
Suasana Ditempatku berada membuat Kami Berdua merasa sangat bersemangat untuk berlatih.
"Bagus Aku ingin menjadi kuat agar Aku bisa melindungi suamiku suatu saat nanti" kata Chika sambil berandai-andai.
"Mulai lagi Kamu berkata seperti itu, sekarang Kita harus fokus berlatih" jawabku sedang mengingatkan.
"Apa Aku tidak boleh mengatakan hal itu, yang paling penting Aku bisa lebih kuat dari lawan-lawanku" ucap Chika dengan penuh semangat.
"Hariyati....bagai mana ya keadannya, apa Dia baik-baik saja" kataku dalam hati.
"Iya sekarang Teman-teman Kita sedang apa ya" ucap Chika terlihat sangat sedih.
Ketika Mereka Berdua sedang bercanda, Tiba-tiba Putri mengagetkan Kami Berdua, dengan sepontan Kami Berdua menjadi kaget, namun Putri malah tersenyum lebar kepadaku.
"Sayang ikutlah denganku, akan Aku tunjukkan sesuatu yang membuatmu merasa sangat senang" ucap Putri sambil tersenyum.
"Putri apa yang Kamu katakan barusan???
Ingat panggil saja namanya Kakak Bagus ingat itu dan jangan panggil Dia sayang" pinta Chika sangat Marah.
"Baiklah Aku tidak akan memanggilnya Sayang, Papa ayo ikut Mama. Akan Aku tunjukkan sesuatu padamu" kata Putri sambil mengejek Chika.
"Putri Kamu jangan berkata seperti itu, panggil saja Aku Kakak mengerti" kataku mengingatkan.
"Tidak mau Ayah, Mama kan Sayang sama Ayah" jawab Putri sambil manja.
"Putri sini biar Aku beri Kamu pelajaran" ucap Chika.
Kebiasaan Putri menggoda Chika sering terjadi, kali ini Chika menjadi sangat uring-uringan, kali ini Putri malah menggoda Chika terus-menerus, dari arah timur terdengar suara anak perempuan memanggil namaku.
Sontak saja Aku memalingkan Wajahku dan melihat anak perempuan yang memanggil Namaku, Aku sempat berpikir suara yang memanggilku tidak asing lagi, namun Aku lupa kepada Linda yang kini wujudnya telah berubah seperti Manusia.
"Apa benar Kamu ini Linda???" Tanyaku dengan sangat penasaran.
"Iya ini Aku Linda, Aku Peri Bunga, apa kamu heran ya dengan penampilanku yang sekarang" kata Linda.
"Kamu sudah berubah menjadi Gadis yang sangat cantik sekali" ucapku terlihat sangat kagum.
"Terima kasih Bagus, Aku setiap Akhir Bulan melakukan ritual untuk manjadi Manusia, kalau aku menjadi Manusia Aku bisa menjadi pengawal Satria Naga" kata Linda dengan sangat senang.
"Kamu ingin menjadi pengawal Satria Naga" jawabku sambil terheran-heran.
__ADS_1
"Setelah Kita di Negeri Moderen, Aku bertemu Manusia Cahaya, Dia mengatakan kalau Aku akan menjadi pengawal Satria Naga" ucap Linda dengan sangat senang.
"Manusia Cahaya menemuimu!!!" Tanya Chika dengan sangat terkejut.
"Iya Mereka menyuruh Bagus dan kita semua untuk datang ke Negeri Cahaya" jawab Linda dengan sangat serius.
"Apa Satria Naga yang membawa kalian Berdua kemari, Linda untuk masalah Negeri Cahaya kita bahas setelah semua Teman-teman kita berkumpul" ucapku.
"Oh iya Kami meminta bantuan pada Naga untuk menemuimu, karena Dimensi Cahaya kedatangan musuh yang sangat kuat" ucap Linda.
"Kenapa Kamu baru cerita kalau Negeri Cahaya sedang diserang" jawabku.
"Iya maaf Aku lupa" kata Linda.
"Menarik sekali....." Ucap Putri menegaskan.
"kamu sebagai anak kecil diam saja dan dengarkanlah orang berbicara" selah Chika.
"Iya baik Aku tidak akan bicara........." Jawab Putri sambil menunduk.
Raut wajah Putri terlihat sangat kesal sekali kepada Chika, karena baru berbicara saja sudah disela.
"Auwsuaaaaaa......." ucap Miya.
Aku dan yang lainnya masih belum mengerti apa yang dikatakan oleh Miya, sedangkan Linda cuma mengatakan seseorang yang memiliki kekuatan yang sangat besar telah datang dan akan menghancurkan Negeri Peri.
"Aku mengerti apa yang dikatakan oleh Miya.
Ratu Kegelapan yang bernama Dinda telah datang dan mencarinya, bahkan Dia akan menghancurkan seluruh Dimensi Cahaya" ucap Putri dengan sangat yakin.
