
Di sana terlihat Yogi yang sedang menghampiri temanya yang terkapar di atas lantai, dia melihat temanya yang bernama Ros terbaring tidak berdaya, dia pun duduk jongkok di sebelahnya.
"Kasihan sekali dirimu Ros, dirimu sebagai Iblis telah di permalukan habis-habisan, lihatlah kondisi tubuhmu tidak ada tangan dan kaki" kata Yogi.
"Maafkan aku karena aku bisa dikalahkannya dengan sangat mudah olehnya" ucap Hartati.
"Aku akan membalaskan penghinan ini" ucap Yogi dengan sangat serius.
Tangan kanan Yogi diangkat ke atas, dengan cepat dia menusuk jantung Ros, kejadian itu membuat mereka semua menjadi kaget, kenapa temannya sendiri dia bunuh.
Bibit yang tertanam di jantung Ros telah di ambil oleh Yogi, di sana terlihat benih Iblis yang sangat berbeda, benih Iblis di masukan ke mulutnya dan tak berapa lama benih itu di telan olehnya, Ros melihat temanya telah mengambil jantungnya, dia hanya bisa pasrah menerima nasibnya.
Ros berpikir kalau ini jauh lebih baik dari pada dirinya di permalukan, tiba-tiba tubuhnya perlahan berubah menjadi debu, tidak berselang lama debu itu mulai berterbangan terbawa angin.
"Hei apa yang telah kamu lakukan kepada temanmu" teriak Chika dengan sangat marah.
"Kamu yang bernama Chika, lihatlah kekuatan Ros yang telah bersatu denganku, dengan kekuatan ini aku akan bisa dengan mudah untuk membunuh kalian semua" ucap Yogi dengan perasaan senang.
"Kamu seorang diri ingin membunuh kami semua, sadarilah akan posisimu" kata Chika dengan tatapan kebencian.
Yogi hanya diam saja mendengar perkataannya, sekarang giliran Bagus untuk maju ke depan, dia ingin menghadapi Yogi, namun dia mengatakan kepada mereka berdua untuk melawannya.
Dia menyebut nama Hariyati dan bagus untuk menghadapinya, dengan sangat senang Hariyati maju bersama dengan bagus untuk melawannya, namun Chika dan Niken menjadi iri, kenapa tidak mereka saja yang berpasangan dengan bagus.
"Kenapa tidak aku saja yang di panggilnya, kenapa harus dia yang di panggil" pikir Chika sedikit kesal.
"Seandainya aku yang di panggil, alangkah senangnya hatiku" pikir Niken sambil melamun.
"Kalian berdua lawanlah aku, tunjukanlah kekuatan kalian yang sesunguhnya kepada ku, hiburlah aku dengan kekuatan yang kalian miliki" teriak Yogi dengan keras.
Tanpa di suruh Hariyati dan Bagus pun berlari ke arahnya, dia menyerang dengan pukulan namun dis bisa dengan mudah menghindarinya, sedang dari arah belakang Bagus mengeluarkan pukulan bertubi tubi, tetapi dengan cepat dia menghilang tanpa jejak, mereka berdua sangat kebingungan mencari di mana lawanya sedang berada.
Di semua area tidak ada jejak atau wujudnya, mereka berdua telah di buat bingung, di mana posisi lawanya sekarang.
Tiba-tiba tubuh bagus terkena pukulan yang tidak terlihat, dia pun bingung kenapa tubuh lawanya tidak bisa di lihat oleh mata, tidak hanya bagus yang mendapatkan serangan, tapi Hariyati juga mendapat serangan yang sangat mematikan di bagian perut, sehingga tubuhnya melesat membentur lantai dan tubuhnya terguling-guling di lantai.
Bagus yang melihat Hariyati terkena serangan dia mulai sedikit panik, dia pun menghampirinya dan membantunya untuk berdiri, kejadian itu membuat Chika menjadi sangat cemburu.
"Hariyati kamu tidak apa-apa" tanya bagus.
"Aku tidak apa-apa, tapi tendangannya sangat kuat sekali" jawab Hariyati.
"Apa kamu bisa melihat pergerakannya" tanya Bagus sangat penasaran.
"Aku bisa melihat sepintas gerakannya tapi gerakan dia samar" jawab Hariyati.
