Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
MELEPASKAN BAJU PENGAWAL


__ADS_3

sebelum dia keluar dari rumah ibunya menginginkan untuk berhati-hati, dia tidak di perbolehkan pulang larut malam, namun Bagus menjawab iya dengan sangat entengnya.


Bagus makan dengan sangat lahapnya setelah makan dia langsung keluar dari rumah, pemandangan Bumi yang sangat indah membuatnya merasa tenang, namun tak lama Chika pun datang dengan cara mengendap-endap dan mengagetkan Bagus.


"BAAAAHHH.........Hayo lagi melamun apa???


Siang-siang kenapa kamu duduk melamun sendiri" kata Chika sambil tersenyum.


"Oh kamu Chika, kenapa kamu mengagetkan aku, kamukan sudah tahu kebiasaanku seperti ini.


Chika kamu ingat tidak saat kita terlempar ke Dimensi Cahaya, kitakan sedang menaiki pesawat terbang milik Niken" tanya bagus.


"Bagus kamu mengigau ya???


Siapa Niken apa kamu tidak ingat, kemarin kitakan pulang sekolah bersama-sama.


Mungkin kamu sedang ada masalah dengan PR yang ibu guru berikan ya, padahal PR yang ibu guru berikan sangat muda sekali" jawab Chika.


"Yang aku maksut bukan PR tapi Dimensi Cahaya dan para Monster" kata Bagus terlihat sangat bingung.


"Dunia Cahaya dan para Monster, apa sih yang kamu maksut barusan" jawab Chika sangat penasaran.


Mereka berdua sedang berbincang-bincang tapi tiba-tiba pipi Bagus terkena cipratan darah, ketika dia melihat ke arah Chika ternyata tubuh temanya tertembus sebuah kuku yang sangat besar, ketika dia melihat kebelakang ternyata sesosok Monster yang sangat besar melihat ke arahnya dengan mata melotot memandanginya.


"Temanmu sudah aku bunuh, sekarang giliran kamu yang akan aku bunuh dengan tanganku ini" kata Monster dengan nada pelan.


"Aku tidak akan membiarkanmu bertindak sesuka hatimu" jawab Bagus dengan tatapan serius.


"Kamu bisa apa tanpa temanmu sang Naga, sekarang terimalah kematianmu" kata Monster.


Serangan monster berhasil menembus tubuh Bagus, tak lama dia pun terbangun dari tidurnya dengan keringat bercucuran membasahi tubuhnya, napasnya terenggah-enggah dan tak beraturan keluar dari hidung dan mulut.


Perasaan Bagus menjadi tenang setelah dia mengetahui kalau semua itu hanyalah mimpi, saat selimut yang di pakainya terbuka di sana terlihat jelas ada rambut seorang Gadis, sontak saja Bagus menjadi kaget dan keluar dari tempat tidurnya, kenapa di tempat tidurnya ada seorang Gadis.


Ketika dia terbangun ternyata Bagus sangat terkejut melihat ternyata Gadis yang di dalam selimut itu adalah Putri.


"Selamat pagi kakak Bagus, maaf kalau aku menganggu tidurmu, karena tadi malam aku ketakutan jadi aku minta di temani kakak tapi kakak tidak menghiraukan aku, tidur kakak sangat pulas jadi aku langsung tidur di sebelah kakak" ucap Putri dengan pandangan mata berbinar-binar.


"Disanakan ada mereka berempat dia itu teman-temanku.Kenapa kamu merasa takut tidur bersama mereka semua???" jawab Bagus terlihat sangat heran.


"Aku tidak takut dengan kakak Chika dan yang lainnya, kalau aku tidur di dekat kakak Bagus perasaanku menjadi tenang dan nyaman" kata Putri.


"Tidak boleh begitu mulai besok kamu harus tidur di kamar bersama kakak Chika dan yang lainnya mengerti" jawab Bagus dengan nada sangat keras.


Putri menjadi takut setelah mendengar perkataan Bagus yang berbicara agak keras, tapi dia menyadari kalau dirinya tadi telah berbicara kasar kepada Putri, dia mengusap rambutnya dan mengatakan maaf.


