Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
PUTRI DITA SHOCK


__ADS_3

Kali ini Raja Monster Maikel dibuat ketakutan yang luar biasa, ternyata Ratu Kehancuran sedang tertarik dengan pemuda yang menjadi Satria Naga Legendaris.


Beralih di ruangan bawah tanah, mereka semua di sambut oleh ketua bandit, dia sedang melampiaskan hasratnya kepada tahanan wanita, terlihat wanita itu sedang menangis ketakutan, tetapi ketua bandit tidak menghiraukannya dia terus menjalankan aksinya.


Mereka semua sangat marah setelah melihat kejadian itu.


"Hei kamu lepaskan dia........."ucap Chika terlihat sangat garang.


"Oh menarik sekali gadis cantik, aku akan bersenang-senang dengan kalian semua, kalian harus mengantikan wanita ini dan layani aku"


"Apa kamu bilang.


Kamu mau bermain main dengan kami semua, apa kamu yakin bisa" ucap Dita.


"Oh ternyata yang datang seorang Putri Negeri Moderen, kamu datang ke mari ingin bersenang-senang denganku bukan begitu"


Chika yang mendengarnya menjadi sangat geram, tetapi tidak untuk Hariyati, dia terlihat sangat tenang karena dia memejamkan matanya.


"Pakai bajumu dan lawanlah aku, hei orang tua cabul" kata Chika.


"Baiklah akan aku turuti semua perkataanmu Gadis cantik"


Ketua bandit menyuruh tahanan yang telah di pakai untuk masuk kembali ke dalam tahanan, dia pun memakai bajunya kembali dan bersiap untuk bertempur melawan mereka semua.


"Kalian semua lawanlah aku kalau kalian bisa, bila perlu bunulah aku tetapi kalau kalian semua kalah dariku aku akan bersenang-senang dengan tubuh kalian semua"


"Sombong banget sih loh.......... itu, apa kamu itu bodoh apa bodoh, dasar bandit tidak pernah bersekolah, mau melawan kami berempat sekaligus, apa kamu pikir kamu bisa melawan kami" ucap Chika sambil menghinanya.


"Aku tidak meremehkan kalian semua, kalian semua telah berhasil dengan sangat mudah menerobos kemari tanpa terluka sedikitpun, tetapi kalian jangan salah karena aku juga bukan manusia sembarangan"


"Hei Chika apa kamu mengerti arti dari kata-kata yang baru saja kamu ucapkan tadi" tanya mereka bertiga dengan rasa ingin tahu.

__ADS_1


"Oh arti dari loh itu kamu, kata itu dari bahasa gaul di duniaku, sedang sekolah itu kita bisa menjadi pintar dan tahu tentang sejarah di seluruh dunia" ucap Chika menjelaskan.


"Hei loh lawanlah aku" ucap Dita menirukan kata-kata Chika.


"Sudah aku bilang kan, kalian semua maju lawanlah aku sebelum kalian menyesal"


"Apa kami semua menyesal, baiklah kalau itu maumu, teman-teman ayo kita serang dia bersama-sama" kata Chika dengan sangat bersemangat.


"Baiklah kalau begitu kita serang dia bersama sama" jawab mereka bertiga dengan kompak.


Ketua bandit mulai mengunakan jurus penguat tubuh, ketika jurus itu di gunakan keluar cahaya yang terpancar keluar dari tubuhnya, cahaya itu berbentuk melingkar.


Mereka semua di buat kaget dengan kekuatan yang keluar dari tubuh orang itu, kali ini Chika tidak akan tinggal diam, dia berlari menyerang ketua bandit dengan pukulan, ketika pukulan Chika mengenai wajahnya, dia pun tidak bergeming sama sekali.


Chika yang mengetahui lawanya baik-baik saja, dia merasa sedikit khowatir, kali ini dia melancarkan pukulannya sekali lagi dan di susul tendangan, akan tetapi hasilnya sama saja, kali ini lawanya melayangkan pukulan balasan tepat mengenai perut Chika, sehingga tubuh Chika terpental jatuh dan tubuhnya terguling-guling di atas tanah.


Mereka bertiga kaget, setelah melihat Chika terpental hanya dengan sekali serang, Chika bangun hingga mulutnya batuk-batuk, kali ini Hariyati dan Niken menyerang dengan pukulan dan tendangan, pukulan bertubi-tubi mereka berdua menghujani tubuh lawanya.


Dengan satu tendangan mereka berdua jatuh tersungkur ke tanah, tetapi mereka berdua masih bisa berdiri mengunakan hentakan kaki.