Mereka berdua mulai berkerja sama agar bisa mengalahkan musuh yang sangat merepotkan, tapi tiba-tiba mereka berdua di hujani serangan, tanpa bisa menghindar mereka pun jatuh terguling-guling di lantai, serangannya tidak bisa di lihat oleh mata telanjang.
Posisi mereka berdua sedang berpelukan, karena bagus melindungi Hariyati dari benturan, kejadian itu membuat Chika dan Niken semakin terbakar rasa cemburu, posisi tubuh bagus di bawah sedang memeluk tubuh Hariyati yang tengkurap di atasnya.
Namun tak lama tubuh mereka berdua merasa kesakitan, karena tubuh mereka seperti di tindih sesuatu yang sangat berat, lantai di sekitar mereka berdua menjadi hancur seperti di terjang oleh batu yang cukup besar.
Mulut Hariyati mengeluarkan darah segar, sehingga darah itu mengenai wajah bagus, dia pun mengunakan pelindung untuk menghalau serangan lawanya, dia takut kalau gadis yang dia sukai bisa terluka lebih dari ini.
Dia pun bangkit dengan mengendong tubuh Hariyati, mereka berdua semakin marah melihat Yogi yang telah mendesak mereka berdua.
"Kalian semua majulah kalau kalian ingin bernasib sama seperti mereka berdua" kata Yogi menantang mereka semua.
Sementara Joko yang mengawasi mereka dari jauh, dia cuma bisa tersenyum lebar sambil menepuk jidatnya, sedangkan Monster air sangat senang dia berharap untuk cepat membunuh Satria Naga Legendaris dan ke tiga pengawalnya.
__ADS_1
"Yogi sungguh sangat bodoh setelah memakan benih iblis yang tertanam di jantung Ros, 1 iblis melawan 4 lawanya, pertarungan mereka tidak seimbang" kata Joko.
"Bukankah itu jauh lebih bagus kalau dia bisa membunuh mereka semua secara bersamaan" ucap Monster Air dengan sangat yakin.
Kamu belum mengerti ya, lihatlah pengawal tipe Tanah akan lebih mudah mengalahkanya" jawab Joko dengan sedikit panik.
Di dalam pelindung tidak akan mungkin Yogi itu bisa masuk dan menyerang mereka berdua, kesempatan itu di gunakan Hariyati untuk menyembuhkan luka-luka yang dia derita.
Sedang di luar pelindung Chika dan Niken diserang habis-habisan, dengan cepat dia melayangkan tendangan ke area belakang, sepintas Niken merasakan kalau tendangannya itu mengenai tubuh lawanya.
Sedang Yogi mundur menjauh dari pengawal elemen Tanah, dia memiliki firasat yang sangat buruk akan tetapi dia mengabaikannya.
"Bagus tolong lindungi teman-teman yang lain dengan pelindungmu, sedang Chika kamu tolong bergabunglah bersama Bagus di dalam pelindungnya" ucap Niken dengan sangat keras.
Bagus membuat pelindung untuk Mereka semua dengan cepat, sedang untuk Yogi dia sudah tidak bisa menyerang siapa pun dengan sesuka hatinya.
"Kamu lebih mementingkan teman-temanmu dari pada nyawamu sendiri, baiklah aku akan membunuhmu terlebih dulu, setelah itu aku akan membunuh semua teman-teman yang ingin kamu lindungi" teriak Yogi tidak terlihat oleh mata.
"Baiklah serang aku dengan sekuat tenaga, tunjukan semua kekuatan yang kamu miliki kepadaku.
Jurus deteksi" ucap Niken dengan sangat tenang.
Tubuh Niken berdiri tegap dan tidak lama tubuhnya mengeluarkan sinar redup, tidak berselang lama sinar redup itu menyebar ke semua arah yang telah di jangkaunya.
Kejadian itu membuat tubuh Yogi bergetar, tubuhnya terlihat seperti sedang ketakutan, dia seperti seekor tikus yang terperangkap di dalam sangkar besi.
Yogi menghampiri Niken dengan perlahan-lahan, namun Dia bisa merasakan kehadirannya, ketika Yogi mendekat dia pun menyerang.
Namun Niken berhasil menghindari seranganya, di buat bingung kenapa seranganya bisa di hindari olehnya, padahal lawanya sedang memejamkan matanya.
Dia pun mencoba menyerang dengan pukulan bertubi-tubi, tetapi Niken bisa menghindarinya dengan santainya, kejadian itu membuat Yogi merasa fustrasi.
