Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
SIHIR BOLA API


__ADS_3

Kami Semua sedang kebingungan dengan kondisiku saat ini, Karena tanpa Raja Naga Aku tidak bisa melawan Monster, apalagi dengan kehadirannya Sugiyono yang suka seenaknya sendiri. Tetapi karena Linda Aku jadi terbantu.


"Tempat kelahiran Satria Naga ada di Negeri Cahaya, tetapi bila kita ingin ke tempat kelahirannya, Kita harus membawa kunci untuk membuka pintu masuknya, sedangkan kuncinya berada diruangan bawah Tanah Negeri Peri" kata Linda sedang memberitahu Semua informasi yang Dia miliki.


"Karena kunci masuknya sudah diketahui jadi Kita harus bergegas menuju tempat yang dimaksud" ucap Niken dengan sangat bersemangat.


"Pengambilan kunci tidaklah mudah, Kita Semua harus bisa lolos dari ujian yang diberikan oleh penjaga kunci" jawab Linda dengan sedikit khawatir.


"Kalau masalah penjaga Kita Semua sudah pasti akan bisa lulus dan mendapatkan kuncinya" kata Chika dengan sangat yakin.


"Apa pun yang terjadi Kita Semua tidak akan lari atau mundur" jawab Niken.


"Aku akan membantu Kalian Semua dari belakang" ucap Miya.


"Miya Kamu tidak bisa beladiri yah" tanya Hariyati.


"Aku bisa tapi..........hanya sebagian Kecil saja, bisa disebut sih......dasarnya beladiri" jawab Miya dengan sedikit berpikir.


"Kalian Semua apa sudah yakin dengan ujian yang sangat berbahaya, sebelum Kita Semua masuk. Aku mau mengatakan satu hal yang sangat penting, penjaga kunci yang ada di sini itu sangat kuat dan kejam" ucap Linda dengan sedikit takut.


Kami Semua telah sepakat untuk masuk dan menyelesaikan ujiannya, dengan begitu Kami Semua bisa melanjutkan perjalanan ke Negeri Cahaya, akan tetapi Kami harus masuk melalui bangunan besar, sebuah bangunan yang dekat dengan tempat ritual kebangkitan.


Kami Semua menyusuri lorong dan menuruni anak tangga, banyaknya anak tangga membuat Kami Semua tidak sabar untuk sampai didepan ruangan penjaga. setelah melangkah cukup lama, pada akhirnya Kami sampai di ruangan yang cukup luas.


Sedangkan sisi kanan dan kiri pintu masuk terlihat Dua Buah Patung yang sangat besar, karena hanya sebuah Patung Kami tidak merasa khawatir, namun tidak lama sebuah pintu terbuka, serta dibalik pintu itu keluar seseorang yang memakai baju Putih panjang, seseorang sudah berumur paruh baya, umurnya sekitaran 50 Tahun.

__ADS_1


Penjaga itu menghampiri Kami dan mengatakan sesuatu.


"Apa tujuan Kalian Semua kemari, sebetulnya siapa Kalian Semua???"


"Kami Semua kemari karena Kami ingin mengambil kunci, karena kunci itu akan Kami gunakan untuk membuka pintu Negeri Cahaya" ucapku.


Aku menjawab pertanyaan penjaga untuk mengambil kunci gerbang, karena Kami akan menuju Negeri Cahaya dengan penuh semangat, karena Kami Semua terlihat sangat meragukan. Penjaga itu mulai menolak untuk memberikan kunci, Chika yang terlihat sangat kesal dengan perkataan penjaga Dia mulai emosi.


Namun Aku memohon untuk diberi kemudahan, sebab Dimensi Cahaya telah diambang kehancuran. Sedangkan Satria Naga Tubuhnya tersegel dan tidak bisa dilepas, karena hanya ada satu cara untuk membebaskannya, yaitu mendatangi Negeri Cahaya agar Satria Naga bisa terlahir kembali.


Aku ingin Dia terbebas dari segel yang telah mengikatnya. Setelah mendengar penjelasan Dariku, penjaga itu mengijinkannya untuk mengambil kunci, tetapi Dia menawarkan satu sarat, Kami dengan senang hati menerima sarat yang Dia berikan.


Penjaga itu menyuruhku untuk memasuki Bola Pelindung, kali ini Kami Semua diberi waktu 30 menit, waktu yang sangat singkat untuk menyelesaikan ujiannya, ketika waktu sudah menunjukkan 30 menit, tetapi salah Satu dari Mereka tidak bisa membebaskanku, maka Diriku akan meninggal Dunia karena kehabisan Udara.


Tetapi didalam hati Mereka merasa sangat berat hati. namun Mereka tidak ingin mengecewakan keyakinanku.


Chika, Niken, Hariyati dan Miya mulai maju ke depan, kali ini Mereka Semua mengatakan Ayo mulai ujianya, penjaga mulai menutup pelindung yang didalamnya terdapat Tubuhku.


