Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
ANAK KECIL BERAMBUT MERAH BERKEPANG


__ADS_3

"Memang menyelamtkan dunia itu sama seperti belajar, tapi aku tidak ingin menjadi kuat aku hanya ingin menjadi pintar itu saja" ucap bagus dengan nada pelan.


"Kamu itu harus menerima nasip, karena Dunia ini sedang membutuhkan dirimu untuk menciptakan perdamaian.


Tapi semua itu terserah kamu yang menjalaninya, pada saat aku bertemu dengan dirimu aku jadi suka dan berharap kepadamu" jawab Hariyati dengan penuh perasan.


"........" Bagus berpikir sejenak.


Bagus menjadi malu setelah mendengar Hariyati mengatakan sesuatu, pipinya menjadi merah dan terlihat sangat jelas, sedangkan Hariyati juga malu menatap matanya, dia berpaling karena pipinya berwarna merah.


Tiba-tiba tidak terdengar satu kata pun dari mulut mereka berdua, suasana menjadi hening sesaat setelah percakapan mereka berdua, diam-diam Linda terbang ke arah mereka berdua, dia mengejutkan mereka berdua dengan tiba-tiba, sontak saja mereka berdua sangat kaget melihat kehadiran Linda secara tiba-tiba.


Hariyati menjadi sedikit marah kepada temannya, dia sempat berkata bagai mana kalau aku jantungan, sedangkan Linda hanya tersenyum.


Dia melihat mereka berdua sedang duduk berdekatan tapi tidak mengatakan apa pun, makanya Linda berani mengejutkan mereka, tapi Linda telah meminta maaf, karena dia yang salah telah mengejutkan temanya.


Sedangkan Linda menjadi sangat penasaran soal pipi mereka berdua menjadi warna merah, apa mereka berdua sedang sakit pikirnya.


Hariyati mengelak karena malu kalau dirinya ketahuan suka sama Bagus.


"Iya pipimu tadi terlihat merah aku tidak salah lihat kok" ucap Linda dengan sangat yakin.


Canda dan tawa menghiasi wajah mereka berdua, namun tak lama Bagus pun ikut tertawa melihat mereka berdua sedang bercanda, Hariyati memandangi wajahnya yang sedang tersenyum melihat ke arahnya, dia ingin mengatakan suka dan cinta tapi dia seorang wanita, dia takut kalau cintanya di tolak seperti chika.


Bagus manjadi sangat malu setelah melihat senyuman Hariyati yang sangat mempesona, mereka berdua sebetulnya suka tapi karena rasa malu mereka berdua tidak ingin mengucapkannya, padahal waktu di Negeri Peri, bagus telah mengutarakan isi hatinya namun Hariyati belum mengerti apa itu cinta.


Ketika sudah mengerti akan cinta, dia takut untuk mengatakan karena dia takut untuk di tinggalkan.


Saat hari menjelang malam, mereka


kan pesawat di tengah hutan yang terdapat padang rumput yang sangat luas, ketika pesawat sudah mendarat dengan selamat mereka semua terlihat begitu senang.


Sedangkan Niken mengajak Chika untuk memasak makan malam, namun Chika bertanya-tanya di mana dapurnya, katanya pesawat terbang ini sudah ada dapurnya tapi kenyataanya tidak ada.


Niken pun tersenyum melihat Chika yang sangat bingung, dia mendekati tombol di dekat pintu masuk pesawat setelah tombol itu di tekan hingga berbunyi klikkkk, tak lama ada tangga yang keluar dari atas dinding pesawat, sedang atap pesawat terbuka dan muncul ruangan yang terbuat dari kaca.


Di sana terlihat meja makan dan dapur yang sangat mewah, Chika pun terkejut melihat pesawat terbang yang di naikinya.


Dia sangat kagum dengan pesawat buatan profesor Yudi, dari dapur dia bisa melihat pemandangan luar, sedang bintang yang bersinar juga terlihat sangat jelas indahnya.


Chika sangat kagum dengan kecangihan pesyawat Terbang buatan Professor Yudi, namun tak lama Niken menyiapkan bahan-bahan untuk memasak, tempat penyimpanan bahan makanan cukup besar tempat itu bisa menampung bahan makanan seperti daging dan sebagainya seberat 5 ton.


