
Jurus yang dikeluarkan Mama Chika sangat dahsyat, kemungkinan mereka akan lenyap bila tidak menggunakan pelindung.
"Kamu dari dulu sangat sembrono sekali, ingat disini ada anakmu dan temannya, apabila mereka terkena jurusmu kamu tahu sendiri kan apa akibatnya" ucap Naga kegelapan dengan sangat marah.
"Maaf......maaf aku lupa kalau ada mereka berdua, sedangkan aku terbawa suasana jadi maafkan aku ya" jawab Mama Chika sambil tersenyum cengar-cengir.
"Kamu selalu saja seperti itu, lihatlah seluruh Kota ini menjadi hancur lebur, terus bagaimana caranya kita bisa menemukan senjata itu" kata Naga Kegelapan terlihat sedikit khawatir.
Mama Chika lupa kalau tujuan mereka ke tempat ini untuk mencari senjata Suci, kemungkinan senjata itu ikut hancur bersama Kota ini, kali ini mata Dita terlihat kosong. Dia berjalan maju menuju puing-puing bangunan yang telah berserakan, tanpa Dia sadari Dita mengangkat kedua telapak tangannya, Tubuh Dita mulai bercahaya putih kebiru-biruan, sepertinya Dia sedang dikendalikan oleh sesuatu yang sangat kuat.
Tiba-tiba reruntuhan bangunan bergerak-gerak, sepertinya ada sesuatu yang akan keluar dari tempat itu, tidak lama sesuatu yang sangat kuat muncul dari bawah reruntuhan, sepertinya sebuah senjata Suci dua Pedang Petir kembar, dua buah Pedang itu menghampiri Dita dan mengeluarkan aura yang sangat kuat.
Tatapan mata Dita terlihat kosong, karena dirinya dikendalikan oleh dua buah Pedang Petir kembar, Chika merasa khawatir karena temannya yang satu ini sangatlah cepat dan kuat.
Tubuh Dita dialiri sengatan petir yang sangat kuat, sedangkan tubuhnya memancarkan sinar Biru yang cukup terang, namun perubahan yang dialami oleh Dita tidak membuat Mama Chika merasa takut sedikitpun.
Chika menyerang dengan mengunakan jurus Gravitasi Kegelapan, agar temannya bisa di sadarkan kembali seperti sediakala.
Ketika pedang menancap didalam Tanah, bayangan panjang menghampiri Dita dengan sangat cepat, Chika pun kaget setelah Dita bisa menghindarinya dengan sangat mudah, kali ini Dita melancarkan tendangan tepat kearah perutnya, hingga Dia terdorong kebelakang namun, kali ini Dia membalas serangannya dengan sayatan kedua pedang Petir.
Chika juga tidak mau tinggal diam saja, Dia balas menyerang dengan ayunan Pedang Kegelapan, ketika pedang mereka saling beradu terdengar suara pedang sedang berbenturan, untuk masalah kekuatan Chika masih lebih unggul. Akan tetapi tubuh Chika terkena sengatan Petir dari pedang kembar, kali ini sekujur tubuh Chika menjadi kesemutan dan sulit untuk digerakkan.
Kesempatan untuk Dita mengunakan jurus sengatan Petir, kedua mata Pedang mengeluarkan aliran Petir yang terbilang cukup kuat, kedua buah mata Pedang pun melesat tepat kearah jantungnya, kali ini Chika tidak akan mampu untuk menghindarinya lagi, Dia sempat berpikir masak harus mati lagi untuk yang kedua kalinya.
Ketika dua mata Pedang mengarah ke jantungnya, tiba-tiba kedua mata pedang itu terhenti dengan satu tangan, kali ini Mama Chika tidak bisa terima karena kedua pedang itu menguasai teman anaknya.
__ADS_1
"Hampir saja aku mati lagi, badanku terasa kesemutan dan sakit sekali" ucap Chika.
"Chika kamu itu abadi jadi kamu tidak akan bisa mati" kata Mama Chika.
Mendengar kata abadi dari mulut Mamanya, Dia sangat terkejut sekali. Namun kali ini Mama Chika tersenyum kepadanya dan jangan berpikir macam-macam lagi, Dita yang dikuasai dua Pedang Petir mulai berontak untuk melepaskan diri dari tangan lawannya.
"Oh..........kamu ingin lepas dari tanganku ya, coba kamu gunakan seluruh kekuatanmu itupun kalau kamu bisa dasar pedang bodoh" ucap Mama Chika.
"Kamu sangat kuat sekali, siapa sebenarnya kamu ini????