"Emmm.............." Miya Mengangukan Kepala.
"Sejak kapan Kamu bisa membaca omongannya Gadis bisu" tanya Chika dibuat penasaran.
"Aku memiliki kemampuan mentrjemahkan bahasa orang bisu atau orang bilang walaupun dalam hati" jawab Putri.
"Jadi Kamu tahu apa yang telah Aku pikirkan" tanya Chika mulai heran.
"Didalam pikiran Chika tomboi cuma ada nama Bagus dan menikah. terdengar sangat tidak masuk akal" jawab Putri.
"Apa katamu........." Kata Chika sedikit Marah.
__ADS_1
"Auuuuuu....ah....( Sudah Kalian jangan bertengkar )" ucap Miya merasa sangat khawatir.
"Sudahlah Kalian Berdua jangan bertengkar, sekarang Dimensi Cahaya sedang dalam bahaya" ucap Linda dengan sangat serius.
"Jadi Dinda ingin menghancurkan Dimensi Cahaya???" Tanya Chika.
"Dia adalah Dinda pengawal Satria Naga Legendaris Elemen Kegelapan, Dia itu sudah berumur 500 Tahun" jawab Linda.
"Ayo Chika Kita segera ke sana, Kita tolong sekali lagi Dimensi Cahaya" ucapku sambil bersemangat.
"Baiklah ayo Kita ke sana" jawab Chika dengan penuh semangat.
"Kalau tidak salah Kamu Gadis yang pernah Aku tolong di Kota Palam" tanyaku.
"Hem.....aUUUAAUU...... ( Iya betul Kakak )" jawab Miya.
Sementara Aku bergegas menemui Satria Naga, dan sementara Chika pulang dan berpamitan kepada Ibuku dan Mama Chika.
Sementara ini Dimensi Cahaya sedang berlangsung pertarungan yang sangat sengit, Niken dan Hariyati sedang kerepotan menghadapi Dinda, tebasan Pedang Suci Kehancuran memporak-porandakan Negeri Peri, walaupun Pedang Hariyati yang telah berubah tetap tidak bisa mengalahkan Pedang Suci Kehancuran, malah mereka Berdua terdesak Hingga tenaga Mereka Berdua telah habis.
"Ayo Kita serang Dia dengan mengabungkan kekuatan Kita Berdua" ucap Niken dengan sangat yakin.
"Baiklah Kita coba, mungkin Jurus ini akan berhasil mengalahkannya" jawab Hariyati dengan sedikit panik.
Niken dan Hariyati bersiap-siap mengeluarkan Jurus Mereka masing-masing, namun Dinda malah tersenyum melihat Lawannya dengan sekuat tenaga melawannya, dengan kekuatan penuh Hariyati mengeluarkan Pisau Cahaya Super yang sangat besar, sedangkan Niken mengeluarkan Jurus Cahaya Laser Super yang sangat kuat, Kedua Jurus itu ditembakkan ke arah Lawannya, setelah Kedua Jurus itu bersatu terbentuklah sebuah Naga.
Naga itu melesat dengan sangat cepat menuju Dinda, Pedang Suci Kehancuran diayunkan ke atas namun sebelum Pedang itu disabetkan ke Jurus Naga, Tiba-tiba dibelakangnya muncul Niken yang menggunakan kekuatan Manusia Timah, dengan sangat cepat Tangan dan kakinya membelit Tangan dan kaki Dinda, Sehingga Dia tidak bisa bergerak lagi.
"Kenapa Kamu lakukan semua ini, apa Kamu tahu kalau Kamu terkena Jurus itu, maka Kamu juga akan mati" kata Dinda dengan sedikit panik.
"Aku sudah tahu semua itu, walau Aku mati yang terpenting kamu juga harus ikut mati" jawab Niken.
"Kalian Para pengawal yang sangat nekat dan bodoh, apa Kamu tahu kalau Aku ini tidak akan bisa mati terkena Jurus seperti itu" ucap Dinda dengan sangat yakin.
"Kita tidak akan tahu kalau belum dicoba" jawab Niken sambil tersenyum.
Niken yang mendengar ucapan Dinda, Dia tidak bergeming sedikit pun, Jurus itu Naga melesat dengan sangat cepat dan membentur Tubuh Dinda, DHUUUUAAAARRR Ledakan yang sangat besar sedang terjadi, Angin yang sangat kencang menerbangkan bebatuan sedangkan Tanah pun ikut bergetar, para Penduduk Negeri Peri sangat terkejut dengan kenekatan pengawal Elemen Tanah yang bernama Niken.
Hariyati merasa senang dengan aksi Niken padahal rencananya tidak seperti itu.
"Niken kenapa Kamu sangat bodoh, kenapa Kamu korbankan Dirimu, padahal Kita baru saja bertemu kembali" kata Hariyati sambil meratapi kepergian Temannya.
__ADS_1