
Pesawat terbang yang dikemudikan Niken terbang jauh tinggi ke atas awan, perjalanan mereka tidak bisa lagi di pantau oleh Monster Air.
Niken mengajak semua teman-temannya untuk berkumpul diruangan tengah pesawat terbang, Niken menekan sebuah tombol hingga terdengar bunyi pesssss........
Setelah bunyi itu perlahan menghilang muncullah meja berbentuk bulat, meja yang cukup indah terdapat ukiran yang berkelas, mereka semua dipersilakan untuk duduk dan melakukan rapat untuk kedepannya.
Mereka membahas masalah Musuh dan kekuatan, dalam hal kekuatan mereka semua masih kalah jauh, bila mereka semua memaksakan diri maka dipastikan mereka semua akan tewas.
"Aku memberi usul bagai mana kalau kita berlatih, karena perjalanan ke lembah kehidupan membutuhkan waktu sekitar lima hari, dan kembali lagi ke sini kita semua membutuhkan waktu sekitar 10 hari, jadi waktu sebanyak itu harus kita gunakan untuk berlatih" kata Niken menjelaskan secara rinci.
"Aku rasa kita terkendala dengan ruangan untuk berlatih, kalau kita berlatih di sini kemungkinan pesawat terbang ini akan hancur" jawab Bagus terlihat sedikit takut.
"Suamiku kamu jangan takut untuk masalah itu, pesawat terbang ini dilengkapi oleh peredam getaran dan ruangan di pesawat ini terbuat dari bahan yang tidak bisa dihancurkan" kata Niken sedang menjelaskan.
"Papaku sayang ajari aku beladiri dengan penuh cinta dan kasih" ucap Yuyun sedang mengoda.
"Kalian berdua ini bagaimana sih, lihatlah Hariyati saja tidak begitu manja seperti kalian berdua, ingat kita sedang dalam masalah yang sangat besar" kata Dita dengan tatapan serius.
"Lihatlah Hariyati sedang menempel pada suamiku terus dan hanya diam saja" jawab Niken begitu iri.
Setelah melihat Hariyati mendekap tangan kanan bagus, Dita pun terdiam sedang Niken dan Yuyun juga ingin memeluk tubuhnya, namun mereka mengurungkan diri karena Hariyati ingin menyampaikan sesuatu.
"Dari awal aku sudah tahu kalau kamu akan menjadi penerus Satri Naga Legendaris, bila aku tidak mengirimmu ke tempat Dia di segel, maka kejadiannya tidak akan seperti ini" ucap Hariyati dengan sangat menyesal.
"Tugas yang kamu lakukan sudah benar, bila kamu tidak melakukannya entah berapa banyak penduduk yang akan mati dan banyak Negeri yang akan hancur, kamu ingat dengan Monster Rusa, Monster Bayangan dan Monster Lalat.
Bila tidak ada kita mungkin para penduduk dan Negeri akan hancur" jawab Bagus menjelaskan.
"Aku tadi merasa sangat takut setelah Chika menahan serangan dari Raja Iblis Kesedihan, tubuh Dia sudah tidak sanggup bertahan setelah mengembalikan Jurus yang Dia terima" kata Hariyati.
"Mulai sekarang aku akan menjaga kalian semua agar kejadian ini tidak akan terulang lagi" jawab Bagus terlihat sangat khawatir.
__ADS_1
"Iya sayangku aku mengerti" ucap mereka bertiga dengan sangat kompak.
Dita sebetulnya ingin sekali ikut seperti mereka bertiga, namun apalah daya tubuhnya tidak bisa diajak kompromi, mereka bertiga juga tidak mau kalah dari teman-temannya yang lain.
"Aku juga ingin di jaga papaku sayang" kata Putri tidak mau kalah dari mereka semua.
"Kakak aku juga ikut dijaga ya" tanya Gadis.
"Aku juga kakak dan aku ingin di cium keningku" kata Suci.
Mereka semua membuat Bagus kelabakan dengan kata-kata mereka semua, karena yang ada di sekelilingnya hanya para Gadis cantik.
Mau tidak mau Dia harus mencium kening mereka semua, namun kali ini Dita juga ikutan dengan permintaan mereka semua, kali ini mereka semua kaget dengan sikap Dita, karena Dia pobia laki-laki mungkin Dita hanya ingin sembuh dari penyakit yang Dia alami.
Bagus mulai mencium kening mereka dimulai dari Hariyati, Niken, Yuyun dan Dita, tetapi kali ini wajah Dita hanya memerah dan matanya berputar-putar tidak lama Dia pingsan lagi, kali ini Putri, Gadis dan Suci lupa akan ciuman di kening, karena mereka sibuk membangunkan Dita.