Ketika pintu tempat penyimpanan di buka, di sana terlihat ada ikan yang sangat besar juga ada ikan yang kecil, daging dan sayuran masih segar tertata rapi.


Linda sangat senang dengan ikan yang masih segar hingga dia terkagum-kagum melihatnya, Hariyati membantu untuk menyiapkan makanan di dapur, sedangkan Bagus cuma duduk diam merenung karena dia anak laki-laki yang tidak bisa memasak.


Bagus melihat ke cendela pesawat terbang, dia pun melihat ke arah hutan, ketika hutan di malam hari terlihat sangat gelap dan di sana tidak terlihat apa-apa.


Setelah menunggu kurang lebih 15 menit, Bagus di panggil oleh Chika untuk makan malam, setelah makan mereka semua beristirahat di tempat tidur, sedangkan Bagus di suruh tidur di tempat duduk yang terbuat dari sofa yang sangat empuk.


"Bagus kamu kesinilah sebentar, disinilah kamu harus tidur.


Karena di sini tempat tidurmu dan yang ada di sana adalah tempat tidur bagi kami anak perempuan, tekan tombol yang ada di samping kursi maka kursi akan memanjang seperti tempat tidur, tapi tempat tidurnya tidak besar" ucap Niken.


"Baiklah aku mengerti, di sini tempat tidurku dan aku akan menjaga kalian dari binatang buas" jawab Bagus dengan penuh semangat.


"Bagus kamu tidak harus menjaga kami, yang terpenting kamu harus tidur dan jangan perdulikan kami.


Karena pesawat terbang ini tidak bisa dihancurkan oleh binatang ataupun jurus" kata Niken.


"Bisa jadi binatang buasnya adalah kamu Bagus, pada saat kita tertidur kamu diam-diam masuk dan menghampiri kami" ucap Linda dengan perasaan takut.

__ADS_1


"Apa wajahku seperti binatang buas, kalau memang aku binatang buas maka yang akan aku makan itu adalah kamu Linda" jawab Bagus.


"Ihhhh jangan dong, aku tadikan cuma bercanda jadi jangan simpan di dalam hati" kata Linda tersenyum manis.


"Iya-iya aku sudah tahu, memangnya cuma kamu saja yang bisa bercanda" jawab Bagus.


"Ayo sebaiknya kita semua tidur, besok pagi kita akan melanjutkan perjalanan" kata Niken.


Mereka semua mulai tertidur, tapi di luar sedang ada seseorang yang sedang melihat pesawat terbang dari dekat.


Gadis misterius itu berambut merah panjang dia berubah menjadi seorang gadis kecil berambut merah, gadis itu tersenyum lebar melihat Bagus yang sedang tertidur di atas bangku.


Hari sudah beranjak pagi, mereka semua sedang berkumpul untuk mandi serta menyiapkan makanan, tapi lagi-lagi Bagus di suruh menunggu sebentar, kalau mereka bertiga sudah selesai mandi baru giliran Bagus yang akan mandi.


Ketika Bagus menunggu dia sangat bosan, dia pun keluar dari pesawat terbang dan melihat-lihat pemandangan hutan, saat Bagus masuk ke dalam hutan tiba-tiba dia mendengar suara jeritan seorang anak kecil, sepontan saja bagus mencari di mana jeritan anak yang minta tolong.


Ketika dia sudah dekat tiba-tiba suara jeritan itu sudah menghilang tanpa jejak, dia pun bingung dan bertanya-tanya dalam hati ke mana suara tadi.


Ketika bagus menyerah tiba-tiba jeritan itu terdengar lagi dengan sangat jelas, kelihatannya suara jeritan itu berasal dari belakang semak-semak.


Ketika semak-semak di buka di sana terlihat seorang gadis kecil berambut merah berbadan kecil pendek sedang di tangkap oleh seekor monster kadal, anak itu menjerit ketakutan karena dia mau di makan oleh monster Kadal, Linda yang membelit tubuh anak itu sangat panjang dan banyak mengeluarkan air liur.


"Lepaskan anak kecil itu monster kadal???" ucap bagus.


"Kenapa aku harus melepaskan anak ini, kamu dan anak ini akan menjadi santapan pagiku" jawab Monster Kadal.


"Ternyata kamu monster yang tidak mengerti akan bahaya yang akan menimpahmu, baiklah kalau begitu aku akan membunuhmu" ucap Bagus.


