Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
DALAM BAHAYA


__ADS_3

Monster Lalat terus melangkah perlahan-lahan, sedangkan Yuyun melangkahkan kakinya mundur ke belakang, dari jauh kedua temannya yang melihat sangat ketakutan dan panik, mereka berdua takut kalau Yuyun akan di makannya, kali ini Gadis sangat menyesal seharusnya dirinya yang menjadi umpan bukan dia.


Yuyun mengangkat tanganya setinggi bahu dan mengarahkan jari telunjuknya, Monster lalat yang melihatnya menjadi sangat waspada, dia sempat berpikir kalau gadis itu akan menyerangnya.


Dia pun kaget setelah melihat air yang berbentuk gelembung sedang keluar dari jari telunjuknya, tidak berselang lama Yuyun menembakkan peluru air ke arahnya.


Dengan sangat cepat peluru Air mengenai dada lawannya, tetapi tembakan air tidak bisa menggoresnya sama sekali, Yuyun menjadi sedikit takut seharusnya tembakan air bisa menembus kulitnya, kali ini dia mencoba menembakan sekali lagi tetapi hasilnya tetap sama saja.


Dia terus menembak seluruh bagian tubuh lawannya namun semua itu sia-sia, Monster Lalat tidak bergeming sama sekali karena tubuh mereka sangat keras sekali.


"Gadis cantik kamu menyerah saja, karena kamu akan menjadi santapanku pasti rasa dagingmu sangat enak sekali" ucap Monster Lalat.


"Aku tidak akan menyerah, karena aku pasti akan membunuhmu dengan kedua tanganku" kata Yuyun.


"Oh menarik sekali kamu ingin membunuhku,coba buktikan semua kata-katamu padaku" jawab Monster Lalat.


Yuyun mulai mengeluarkan pisau air yang cukup panjang dan tajam, Gadis dan Suci sangat tertegun dengan kemampuan temannya.


Dia pun berlari menyerang lawannya mengunakan pisau Air, sayatan serta tusukan pisau Air tidak berhasil melukainya, bahkan untuk melubangi tubuh lawanya saja tidak bisa, Moster Lalat membalas serangan Yuyun dengan satu pukulan tepat mengenai perutnya.


Tubuh dia pun terlempar membentur pohon dan jatuh terkapar di atas Tanah, mulutnya mengeluarkan darah cukup banyak, kejadian itu membuat kedua temannya berteriak KYAAAAAa.......


"Jangan sakiti teman kami" kata Gadis sangat ketakutan.


"Iya lepaskan dia" ucap Suci merasa sedih.


"Oh ternyata muncul lagi dua makanan yang sangat enak" kata Monster Lalat merasa sangat senang.

__ADS_1


Dari jauh Monster Lalat yang sedang tertidur, akhirnya terbangun karena mendengar teriakan dari anak kecil, mereka berlima pun terbang menuju suara teriakan itu berasal.


Kali ini Yuyun sangat kaget melihat lima Monster Lalat menghampirinya, mereka berlima pun mendarat, kali ini Yuyun dan kedua temannya sedang terpojok.


"Hei kenapa kamu tidak membangunkan kami semua"


"Iya kenapa kamu mau makan mereka bertiga sendirian"


"Tutup mulut kalian bila tidak aku akan membunuh kalian berlima sekaligus" ucap Monster Lalat dengan sangat marah.


Ke lima Monster yang baru datang, pada akhirnya mereka semua terdiam dan menunduk.


Sedang kondisi di Kota Air terlihat sangat sibuk, penguasa di sana sedang mempersiapkan lambang segel budak yang akan mereka kirim besok siang ke penjara bawah Tanah, namun yang membuatnya senang soal kabar pengawal mereka sudah bertambah satu, dia ingin menjadikan mereka semua sebagai selirnya.


Dari arah belakang muncul pemimpin Monster Lalat, dia datang secara tiba-tiba dan menyampaikan sebuah kabar yang yang sangat buruk.


"Dari mana kamu tahu, kalau mereka sedang mengincar nyawa Raja Monster Maikel dan mereka akan kembali ke bumi" kata penguasa ingin tahu.


"Aku mendengarnya dari Monster Air, karena dia adalah tangan kanannya Raja Monster Maikel" jawab Monster Lalat dengan sangat yakin.


Penguasa itu mulai berpikir kalau Raja Monster Maikel tewas dia akan merebut kekuasaanya di gurun kematian, dia pun menyuruh bawahnya untuk pergi dan menjalankan tugas yang lain.


