
Di suatu tempat terlihat Ratu Kegelapan yang sedang berjalan terhuyung-huyung, Dia mengalami luka-luka yang sangat parah, Darah segar keluar dari Kedua Tangan dan Kedua kakinya.
"Berani sekali pengawal Satria Naga Elemen Kegelapan, Dia berani sekali melukaiku sempai seperti ini. Suatu saat Aku akan buat perhitungan dengannya" pikir Dinda terlihat sangat Marah.
Tidak lama setelah Dinda berjalan, Dia sudah tidak bisa menerima kondisi Tubuhnya, pada akhirnya Dia pun jatuh tersungkur ke Tanah dan pingsan, namun datanglah Dino dengan cepat menolongnya.
Kemungkinan Dino diperintah oleh Raja Naga Kegelapan, Dia terlihat sangat tenang dan Tubuhnya penuh dengan kekuatan, tidak lama Dia berdiri sambil mengendong Tubuhnya, Dia menghilang dalam sekejap tanpa meninggalkan jejak.
Malam pun semakin larut dan Angin yang berhembus semakin dingin menusuk tulang, diujung bukit terlihat sesosok Gadis Cantik yang sedang merapalkan mantra.
Tetapi tidak berapa lama di depannya mulai keluar Bayangan Hitam yang sangat kecil, namun lama kelamaan Bayangan kecil itu menjadi besar, Bayangan Hitam itu mulai melayang-layang mengelilingi Tubuh Gadis itu.
Ketika Kedua Tangan itu ditepukkan. Tidak lama keluarlah sesosok Monster yang sangat besar dan ganas, ketika Monster itu keluar sepenuhnya. Dia pun membuka mulutnya lebar-lebar, mata Merah melotot ketika melihat ke arah Langit.
Tidak lama mulut sang Monster mengeluarkan Cahaya berwarna Merah, Angin yang sangat kencang berhembus menggitari Tubuh sang Monster dengan sangat kuat, namun tidak lama Angin yang berhembus itu pun perlahan-lahan menghilang.
Tetapi alangkah terkejutnya, kalau sampai ada seseorang yang melihat Bola berwarna Merah, Bola yang sangat besar melayang didepan mulut sang Monster.
Tidak lama Bola besar itu ditembakkan ke atas Langit, dengan sangat cepat pula Bola Merah itu melesat ke atas, tetapi Bola itu menghilang diatas Langit, Awan Hitam diatas Langit pun berlubang cukup besar setelah dilewatinya.
"Kenapa Tuan Putri memanggilku, apa ada yang bisa Aku lakukan untukmu" kata Monster Singa.
"Aku ada tugas untukmu Monster Singa" Jawab Putri.
"Dengan senang hati Aku akan menjalankan perintah anda tuan Putri" kata Monster Singa.
__ADS_1
Setelah mereka berbicara Monster Singa pun menghilang seperti ditelan Kegelapan malam, tatapan Putri yang sangat sinis terlihat sangat jelas dibawah sinar Bulan.
Malam semakin larut dan sangat gelap membuat buluk kuduk ini berdiri, terangnya sinar Bulan menyinari hutan, tetapi Semua Cahaya tidak bisa memasuki hutan semuanya.
Setelah pertempuran itu Negeri Peri menjadi porak poranda, terlihat Pohon yang tumbang dan Tanah berserakan dimana-mana, kali ini Kami sudah sangat kelelahan Sehingga pembangunannya diundur besok pagi.
Pagi-pagi sekali Kami Semua mulai bangun dari tidur, dan membantu Para Penduduk yang sedang memperbaiki Rumah, kali ini Kepala Desa dan Para Penduduknya terlihat sangat bersemangat untuk memperbaiki Negerinya.
Satria Naga dan Teman-temannya pun ikut membantu, kecerian Para Penduduk terlihat sangat jelas, walau terik matahari bersinar diatas Kepala.
Sedangkan Linda memberi arahan untuk pembangunan, waktu pun berlalu dengan sangat cepat Sehingga lelahnya tidak terasa, untuk Para Wanita Mereka menyiapkan makanan untuk pesta, senyuman Para Peri kecil membuat hati terasa sangat tenang dan nyaman.
Hariyati dan Niken mulai masuk ke dalam hutan, Mereka Berdua memulai berburu binatang buas untuk dimakan bersama ditengah pesta, sedangkan Chika dan Miya membantu Para ibu-ibu memasak didapur.
Aku membantu dalam hal pembangunan, sedangkan Mereka Semua sudah mengetahui peranan Mereka masing-masing.
"Dari tadi Kita tidak bertemu Hewan untuk diburu, Aku menjadi sangat heran sekali, kemana saja Para Hewan sedang bersembunyi" ucap Niken dengan sangat penasaran.
