Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
ANCAMAN RAJA NAGA KEGELAPAN


__ADS_3

Mata berwarna putih perlahan berubah warna menjadi merah menyala,tubuh yang berlendir dan lengket mulai mengeluarkan aura hitam yang sangat pekat, perlahan-lahan aura hitam menutupi seluruh tubuhnya, dan di dalamnya terdengar detak jantung yang sangat keras.


Ketika keluar teriakan HOOAHhhhh....dari dalam aura hitam, di sana terasa kekuatan yang sangat hebat yang sedang tertahan seutuhnya, namun tak lama sesosok naga hitam keluar dari gumpalan aura hitam yang sangat pekat.


Pandangan tajam dan mata berwarna merah serta tubuh yang sangat besar dan kokoh, tangan hitam dengan cakar yang sangat tajam, serta kaki yang kuat dan sayap hitam yang sangat besar dan lebar, semua tubuhnya berwarna hitam pekat.


Dengan sigap Monster Tanah memberi hormat kepada Rajanya, dia menundukkan kepala tapi tak lama terdengar suara wanita.


"Selamat datang kembali tuanku Raja Naga Kegelapan" ucap Dinda dengan menundukkan kepalanya.


"Oh kamu Dinda, dari mana saja kamu selama ini" tanya Raja Naga kegelapan dengan rasa penasaran.


"Maafkan aku tuan, baru saja aku sampai di Negeri Cahaya dan langsung menghadap" jawab Dinda dengan rasa takut.


"Apa kamu mau menghianatiku dengan datang ke Negeri Cahaya" bentak Raja Naga Kegelapan dengan wajah marah.


"Aku tidak akan pernah menghiyanatimu tuanku, aku baru saja mencuri pedang kehancuran dari tempat suci yang sedang mereka segel, karena penjagaannya sangat ketat aku butuh waktu lama untuk beraksi" ucap Dinda dengan tenang.


"Oh.....baguslah kalau begitu, sekarang tunjukan pedang itu padaku ratuku" ucap Raja Naga Kegelapan dengan bangganya.


Dengan hormat Dinda menyerahkan pedang yang baru saja dia dapat, Raja Naga Kegelapan takjub dengan pedang yang berhasil Dinda dapatkan, bilah pedang yang sangat panjang, ujung pedang lebar dan lancip, serta gagang pedang terbuat dari Cristal biru murni, dengan pedang ini ratu kegelapan akan bisa menghancurkan Negeri Cahaya dengan mudah.


Tapi dia harus menguasai pedang ini, karena pedang kehancuran bukan pedang sembarangan.


Raja Naga Kegelapan menyerahkan pedang itu ke pada Dinda, dengan perlahan Dinda mengambil kembali pedang kehancuran.


"Dinda sebaiknya kamu pergi berlatih, kuasailah pedang itu dengan sempurna, dan bila sudah berhasil kamu boleh menghadapku" ucap Raja Naga Kegelapan.


"Baik Raja aku akan berlatih, jadi tunggu aku kembali" jawab Dinda dengan hormat.


Tak lama Dinda pun hilang dalam sekejap mata, sedang Monster Tanah yang tadinya diam dan melihat saja, sekarang dia angkat bicara.


"Rajaku apa anda yakin kalau Dinda tidak berhianat kepadamu" tanya Monster Tanah dengan panik.


"Kalau soal gadis itu, aku tahu betul siapa dia.


Dia tidak akan berhianat karena dia sudah memiliki sebagian dari kekuatanku, jika dia berhianat maka aku akan tahu" ucap Raja Naga Kegelapan.


"Tuan Monster Siput, bagai mana soal Satria Naga Legendaris yang baru saja bangkit dari tidurnya, apakah dia sangat kuat???" tanya Monster Tanah.


"Pangil saja namaku Raja Naga Kegelapan dan jangan pernah memangilku Monster Siput, mereka sama seperti yang dahulu pernah aku kalahkan, tapi ada yang membuatku penasaran dengan satu anak, Teman-temannya memangilnya Bagus" jawab Raja Naga Kegelapan.


"Raja Naga Kegelapan dialah Satria Naga Legendaris pilihan gadis yang bernama Hariyati, entah kenapa dia bisa bergabung dengan Satria Naga Legendaris, padahal tidak semua manusia yang di terima bergabung olehnya" ucap Monster Tanah.


