
Keadaan didalam Rumah sangat sepi, Akan tetapi Ayah dan Ibunya tidak kunjung membukakan pintu untuk Mereka Berdua, Mereka Berdua mulai menangis sejadi-jadinya. Karena Dirinya ceroboh Hingga Kakaknya meninggal Dunia.
Namun tidak berselang lama Kepala Desa menghampiri Mereka Semua, Dia menjelaskan kalau Kedua orang tua Sri dan Danu telah ditangkap, dan sekarang Mereka Berdua telah ditahan, Danu berkata Kita Berdua membawa penyelamat Desa Kakek, namun Kepala Desa cuma menggelengkan Kepalanya.
Dia menjelaskan kalau menolong Mereka Berdua itu hal yang mustahil untuk dilakukan, karena Niken tidak ingin lagi melihat seorang Anak kecil menangis, dihadapannya Dia pun menjelaskan kepada Kepala Desa.
"Pak Kepala Desa, Aku ingin menyelamatkan Kedua orang tua Danu dan Sri bagaimana pun caranya" ucap Niken dengan sangat yakin.
".......Aku tidak bisa menjamin Kalian Berdua bisa selamat, tetapi bisa juga akibat Kalian gagal menyerang, mungkin Semua Penduduk disini bisa dimakan dan dimusnahkan" jawab Kepala Desa sedikit takut.
"Pak Kepala Desa....... Semua Monster yang ada disini serahkan kepada Kami Berdua, Kami akan mempertaruhkan nyawa Kami bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan" kata Hariyati dengan sangat pasti.
"Kakak ini adalah pengawal Satria Naga Legendris loh Kakek, Empat Monster yang ada didepan Goa sudah dibersihkannya, karena keempat Monster itu Kami Berdua tidak bisa keluar dari dalam Goa selama Dua hari" ucap Sri sangat menyakinkan.
"Kenapa Kalian Berdua bisa mengetahui kalau cucu Kami sedang dalam bahaya. Sedangkan dulu 100 Tahun Desa ini diberi Pelindung oleh Satria Naga Legendris dari serangan Para Monster, dan tidak ada satu orang atau pun Monster yang bisa menemukan tempat ini" jawab Kepala Desa.
"Kami Berdua sebetulnya sedang mencari hewan untuk diburu, namun ditengah hutan Kami Berdua diikuti, sampai Kami berdua menemukan Goa besar. Tiba-tiba Kami diserang segerombolan Monster Nyamuk, tapi Para Monster itu sudah Kami kalahkan" ucap Niken menjelaskan apa yang sedang terjadi.
"Raja Monster Nyamuk disini sangat kuat dan besar, sedangkan Kalian Berdua ini hanyalah seorang Gadis, tapi Aku tidak yakin kalau Kalian Berdua bisa mengalahkan Raja Monster Nyamuk" kata Kepala Desa dengan sangat ragu.
"Begini saja.......kalau Kami Berdua berhasil dikalahkan atau terbunuh, tolong bawa lari Semua orang Desa untuk pergi keluar dari tempat ini. Tetapi Kami Berdua tidak ingin dikalahkan oleh Monster, walaupun Dia terlihat sangat kuat bagi Kami, karena Kami Berdua ingin menciptakan kehidupan yang sangat damai" jawab Niken dengan sangat pasti.
Mendengar kalimat itu dari mulut Niken, Kepala Desa pada akhirnya mau membantu Mereka Berdua untuk membunuh Para Monster. Akan tetapi Dia menjadi sedikit ragu, apa benar Kedua Gadis yang datang ke desanya itu pengawal Satria Naga, kali ini Dia terlihat linglung serta bingung dibuatnya.
Sementara itu di Negeri Peri. Semua orang terlihat sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing, Mereka semua mulai memperbaiki Desa, pembangunan Desa pun hampir selesai. berkat bantuan Penduduk Negeri Peri dan Teman-temanku.
Disana terlihat Chika yang sedang mondar-mandir, Dia mencari sesuatu entah apakah itu, sedangkan Putri hanya tidur-tiduran, sambil makan makanan ringan diatas Pohon.
__ADS_1
Chika terlihat seperti orang yang sedang kebakaran jengot, Dia mulai bertanya kepada Putri. Namun Dia tidak menghiraukannya, sepertinya Dia tidak mendengarkan kata-kata Chika, walaupun Chika sudah berteriak berkali-kali agar Putri mendengar teriakannya.
Karena Dirinya tidak dihiraukan, Chika pun menjadi sangat kesal dan naik pitam. Dia melayangkan satu tendangan, Sehingga membuat Pohon itu pun bergoyang-goyang, kali ini banyak daun-daunan sedang berjatuhan ke Tanah, namun Putri masih tetap tidak bergeming sedikitpun.