Setelah waktu telah berlalu selama satu jam, mereka semua mulai berlatih karena sekarang masih sore, Niken mengajak mereka semua menuju ruangan, setelah sampai didepan pintu Dia membuka pintu itu, mereka semua mulai berdebar-debar setelah pintu akan dibuka.
"Tempat ini adalah tempat untuk kita semua berlatih, satu hari disini sama dengan satu Minggu di luar, untuk masalah makan kita tidak perlu khawatir, karena ruangan ini dilengkapi dengan ruang makan dan ruang tidur serta kamar mandi" kata Niken sambil menjelaskan.
Mereka semua mulai berlatih namun tidak untuk Putri, Gadis dan Suci.
Mereka bertiga memilih untuk menjaga pesawat terbang.
Sementara di Kota Air terlihat seorang ninja sedang memberi kabar kepada penguasa, Dia mengatakan kalau salah satu pengawal telah meninggal dunia, setelah mengetahui hal itu penguasa merasa sedih karena selirnya telah hilang satu.
"Sekarang kemana tujuan mereka" tanya penguasa.
"Mereka semua pergi ke lembah kehidupan untuk menghidupkan pengawal kegelapan yang bernama Chika" jawab ninja.
"Tujuan utama mereka kemana kalau kamu tahu" tanya penguasa.
__ADS_1
"Tujuan mereka ke Gurun Kematian untuk membunuh Raja Monster Maikel" jawab ninja.
"Jadi mau tidak mau mereka semua akan kembali melewati tempat ini, ini sangat menarik untukku dan akan aku tunggu selirku bangkit kembali hahahaha......." Kata penguasa sambil tertawa terbahak-bahak.
Sang ninja hanya tersenyum melihat junjungannya sedang tertawa terbahak-bahak.
Di tempat yang sangat jauh, terlihat Dinda sedang membantai para Monster yang tidak mau tunduk kepadanya, Dia membantai habis sambil mengeluarkan pedang kehancuran miliknya, Dinda sempat berpikir mulai hari ini Dia tidak akan merepotkan Raja Naga Kegelapan.
Banyak darah yang terpercik dari tubuh lawannya, dan juga banyak yang telah mati karena sayatan dari pedang kehancuran, namun ada 7 Monster yang terlihat sangat kuat, mereka bertujuh mau bergabung asalkan Dia bisa mengalahkan mereka semua.
"Apa kalian bertujuh yakin mau mencoba kekuatanku, bila kalian celaka aku tidak bisa menyembuhkan kalian semua" ucap Dinda dengan sombongnya.
"Kamu jangan khawatirkan kami semua, karena kami semua tidak selemah mereka, kami semua memiliki nama yang tidak akan bisa terkalahkan, Monster tujuan bintang akan melawanmu"
"Baiklah kalau begitu kalian semua harus bersiap-siap dengan seranganku" ucap Dinda.
Setelah percakapan selesai Dinda mulai menyerang ketujuh Monster bintang dengan pedang kehancuran, pertarungan mereka sangatlah hebat.
Pertarungan yang membuat area sekitar menjadi hancur dan Tanah disekitarnya menjadi porak poranda, pertarungan yang tidak seimbang terlihat jelas, Dinda mulai terpojok oleh serangan mereka bertujuh, namun Dia masih terus bertahan dengan serangan mereka semua.
Pertarungan mereka memakan waktu sekitar 2 jam lebih, kali ini Dinda mulai serius untuk melawan mereka semua, kali ini Dia tidak bisa bergerak lagi setelah menerima serangan dari tujuh Monster bintang.
Ketika kekuatan Dinda meluap keluar tubuh ketujuh Monster itu terlempar kebelakang, namun ketujuh Monster itu masih bisa bertahan dan balik menyerang, akan tetapi mereka semua terlempar jauh ketika menerima serangan terkuat dari pedang kehancuran, tubuh mereka semua tergeletak diatas Tanah.
Pada akhirnya mereka semua harus menepati janji dan harus menjadi anak buahnya.
Sementara kondisi diluar pesawat terbang terlihat hujan deras, karena hujan itu pesawat terbang mengalami guncangan kecil, Putri, Gadis dan Suci bergegas menuju dapur.
Mereka semua terlihat sangat kelaparan, Putri menyuruh mereka untuk memasak namun mereka berdua tidak bisa memasak, karena dari kecil dirinya di kurung dalam jeruji besi.
*******************
__ADS_1
saya meminta dukungan dari teman-teman pembaca, bila suka dengan cerita ini mohon di beri like semua episode dan komentar, biar aku bisa semangat untuk menulis dan melanjutkan ceritanya.