Kali ini Dita menyerang dia mengunakan sengatan kilat di kedua telapak tangannya, ketua bandit itu merasa sedikit takut, setelah melihat kejadian itu Dita semakin yakin, kalau serangannya akan dapat menjatuhkan lawannya.


Ketika pukulan itu mengenai tubuhnya, dia tersentak kaget namun serangan itu tidak berarti kepadanya, Dita pun menjadi sedikit panik.


Sebuah tangan yang cukup besar tiba-tiba memeluk tubuh Dita dari belakang, sontak saja dia meronta untuk melepaskan diri dari cengkeramannya.


Dita mengeluarkan sengatan petir di seluruh tubuhnya, namun serangan itu tidak berarti apa-apa baginya, dia pun menjadi sangat takut, karena yang memeluk tubuhnya dari belakang adalah orang cabul.


"Sudahlah Putri Dita, sekuat apa pun kamu mengeluarkan kekuatanmu tetapi itu semua percuma saja, meronta lah dengan sangat kencang, karena aku sangat suka sekali sama teriakan seorang wanita, apa lagi wanita itu adalah seorang Putri Raja"


"Lepaskan aku kalau tidak aku akan membunuhmu" teriak Dita dengan sangat ketakutan.

__ADS_1


"Menarik sekali Putri Dita sekarang terlihat sangat ketakutan, perlu kamu ketahui tubuhku sekuat tubuh naga, karena aku telah meminum darah naga hitam, sekarang aku akan melucuti semua pakaianmu dan aku akan memuaskanmu HAHAHAHAHahahahaha"


Dita menjadi sangat takut karena pinggangnya menyentuh sesuatu yang sangat keras dan besar, mulut ketua bandit menciumi rambut Dita yang berbau sangat harum.


Tangan kanan ketua bandit memegang rok yang di kenakannya, dia berusaha menarik pakaiannya dari bawah, tetapi dia sangat terkejut ketika rok yang di kenakan Dita tidak bisa di lepaskan dengan mudah.


Dita hanya bisa menangis karena shock, kali ini Chika mulai serius untum membunuh lawanya.


"Hei bandit bloon lepaskan Putri Dita dan lawanlah aku, kali ini aku tidak akan segan-segan membunuhmu, karena tubuhmu bukan lagi tubuh seorang manusia" ucap Chika Dangan cukup keras.


"Baiklah aku akan melepaskannya, tapi aku akan bersenang-senang bersamamu gadis cantik berambut hijau di kepang dua"


Dita menjadi sangat shock, setelah mengalami apa yang baru saja telah menimpa dirinya, dia hanya duduk seperti orang yang kehilangan kesadaran.


"Hariyati, Niken, biarkan aku yang akan melawanya, wahai pedang kegelapan datanglah" ucap Chika.


Sebuah pedang hitam muncul di genggaman tangannya, lawanya merasa kaget dengan sebuah pedang hitam besar yang berada di genggaman tangannya, pedang itu terlihat sangat berbahaya, Chika mulai berlari kearahnya.


Dia mengayunkan pedang kegelapan ke arah lawanya, tetapi sayatan pedang Kegelapan berhasil di hindari olehnya dengan sangat mudah, tanpa menyerah dia mengayunkan terus menerus ke arah lawanya, dia berharap tubuh lawanya dapat terpotong dengan sangat mudah.


Kali ini kaki Chika tertangkap namun dengan reflek dia mengayunkan pedangnya ke arah lawanya, tiba-tiba sayatan pedang kegelapan berhasil memotong tangan kanannya dengan sangat mudah.


"Ahhhhhh.........kamu kenapa bisa memotong tanganku dengan pedangmu, harusnya tubuh ku sangat keras seperti kulit naga"


"Kali ini aku akan membunuhmu manusia cabul, kali ini aku akan meningkatkan kecepatanku untuk menyerangmu" kata Chika.


Kali ini Chika mulai melebarkan kakinya, di sekeliling tubuhnya memancarkan aura yang cukup gelap, dia mulai menghentakkan kaki kanannya ke Tanah, ketika hentakan kaki mengenai tanah tiba-tiba terjadilah guncangan yang cukup kencang.


Ketua bandit sangat kaget setelah melihat dia menghilang dari pandangan matanya, tiba-tiba Chika sudah berada di belakangnya dan menyayatkan pedang kegelapan dengan cepat hingga mengenai tubuh lawanya hingga terbelah menjadi dua.


Darah segar memercik kemana-mana hingga membasahi semua ruangan yang ada di sana.

__ADS_1


__ADS_2