"Hahahaha tunggu saja giliranmu yang akan aku makan" jawab Monster Kadal meremehkan.


Monster Kadal tidak akan mengerti kalau dirinya berada dalam bahaya, dia melempar tubuh anak kecil itu ke atas, ketika tubuh anak itu melayang di udara, mulut yang besar dan panjang terbuka sangat lebar.


Wajah anak kecil itu sangat ketakutan ketika melihat dirinya terlempar ke langit, akan tetapi dengan cepat bagus menangkap tubuh anak kecil itu dengan cara di gendong, ketika kakinya menginjak tanah anak kecil itu memeluk tubuh Bagus dengan erat, terlihat jelas gadis itu sangat ketakutan.


Sehabis mandi Chika mencari-cari Bagus namun dia tidak menemukannya, mereka bertiga mencari di semua tempat ternyata tidak ada, namun Hariyati mengatakan kalau dia sedang berada di luar dan berjalan-jalan.


"Hutan ini sangat lebat bagai mana kita akan mencarinya???" ucap Chika.


"Lebih baik kita berpencar untuk mencarinya" jawab Hariyati.


"Sebaiknaya kalian diam di tempat, kalau kalian masuk ke dalam hutan kalian berdua pasti akan tersesat, biarkan aku yang akan mencarinya dengan kekuatanku" kata Niken dengan sangat serius.


Dengan tenang Niken menyentuh tanah dan tak lama tubuhnya mengeluarkan cahaya putih, dengan perlahan cahaya putih itu melebar memasuki hutan, cahaya putih itu meluas sampai 5 kilometer dan bentuk cahaya putih seperti sangkar burung.


Chika, Hariyati dan Linda tertegun melihatnya, tapi setelah 1 menit Niken mengangkat tangannya dan dia bernapas panjang.


Kelihatan jelas kalau Niken sedang kecapekan.


"Kalau boleh tahu tadi jurus apa???" tanya Hariyati dengan sangat penasaran.


"Tadi adalah jurus melacak keberadaan mahkluk hidup yang ada di sekitar kita, jarak lihat sekitar 5 kilometer di hutan ini banyak monster yang sedang berkeliaran" ucap Niken dengan raut wajah yang sangat serius.


"Kenapa kamu mengetahui semuanya, padahal kamukan masih baru menggunakan kekuatan itu, aku pikir kamu tidak tahu tentang jurus elemen tanah" jawab Hariyati dengan penasaran.


"Aku mengerti semua jurus yang di miliki pengawal satria naga legendaris, karena tulisan kuno menuliskan semuanya tentang jurus masing-masing elemen pengawal satria naga legendaris" jawab Niken.


"Katakan jurus apa saja yang di miliki oleh masing-masing pengawal satria naga" kata Hariyati.


"Hariyati tunda dulu semua pertanyaanmu yang terpenting kita mencari Bagus, Niken dia sekarang ada di mana???" ucap Chika.


"Baiklah nanti akan aku ceritakan semuanya yang telah aku ketahui, sekarang kita pergi ke tempat bagus berada, aku melihat bagus sedang bersama seorang anak gadis kecil" jawab Niken.

__ADS_1


"Apa beraninya bagus membawa seorang gadis, awas ya nanti akan aku marahi dia" kata Chika dengan sangat marah.


"Chika kamu sabar dulu karena gadis itu masih kecil rambutnya merah badan kecil pendek, mungkin dia sedang tersesat di hutan" ucap Niken.


"Hutan ini sangat luas masak ada seorang anak kecil bisa tersasar di hutan" kata Hariyati.


"Bisa jadi di sekitar sini ada rumahnya" jawab Niken.


Mereka bertiga mulai masuk hutan, sedangkan Linda menunggu di dalam pesawat terbang, mungkin dia takut karena di dalam hutan banyak monster yang sedang menunggu.


Ketika mereka bertiga melangkahkan kaki memasuki hutan perasaan mereka mengatakan kalau mereka sedang di awasi oleh para Monster.


