
Bagus menyerang Monster Bayangan dengan tinju api sedangkan Monster Bayangan kaget dan tidak sempat menghindar,pukulan telak mengenai tubuhnya dan tidak cuma satu pukulan yang dikeluarkan.
Tapi lima puluh pukulan bertubi-tubi di keluarkan dan mengenai tubuh lawannya, dengan sangat cepat tubuhnya melesat menabrak bangunan rumah hingga rumah itu hancur, sedangkan Niken yang melihat cuma bisa memeganggi kepala.
"Niken alat yang kamu ciptakan kenapa bisa menangkap Monster Bayangan" ucap Hariyati dengan rasa penasaran.
"Alat itu memang aku gunakan untuk mengurung Monster Bayangan, sebab aku ingin menjadi pengawal Satria Naga Legendaris.
Tulisan kuno mengatakan kalau musuh yang tidak bisa di hancurkan dan sangat merepotkan adalah Monster Bayangan, di sana tertulis hanya pengawal elemen tanah yang bisa menyegelnya, tapi pengawal itu masih belum bisa di temukan akhirnya aku membuat alat untuk menyegel Monster Bayangan, walaupun aku bukan pengawal pasti aku bisa menciptakan alat untuk menyegelnya.
Tapi sayangnya alat itu gagal mengurung dirinya" jawab Niken.
"Kamu cukup membantu kami walau kamu bukan pengawal Satria Naga Legendaris yang terpenting kamu memiliki tekat bajah" ucap Hariyati.
Setelah luka Niken sembuh Hariyati melakukan langkah dan bersiap-siap menyerang Monster Bayangan, dari dalam rumah yang hancur keluar Monster Bayangan yang tubuhnya tidak terluka sedikit pun.
"Aku akui kamu menjadi sangat hebat saat kamu bergabung dengan anak itu, tapi kamu masih belum bisa melukai tubuhku.
Bagai mana kalau aku membuat pertunjukan yang sangat mendebarkan di Kota Palam ini, biar semua umat manusia tahu kalau pelindung mereka yang baru akan mati di tanganku" kata Monster Bayangan.
Pikiran licik Monster Bayangan keluar dia melihat Chika pengawal tipe kegelapan sedang melakukan penyerangan dari belakang, kesempatan itu tidak di sia-siakan olehnya.
Dengan cepat dia melesat ke arah Chika, tapi dia cuma tersenyum melihat lawanya yang sedang menuju ke arahnya, kepanikkan pun terlihat di wajah Monster Bayangan.
Chika mengayunkan pedang elemen tanah ke arah lawanya, tiga cahaya bulan sabit menujuh ke arahnya dengan cepat, jurus itu membelah tubuhnya dan mengikis tubuh Monster Bayangan.
Niken pun kaget dengan jurus Chika bukankah dia tipe kegelapan.
"Chika itu gadis yang sangat pintar, dia mudah mengerti dengan perkataanmu walau kamu berbicara sangat jauh, lihatlah pedang milik Chika itu adalah pedang kegelapan tipe tanah" Ucap Hariyati.
"Pedang itu di takuti oleh Monster Bayangan karena pedang berelemen tanah bisa membunuhnya sampai tak tersisa" jawab Niken.
Tubuh Monster Bayangan terbelah menjadi tiga namun tubuhnya sebagian sudah hancur dan hilang, Monster Bayangan merasa panik dengan Chika yang bisa melukainya, saat tubuhnya bersatu kembali setengah dari tubuhnya menghilang.
"Kenapa gadis itu bisa berganti elemen tanah padahal dia berelemen kegelapan, kalau begini tidak ada pilihan lain kalau aku harus mencari tubuh penganti untuk aku kendalikan" pikir Monster Bayangan.
Monster Bayangan melesat dengan cepat ke arah Miya sehingga dia tidak bisa menghindarinya, Monster Bayangan mengeluarkan tubuh yang sudah rusak, dan berganti menempel pada tubuh Miya.
Ketika tubuh Miya di kendalikan oleh Monster Bayangan dia tidak sadarkan diri, serangan jarum bayangan mengarah ke Chika dengan sangat cepat, namun chika bisa memotong jarum bayangan, tapi anehnya jarum bayangan itu tidak bisa kembali ke tubuhnya melainkan hancur terbakar dan menjadi abu, kepanikan Monster Bayangan semakin menjadi.