Gara-gara jurusmu tubuhku yang sedang tertidur menjadi kesakitan" ucap Pedang Petir sangat marah.
"Apa kamu sudah lupa denganku Wanita Pencipta senjata Suci" kata Mama Chika.
"Baiklah aku akan menenangkanmu agar kamu bisa ingat kembali setelah 1.000 tahun lamanya" kata Mama Chika terlihat sangat tenang.
Tangan yang memegang mata Pedang mengeluarkan dua belas sinar, ketika sinar itu menyebar dan membungkus Pedang Petir, Dia pun sudah teringat dengan wajah yang telah membuat dirinya, kali ini pedang Petir mulai tenang dan Dita pun kembali sadar.
"Apa yang telah terjadi kepadaku???
Kenapa kedua Pedang Petir berada di genggaman tanganku???
"Maaf aku telah mengendalikan tubuhmu, dulu karena dirimu terlalu sombong aku tidak ingin menemuimu, dulu aku putuskan untuk menjauh darimu dan tidur di Kota ini, akan tetapi sekarang aku putuskan kamu akan menjadi tuanku" ucap Pedang Petir.
"Maaf dulu aku sangat sombong, karena aku baru pertamakali bisa mengunakan jurus sengatan kilat, tetapi sekarang aku sadar karena kekuatanku harus digunakan untuk membantu menciptakan perdamaian Dunia ini" jawab Dita terlihat sangat murung.
__ADS_1
"Kamu jangan murung seperti itu, aku mohon kerjasamanya ya tuanku" kata Pedang Petir.
Chika kaget ternyata yang membuat semua senjata Suci adalah Ibunya, kali ini tugas mencari senjata Suci telah selesai, mereka semua bergegas naik ke punggung Naga Kegelapan, sang Naga Kegelapan kali ini sangat bersemangat sekali.
Dia terbang sangat cepat ke tempat Raja Monster berada.
Sementara di Kota Air Hariyati tidak menjumpai musuh satu pun, di tempat itu terlihat kosong, kali ini Yuyun mengunakan kekuatanya untuk mencari para penduduk yang telah di tahan dan di jadikan Budak, Dia menempelkan kedua tanganya dan mulai mencari tanda kehidupan di Kota ini.
Genangan Air dan rembesan Air menjadi mata hatinya, disela-sela bangunan serta di dalam rumah, Dia melihat tidak ada tanda kehidupan, kali ini Yuyun mulai focus dengan bangunan yang sangat besar dan mewah, dia mencari disana cukup lama karena bangunan disana sangat besar dan lebar.
Dibalik pintu ada ruangan rahasia yang mengarah ke ruangan bawah Tanah, diruangan itu terlihat banyak penduduk yang telah dijadikan Budak, disana ada Budak yang sedang sakit dan juga ada yang telah meninggal dunia.
Setelah mendapat arahan dari Yuyun mereka semua berangkat ke tempat yang dimaksud, mereka semua masuk kedalam bangunan, disana terlihat banyak ruangan yang sangat besar dan mewah, meja dan kursi pun terbuat dari Emas murni, Yuyun melihat Emas matanya menjadi silau.
Sebetulnya Dia ingin mengambil semua Emas yang ada disana, karena Dia ingin merubah hidupnya, namun Dia tidak tahu bagaimana cara membawanya pergi dari tempat ini.
Tanpa pikir panjang Yuyun melupakan Emas itu untuk sementara waktu, Dia berjalan mendekati pintu gerbang yang sangat besar, dan berusaha untuk membukanya ternyata pintu itu sangatlah berat, Hariyati dan Yuyun mereka berdua berusaha untuk membuka namun pintu itu tetap tidak bisa terbuka.
Kali ini Ratu Pencipta mendekati pintu gerbang dan menyentuhnya dengan telapak tangan kanannya. sambil mengucapkan kata hilanglah, tidak lama pintu yang sangat besar itu hilang tanpa bekas, kejadian itu membuat mereka berdua merasa kaget sekali.
"Ibu kenapa pintu itu bisa hilang tanpa bekas ???" Tanya Hariyati dengan sangat penasaran.
"Ini adalah jurus penyimpanan Dimensi, lihatlah pintu yang tadi akan aku keluarkan" jawab Ratu Pencipta.
Kali ini Ratu Pencipta menjulurkan telapak tangan kirinya ke arah sebaliknya, ketika dia mengucap kata keluarlah maka pintu besar itu pun keluar dan roboh hingga membuat guncangan ditempat itu.
__ADS_1