Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
HARTA TERSEMBUNYI


__ADS_3

"Kenapa tubuhnya yang sudah terpotong kecil-kecil kembali seperti semula, kalau seperti ini apa mereka semua bisa membunuh monster ular itu ya" pikir Linda dengan wajah kebingungan.


"Kenapa tubuhmu bisa kembali seperti semula, padahal aku sudah menebas tubuhmu hingga menjadi potongan kecil" tanya Chika dengan nada keheranan.


"Sudah aku bilang aku ini abadi dan aku tidak bisa mati, ingat itu baik-baik" jawab Monster Ular dengan penuh keyakinan.


"Semua makluk hidup akan mati bila sudah pada waktunya, mereka semua tidak akan pernah hidup abadi camkan itu baik-baik" ucap Hariyati dengan wajah serius.


"Coba bunuh aku dengan pedangmu, itu pun kalau kalian bisa, agar kamu tahu siapa aku yang sebenarnya, dan yang akan musnah itu aku atau kamu" jawab Monster Ular dengan marah.


Monster Ular menyerang Chika dengan sangat beringas, karena kaget dia terkena pukulan telak monster ular itu, hingga tubuh Chika terlempar cukup jauh hingga membentur pohon.


Hembusan angin sepoi-sepoi menerpa tubuhnya yang sedang terbaring di bawah pohon, namun tak berapa lama Chika pun bangkit.


Tak lama dia pun tersenyum, akan tetapi anehnya tubuhnya tidak terluka sedikit pun, padahal serangan monster ular yang dilancarkan sangat mematikan, bila seseorang terkena bisa terluka cukup parah.


"Seranganmu sangat lemah sekali, seperti serangan anak kecil ayo serang aku sekali lagi karena aku ingin tahu kamu sehebat apa???" ucap Chika dengan pose tubuh menantang dan jari jempol di acungkan ke bawah.


"Seranganku seperti anak kecil???bukannya sayatan pedangmu itu terlalu tumpul seperti mainan anak kecil" jawab Monster Ular dengan kata-kata menyayat hati.


Perkataan Monster Ular membuat Chika marah, tak lama Hariyati menepuk bahu Chika dan menenangkannya mereka berdua sepakat untuk menyerang bersama-sama.


Mereka berdua mulai menyerang dengan kekuatan dan kecepatan penuh.


Serangan mereka berdua mengenai tepat di tubuh monster ular hingga putus menjadi banyak, tapi anehnya tubuh yang sudah terpotong bisa kembali seperti semula, berkali-kali serangan mereka berdua berhasil memotongnya menjadi berapa banyak maka tubuhnya akan kembali seperti semula.


Karena serangan mereka tidak membuat pengaruh besar pada tubuh lawanya, Chika menjadi fustrasi kenapa tiap kali tubuhnya di potong-potong selalu bisa kembali seperti semula, pada akhirnya mereka berdua sampai kehabisan tenaga.


Kejadian itu membuat para penduduk menjadi sangat panik, mereka takut kalau sampai penyelamat mereka berhasil di kalahkan, maka kemarahan sang Monster akan di lampiaskan kepada para penduduk.


Banyak penduduk yang ketakutan dan ingin pergi dari sana untuk menyelamatkan diri, akan tetapi Antok berhasil menenangkan mereka semua, karena Antok sangat yakin kalau Satria Naga Legendaris akan bisa menciptakan dunia yang damai.


"Hariyati bagaimana ini???


Walau kita potong menjadi banyak tubuhnya bisa kembali seperti semula" tanya Chika dengan raut wajah keheranan.


"Chika kamu tenang saja aku akan berpikir dulu, pasti monster ular itu ada kelemahannya, biarkan aku berpikir sebentar" jawab Hariyati dengan tenang.


"Apa kalian sudah patah semangat melihatku yang sudah terpotong-potong bisa kembali seperti semula hahahaha...." ucap Monster Ular sambil tertawa terbahak-bahak.


"Chika kamu potong tubuhnya seperti yang tadi, nanti aku yang akan menghabisinya dengan pedangku ini" tanya Hariyati dengan rasa penasaran.


"Bagaimana kamu akan membunuhnya.