"Nah itu yang membuat aku penasaran, kalau aku lihat anak itu bukan anak sembarangan, Monster Tanah aku beri perintah awasi mereka semua dan laporkan perkembanganya, cari tahu siapa anak itu yang sesungguhnya" ucap Raja Naga Kegelapan memberi perintah.


"Baiklah tuanku akan aku jalankan perintah anda" jawab Monster Tanah dengan sangat hormat.


Setelah bercakap-cakap Raja Naga kegelapan menghilang, namun mereka berdua tidak sadar kalau mereka di mata-matai oleh Monster Air, seperti ada niat jelek yang akan dilaporkan oleh Monster Air kepada Raja Monster Maikel, sebelum meninggalkan tempatnya tiba-tiba Monster Tanah muncul di depannya.


"Apa yang telah kamu lakukan di sini Monster Air, jangan-jangan kamu memata-matai pertarungan Satria Naga Legendaris dengan tuanku???" ucap Monster Tanah dengan rasa curiga.


"Kalau benar memangnya kenapa???

__ADS_1


Kenapa kamu memanggil Moster Siput yang sudah berubah wujud menjadi Naga Hitam dengan sebutan tuan, padahal dia sudah di kalahkan dan hancur namun dia beruntung masih bisa hidup lagi" jawab Monster Air dengan nada meremehkan.


"Tutup mulutmu kenapa kamu berani berkata seperti itu, apa kamu tahu siapa dia yang sebenarnya???" teriak Monster Tanah dengan cukup keras.


"Aku tahu dia yang sebenarnya, dia adalah Monster yang payah dan tidak bisa mengalahkan anak kecil" ucap Monster Air mengejek.


"Diam dan tutup mulutmu kalau tidak kamu akan aku bunuh mengerti" teriak Monster Tanah dengan sangat marah.


"Coba saja kalau kamu bisa membunuhku Monster Tanah" ucap Monster Air menantangnya.


Perdebatan mereka berdua berubah menjadi tak terkendali, ke dua Monster itu saling beradu pandang dengan tatapan yang sangat tajam, suasana pun menjadi memanas setelah mereka memasang aba-aba.


Namun mereka berdua kaget setelah melihat sosok Monster yang sangat kuat, energinya yang sangat besar keluar walau cuma sebentar, Monster Air tak bisa berkata apa-apa setelah merasakan kekuatan yang sangat besar.


"Kenapa kamu memiliki kekuatan yang sangat besar dari pada tuan kami Raja Monster Maikel, siapa kamu yang sebenarnya???" tanya Monster Air dengan badan ketakutan.


"Kalau kamu ingin tahu siapa saya tataplah mataku.


Ingat aku bisa dengan sangat muda membunuhmu seperti Monster lain yang suka berhianat" jawab Raja Naga Kegelapan dengan serius.


Ketika Monster Air menatap mata Raja Naga kegelapan dia pun merasa takut yang luar biasa, kekuatan kegelapan telah menjerat seluruh tubuh Monster Air hingga dia tidak bisa bergerak, tangan dan tubuhnya merasa kaku matanya pun terlihat sangat sayup, namun kekuatan kegelapan pun di hentikan sehingga Monster Air jatuh ke tanah dan tubuhnya lemas.


Napas yang terenggah-enggah keluar dengan cepat lewat mulut dan hidungnya, ketika dia melihat ke arah Raja Naga Kegelapan dia merasa ada yang berbeda walau sekilas, sepertinya dia mengenal sosok yang baru saja dia lihat tapi siapa dia yang sebenarnya.


"Bangunlah dan kembalilah ketuanmu serta ceritakan semua apa yang telah kamu lihat tapi ingat jangan pernah ceritakan tentang diriku" ucap Raja Naga Kegelapan dengan mata melotot.


Ketika Monster Air melihat ke arah belakang karena dia merasa ketakutan yang luar biasa, namun setelah dia menatap kembali ke arah Raja Naga Kegelapan dia pun kaget, kenapa mereka bisa pergi dengan sangat cepat tanpa sepengetahuanku, tak lama Monster Air pergi dia terlihat sangat tergesa-gesa untuk menyampaikan kabar buruk kepada Raja Monster Maikel.


