Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
DINDA SANG PENGHANCUR


__ADS_3

Tidak lama setelah Pesawat itu mendarat terbukalah pintu utama, setelah itu keluarlah Niken dan Miya, Peri Linda berlari menghampirinya dengan senang hati, Niken pun balas dengan senyuman.


"Temanku Niken Aku kangen sekali sama Kamu" ucap Linda dengan sangat senang.


"Tuan Putri Linda saya mau tanya dimana Satria Naga sekarang berada???" Tanya Niken.


"Jangan panggil Aku Tuan Putri, panggil saja namaku Linda mengerti. Kalau Satria Naga sedang menjaga gerbang Dimensi" jawab Linda dengan Wajah cemberut.


Dengan sedikit kesal Dia memasang Wajah cemberut, Linda menunjukkan ekspresi yang tidak seperti biasanya, maklum hanya Dia yang tidak dipamiti pulang. Tetapi tidak lama ekspresi Wajah cemberut menjadi Wajah yang penuh senyuman.


"Baiklah Linda Aku mengerti, Sekarang Aku harus bergegas menemui Satria Naga, sebelum semuanya terlambat" pinta Niken dengan sangat serius.


"Aku tidak mengerti apa yang sedang Kamu bicarakan???" Tanya Linda dengan sangat penasaran.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan, Linda Aku harus bergegas menemui Satria Naga sekarang juga" desak Niken.


Linda mengikuti Niken dari belakang, Dia sempat bertanya-tanya didalam hatinya ada apa dengan Niken, namun tak berapa lama Linda dan Niken merasakan aura jahat yang sedang menuju ke Negeri Peri, Akhirnya Mereka cepat-cepat menuju gerbang Dimensi.


"Linda tolong bawa Miya bertemu dengan Bagus, biar Aku yang akan menghadang, orang yang memiliki aura jahat ini" kata Niken dengan sangat yakin.


"Tapi nanti Kamu bisa celaka bila sendirian" ucap Linda dengan sangat khawatir.


"Kamu jangan khawatirkan Aku, secepatnya pergilah dari sini sebelum Aku dikalahkannya, hanya Bagus dan Satria Naga yang bisa mengalahkannya" jawab Niken.


Linda merasa khawatir dengan Niken, namun Dia harus bergegas sebelum semuanya menjadi terlambat.


Ketika Linda dan Miya tiba digerbang Dimensi, Miya sangat takjup dengan pemandangan yang ada disana, tidak lama Linda mengucapkan mantra untuk memanggil Satria Naga, namun tidak berselang lama Satria Naga keluar dari gerbang Dimensi.


"Putri Linda ada apa anda memanggilku???" Ucap Satria Naga Legendaris.


"Satria Naga tolong bawa Aku dan Gadis ini, Dia bernama Miya untuk menemui Bagus" jawab Linda.


"Aura ini jangan-jangan pengawal Elemen Kegelapan, Gadis yang bernama Dinda telah datang kemari, akan Aku hajar Dia dengan kekuatanku yang sekarang" ucap Satria Naga Legendaris.


"Naga apa Kamu bisa menghadapinya dengan Tubuh yang seperti ini???

__ADS_1


Kita harus meminta bantuan kepada Bagus" ucap Linda sambil mengingatkan Temannya.


"Memang benar Aku tidak bisa melawannya dengan Tubuh seperti ini, Aku harus segera bergegas menemuinya. Ayo Kita pergi dari sini dan membawa Dia kemari" jawab Satria Naga Legendaris.


"Baiklah Aku akan menunggu kehadiran Kalian Berdua" ucap Niken dengan sangat berharap.


"AUUUAAUU......" Ucap Miya.


Satria Naga segera masuk ke dalam gerbang Dimensi bersama Miya dan Linda, dengan cepat pula Niken berlari menghampiri aura Kegelapan yang sangat kuat.


Para Penduduk Dunia Peri dibuat ketakutan oleh sosok Gadis berbaju Hitam, namun tidak bagi Kepala Desa yang berani mendekatinya walaupun didalam hatinya Dia sangat ketakutan.


Karena Dia adalah Kepala Desa yang harus melindungi seluruh Penduduk Negeri Peri, dengan perasaan takut Tangan dan kakinya terlihat gemetaran namun Dia berusaha untuk menguatkan hati, dengan tegap Dia berdiri dan mengangkat tongkatnya tinggi-tinggi, tongkat itu diarahkan ke Gadis berbaju Hitam.


"Berhenti apa Kamu akan menghancurkan Negeri Peri ini???" Ucap Kepala Desa Tubuhnya terlihat gemetaran.


"Oh rupanya disini adalah Negeri Peri, menarik sekali padahal dulu Aku sudah mencari Negeri ini tapi tidak pernah Aku temukan, tapi sekarang telah Aku temukan dengan sangat mudah" kata Dinda merasa sangat senang.


"Apa tujuanmu mencari Negeri Peri???" Tanya Kepala Desa hanya ingin tahu.


..." ucap Dinda sambil tertawa terbahak-bahak.


"Kalau niatmu seperti itu maka Aku akan melawanmu" ucap Kepala Desa.