Sebuah jam pasir yang cukup besar pun keluar dipojokan tengah atas, batas waktu telah dimulai dan penjaga itu membawaku ke arah jam pasir, tetapi Mereka Semua terlihat kaget.


Setelah Kedua Patung besar mulai bergerak memasuki arena pertarungan, ujianya kalahkan Kedua penjaga itu dan selamatkan Temanmu ucap penjaga.


Mereka Bertiga mulai memasang aba-aba untuk menyerang, sedangkan Miya sedang bersiap menyerang menggunakan Sihir Api, Mereka Bertiga mulai berlari menyerang Patung, dengan Pukulan dan tendangan namun Kedua Patung itu tidak bergeming sama sekali.


Mereka Bertiga mulai melancarkan lagi serangan dengan kekuatan maxsimal Mereka, namun Pukulan dan tendangan Mereka Semua hanya mengeser Kedua kaki Patung, sementara Miya berhasil membuat Dua Bola Api yang sangat besar dan kuat.

__ADS_1


Semua Teman-temannya dibuat takjub dengan Sihir Bola Api miliknya, mengetahui Bola Api yang sangat kuat tercipta, Kedua Patung itu berlari ke arah Miya, mengetahui kalau Dirinya dalam bahaya, Dia mulai melemparkan dengan cepat Kedua Bola Api itu.


Patung yang satunya berlindung di belakang Patung yang ada didepsnnya, ketika Dua Bola Api itu mengenai Tubuhnya, tanpa disadari Sihir itu dengan mudah membakar Patung itu.


Akan tetapi Patung yang lainya berhasil menghindarinya, tetapi penjaga itu menjadi sedikit panik, Dia sempat berpikir kalau pengawal Elemen Api itu tidak menggunakan sebuah Jurus, kali ini Dia harus dikalahkan terlebih dahulu.


Bola Api itu mulai membakar Patung, akan tetapi Api itu tidak menyebar membakar yang lainnya, ketika Miya menghempaskan tongkat ke bawah Tiba-tiba Bola Api itu menjadi padam, Api itu berhasil membuat Satu Patung telah berhenti bergerak, tidak berselang lama Patung itu pun hancur menjadi abu.


Setelah melihat kejadian itu, penjaga pun mulai serius merapal kata, Mereka Bertiga menjadi kaget dibuatnya. Ternyata Sihir Miya sangatlah kuat dan tidak terasa panas, Miya cuma tersenyum melihat ke arah Mereka Bertiga.


Namun tidak berselang lama Patung itu mulai berlari ke arah Miya, karena jaraknya terlalu dekat, Dia tidak bisa menyerang lagi menggunakan Sihir Dua Bola Api, Satu Pukulan yang sangat cepat menghantam Tubuhnya, Sehingga Tubuh Miya terpental membentur dinding Hingga terdengar Suara Dhumm........


Namun Patung itu tidak berhenti sampai disitu, Dia berlari ke arah Miya dan melayangkan sebuah Pukulan ke arahnya, akan tetapi Pukulan itu berhasil ditahan oleh Niken, Dia menggunakan Tangan Suci Penghancur.


Kali ini Niken sudah melakukan perubahan ke LV2. Karena tekena serangan secara langsung, mulut Miya mengeluarkan Darah segar. Sekarang Niken menjadi sangat Marah, karena Patung itu tidak segan-segan untuk membunuh Mereka Semua.


Dengan Tangan Suci Penghancur Patung itu berhasil dipukul mundur, dari arah belakang Hariyati menyerang dengan sayatan Pisau Cahaya, namun Tubuhnya tidak tergores sedikitpun, Niken dan Hariyati mulai bertarung dengan sangat sengit.


Sedangkan Chika sedang menghampiri Miya, Dia menyuruhnya menggunakan Sihir Bola Api Dobel. Kali ini Dia mengangukan Kepalanya, sedangkan Chika melindunginya dari depan, Chika menggunakan Jurus Gravitasi Kegelapan, sebuah Bayangan Hitam melesat kearah Patung besar.


Linda yang melihatnya mulai terlihat sangat panik, sebetulnya Dia ingin membantu Teman-temannya, ketika Patung itu terdesak Dia mulai berubah warna menjadi Merah, kali ini kecepatan Patung itu semakin cepat, 10x lipat dari yang pertama kali Mereka Lawan.


Kondisi Mereka Berdua sekarang mulai terbalik, dengan sangat cepat Mereka Berdua sedang terpojok, kali ini sosok Patung itu sudah berada dibelakang Hariyati, tendangannya tepat mengenai perutnya, serta tidak cuma itu saja.


Pukulan bertubi-tubi pun dilancarkan Hingga Tubuhnya jatuh tersungkur ke lantai, Niken yang melihatnya mulai menembakkan Jurus Cahaya Laser Super, namun Tiba-tiba Tangan Patung itu mulai membesar dan berhasil menahannya.

__ADS_1


__ADS_2