Tanpa pikir panjang Monster Lalat pun menghilang dari pandangan penguasa, kali ini penguasa merasa sangat senang mendengar berita dari bawahannya.


Sementara di Negeri Moderen Chika dan yang lainya sedang mencari-cari keberadaan bagus, dia terlihat gelisah mungkin Bagus marah dengannya, karena sudah melemparnya ke luar jendela, sedang Hariyati dan Dita juga sedang kelelahan setelah mencarinya dan tidak di temukan, sedang Linda mencari dari atas namun dia juga tidak menemukannya.


Kali ini Niken dengan terpaksa mengunakan jurus deteksi miliknya, dia mulai fokus untuk mencarinya tetapi jurus Niken juga tidak menemukannya, dia hanya melihat para perajurit dan para penduduk yang berlalu-lalang di tengah Kota.

__ADS_1


Mereka akhirnya berpencar untuk mencari Bagus di seluruh kota.


Bagus merasa bingung dengan kejadian yang menimpanya tadi pagi, tanpa berpikir panjang dia keluar dari Negeri Moderen dan memasuki hutan, dia ingin melihat kondisi hutan di sana.


Dia berpikir mungkin sarang Monster Lalat ada di dalam hutan, bila itu benar kalau mereka bersembunyi di sini, Bagus harus secepatnya melapor kepada Raja.


Dia pun masuk lebih dalam karena sangat penasaran, di sana bagus melihat ada dua orang sedang menjaga sebuah ruangan khusus, tetapi kedua orang itu bersenjatakan golok besar.


Dia berpikir mungkin tempat itu adalah markas dari para bandit, sebelum dia beranjak masuk lebih jauh ke dalam, dia pun kaget setelah melihat banyak Monster Lalat yang sedang tertidur, serta di sana juga banyak kepompong yang sangat besar tergantung di atas pohon.


Sementara di tengah hutan Yuyun masih berdiri walau tubuhnya sudah terluka, dia sedang kebingungan bagai mana caranya Monster Lalat bisa di bunuh, dia mulai menyadari kalau Monster Lalat sangat lemah bila terendam air, kali ini Yuyun mengangkat kedua tanganya ke atas, dari semua jarinya mengeluarkan air yang cukup banyak, dia membuat Monster Lalat sangat penasaran dengan apa yang akan gadis itu lakukan.


Ketika gelembung air yang cukup besar sudah tercipta, dia mulai melemparkan gelembung air itu ke arah lawanya, dengan ayunan tangan yang sangat kuat gelembung air itu pun hancur, kali ini Yuyun harus bergegas membunuhnya dengan sangat cepat, sebelum tubuh kelima monster yang lainya mengeras.


Untuk kelima Monster lalat yang baru saja bangun dari tidurnya, dia sangat mudah untuk di bunuh karena tubuhnya yang sangat rapuh, akan tetapi bila tubuh mereka semua mengeras, maka akan sulit baginya untuk membunuhnya.


Yuyun pun berlari ke arah lawannya, dia melompat cukup tinggi di atas kepalanya dan mengerakan air dengan tangan kirinya, air yang membasahi tubuh lawanya mulai berkumpul dan membungkus kepala Monster Lalat.


Karena dia tidak bisa bernafas pada akhirnya dia pun mati, tubuh yang sangat besar pada akhirnya jatuh ke tanah.


"Satu Monster sudah aku atasi, sekarang lima Monster lainya akan aku habisi dengan sangat cepat" kata Yuyun.


Yuyun mulai kaget setelah mendengar tangisan dari Gadis dan Suci, ternyata kedua Monster itu telah menangkap kedua temannya, dia pun menjadi sangat panik kenapa tubuh Monster Lalat sangat cepat mengeras, kali ini dia tidak akan mungkin bisa melawan mereka semua.


Monster itu dengan sangat cepat menendang perut Yuyun hingga tubuhnya melesat terguling-guling di atas tanah, salah satu Monster itu menghampirinya dan mengengam kepalanya, Yuyun pun batuk-batuk dan mengeluarkan darah segar.


Kedua temanya tidak bisa berkata apa-apa setelah melihat Yuyun terluka cukup parah, mereka berdua hanya bisa menangis dan tidak bisa melakukan apa pun, mereka sempat berpikir kenapa hidupnya terlalu singkat.

__ADS_1


__ADS_2