Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
PERTARUNGAN HEBAT


__ADS_3

Ketika Pedang Kehancuran kaluar dari Tangan Dinda, seketika Niken pun terkejut melihatnya, namun Dia tidak mau menyerah dengan Pedang itu, kekuatan maximal dikeluarkannya. Tetapi tidak lama Cahaya Laser yang menerjang semakin bertambah besar, namun ketika Pedang Kehancuran diayunkan Tiba-tiba Cahaya Laser yang sangat besar dihisap semuanya dengan sangat cepat, Niken yang melihat Jurusnya dihisap menjadi sangat terkejut.


"Kenapa kamu bisa mendapatkan Pedang Suci Kehancuran ???" Tanya Niken dengan sangat penasaran.


"Oh kamu penasaran ya dengan Pedangku ini, apa Kamu ingin mengetahui dari mana Aku mendapatkan Pedang ini" ucap Dinda.


"Iya bagaimana Kamu bisa mendapatkan Pedang terkutuk dan pembawa bencana itu" tanya Niken.


"Pedang ini Aku dapatkan dari Negeri Cahaya, karena Pedang ini sangat kuat Aku pun mengambilnya, apa Kamu tahu kalau Pedang ini tersegel dalam ruangan khusus" kata Dinda menjelaskan.


"Pasti Kamu mencurinya, karena Negeri itu tidak akan bisa dimasuki oleh Semua orang, hanya orang khusus saja yang bisa masuk ke sana dengan mudah" jawab Niken sedang menjelaskan.


"Apa Kamu tahu kalau Aku ini masih pengawal Satria Naga, makanya Aku bisa masuk ke tempat itu dengan sangat mudah, nyawaku hampir saja hilang ketika melawan penjaga gerbang, namun Aku akhinya berhasil melarikan Diri dengan selamat kerena Pedang ini. Namun cerita itu hanyalah masa lalu, sekarang Aku akan membunuhmu" ucap Dinda.


"Dengan Tanganku akan Aku rebut kembali Pedang itu dari Tanganmu" kata Niken dengan tatapan tajam.


"Menarik sekali........ Kamu mau mengambil Pedang suci Kehancuran milikku dengan Tanganmu, ayo coba buktikan padaku apa Kamu mampu" jawab Dinda sedang meremehkan.


Niken sangat geram sekali, Dia memasang aba-aba untuk menyerangnya, Dia pun mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menyerang Dinda, ketika Niken menyerang dengan Pukulan tetapi Pukulan itu berhasil ditangkisnya, Pukulan bertubi-tubi dan tendangannya berhasil dihindarinya. Kecepatan Dinda bisa menyamai serangan Niken, sehingga semua seranganya bisa ditangkis olehnya dengan sangat mudah, ketika Dinda melancarkan serangan balasan Niken pun terkejut, kecepatan serangannya sangatlah cepat dan kuat.


Niken pun mendapatkan Pukulan bertubi-tubi dan tendangan yang sangat cepat, Tubuhnya terpental dengan sangat cepat membentur Batu yang sangat besar, Batu besar itu pun hancur setengahnya setelah terkena benturan, Dinda melangkah dengan perlahan-lahan, Dia menghampiri tempat dimana terdapat sebuah gerbang Dimensi.


"Hentikan langkah kakimu, wahai Monster Bayangan pinjamkanlah kekuatanmu padaku, dan bersatulah dalam Tubuhku" ucap Niken dengan suara yang sangat lantang.


Tubuh Niken terbungkus oleh Bayangan Hitam, namun tidak lama Dia sudah mengenakan baju yang sangat berbeda, kejadian itu membuat Dinda menjadi sangat heran dengan kemampuan Niken.


"Walau Kamu bisa memakai kekuatan Monster, tetapi Kamu bukanlah tandinganku" ucap Dinda sangat merendahkan.

__ADS_1


"Kalau belum dicoba Aku tidak akan tahu, terimalah ini Bayangan berduri" teriak Niken.


"Terimalah ini......


Pedang Suci Kehancuran" kata Dinda.


Jurus Niken melesat dengan sangat cepat ke arah Dinda, demikian pula sabetan Kegelapan yang keluar dari Pedang Suci Kehancuran pun melesat, ketika Kedua Jurus saling berbenturan. Hingga membuat Jurus Bayangan berduri pun lenyap, ketika berbenturan dengan sabetan Kegelapan, Niken pun terkejut ketika Jurus Lawan bisa menghancurkan Jurusnya, Jurus sebetan Kegelapan pun melesat menerjang Dirinya.


Tetapi dengan sigap Dia berhasil menghindarinya, kali ini kesempatan itu digunakan oleh Dinda untuk menyerangnya.


Dengan sangat cepat Dia melesat dibelakang Niken, dengan kecepatannya Niken menjadi sedikit panik, Pukulan bertubi-tubi menghujani Tubuhnya, namun dengan cepat Pukulan itu dihindarinya, pertarungan Mereka Berdua terlihat tidak seimbang, kali ini Niken terkena tendangan telak diperut Hingga Tubuhnya tersungkur sejauh 10 Meter.