Tubuhnya walau kita potong berkali-kali dia masih bisa kembali seperti semula???" tanya Chika dengan ekspresi wajah bingung.


Pembicaraan mereka berdua membuat penasaran Monster Ular waktu pun berlalu seiringnya angin berhembus melewati tubuh Bagus yang sedang mengamati pertarungan mereka berdua, pertempuran sengit pun berlangsung dengan kepanikan.


Padahal tubuh monster ular sudah dipotong-potong menjadi kecil, kenapa potongan tubuhnya bisa kembali seperti semula tanpa luka sedikitpun pikir Bagus.


Sementara Hariyati dan Chika sedang asik memotong tubuh Monster Ular walau berkali-kali tubuhnya terpotong, tetap saja tubuhnya bisa kembali seperti semula, namun sayatan pedang mereka ada yang berhasil menggores jantung Monster Ular, ketika potongan tubuh monster ular kembali seperti semula tiba-tiba mulut monster ular itu mengeluarkan darah walau cuma sedikit.


Monster Ular pun terkejut melihat dirinya bisa terluka seperti ini.


"(( Kenapa tubuhku bisa mengeluarkan darah seperti ini, padahal aku ini sudah hidup abadi tapi kenapa aku bisa jadi seperti ini )) Aku akui kalian berdua sangat hebat, tapi kehebatan kalian masih belum bisa membunuhku" ucap Monster Ular dengan tenang.


"Memang kamu itu tidak bisa mati, tapi aku akan terus memotong tubuhmu hingga menjadi kecil-kecil" jawab Chika dengan sombongnya.


"Aku pasti bisa membunuhnya.


Chika tolong kamu potong-potong tubuhnya seperti tadi, aku di sini akan memastikan kelemahannya" ucap Hariyati dengan kata-kata pasti.


"Apa kamu takut hei Hariyati dengan Monster Ular seperti dia, walau dia tidak bisa mati tapi aku tidak takut melawannya" jawab Chika sambil menyembunyikan ketakutanya.


"Bukan begitu Chika, aku akan menyerang dia dari sini, tapi kamu bantu aku sekali lagi karena aku tahu kelemahannya" ucap Hariyati dengan raut wajah serius.


Tatapan Hariyati membuat Chika terdiam melihatnya, aura putih yang meluap-luap keluar dari tubuhnya membuat Chika menjadi takut tapi Monster Ular tidak menangapi serius kekuatannya Hariyati, karena dia itu sudah abadi dan tidak akan bisa mati walau terkena serangan apapun.


Chika pun berlari dengan sangat cepat ke arah Monster Ular dan menyayat-nyayat tubuhnya hingga menjadi kecil-kecil.


Tak lama pedang Hariyati mengeluarkan cahaya putih, cahaya putih itu ditembakkan ke arah Monster Ular, dengan kecepatan cahaya.


Cahaya putih itu berhasil momotong jantung monster ular, jantung itu pun terbelah menjadi dua dan hancur terkena terjangan cahaya putih.


Ketika potongan tubuh Monster Ular menyatu, tiba-tiba mulutnya mengeluarkan darah yang cukup banyak, tak berselang lama tubuhnya pun terkapar lemas di atas tanah.

__ADS_1


"Kenapa tubuhku bisa terluka seperti ini padahal aku sudah hidup abadi.


Kenapa diriku bisa dikalahkan dengan sangat mudah oleh mereka" ucap Monster Ular dengan sangat kecewa.


"Kamu sudah kalah dan sekarang terimalah kematianmu" kata Chika dengan membusungkan dada.


"Semua makhluk hidup tidak akan ada yang bisa abadi, tapi sekarang terimalah kematianmu ditanganku.Ini adalah dendamku karena kamu sudah membunuh guruku" ucap Hariyati dengan mata penuh kebencian.


Pedang Hariyati mengeluarkan cahaya putih yang sangat pekat, dan tak lama pedang itu diayunkan ke arah monster ular, hingga tubuh Monster Ular dalam sekejap musna menjadi abu.


Para penduduk pun merasa sangat senang dengan kejadian itu, sehingga mereka tidak perlu memberi upeti setiap harinya.