"(( Kalau seperti ini terus tubuhku pasti akan hancur menjadi abu, aku harus berpikir dulu sebelum aku hancur )) Baiklah aku akan membunuh gadis ini dengan serangan jarum bayangan" ucap Monster Bayangan.
jarum bayangan terangkat sangat tinggi, dan jarum bayangan itu mengarah ke arah jantung Miya, dengan cepat Linda menganti bola tipe tanah menjadi tipe Kegelapan.
"Terima kasih Linda aku akan menolong anak itu dari serangan Monster Bayangan, Satria Naga Legendaris tolong hajar Monster itu dengan pukulanmu" kata Chika.
"Baiklah akan aku hajar dia dengan kepalan tanganku" jawab Satria Naga Legendaris.
Chika mengeluarkan jurus gravitasi kegelapan, namun Monster Bayangan malah tersenyum.
Ketika tubuh Miya yang di kendalikan oleh Monster Bayangan sedang terkunci oleh jurus gravitasi kegelapan, tiba-tiba Monster Bayangan melesat dan mengendalikan tubuh Chika.
Sedangkan tubuh Miya terkulai lemas dan jatuh ke tanah Bagus pun mengendong tubuhnya dan membawanya ke tempat yang aman.
__ADS_1
"Sekarang tujuanku sudah berhasil, apa kalian berdua berani menyerangku karena aku sudah menguasai tubuh pengawal kegelapan Chika" ucap Monster Bayangan.
"Kenapa kamu sekarang sangat licik sekali, kamu berbeda dengan yang dulu pernah melawanku" kata Satria Naga Legendaris.
"Kalau aku tidak melakukan ini pasti aku akan mati di tangan gadis ini, pedang kegelapan miliknya sangat berbahaya dan aku bisa mati bila terkena serangannya" jawab Monster Bayangan.
Hariyati menyerang dengan pisau cahaya tapi serangan pisau itu dihentikan oleh gravitasi bayangan, akan tetapi jurus Pisau Cahaya di belokkan ke arah Rio dan Rina, mereka berdua sangat terkejut dengan serangan Pisau Cahaya yang sangat hebat.
Dengan sigap Niken tiba-tiba sudah berlari ke arah mereka berdua untuk menyelamatkannya, tangan robotnya berhasil menangkap tapi pisau cahaya itu tidak bisa di tahan terlalu lama.
Tangan robot miliknya terbelah tapi tak berselang lama tangan robot itu pun meledak dan rusak, sekali lagi tangan Niken terluka parah dan mengeluarkan darah segar, sedangkan tubuhnya mengalami luka bakar namun tak lama dia pun jatuh terbaring di atas tanah.
Mata yang sayup pun terlihat jelas sedangkan Rio cuma diam dan Rina menjadi ketakutan, sedangkan Hariyati sudah kehabisan tenaga dan tidak bisa mengeluarkan jurus penyembuh.
"Kenapa kamu mau melindungiku, kalau seperti ini kamu pasti akan mati" ucap Rio dengan pandangan sedih.
"Jangan berkata seperti itu ke padaku, apa kamu mengerti kalau aku masih belum kalah.cuma mataku terasa kabur" jawab Niken dengan tersenyum lebar.
"Lihatlah tinggal kamu saja Satria Naga Legendaris yang masih bisa melawanku, temanmu yang bernama Hariyati sudah kehabisan tenaga, tidak mungkin kalau dia bisa menyembuhkan temanmu yang terluka, dia sekarang terbaring di atas tanah, dia akan mati karena kebodohannya.
Satu lagi apa kamu bisa melukai temanmu yang bernama Chika, ini kemenangan telak buatku akan aku bunuh kalian semua dengan sangat mudah" ucap Monster Bayangan.
"Kamu memang pengecut yang bisanya bersembunyi di tubuh orang lain" jawab Satria Naga Legendaris.
"(( Tunggu dulu naga, kamu jangan terpancing olehnya lihatlah chika yang bisa membunuh Monster itu dia dirasukinya, di sini masih ada harapan 90 banding 10 persen.
Lihatlah gadis yang bernama Niken dia mungkin pengawal elemen tanah, di tambah lagi tubuhnya sedang terluka cukup parah kalau tidak di tolong dia bisa mati ))" kata Bagus.