"Apa cuma sebatas itu kekuatan pengawal Elemen Tanah, tunjukan kekuatanmu yang sesunguhnya padaku" kata Dinda.


"Baiklah akan Aku tunjukkan kekuatanku yang sesungguhnya lihatlah baik-baik" jawab Dinda.


Namun tidak lama Tangan Niken dibungkus oleh Tangan Suci Penghancur, senjata yang sangat besar. Setelah guncangan mereda Niken pun melesat menyarang Dinda dengan kekuatan penuh, Pukulan yang sangat kuat berhasil mengenai Wajah Dinda, Sehingga Dia terpental jatuh tersungkur dan terguling-guling ke Tanah.


Tak cuma satu Pukulan yang Dia lancarkan, Pukulan dan tendangan bertubi-tubi pun dilancarkan menghujani Tubuh Dinda, getaran yang sangat kuat dan bunyi yang sangat keras dhuuuuaaaarrr........ sedang menggema.


Ledakan itu menggema serta memporak porandakan Negeri Peri, Asap Hitam membumbung cukup tinggi ke atas Langit.


Ledakan terjadi berkali-kali, Tubuh Niken pun terkena serangan dengan telak, pertarungan Mereka didalam Asap Hitam tidak terlihat sama sekali.


Para Penduduk Peri merasa sangat panik, setelah melihat serangan dari Mereka Berdua, tetapi Dinda pun tersenyum melihat ketakutan Para Penduduk Negeri Peri, tidak lama Asap Hitam yang menutupi tempat itu pun perlahan menghilang, disana terlihatlah Tubuh Niken yang sedang terkapar.


"Kekuatan Pedang itu sangat luar biasa, kekuatan Monster Bayangan yang Aku gunakan saja bisa dikalahkan dengan sangat mudah, Tubuhku terasa sakit sekali" pikir Niken.

__ADS_1


"Sekarang terimalah kematianmu, sabetan Pedang Suci Kehancuran hahaha......." teriak Dinda dengan sangat keras.


Niken menjadi panik setelah melihat Jurus sabetan Kegelapan melesat kearahnya untuk yang kedua kalinya.


Terjangan sebetan Kegelapan membuat Tanah yang dilewatinya menjadi hancur, kepanikan Niken terlihat jelas dalam hatinya hanya ingin ditolong oleh Bagus.


Namun Niken pun terkejut setelah melihat sebuah Jurus Pisau Cahaya yang sangat besar menghantam sebetan Kegelapan, ketika Kedua Jurus itu berbenturan, guncangan yang sangat hebat pun terjadi, Niken pun kaget dengan kehadiran Temannya, Hariyati dengan cepat sudah berada didepannya, Dia dengan sangat cepat membawa pergi Niken untuk disembuhkan.


Tetapi Ledakan yang sangat besar dari Kedua Jurus pun terjadi, Sehingga menghancurkan area sekitarnya, Dinda pun kaget dengan kehadiran Hariyati.


"Kamu kaget dengan kehadiranku, karena Pedangmu sangatlah lemah sekali" ucap Hariyati dengan sangat tenang.


"Hari ini Aku sampai lupa, kalau Aku juga bisa menggunakan kekuatan LV 2 seperti Hariyati" kata Niken.


"Jadi Kamu telah selamat dari seranganku, tapi kali ini Kalian Berdua akan Aku kirim ke Dunia Kematian" ucap Dinda.


"Apa Kamu sudah lupa kalau Kita bisa menggunakan kekuatan LV 2, Niken ayo Kita serang Dia bersama-sama" pinta Hariyati.


"Iya maaf Aku memang sudah lupa dengan kekuatan baru, tapi Aku tidak boleh berpkir lagi ayo kita serang Dia bersama-sama.


Sementara Linda dan Miya sudah sampai di Bumi, Mereka Berdua menjadi terkejut dengan pemandangan di Bumi yang sangat Indah, tetapi Satria Naga tidak bisa pergi meninggalkan ruang Dimensi tanpa Tubuh Bagus, kehadiran Mereka Berdua diketahui oleh Putri, Dia pun bergegas mencari Bagus dengan perasaan senang.


"Kalian Berdua pergilah dan temuilah Bagus, Aku akan menunggu Kalian Berdua disini" ucap Satria Naga.


"Baiklah Aku akan membawa Bagus kemari untuk menyelamatkan kembali Dimensi Cahaya" jawab Linda.


"AUUUAAUU.......(( Naga Aku pergi dulu, Terimakasih atas pertolongannya ))" ucap Miya dengan bahasa orang bisu.

__ADS_1


Mereka Berdua berjalan menuruni bukit, didekat rumah yang cukup besar. Disana terlihat Chika sedang berlatih bersamaku, namun tidak lama Kami mengentikan latihan, keringat dingin yang bercucuran membasahi Tubuh, membuat baju Kami Berdua basah kuyup.


__ADS_2