Akhir yang ditunggu-tunggu sudah tiba, Kota ini sudah bebas dari cengkraman Monster Ular.


Para penduduk mengucapkan kata-kata terima kasih kepada satria naga legendaris, bagus pun merasa bingung dengan sikap penduduk yang merasa senang dan bahagia.


Di kerumunan penduduk munculah Antok sang informan handal, dia berjalan menghampiri Hariyati dan mengatakan terima kasih karena telah menyelamatkan Kotanya dari cengkraman Monster Ular.


"Kakak aku kembalikan koin emas milik kakak, kakak sangat cantik dan sangat hebat aku jadi suka melihat aksi kakak hayriyati" tanya Antok dengan wajah senang.


"Kenapa kamu kembalikan koin emas yang sudah aku berikan kepadamu, aku kan sudah ikhlas memberikan koin emas itu untukmu" ucap Hariyati penasaran.


"Kakak aku juga tidak mau harta, sekarang aku mau berhenti menjadi informan, karena Kota tempat tinggalku sudah terbebas dari Monster Ular, kakak aku mau kakak menolong para penduduk yang ada di Kota lain, mereka semua sedang dalam cengkraman para Monster" pinta Antok dengan wajah sedih.


"Baiklah aku akan menyelamatkan para penduduk dari cengkeraman para Monster yang sangat kejam, kami berempat akan menciptakan dunia yang sangat damai seperti yang kamu harapkan" jawab Hariyati.


"Terima kasih ya kakak, aku jadi suka sekali sama kamu kakak Hariyati"ucap Antok dengan penuh harapan.


"Kamu bisa saja apa aku terlihat sangat cantik???" tanya Hariyati dengan senyuman.


"Hehehe....kakak sangat cantik sekali seperti seorang putri" kata Antok.


"............ terima kasih" ucap hariyati dengan rasa senang.


"Hei antok apa aku juga sangat cantik" tanya Chika dengan wajah penasaran.


"Kakak berdua sangat cantik, dan keahlian berpedang kakak membuatku sangat kagum"jawab antok.


Wajah Antok penuh dengan senyuman, namun terlihat jelas di matanya kalau Antok sedang berharap agar seluruh dunia menjadi damai, para penduduk pun menunjukkan, kalau harta tersembunyi milik Monster Ular ada di seberang sungai ini kepada Bagus, tapi dia cuma diam saja mungkin Bagus sedang berpikir sesuatu, sikapnya membuat para penduduk menjadi terdiam sesaat.


"(( tuanku ayo kita buat jembatan agar penduduk bisa pergi ke seberang mengambil harta terpendam milik Monster Ular ))" tanya Satria Naga Legendaris dalam hati.


"Kenapa kamu memangilku tuan, panggil saja aku Bagus mengerti???" ucap Bagus memasang raut wajah kesal.


"Bagus kamu berbicara sama siapa???


Jangan-jangan kamu sakit ya" ucap Chika dengan penasaran.


"Aku tidak sakit aku juga tidak berbicara sendiri, mungkin kamu salah dengar" jawab Bagus cengar-cengir.


"Jelas tadi aku mendengar kalau kamu sedang berbicara sendiri" ucap Chika sangat yakin.


"Chika sebaiknya kamu diam karena dia sedang berbicara dengan satrtia Naga Legendaris" jawab Hariyati sambil tersenyum.


"Oh........hhhh begitu ya" ucap Chika.


"Ternyata kalian tidak bisa di bohongi.....iya.


bagai mana caranya kita membuat jembatan di atas sungai yang cukup lebar dan dalam" tanya Bagus dengan sangat penasaran.


"(( Baik aku akan panggil namamu Bagus, sedang kamu harus memangil namaku cukup dengan Satria Naga saja oke" kata Satria Naga Legendaris.


"Baik kita berdua sepakat Satria Naga"jawab Bagus dengan senyuman lebar.


"Sekarang gabungkan kekuatan kalian bertiga, terutama pedang kegelapan bisa menghentikan benda apapun termasuk Air, dan pedang samurai panjang gunakan pisau cahaya super untuk memotong batu meteor yang akan aku keluarkan ))" ucap Satria Naga Legendaris.