Monster Air berjalan dengan sempoyongan memasuki istana, mungkin ini adalah beban berat yang akan di pikulnya tapi kalau tidak dikatakan mungkin bisa jadi beban berat baginya.


"Kabar apa yang kamu bawa Monster Air aku ingin tahu kabar bagus tentang mereka" tanya Raja Monster Maikel.


"Maaf tuanku ke dua Monster yang telah anda kirim untuk membunuh Satria Naga Legendaris, keduanya telah mati.anak yang telah bergabung dengan Satria Naga Legendaris itu memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain, aku masih menyelidiki tentang anak itu" ucap Monster Air.


"Apa kamu bilang kedua Monster yang aku kirim telah mati, padahal kedua Monster itu sangat kuat dan hebat,bl aku tidak boleh meremehkan mereka" jawab Raja Monster Maikel.


"Tuanku harus berhati-hati kalau anda melawannya" ucap Monster Air dengan hormat.


"Apa kamu pikir aku takut dengan anak kecil, Monster Bayangan kamu jauh lebih baik dari pada mereka berdua, kamu sudah tahu tentang Satria Naga Legendaris kan, aku perintahkan bunuh dia dan bawa kemari mayatnya jangan sampai kamu membuatku kecewa mengerti" kata Raja Monster Maikel dengan tatapan serius.


"Aku mengerti tuanku.


Serahkan mereka kepadaku aku akan dengan cepat membunuhnya" jawab Monster Bayangan.


Sementara mereka berempat masih menyusuri jalan setapak, jalan itu terlihat sangat curam yang mengarah ke atas, perjalanan mereka berempat tidak semulus yang di harapkan, mereka berempat terlihat sangat ke susahan dan ke capekan, langkah demi langkah mereka lalui terlihat sangat sulit.


Setelah mereka berada di ujung mereka semua melihat ada permungkiman warga yang sangat kecil, hari ini mereka berempat tertolong karena mereka menemukan sebuah Desa untuk beristirahat, mereka melihat Desa itu seperti Desa miskin yang tidak terawat.


Bagus menghampiri salah satu warga dan bertanya apa mereka bisa tinggal untuk sementara di Desa ini, orang yang di ajak berbicara hanya melihat sebentar dan cuek seperti patung, mereka semua sangat bingung melihat ke adaan Desa dan orang yang ada di sini.


Mereka terpaksa harus meneruskan perjalanan walau kondisi badan mereka tidak setabil akibat pertempuran dengan Monster Siput yang sangat banyak menguras tenaga.


Ketika mereka semua keluar dari Desa tiba-tiba mereka di hadang dua anak kecil yang sedang membawah sebuah pisau dapur, anak kecil itu terlihat ketakutan setelah melihat dua pedang yang sangat panjang dan besar, akan tetapi kedua anak itu memberanikan diri dan tetap menghunuskan pisau yang di bawahnya.

__ADS_1


Chika menghampirinya dan mengacungkan pedang kegelapan yang sangat besar ke arah kedua anak itu, satu anak menangis dan satu anak lagi memohon ampun.


"Kenapa dengan kalian berdua, kalau mau menodongkan pisau harus yang benar dan tidak boleh ada rasa takut" ucap Chika dengan mata melotot ke arah dua anak itu.


"Chika kamu tidak boleh mengajari mereka berbuat jahat, lihat mereka berdua sangat ketakutan melihatmu" jawab Hariyati dengan wajah serius.


"Iya maaf aku sedang terbawa suasana" kata Chika dengan senyum cengar-cengir.


"Kalian berdua simpan pedang kalian, agar tidak menakuti para penduduk" ucap Bagus dengan nada kalem.


"Bagaimana caranya aku menyimpannya" jawab mereka berdua dengan sangat kompak.


Linda terbang mundur ke belakang, dia takut kalau kedua pedang itu di masukan ke dalam tasnya, bisa-bisa tas kesayangan miliknya robek dan rusak.


Bagus yang melihat tingkah laku linda merasa heran, kenapa Linda seperti Peri ketakutan apa dia sedang sakit.


"Linda kenapa kamu terlihat sangat aneh, apa kamu sedang memikirkan sesuatu atau kamu sedang tidak enak badan" ucap Bagus.