Kedua gelang tangan milik dia di lepaskan, kemudian kedua gelang itu di lempar secara bersamaan ke arah Yogi, tidak lama dia pun mengeluarkan kedua tangan robot secara bersamaan.
Kedua gelang itu tepat mengenai perut dan wajahnya, mulutnya mengeluarkan banyak darah segar, darah itu menyembur ke atas hingga membasahi tubuhnya.
Niken pun melompat dengan sangat cepat ke arahnya, dia melayangkan kedua pukulan tangan robot ke arah Yogi, pukulan itu dengan sangat cepat mengenai perutnya.
Hingga dia melesat jatuh ke tanah, ketika tubuhnya membentur lantai terjadilah suara Dhummmmm........di sana terlihat banyak lantai yang telah hancur akibat pertarungan.
Suara itu mengema dan di sertai angin yang sangat kencang, tidak berhenti sampai di sana Niken pun mengambil kedua gelangnya yang melayang tinggi di atas, kemudian kedua gelang itu di lemparkan ke arah Yogi dengan sekuat tenaga.
Dua buah gelang berwarna biru melesat dengan sangat cepat, gelang itu menerjang tubuh Yogi yang sedang terbaring di tanah, ketika gelang itu mengenai tubuhnya terjadilah ledakan yang sangat hebat.
DHUUARRRrrr.....ledakan itu di iringi bersama angin yang sangat kencang serta guncangan yang begitu hebat.
Niken pun turun ke lantai yang telah hancur dengan sangat pelan, sedang bagus melepas pelindung yang telah melindungi teman-temannya, mereka semua berlari mendekati Niken.
"Hei Niken......kelihatanya gelang yang kamu pakai sangat berat" tanya Chika.
"Iya aku juga penasaran sama berat gelang yang kamu pakai" ucap Hariyati.
"Berat gelang ini 250 kilo jadi kalau di total semua 1 ton, sedang berat tangan robot yang aku pakai dulu, sebelum aku menjadi pengawal tipe Tanah sebesar 500 kilo, kalau sekarang untuk satu tangan robot ini memiliki beban 1 ton" ucap Niken.
Bagus hanya bisa melongo mendengar penjelasan darinya, karena teman-temannya merasa ragu dengan ucapan Niken, dia pun melepas satu tangan robot yang dia pakai di atas lantai yang telah rusak.
Chika mencoba mengangkat tangan robot milik Niken tetapi dia tidak kuat mengangkatnya, Hariyati pun ikut mencoba tetapi mereka berdua tidak bisa mengangkatnya.
Dita dan Linda juga ikut mencoba namun mereka berdua tidak bisa mengangkatnya.
__ADS_1
Bagus juga di buat penasaran, dia ikut mencoba mengangkatnya, akan tetapi tangan robot itu bisa dengan mudah di angkat oleh Bagus.
Dita, Linda, Chika, Hariyati dan Niken di buat melongo dengan kekuatan bagyus, sedang bulan dan Putri tampak tenang dan biasa-biasa saja.
Mereka semua merasakan kekuatan yang sangat luar biasa, kekuatan itu muncul dari puing-puing batu yang berserakan, di sana terlihat tubuh Yogi yang tidak sadarkan diri.
Tubuh Yogi mengeluarkan aura yang sangat hebat, wajahnya terlihat sangat pucat, serta bola matanya terlihat putih dan tatapanya kosong, perlahan dari lehernya keluar akar berwarna merah kehitaman, sedang kedua tangannya mengeluarkan akar yang sangat besar.
Kedua kakinya tertutup oleh akar yang sangat besar, seluruh ruangan pertandingan bergetar sangat kuat, tubuh yang tadinya kecil berubah menjadi sangat besar.
Dia berubah menjadi sosok seperti Monster Pohon yang sangat besar, sedangkan Dita pernah membaca kisah iblis di ruang perpustakaan kerajaan.
"Kalau tidak salah dia adalah pohon Iblis penjaga gerbang dunia bawah, dia memiliki nama pohon Iblis kematian" kata Dita menjelaskan.
Kenapa dunia Iblis ikut campur dengan dunia luar"ucap Hariyati dengan sangat panik.
"Kalau dia pohon Iblis kematian dia pasti sangat sulit untuk di kalahkan" ucap Niken dengan tatapan serius.