"Chika kamu gunakan pedangmu untuk menghentikan air kalau terjadi sunami" pinta Bagus dengan serius.


"Bagaimana caranya aku mengeluarkan jurus, soalnya aku baru pertama kali memegang pedang ini" tanya Chika terlihat bingung.


"Kamu jangan bingung, pikirkan saja jurus yang ingin kamu ciptakan, setelah itu satukan hatimu bersama pedang kegelapan yang kamu bawa" ucap Hariyati dengan tenang.


"Baiklah akan aku coba" jawab Chika dengan ragu-ragu.


Setelah Chika menancapkan pedangnya ke Tanah dan memejamkan mata.

__ADS_1


Ketenangan pun terasa melintas di pikirannya, setelah itu dia berkosentrasi.


Namun tak lama setelah itu tubuh Chika mengeluarkan aura hitam yang sangat pekat, Linda pun kaget kenapa aura hitam bisa keluar dari tubuhnya, padahal Chika kan pengawal Satria Naga Legendaris pikir Linda.


Sedang Bagus diam termenung melihat pancaran aura Chika berbeda dengan pancaran aura Hariyati, mungkin mereka berdua memakai elemen yang sangat berbeda pikirnya.


"(( Bagus kamu jangan kaget seperti itu, pengawalku itu dulunya ada dua cahaya dan kegelapan tapi pengawal kegelapan yang bertugas menjagaku sudah hilang atau dalam kata lain lenyap, sedangkan pengawal cahaya itu sangat setia dia menjagaku sampai aku tersegel.


Bagus perlu kamu waspadai soal pengawal kegelapan ))" ucap Satria Naga Legendaris.


"(( Kalau Chika tidak akan berbuat nekat aku tahu betul sifatnya dia.


Kalau boleh tahu kemanakah pengawal kegelapan yang pernah menjagamu ))" tanya Bagus.


"(( Waktu itu pengawal kegelapan yang bertugas menjagaku sedang masuk kedalam lubang kegelapan, dia tidak mau mendengarkan kata-kataku.


Sebaiknya kita selesaikan jembatan yang akan kita ciptakan untuk penduduk ))" ucap satria naga legendaris.


"(( jangan mengalihkan pembicaraan, apa yang terjadi dengan Satria Naga Legendaris yang dahulu??? ))" tanya Bagus tidak ingin di sepelekan.


"(( baiklah akan aku ceritakan.


Satria Naga Legendaris yang dahulu sudah lama mati, cerita itu sudah 500 tahun yang lalu, yang jelas pengawal kegelapan yang dulu bernama Dinda.


Tapi sekarang aku tidak tahu keadan mereka berdua ))" ucap satria naga legendaris.


"(( Oh begitu ceritanya, baik ayo kita buat jembatan mungkin yang lainya sedang menunggu ))" jawab Bagus.


Bagus memasang aba-aba untuk mengeluarkan jurus batu meteor merah, setelah itu Chika mengeluarkan jurus gravitasi kegelapan, tiba-tiba air sungai menjadi tenang dan tidak ada gelombang air yang bergerak, setelah menunggu lama munculah batu meteor yang sangat besar keluar dari langit, angin yang sangat kencang mengiringi jatuhnya batu meteor merah.


Udara panas bertiup sangat kencang, hingga membuat para penduduk di basahi oleh keringat.


Para penduduk pun terkejut melihat meteor yang sangat besar jatuh dari langit dan akan menimpa sungai yang sangat dalam, setelah batu meteor membentur sungai yang sudah berhenti bergerak, penduduk pun kaget melihat kejadian itu, kenapa air yang diterjang oleh batu meteor besar itu bisa menahannya dan tidak mengakibatkan gelombang besar.


Tidak main-main meteor yang sangat besar tertahan oleh air hitam, setelah pedang kegelapan di cabut oleh Chika air yang tadinya berhenti kini sudah kembali seperti semula.


Namun tidak untuk air sungai yang ada di seberang, sungai itu mulai naik ke permukaan hingga menerjang hutan lebat yang ada di seberang, di sana terjadi sunami yang sangat besar dan sangat tinggi, namun itu semua tidak menjadi masalah untuk para penduduk, karena di sana tidak ada penduduk yang tinggal.