"Aku tidak sakit......aku cuma memikirkan sesuatu yang bisa membuatku takut" jawab Linda dengan expresi yang tidak bisa.


"Oh iya......tas linda kan bisa menampung semua barang, jadi kami berdua titip pedang ini ke dalam tasmu ya" ucap Chika dengan wajah gembira.


"Tidakkk.........tas ini tidak boleh untuk menyimpan barang yang sangat besar dan tajam, nanti tasku bisa rusak" jawab Linda dengan wajah pucat.


"Kamu tidak mau membantu kami, jadi kamu menolak perdamaian di dunia ini" ucap Chika dengan kata-kata mengingat-ingat dunia ini.


Linda merasa takut karena di hadapkan dua pilihan antara barang kesayangan dan perdamaian dunia, linda hanya bisa menangis, Bagus menghampiri Linda dia mengatakan kalau kamu tenang saja.


"Kalian berdua katakan nama pedang kalian dan suruh mereka berdua untuk hilang" kata Bagus dengan tatapan serius.


Hariyati dan Chika merasa bingung dengan ucapan Bagus, namun mereka mulai mencoba mengucapkan kata-kata, wahai pedang cahaya hilanglah.pedang yang ada di genggaman tangan Hariyati mulai menghilang.


Bagus menyuruh Hariyati mengucapkan kata-kata wahai pedang cahaya datanglah, maka pedang kalian akan keluar dan siap kalian gunakan.Hariyati mencoba mengucapkan kata-kata yang sama seperti Bagus ucapkan, sebuah pedang cahaya muncul di hadapannya.


Akhirnya mereka berdua menghilangkan senjata mereka agar tidak terlihat mencolok, keadaan dua anak itu menjadi lemas karena ketakutan.


"Kenapa kalian berdua sangat ketakutan" tanya bagus dengan tersenyum.


"Kamu sedang ketakutan melihat aku ya" ucap Chika dengan wajah sedikit panik.


Kedua anak itu sangat ketakutan mereka berdua sedang berpelukan karena takut di bunuh, sedang Bagus mendekati kedua anak itu, dia mengatakan kalian berdua jangan takut kami berempat bukan orang jahat, setelah mendengar itu ke dua anak itu mulai berbicara kenapa mereka berdua melakukan hal nekat seperti itu.


Mereka berdua mengenalkan diri nama mereka feri dan reni, Bagus dan yang lainya juga memperkenalkan diri, kedua anak itu melakukan hal buruk karena Desanya sedang kekurangan bahan makanan.


Gara-gara seekor Monster Rusa yang telah merampas hasil panen dan perburuan mereka, jadi seluruh Desa menjadi miskin dan kelaparan.


Bagus berjanji akan membantu membunuh Monster itu, akan tetapi dia membutuhkan tempat untuk istirahat, Feri dan reni mengajak mereka semua untuk pergi ke rumahnya untuk bermalam, rumah mereka tidak cukup besar namun bisa menampung mereka semua untuk tidur, dari belakang rumah Ibu feri masuk dan menyambut mereka berempat.


"Perkenalkan nama saya Wati, maaf kami tidak bisa menghidangkan makanan, namun kalian bisa tinggal di tempat yang kecil ini sampai besok, jadi anggap saja rumah ini seperti rumah kalian sendiri" ucap Wati dengan sangat ramah.


"Perkenalkan namaku Bagus, sedangkan gadis di sebelah kananku bernama Chika dan yang kiri bernama Hariyati sedang yang duduk di pangkuanku adalah Linda" jawab Bagus.


"Desa ini sudah 2 hari kondisinya terpuruk semenjak kehadiran Monster Rusa.

__ADS_1


Mereka menjarah dan mengambil semua makanan bahkan mengambil semua persediaan makanan para penduduk, ada dua orang yang menentang Monster itu namun mereka berdua tewas di bunuh dengan sangat kejam, seandainya kami mempunyai uang yang masih tersimpan aku bisa membelikan makanan untuk kalian semua" ucap Wati dengan serius.


"Kakak yang baik di seberang hutan ini ada Kota yang sangat besar dan luas, Kota itu bernama Kota Palam, kami setiap hari menjual dagangan kami di Kota itu" kata feri dengan rasa senang.


__ADS_2