"(( Apa yang kamu maksut, oh jadi kamu ingin aku memberi dia kekuatan seperti Chika dan Hariyati, bila aku salah maka aku akan lenyap ))" jawab Satria Naga Legendaris.
Satria Naga Legendaris menyerang Monster Bayangan dengan bola api yang sangat besar, tapi bola api itu berhasil di tepis dengan jarum bayangan, saat Monster Bayangan sadar kalau lawannya sudah tidak ada di depan matanya.
Satria Naga Legendaris menghampiri Niken yang sedang terkapar di atas tanah, dengan perlahan tubuhnya di sandarkan ke pangkuanya, ketika Monster Bayangan mengetahui semua itu, dia melancarkan serangan jarum bayangan ke arah Satria Naga Legendaris.
Ketika jarum bayangan mengenai dia tiba-tiba jarum bayangan terpantul ke atas langit, berkali-kali jarum bayangan menghujani tubuhnya berkali-kali pula jarum bayangan terpental ke atas.
Dengan tenang Satria Naga Legendaris memberikan ciuman ke bibir Niken, saat itu pula tubuh Niken bercahaya.
Kejadian itu di saksikan oleh para penduduk serta Rio dan Rina.Cahaya terang membuat Monster Bayangan menjadi sangat panik, tak lama cahaya terang itu pun perlahan menghilang.
Sosok Niken yang terluka parah kini sudah sembuh total namun penampilan Niken kini jauh berubah, pakaian yang sangat cantik dia kenakan sedangkan senjata robot miliknya pun di pegang oleh Satria Naga Legendaris, kedua senjata robot yang rusak kini sudah menjadi bagus dan senjata itu berbeda dari sebelumnya.
"Niken ini senjata milikmu, sekarang kamu telah menjadi pengawal elemen tanah" ucap Satria Naga Legendaris.
"Terima kasih Satria Naga Legendaris, kamu sudah mempercayaiku sekarang akan aku akhiri dia dengan senjata pemberianmu" ucap Niken.
"Bukan aku tapi bagus yang menyuruhku" jawab Satria Naga Legendaris.
"Sudah aku duga kalau Bagus yang menyuruhnya (( aku jadi suka sama kamu, aku harap kita berjodoh ))" kata Niken.
Satria Naga Legendaris melihat aksi pengawal elemen tanah dengan sangat jeli, Niken merasakan kekuatannya meluap-luap cukup pesat, lawannya semakin geram dengan kemunculnya satu pengawal elemen tanah.
Dia melancarkan serangan jarum bayangan namun jurus itu berhasil di tangkap oleh tangan super miliknya, lawanya pun menjadi panik.
__ADS_1
Dia mengeluarkan jurus gravitasi kegelapan namun Niken berhasil menghindarinya dengan cepat, dia pun balik arah menyerang dengan tangan super, akan tetapi lawanya malah tersenyum dengan serangan Niken, tapi ketika pukulan super mengenai wajahnya dia langsung terlempar keluar dari tubuh Chika, dan anehnya lagi tubuh Chika tidak terluka sama sekali.
Monster Bayangan tersungkur ke tanah, tapi dia masih menyerang Niken dengan jarum bayangan, lagi-lagi dia berhasil menangkap jarum bayangan dengan tangan kiri.
"Kamu sudah game over, sekaranglah aku akan mengakhiri pertarungan ini Monster Bayangan.wahai Monster Bayangan aku perintahkan masuklah ke dalam kepalan tangan robotku, SEGEL...." ucap Niken.
Kepanikan Monster Bayangan semakin menjadi-jadi, kelihatannya dia ingin melarikan diri tapi itu semua percuma, tangan robot super telah membuka segelnya, sehingga tubuhnya tersedot masuk ke dalamnya, setelah dia tersegel sepenuhnya oleh tangan robot miliknya hilang dengan sendirinya.
Sedangkan Rina terpukau melihat aksi Niken, pertarungan pun akhirnya berakhir sudah, Niken mendekati Bagus dengan wajah serius.
"Karena aku sudah menjadi pengawal elemen tanah milikmu, sekarang akan aku penuhi janjiku aku akan menikah denganmu sayang" ucap Niken tersenyum manis.
"Tidak bisa begitu aku juga masih belum siap untuk menikah, kamu sebaiknya membantuku menyadarkan mereka yang pingsan" jawab Bagus dengan sedikit panik.