Meteor besar masuk sepenuhnya ke dalam sungai yang sangat dalam dan luas.


Air sungai yang terkena tekanan batu meteor yang sangat besar pun meluap naik keatas permukaan, penduduk pun menjadi panik dengan gelombang sunami yang sangat besar, mereka takut kalau seluruh Kota terkena terjangan air maka tidak di ragukan lagi kalau Kota tempat mereka tinggal akan hanyut terkena terjangan.


Sekali lagi Chika menancapkan pedangnya ke dalam tanah,dan mengunakan jurus yang sama untuk yang kedua kalinya, kejadian aneh pun terjadi, gelombang sunami yang sangat besar pun berhenti seketika, saat meteor besar sudah mencapai permukaan air.


Sudah waktunya Hariyati melakukan pembelahan batu meteor yang super besar, telapak tangan mungil mulai mengengam dengan erat gagang pedang, tidak berselang lama tubuh Hariyati mengeluarkan aura putih yang sangat terang, aura itu berpindah ke satu titik dan memancarkan sinar putih yang sangat terang.


Munculnya sinar itu diiringi oleh hembusan angin yang sangat kencang, ketika cahaya yang sangat terang membungkus bilah pedang membesar, di sana terlihat nafas hariyati terengah-engah, mungkin jurus itu membutuhkan banyak tenaga.


dia pun menembakkan Pisau Cahaya super, jurus itu pun melesat menerjang batu meteor merah.


Dengan kekuatan penuh dia berhasil memotong batu meteor dengan jurus pisau cahaya yang sangat besar, terjangan Pisau Cahaya melesat dengan cepat hingga keujung, dia pun tertegun dengan kekuatan yang dia miliki saat ini.


Sementara di ujung sungai tepat di kaki gunung, di sana banyak para Monster yang sedang menjaga harta tersembunyi milik Monster Ular.


Monster Batu yang sedang berjaga pun kaget, setelah melihat batu meteor yang cukup besar menimbulkan gelombang sunami yang sangat besar.


"Kenapa batu meteor yang sangat besar bisa jatuh ke tempat ini BAHAYA gelombang sunami akan menyapu tempat ini, ayo semuanya berlindung di belakangku akan aku buat pelindung dari batu.Jurus PELINDUNG BATU.


dengan ini kita semua akan selamat dari terjangan sunami" ucap monster batu memberi perintah kepada rekan-rekannya.


Air yang meluap naik ke atas permukaan berhasil menyapu semua tempat itu, tidak terkecuali hewan dan pohon yang ada di sekitarnya, juga ikut terbawa arus air sunami yang sangat besar.


Air itu mulai menerjang pelindung batu dan gunung yang sangat tinggi, pohon dan pegunungan yang sangat tinggi pun tertelan dengan sangat cepat, burung-burung yang terbang ke langit sedang melihat pepohonan yang biasanya di buat sarang kini sudah tergenang air.


Pelindung batu yang di buat oleh Monster Batu bisa melindungi para monster yang lainnya.


"Gila siapa yang sudah membuat gelombang sunami yang sangat besar" tanya monster batu.


"Pelindung yang kamu buat sangat kuat dan kokoh ya" ucap monster air dengan santainya.


"Jelas saja kalau pelindungku ini sangat kuat, pelindung yang aku ciptakan ini tidak bisa dihancurkan oleh siapa pun, bahkan jurus apapun tidak akan ada yang bisa menghancurkannya" ucap Monster Batu dengan sombongnya.


"Kamu jangan sombong dulu, perlu kamu ketahui.Yang menciptakan meteor dan gelombang sunami itu adalah Satria Naga Legendaris yang sudah bangkit lagi, dia berasal dari dimensi lain" jawab Monster Air.


"Apa kamu bilang Satria Naga Legendaris bangkit lagi hahahahaha......kamu itu sedang bercanda ya, dia kan sudah lama mati" jawab Monster Batu dengan tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Terserah kamu mau bilang apa, yang terpenting aku sudah mengingatkanmu bila ada apa-apa tanggung sendiri akibatnya" ucap Monster Air dengan perasaan kesal.


__ADS_2