Setelah mereka berjalan cukup jauh tiba-tiba mereka di hadang oleh gerombolan Monster yang sangat besar, namun semua Monster itu terlihat cukup lemah, mereka berdua mengeluarkan pedangnya masing-masing, dengan serentak semua Monster itu menyerang mereka bertiga, tapi dengan cepat pedang samurai panjang milik Hariyati berhasil memotong tubuh monster hingga tubuh monster terpotong-potong.


Kejadian itu membuat semua Monster mundur, ternyata mereka takut kalau tubuhnya terpotong seperti temannya.


Mereka berpikiran bahwa semua monster yang ada di hutan ini sangat lemah, karena posisi Bagus sudah hampir dekat mereka bertiga akhirnya bergegas.


Hariyati pun merasa legah setelah mereka berjumpa dengan bagus, mereka pun menanyakan di mana rumah anak gadis kecil itu, tapi anak kecil itu cuma diam saja, mungkin dia merasa takut melihat mereka bertiga karena tangan gadis itu berpegangan cukup erat pada tubuh Bagus.


"Kalian bertiga jangan marah karena anak ini kehilangan ingatan tadi aku menolongnya dia hampir saja mati di makan oleh monster kadal" kata Bagus sedikit menjelaskan.


"Adek kecil siapa namamu???" ucap Chika.


"???????


Aku tidak tahu siapa namaku, kakak aku tadi sangat takut sekali" jawab anak gadis tanpa nama.


"Anak ini kehilangan ingatan atau lebih jelasnya amnesia"kata Hariyati.


"Bagaimana kalau kamu aku beri nama Putri" ucap Chika.


"Bagus juga nama yang kamu berikan, tapi dia mau tidak nama yang kamu berikan" jawab Bagus sedikit ragu.


"Aku suka nama yang kakak berikan, namaku Putri" ucap putri dengan sangat senang.


"Ayo kita semua kembali ke pesawat terbang, karena monster yang ada di hutan ini akan kemari bersama ketua mereka" ucap Niken dengan sedikit panik.


Mereka semua bergegas pergi keluar dari hutan menuju pesawat terbang, namun sebelum mereka tiba di pesawat terbang, mereka semua di hadang oleh pemimpin para monster wajar saja mereka tidak di perbolehkan pergi meninggalkan hutan.


Pemimpin para monster tidak terima kalau monster di dalam hutan ini di bunuh, terlihat jelas kalau pemimpin para monster sedang marah dan ingin membunuh Bagus dan teman-temannya.


"Kalian tidak akan aku biarkan keluar dari dalam hutan ini pemburu, sebaiknya kalian semua akan aku makan sampai tak tersisa" ucap Monster Tirex terlihat matanya berwarna merah.


"Maaf aku bukan pemburu dan kamu tidak akan bisa membunuhku, karena kamu yang akan aku bunuh bila kamu menghalangi jalanku" jawab Bagus dengan serius.


"Menarik sekali kamu bisa bicara seperti itu kepadaku, aku jadi tertawa geli mendengarmu berbicara seperti itu, ayo buktikan apa kamu bisa membunuhku" kata Monster Tirex.


"Bagus sebaiknya aku yang akan melawannya dan biarkan aku mencoba kekuatan yang aku miliki" ucap Niken dengan semangat.


"Kamu harus berhati-hati karena dia terlihat sangat kuat, kalau kamu tidak bisa mengalahkannya nanti aku yang akan melawannya" jawab Bagus.


Niken pun mengangguk dan tersenyum melihat Bagus yang menghawatirkan dirinya, Niken pun menatap Monster Tirex dengan tatapan tajam.


Kemudian dia memasang aba-aba bertarung, Monster Tirex menertawakan Niken dia meremehkan seorang gadis yang mau melawannya, kejadian itu membuat Niken menjadi kesal dia pun menyerang dengan kecepatan yang sangat menajupkan.


Kecepatannya membuat Monster Tirex terkejut, Niken dengan sangat cepat sudah berada di depan monster tirex, pukulan telak tepat mengenai tubuh Monster Tirex, sehingga tubuhnya terlempar ke belakang.


Tubuhnya melesat mengenai pohon hingga pohon yang di terjangnya tumbang, tubuhnya berhenti ketika menabrak sebuah pohon besar yang menjulang cukup tinggi ke atas langit.


Semua Monster yang melihat kejadian itu pun berhamburan dan melarikan diri, setelah pimpinannya terlempar dengan 1 pukulan.

__ADS_1


__ADS_2