima kasih banyak karena sudah datang ke Negerinya.
Dita menjelaskan kepada raja kalau mereka berdua dari Dunia yang bernama Bumi, sebelum mereka berbincang-bincang lebih lama lagi bagus dan teman-temannya memperkenalkan diri.
Mereka menjelaskan kalau kehadiran mereka di sini tidak di sengaja, mereka semua sedang berada di pulau terbang untuk mengambil kekuatan Satria Naga Legendaris yang telah di segel.
Dita meminta tolong kepada Bagus sebagai penyelamat Dunia, agar dia mau membantunya yang sedang dalam masalah besar.
"Satu bulan yang lalu Negeri Moderen diserang oleh segerombolan Monster Lalat, mereka semua menangkap para penduduk yang terlihat oleh mata mereka.
Banyak anak kecil dan orang dewasa yang diculiknya, dalam satu bulan mereka selalu datang ke Negeriku, dan mereka selalu menculik warga yang dilihatnya.
Sedangkan Monster Lalat itu terbang ke arah Kota Air" kata Dita terlihat sangat panik.
"Mungkin sarang Monster itu ada di sana" ucap Bagus tanpa berpikir panjang.
"Apa kita serang markasnya sekarang juga" jawab Chika dengan sangat yakin.
"Kita tidak boleh gegabah, karena kita tidak tahu berapa jumlah mereka" ucap Niken dengan serius.
"Aku mendengar kabar dari informan yang aku kirim ke sana.monster itu bersarang di gunung dekat Kota Air, menurut laporan monster itu berjumlah 500 monster" jawab Dita dengan sangat panik.
Mereka semua tidak akan mungkin bisa membunuh Monster Lalat yang jumlahnya yang sangat banyak, Niken sempat berpikir seberapa besar kekuatan Monster Lalat yang akan dia hadapi.
Bagus terlihat sangat tenang, dia berkata sesuatu yang membuat teman-teman kaget"aku tidak akan pernah takut dan gentar untuk menghancurkan semua monster yang sangat meresahkan penduduk"mereka semua setuju dengan ucapan bagus.
Akan tetapi dia berpesan kepada teman-temannya untuk berhati-hati dan menjaga diri, karena ini akan menjadi perang besar melawan segerombolan Monster Lalat.
__ADS_1