"Baiklah kalau begitu, aku ucapkan terima kasih karena kamu nyawaku telah selamat dari maut.
Dulu aku pernah berjanji kepada ayah dan ibu, barang siapa yang bisa menyelamatkan nyawaku dari bahaya kalau dia laki-laki maka akan aku jadikan suami, sedangkan kalau dia perempuan akan aku jadikan saudaraku" kata Niken.
"Aku tadi menyelamatkanmu karena itu sudah menjadi tanggung jawabku sebagai seorang pembela kebenaran Satria Naga Legendaris" jawab Bagus.
Niken cuma tersenyum melihat Bagus mengatakan sesuatu yang membuatnya lucu, dia menjadi bingung dengan senyuman Niken yang sangat mempesona.
Semua warga yang ada di sekitar tempat pertarungan membantu memberikan tempat beristirahat sejenak karena mereka semua sedang kelelahan.
Bagus mengendong Chika yang sedang pingsan dengan kedua tangannya, sedangkan Niken dan Hariyati ikut Bagus beristirahat di depan rumah warga.
Rio mengendong Miya, dia meninggalkan Kota Palam yang telah memberinya pekerjaan, mereka berdua merasa malu karena sudah mengaku sebagai Satria Naga Legendaris.
Saat Chika tersadar dia sangat kaget karena di depannya banyak penduduk yang sedang melihat dirinya, wajahnya pun menjadi malu karena dia menjadi pusat perhatian penduduk Kota Palam, para penduduk mengucapkan terima kasih kepada Bagus dan kawan-kawan, tapi ketika Chika melihat ke arah Niken dia sangat terkejut setengah mati.
"Kenapa kamu mengenakan pakaian seperti kami, jangan-jangan kamu sudah menjadi pengawal seperti kami???" ucap Chika merasa penasaran.
"Iya aku sudah menjadi pengawal elemen tanah seperti kalian, mulai sekarang aku akan ikut berpetualang bersama kalian" jawab Niken dengan sangat senang.
"Berpetualang katamu, kami ini hanya ingin kembali ke dunia kami, kenapa semua ini terjadi kepadaku tapi ingat jangan dekati kekasihku mengerti" kata Chika mengingatkan.
"Apa kamu bilang dia itu kekasihmu, tapi aku tidak akan menjauh darinya karena dia masih belum menikah, jadi dia itu milik semua orang" jawab Niken.
"Apa katamu.........Hari ini kenapa kami mendapatkan teman seperti dia" ucap Chika sambil marah-marah.
Niken cuma tersenyum melihat Chika yang sedang cemburu, setelah mereka sudah merasa enakkan Niken mengajak mereka kembali ke rumahnya, sedangkan para penduduk merasa senang dan mengucapkan terima kasih kepada Bagus dan kawan-kawan.
Perjalanan mereka pun di buntuti oleh seseorang gadis berambut merah panjang, gadis itu sangat cantik dia mengikuti mereka semua sampai rumah Niken, kecepatannya dan lompatannya sangat tinggi tidak seperti manusia pada umumnya.
"Oh kalian sudah pulang ya, Niken kenapa dengan bajumu???sekarang kamu memakai pakaian yang sangat cantik" ucap Professor Yudi penasaran.
"Ayah aku sudah menjadi pengawal Satria Naga Legendaris elemen tanah, jadi mulai besok aku akan ikut mereka semua berpetualang, untuk menciptakan perdamaian dunia seperti semula" jawab Niken dengan wajah berseri-seri.
"Aku mengerti jadi sekarang kalian harus makan malam dan beristirahat dulu, akan aku siapkan kendaraan yang akan membawa kalian terbang ke pulau terbang" ucap Professor Yudi.
Niken mulai berjalan menghampiri Linda, tatapan yang sangat tajam dan penuh makna, karena dia ingin mengatakan sesuatu hal yang sangat penting, dia mengajak Linda ke tempat peristirahatan dan bertanya sesuatu hal yang sangat penting.
"Linda kamu sebetulnya peri bunga yang bertempat tinggal di negeri peri bukan, kamu juga yang membawa Bagus datang ke Dimensi Cahayakan, kamu juga telah banyak membantu mereka dan para penduduk yang sedang kesusahan.
__ADS_1
Tapi tujuanmu yang sebenarnya sama seperti aku membuat perdamaian dunia" ucap Niken sangat serius.