"Kita Berdua harus sabar dulu, siapa tahu sebentar lagi Kita akan menemukan Hewan untuk diburu" jawab Hariyati dengan sangat tenang.
Sambil menghela nafas cukup panjang, Niken pun berpikir kalau Dirinya tidak ingin ikut berburu, Dia bisa saja Berdua bersama Bagus, Dia ingin sekali bermanja-manja tanpa ada yang menggangu. Perjalan Mereka Berdua semakin lama semakin ke dalam memasuki hutan, di dalam hutan terlihat sangat menakutkan sekali.
Dari kejauhan Mereka Berdua diintai oleh sesosok Monster, entah Monster itu hanya kebetulan ada disitu, ataukah Dia mempunyai niat jahat untuk memangsa Mereka Berdua.
Diradius 100 Meter Hariyati menemukan sebuah Goa yang sangat besar dan gelap, Mereka Berdua mulai berjalan perlahan-lahan mendekati Goa, tetapi sebelum Mereka Berdua masuk ke dalam Goa. Mereka mulai diserang oleh 4 Monster yang sangat cepat, di dalam Kegelapan Monster itu terlihat samar-samar.
__ADS_1
Serta gerakannya sangat cepat sekali menuju ke atas dan ke bawah, Niken terlihat sangat panik dengan serangan yang barusan, serangan itu membuat bulu kuduknya berdiri.
"Niken Kamu tenanglah dan lihatlah baik-baik, siapa yang telah menyerangmu" kata Hariyati.
"Monster nyamuk......Dari mana Mereka datang" ucap Niken dengan sangat penasaran.
"Didalam gelap Kita Berdua tidak diuntungkan, kalau begini terus Aku harus berbuat sesuatu" jawab Hariyati sambil memikirkan sebuah rencana.
Serangan Monster terus saja melesat dengan sangat cepat tanpa henti-hentinya. Hariyati sempat berfikir, kalau seranganya tidak akan bisa mengenainya kalau dalam keadaan gelap.
Mereka Berdua mulai mengatur strategi untuk bisa mengalahkan Para Monster, Tangan Hariyati mulai mengeluarkan Bola Cahaya Putih, Bola yang sedang mengambang, dengan strategi ini Mereka mungkin bisa mengalahkanya.
"Semoga saja rencana ini bisa berhasil dengan sangat sempurna, wahai Monster Timah pinjamkanlah kekuatanmu padaku dan bersatulah dalam Tubuhku" teriak Niken dengan sangat keras.
Tubuh Niken mulai diselimuti oleh Timah berwarna Putih, dan tidak lama wujudnya pun berubah bentuk, daerah yang awalnya gelap sekarang berubah menjadi sangat terang.
Disana terlihat Monster Nyamuk sedang menyerang, dengan cara Terbang hinggap dan Terbang lagi, namun Niken dan Hariyati berhasil menghindarinya dengan sangat cepat, Mereka Berdua mulai mengatur strategi yang sudah direncanakan dengan sangat baik.
Niken berlari menuju Pohon yang sangat besar, Dia mulai mengambil aba-aba bertarung, akan tetapi tidak lama. Dia mulai mengejek Para Monster untuk menyerangnya, ternyata pancingan itu berhasil menarik Kedua Monster untuk menuju ke arahnya, dengan sangat cepat Kedua Monster itu melesat mengenai sasaran.
Satu menancap dikepala satu menancap dibagian perutnya, Sehingga jarumnya menembus Pohon yang sangat besar, Niken terlihat sangat tidak berdaya, setelah Tubuhnya tertancap jarum yang besarnya seukuran tombak.
Ketika Monster Nyamuk mau melepaskan Diri dari korbannya, tetapi Dia merasa sangat kaget. Setelah tahu kalau jarum yang menembus Pohon tidak bisa dicabut, Kedua Monster itu lebih kaget lagi, setelah melihat korbannya masih bisa bergerak dengan sangat bebas.
Niken mulai menatap mata Monster itu dengan tatapan yang sangat tajam, Dia mengeluarkan senyuman lebar, senyuman itu membuat Kedua Monster itu merasa kaget dan khawatir dengan Dirinya.
__ADS_1
"Akhirnya Kalian Berdua terkena perangkapku, sekarang Kalian Berdua akan Aku musnahkan. duri Timah hahh...." Ucap Niken dengan sangat keras.
Kedua Monster menjadi sangat kaget, setelah melihat Tangan Lawanya menjadi lancip seperti duri, dalam sekejap Kedua duri Timah melesat mengenai tepat dibagian Tubuh Monster, teriakan yang sangat keras mulai terdengar keluar dari mulut sang Monster, KRITTTttttt...............