Namun disaat yang sama, Miya datang sedang memberitahu kalau sudah waktunya makan bersama, mendengar itu Putri pun melompat turun dari atas Pohon, Dia bisa mendarat dengan sangat sempurna.
"Wah....kebetulan sekali perutku sudah sangat lapar banget" ucap Putri dengan sangat senang.
"Kamu itu dari tadi kerjanya makan dan tidur saja, apa sekarang perutmu masih terasa lapar, dasar perut ember" ejek Chika sedikit kesal.
"Siapa yang perut ember, bukanya Kamu itu yang mulut ember" jawab Putri tidak terima.
"Apa Kamu bilang........Aku mulut ember, sini mulutmu akan Aku jadikan ember" balas Chika yang tidak terima.
Mereka Berdua selalu saja bertengkar, namun pertengkaran Mereka Berdua membuat Miya malah tersenyum, Dia mulai tertawa kecil setelah melihat kelakuan Mereka Berdua.
"Auuuahh.......
(( Kalian Berdua itu terlihat sangat akrab dan lucu, Aku melihat Kalian itu seperti adik dan Kakak hihihi...... ))" Jawab Miya sambil tersenyum kecil.
Melihat gerakan Tangan dan kata-kata itu, Putri dan Chika pun menjadi malu, terlihat pipi Mereka Berdua menjadi Merah, karena Mereka tahu arti dari Kedua Tangan ditempelkan dengan sangat erat, tidak lama Mereka bertiga jadi terdiam sejenak.
"Putri Kamu tahu dimana Bagus sekarang, dari tadi Aku mencari Dia tetapi tidak juga ketemu" tanya Chika.
"Aku dari tadi tidak melihatnya, soalnya dari tadi Aku nyemil diatas pohon sambil tiduran" jawab Putri sambil menggeleng-gelengkan Kepalanya.
"Auuauuuah.......
__ADS_1
(( Kalau Kakak Bagus tadi masuk kedalam hutan, mungkin Dia sedang mencari Hewan untuk diburu ))" ucap Miya.
Miya berkata sambil menunjuk ke arah hutan, namun Chika sedikit mengerti dengan maksutnya Miya.
"Atau mungkin Bagus sedang mencari Hariyati dan Niken didalam hutan, tidak akan Aku biarkan Mereka bertiga bermesraan tanpa Diriku" gumam Chika.
Dengan raut Wajah kesal, Chika mulai menuju hutan. Namun Miya menyarankan untuk menunggu saja disini, soalnya hutan itu sangatlah gelap dan luas, mendengar Miya berkata seperti itu Chika mulai terdiam untuk beberapa saat, dari jauh Linda memanggil Mereka bertiga untuk makan bersama.
Linda bertanya kepada Chika, apa Niken dan Hariyati sudah pulang berburu, akan tetapi Chika membuang Wajah sambil berkata, Mereka Berdua masih ada didalam hutan, Mereka masih berburu Hingga sekarang masih belum kembali.
Linda mulai tersenyum melihat tingkah laku Chika yang sedang galau, namun Linda menawarkan Diri untuk mencari Mereka bertiga, perkataan itu membuat Chika yang awalnya cemberut menjadi sangat senang, terlihat jelas di Wajahnya menjadi berbinar-binar, seperti matahari bersinar terang.
Namun Chika berkata kepada Linda, Kamu mau mencari Mereka Berdua dengan apa, kata-kata Chika membuat Linda menjadi tersenyum kecil.
"Aku adalah Ratu Peri, jadi Aku bisa mencari dimana posisi Mereka bertiga dengan Skill deteksi hutan milikku" ucap Linda dengan tenang.
"Skill itu sih tidak berguna dalam pertarungan, jadi buat apa" kata Putri sambil meremehkan.
"Memang benar sih kalau Skill ini tidak berguna, Skill ini hanya bisa mencari seseorang dalam radius satu kilometer, tetapi karena Aku seorang Peri. Aku bisa meminta bantuan pada Pohon dan Tumbuhan untuk memperluas toturialku" jawab Linda sambil tersenyum lebar.
"Putri Kamu tidak boleh merendahkan Skill milik Teman" ucap Chika terlihat sangat Marah.
"Iya baik....... Aku tidak akan merendahkan lagi Skill miliknya, jadi Kamu jangan Marah ya" jawab Putri sambil meminta maaf.
"Kalian Berdua ini terlihat seperti adik Kakak, Aku menjadi sangat iri kepada kalian Berdua" kata Linda.
Mendengar kata-kata yang sama diucapkan oleh Miya dan Linda, Chika dan Putri mulai membuang muka, karena pipi Mereka Berdua terlihat berwarna Merah, sekarang Linda mulai menggunakan Skill deteksi miliknya.
__ADS_1