Sepontan saja Putri senang dan memeluk tubuh Bagus dengan sangat erat, di sisi lain Chika dan Niken sedang berlari menghampiri Bagus yang sedang berbicara keras, namun setelah mereka berdua sampai di sana mereka berdua terkejut bukan main ketika melihat tubuh Bagus di peluk sangat erat oleh Putri.


"Putri apa yang kamu lakukan kepada kekasihku, ayo lepaskan pelukanmu karena kamu masih kecil" ucap Chika sangat sebal.


"Chika kamu jangan bicara seperti itu, kamu itu salah paham Putri tadi ketakutan dan datang ketempatku" kata Bagus.


"Kenapa kamu membelahnya???


Putri ayo kamu ikut kita mandi bersama-sama dengan yang lainnya" ucap Chika.


"Tidak aku masih mau di sini, sebaiknya kakak Chika dan yang lainnya mandi dulu" jawab Putri dengan pelan.


"Kamu itu bisa saja membantah perkataan kakak ya, ingat kamu itu masih kecil harus menurut dengan kata-kata orang dewasa" ucap Chika.


"Apa kakak bilang kakak chika itu orang dewasa, kalau aku lihat kakak itu masih ABG dan masih beranjak menjadi dewasa" jawab Putri menjelaskan.


"Chika kamu jangan bicara seperti itu ingat dia masih anak-anak, Putri sebaiknya kamu mandi dengan mereka" kata bagus menyuruhnya untuk bergegas.

__ADS_1


"Baiklah kakak aku akan mandi dengan kakak Chika" jawab Putri dengan raut wajah sedih.


Putri dan yang lainnya pergi menuju kamar mandi, sedangkan Bagus sedang berpikir kalau mimpinya menjadi kenyataan, hatinya menjadi bimbang kalau teman-temannya mati terbunuh di tangan Monster, tidak mungkin kalau dia lari dari para Monster, apabila dia melarikan diri maka teman-temannya akan mati terbunuh.


Satria Naga Legendaris memberi semangat kepadanya agar tidak boleh lengah bila melawan para musuhnya, dia berjanji tidak akan membiarkan teman-temannya celaka atau mati.


Bagus pun merasa agak baikan setelah mendengarnya.


Dia pun merasa lega dengan perkataan Satria Naga Legendaris, perasaan yang tidak tenang menjadi sangat tenang kembali.


Sedang di kamar mandi terdengar sangat ramai dengan canda tawa, air hangat dan busa yang sangat banyak menghiasi kamar mandi.


Chika, Hariyati, Niken, Putri dan Linda mereka sedang asik bermain busa.


Wajah mereka tampak bahagia, Linda merasa senang dan melupakan semua masalah yang dia alami.


"Senangnya kalau seperti ini setiap hari, mandi di temani teman-teman dan tempat ini menjadi tidak sepi lagi" kata Niken dengan penuh perasaan.


"Iya baru sekarang aku merasa bahagia seperti ini, mungkin kita sedang berkumpul bersama dan bercanda dengan teman-teman" ucap Hariyati dengan wajah ceria.


"Kalau aku sudah biasa seperti ini, kalau aku di rumah selalu mandi bersama dengan adikku yang paling kecil dan aku selalu bermain busa dengannya" jawab Chika sambil tersenyum.


"......(( Aku tidak butuh teman, yang aku inginkan adalah dia yang akan menjadi koleksiku ))" pikir putri.


"Putri kenapa kamu diam saja lihat teman-temanmu yang lain sedang bahagia, jangan buat dirimu melamun sendiri ayo tersenyumlah" ucap Niken mengingatkan.


"Mungkin putri sedang tidak enak badan atau jangan-jangan kamu sakit gigi ya???" tanya Linda sangat penasaran.


"Aku baik-baik saja jadi kalian semua jangan khawatirkan aku ya" jawab Putri sedikit panik.


"Hei kalian berdua kenapa ya baju ini tidak bisa di lepas, sayangkan kalau baju ini nantinya bisa rusak" tanya Niken sedikit panik.


"Entah aku juga ingin melepaskan baju ini tapi tetap tidak bisa" ucap Chika.


"Heihei.........itu tidak boleh, kita tidak boleh telanjang di depannya" jawab Chika dengan sangat panik.


"Sebetulnya aku juga sependapat dengan pemikirannya Hariyati" kata Niken dengan sangat senang.


"Nah Ayuk kita hampiri Bagus sekarang juga" jawab Hariyati dengan wajah serius.