"Kamu mau melawanku, apa Kamu yakin bisa menang melawanku, tapi Aku tidak berminat melawanmu, Aku hanya ingin bertanya dimana Gadis bisu disembunyikan" ucap Dinda terlihat sangat marah.


"Aku tidak akan memberi tahumu" jawab Kepala Desa.


"Jadi itu pilihanmu, sebaiknya Negeri ini akan Aku hancurkan sampai menjadi debu" kata Dinda merasa sangat kesal.


Kepala Desa menjadi sangat jengkel dengan perkataan Gadis berbaju Hitam, dengan sangat Marah Dia menyerang Gadis berbaju Hitam dengan tongkatnya, namun dengan cepat Gadis berbaju Hitam menendang Kepala Desa hingga jatuh tersungkur ke Tanah.


Merasa tidak puas Dia pun melayangkan Pukulan kearah Kepala Desa, namun sebuah tendangan tepat mengenai Tubuh Gadis berbaju Hitam, bajunya sangat mirip dengan yang dikenakan oleh Chika, akan tetapi Gadis itu hanya bergeser sejauh 5 Meter.


"Kamu tidak akan Aku biarkan melukai Para Penduduk Negeri Peri, katakan siapa namamu" tanya Niken.

__ADS_1


"Oh Kamu berani sekali bertanya tentang namaku???


Baiklah Kamu akan Aku beritahu namaku, sebagai gantinya nyawamu akan Aku ambil. Perkenalkan namaku Dinda pengawal Elemen Kegelapan" jawab Dinda dengan sangat sombongnya.


"Ternyata Kamu yang bernama Dinda, pengawal yang tidak tahu balas Budi, perlu Kamu ingat namaku Niken pengawal Elemen Tanah" ucap Niken dengan sangat Marah.


"Kamu pengawal Elemen Tanah, dari penampilanmu Kamu hanya Gadis biasa" kata Dinda.


"Aku menyembunyikan identitasku, dan ini adalah kekuatan sejati milikku" jawab Niken.


Niken mulai tersenyuman lebar menantang Dinda untuk bertarung, namun Dinda masih menganggap remeh Lawanya, ketika baju Niken dibuka. Disana terlihat sangat jelas kalau dihadapannya adalah pengawal Elemen Tanah, Dia sempat berpikir sejak kapan pengawal Elemen Tanah ditemukan, dahulu hanya ada pengawal Cahaya dan Kegelapan pikir Dinda.


"Menarik sekali Kamu pengawal Elemen Tanah yang baru, tetapi sejak kapan ada pengawal Elemen Tanah" ucap Dinda sangat meremehkan.


"Kamu tidak akan mengerti tentang terciptanya semua pengawal, perlu Kamu ketahui pengawal Satria Naga itu ada 10. Kegelapan, Cahaya, Tanah, Air, Api, Tumbuhan, Waktu, Es, Udara dan Petir" ucap Niken menjelaskan.


"Jadi begitu ya ceritanya, tapi Aku tidak tertarik dengan cerita lama, Aku akan menghancurkan Semua pengawal yang sudah tercipta dengan Tanganku sendiri" kata Dinda.


Niken melesat dengan sangat cepat melayangkan sebuah pukulan, pukulan terkuat yang Dia miliki mengarah tepat mengenai Tubuhnya, akan tetapi pukulan itu berhasil ditangkis oleh Dinda, Sehingga terjadilah guncangan yang sangat besar.


Sehingga Tubuh Dinda terdorong kebelakang oleh Pukulan yang dilancarkan oleh Niken, disusul tendangan melingkar dari atas ke bawah, tendangan itu tepat mengenai Tubuh Dinda Hingga Tubuhnya tersungkur ke Tanah, Tanah yang ada ditempat itu menjadi hancur dan terciptalah lubang yang sangat besar.


"Akhirnya Aku bisa mengalahkanmu" ucap Niken dengan sangat senang.


Namun tidak berselang lama Tanah yang dipijaknya pun bergetar, Tanah yang berlubang cukup besar pun mengeluarkan aura Hitam yang sangat pekat.


Niken menjadi terkejut setelah melihatnya, kepanikan Para Penduduk Negeri Peri semakin menjadi-jadi, saat Tubuh Dinda bangun dari atas Tanah yang hancur, namun Niken pun tersenyum dan malah menikmati pertarungannya.


"Apa cuma sebatas itu kekuatanmu, kalau seperti itu Kamu juga sangat lemah" kata Dinda menghina.


"Kamu sangat kuat tapi bukan cuma ini kekuatanku, lihatlah ini baik-baik" ucap Niken.


Niken mengangkat Kedua Tangannya kedepan dan kepalan Tangannya dibuka perlahan-lahan, tidak lama di Kedua telapak tangannya mengeluarkan Cahaya berwarna coklat.


"Tangan Suci Penghancur datanglah. Cahaya Laser tembak, inilah kekuatanku yang sebenarnya" ucap Niken dengan sangat keras.

__ADS_1


"Jurusmu sangat hebat kalau terkena langsung mungkin aku bisa terluka cukup parah, aku juga akan serius melawanmu Pedang Suci Kehancuran" ucap Dinda dengan santainya.


__ADS_2