"Dulu aku pernah mendengar cerita tentang raja iblis Joko, mungkin semua ini ada kaitannya dengan kemunculannya.
Pohon iblis kematian" kata Satria Naga Legendaris.
"Siapa itu raja iblis Joko???" tanya Bagus dengan sangat penasaran.
"Cerita itu sudah 600 tahun yang lalu, ketika aku di ciptakan oleh Manusia cahaya, di saat itu mereka mengatakan kalau pasukan Raja Iblis Joko telah menghancurkan Negeri Cahaya bagian barat, dia panglima dari kelima pasukan Raja Kehancuran" ucap Satria naga Legendaris.
"Siapa Raja Kehancuran yang kamu maksud itu Satria Naga" tanya Bagus dengan rasa ingin tahu.
"Maaf kalau soal dia aku tidak tahu, hanya Manusia Cahaya yang mengetahui siapa mereka semua" jawab Satria Naga Legendaris.
Bagus mengatakan apa yang telah di sampaikan oleh temanya Satria Naga, mereka semua menjadi sangat penasaran hanya Manusia Cahaya yang mengetahui semuanya.
Niken mengatakan tidak ada satu Manusia atau pun Monster yang bisa mengetahui di mana Negeri Cahaya berada, pembicaraan mereka semua terputus karena amukan dari pohon Iblis Kematian.
Pohon Iblis itu sangat besar dan tinggi, ketinggiannya hampir mencapai tempat pertandingan, kali ini Dita di buat schok dengan bangunan pertandingan yang telah rusak lebih parah.
Mereka bertanya tanya kepada Niken bagai mana caranya pohon Iblis itu bisa di hancurkan, Niken hanya mengetahui yang bisa menghancurkan pohon itu hanya pengawal elemen api.
Akan tetapi di antara mereka semua tidak ada yang memiliki kekuatan api, tapi Chika mengatakan kalau Bagus bisa mengeluarkan bola api yang cukup besar atau meteor merah yang sangat besar.
Dengan kedua jurus itu pohon Iblis bisa di musnahkan, pemikirannya ada benarnya, tapi untuk meteor merah dia tidak bisa mengunakannya di sini, karena istana ini bisa hancur akibat terjangannya.
Mereka semua tidak ada pilihan selain menyerangnya secara langsung, Niken berlari melompati akar besar yang bergerak-gerak menghancurkan area sekitar.
Sedang Hariyati mengeluarkan pedang samurai panjang, dia mulai berlari menyayat akar yang menghalangi jalan Niken menuju kepala pohon iblis, sedang Chika juga ikut membantu memotong akar yang akan menyerang Dita dan yang lainya.
Mereka semua di buat kerepotan dengan akar yang terus bermunculan walau sudah di potong atau di sayat berulang kali, kali ini Niken harus bisa menghancurkan kepalanya agar pohon iblis tidak bisa bangkit.
Niken berlari dengan sangat cepat, dia di bantu Hariyati untuk membukakan jalan, namun sebuah akar yang sangat panjang berhasil menerjang tubuhnya, sehingga dia terjatuh ke bawah.
Niken berhenti sejenak melihat temanya yang terkena serangan, namun dia tidak ada waktu sebelum ruangan ini dan seluruh kerajaan hancur akibat ulahnya.
Banyak akar yang menyerangnya dengan sangat cepat, tapi Niken berhasil memukul semua akar itu hingga jatuh ke bawah, namun naasnya tubuh dia tertangkap sebuah akar yang muncul dari belakangnya.
Dita pun tidak bisa tinggal diam melihatnya, dia berlari dengan sangat cepat menyerang akar yang membelit tubuh Niken, dengan sengatan petir terkuat miliknya, dengan cepat akar yang membelit tubuhnya hancur menjadi abu.
Karena pertolongan Dita Niken pun terbebas dari lilitan akar yang sangat merepotkan.
Kali ini mereka berdua berlari menyerang bersama, ketika banyak akar yang menghalangi mereka berdua, dengan cepat mereka berdua menghancurkanya, kombinasi serangan mereka berdua terlihat sangat menakutkan.
__ADS_1
Pukulan dan sengatan petir membuat pohon Iblis merasa kesakitan, dia mengeluarkan suara hoaaaaah......yang cukup keras, suara itu pub sangat memekakkan telinga.