Dengan cepat mereka berdua keluar dari kamar mandi, akan tetapi langkah mereka berdua di halangi oleh Chika, wajahnya terlihat sangat panik, mereka berdua bertanya kenapa kamu menghalangi jalan kami berdua.


Dengan sikap yang sangat tegas Chika melarang mereka berdua, karena tidak mungkin mereka berdua telanjang di depan laki-laki yang bukan suaminya.


Akan tetapi Niken pun memiliki alasan untuk telanjang di depan laki-laki yang sangat di cintainya.


"Aku mau dia melepas pakainku ini, walaupun aku harus telanjang di depannya, karena dia akan menjadi suamiku" ucap Niken dengan sangat yakin.


"Tidak boleh..... tidak boleh.......dia itu kekasihku dan lagi umur kamu masih belum cukup untuk menikah" jawab Chika penuh rasa cemburu.


"Aku berencana menikah sama dia, karena aku ingin sekali menjadi istrinya" ucap Niken dengan senang hati.


"Aku juga mau karena dia itu sangat sepesial buatku" kata Hariyati dengan sangat yakin.


"Tidak boleh.......tidak boleh.......kalian berdua harus kembali ke kamar mandi" ucap Chika sangat uring-uringan.


Niken dan Hariyati tersenyum melihat temanya yang sedang cemburu, mereka berdua mulai tersenyum karena tingkah laku dari Chika.


Sedangkan putri keluar dari kamar mandi tanpa menggunakan sehelai kain, Putri berkata kalau dia ingin menjadi penggantinya bagus terlihat wajahnya memerah, tapi Chika malah menjadi sangat kebingungan bukan main, Chika mengatakan mana mungkin anak kecil boleh menikah.


Mendengar kata-kata Chika Putri terlihat sangat murung, tak lama Niken dan Hariyati menghiburnya, agar mereka semua tidak ada yang murung, canda dan tawa pun menghiasi kamar mandi yang sangat besar.


Perjalanan mereka menaiki pesawat terbang sudah hampir mendekati Pulau Terbang, dua hari sudah berlalu dan malam berganti pagi, tak berapa lama mereka semua akan sampai ke pulau terbang, terlihat dari cendela pulau terbang sudah terlihat oleh mata.

__ADS_1


Namun kedatangan mereka sudah di tunggu oleh Manusia timah di pulau terbang.


Di dalam pesawat terbang mereka merasa senang karena pesawat terbang yang mereka naiki akan tiba di pulau terbang, ketika pesawat terbang mendarat tiba-tiba guncangan kecil pun terasa.


"Kelihatannya ada yang menganggu pendaratan kita, kali ini kita tidak akan bisa mendarat dengan baik, Bagus sebaiknya kamu turun lewat pintu darurat, dan kamu periksa apa yang menghalangi pesawat terbang ini tidak bisa mendarat" kata Nike Niken sedikit panik.


"Sebaiknya aku akan ikut Bagus memeriksa apa yang telah menghalangi pendaratan pesawat ini" kata Hariyati ingin membantu.


"Aku juga ikut turun memeriksa keadaan" ucap Chika.


"Kalian bertiga berhati-hatilah aku akan mendaratkan pesawat terbang ini ketika pendaratan sudah tidak ada kendala" jawab Niken sedikit khawatir.


Bagus dan teman-temannya keluar dari pintu darurat, akan tetapi ketika dia dan teman-temannya menginjakkan kaki mereka sangat terkejut, ketika mereka melihat sebuah Timah yang menjulang panjang dan menghalangi pendaratan, Bagus menghampirinya dan memindakan timah yang menjulang panjang.


Tapi tidak di sangka Timah yang menjulang panjang berubah menjadi manusia berbadan besar dan tinggi, dengan sangat cepat Manusia Timah memukul tubuh Bagus hingga tubuhnya terpental sangat jauh menabrak batu besar, batu besar itu hingga hancur dan mengeluarkan bunyi DHuuummmm...... suara yang sangat keras menggema.


Manusia Timah tidak memberi kesempatan ke padanya untuk balik menyerang, dengan sangat cepat dia menyerang musuhnya tanpa memberi ampun, pukulan dan tendangan bertubi-tubi dilayangkan ke arah Bagus, kejadian itu membuat chika dan hariyati sangat marah.


Dengan jurus gravitasi kegelapan chika menghentikan langkah lawannya, melihat dirinya di hentikan oleh seorang perempuan dia semakin marah, Manusia Timah tidak bisa bergerak lagi.


Karena sudah tertangkap jurus gravitasi kegelapan dan dia tidak bisa lagi ke mana-mana, tubuh Hariyati mengeluarkan cahaya putih dan pedang samurai panjang diayun-ayunkan, ketika semua cahaya putih terpusat di mata pisau, jurus pisau cahaya sebanyak 15 di tembakkan ke arah lawannya.


Lawanya yang mengetahui kalau dirinya sedang dalam bahaya tidak merasa panik, dengan cepat Manusia Timah terpotong-potong menjadi kecil-kecil, Chika pun menjadi lega karena musuh yang melukai Bagus sudah di bunuhnya.


Mereka berdua menghampiri Bagus yang sedang terkapar, sedangkan pesawat terbang mulai mendarat dengan aman, Niken pun keluar dan menghpiri Chika.


"Bagus kamu tidak apa-apakan???" tanya Chika terlihat sangat gelisa.


"Aku tidak apa-apa kenapa timah bisa menjadi Manusia, kenapa dia menyerangku" ucap Bagus dengan sangat penasaran.


"Sukurlah kamu tidak apa-apa, Mungkin dia salah satu anak buah Raja Monster Maikel" kata Hariyati sangat khowatir.


"Ada apa???


Kenapa tempat ini menjadi berantakan apa tadi terjadi pertempuran???" tanya Niken terlihat sangat penasaran.


"Kalian semua berhati-hatilah karena manusia timah masih belum mati" kata Satria Naga Legendaris.


"Apa manusia timah belum mati, padahal tubuhnya sudah terpotong-potong menjadi kecil" jawab Hariyati sedikit panik.


"Manusia timah tidak bisa di bunuh, walau tubuhnya terpotong, hancur dan meleleh dia bisa kembali seperti semula, dia musuh yang sangat merepotkan, ada satu cara agar dia bisa dikalahkan dia harus di segel" ucap Satria Naga Legendaris.


"Jadi yang bisa mengalahkannya cuma pengawal elemen tanah Niken" tanya Hariyati.


"Ada apa kalian menyebut namaku???" jawab Niken dengan rasa penasaran yang cukup tinggi.


"Hanya Niken lah yang bisa menyegelnya, tapi saat ini kekuatan pengawalku masih belum sempurna, tapi jangan khawatir aku akan membantumu, tapi ingat dia sangat kuat dan merepotkan" ucap Satria Naga Legendaris.


"Baik aku mengerti kita akan berjuang bersama" kata Chika dengan penuh semangat.


Potongan tubuh manusia timah mulai menyatu menjadi bulat seperti bola, setelah itu tubuhnya mengelinding dengan sangat cepat menuju ke arah Bagus dan teman-temannya.


Ketika bola timah besar akan menabraknya tiba-tiba Niken memukul dengan sangat kuat, sehingga bolah timah itu menjadi reot dan bola timah itu melesat membentur batu yang sangat besar BLAARRR.....Ledakan besar pun terjadi dan batu besar itu pun hancur dan berserakan, pukulan yang sangat hebat membuat Chika terkejut.


Namun tak lama bola timah yang sudah reot kembali seperti semula dan kali ini bola timah itu mengeluarkan duri, Niken menjadi sedikit panik dengan bola timah berduri tajam, akan tetapi Chika dan Hariyati malah bersemangat menghadapi bola timah berduri.


Niken ingin menggunakan kekuatan Monster Bayangan namun di cegah oleh Bagus.


"Sebaiknya kamu membantu kami menyegelnya, tapi kamu harus berhati-hati" kata Bagus dengan sangat serius.


"Bagus biarkan saja niken menggunakan kekuatan monster bayangan, kalau dia menggunakan kekuatan Monster Bayangan dia tidak akan terluka dengan serangan apa pun" ucap Satria Naga Legendaris dengan sangat yakin.


"Terima kasih Naga.

__ADS_1


Wahai Monster Bayangan pinjamkanlah kekuatanmu padaku dan bersatulah ke dalam tubuhku" kata Niken terlihat sangat serius.


__ADS_2