Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
KEMUNCULAN DINDA


__ADS_3

Dimensi Cahaya yang sangat damai tidak berlangsung lama, setelah Raja Monster Maikel dikalahkan, sejak kejadian itu 2 Tahun telah berlalu.


Tiba-tiba serangan Monster mulai terjadi lagi dimana-mana, kejadian 2 Tahun silam terulang kembali, Banyak Monster yang sangat kuat bermunculan, disana terlihat ada Monster yang baik dan juga ada Monster yang sangat jahat, Mereka membunuh Manusia dan Para Monster yang baik.


Karena Mereka Para Monster yang sangat haus akan kekuatan, kekuasaan dan perbudakan Manusia serta pembunuhan ada dimana-mana.


Di suatu tempat terlihat seseorang sedang menghabisi Para Monster, Mereka bertiga pernah mengaku sebagai Satria Naga Legendaris.


"Rina hati-hati Mereka sangat banyak dan kuat" ucap Rio dengan sangat waspada.


"Iya Aku mengerti" jawab Rina.


".........( Satria Naga Legendris dimana Kamu sekarang )" pikir Miya.


"Baiklah Kita habisi Semua Monster jahat yang ada didalam hutan ini" ucap Rio.


Mereka sudah banyak menghabisi Para Monster, banyak dari mereka yang sudah dikendalikan oleh Raja Kehancuran, kali ini pimpinan Para Monster keluar dari sarangnya, Monster itu sangat Marah sekali, ketika semua anak buahnya telah dibantai dengan begitu mengenaskan.


Monster itu melompat dengan cepat menyerang Rio dan Teman-temannya, Monster yang menyerang Mereka adalah Monster Kelinci yang memiliki kuku panjang dan tajam.


Ketika Monster Kelinci itu mulai menyerang Rio, Dia merasa sangat kewalahan, karena Monster Kelinci sangatlah kuat dan cepat, sayatan Pedang Rina berhasil mengenai Kedua Tangannya.


Namun Dia terlihat semakin Marah, serangan demi serangan dilancarkan dengan menggunakan cakar yang sangat tajam, serangan itu berhasil ditangkis oleh Rio dengan cepat.


Disana terlihat Miya sedang menyerang menggunakan Bola Api yang cukup besar, Monster Kelinci terlihat sangat panik, setelah melihat sebuah Bola Api yang cukup besar muncul.


Dia beralih melompat ke arah Miya dan menyerangnya, saat ini Miya hanya bisa pasrah, Monster Kelinci yang mati atau dirinya yang mati. Pikirnya dalam hati.


tidak lama Bola Api itu dilempar ke arah Lawannya dengan sekuat tenaga, Jurus itu melesat dengan sangat lambat ke arahnya, tapi keberuntungan Miya sangat besar, karena Lawannya sedang ada di Udara, tanpa bisa menghindar Monster Kelinci terkena Bola Api dengan telak.


Tubuhnya terbakar dan jatuh ke Tanah.


dari jauh mereka diawasi oleh seseorang yang sangat misterius, sedangkan pakaiannya sama dengan yang dipakai oleh Chika pengawal Elemen Kegelapan, Gadis itu tersenyum lebar setelah melihat Jurus yang dikeluarkan oleh Miya.

__ADS_1


Dia pun berkata akan Aku dapatkan Dirimu Gadis kecil, dengan Suara lirih sambil tertawa terbahak-bahak.


"Miya Kamu sangat hebat bisa membunuh Monster itu dengan Apimu" ucap Rina dengan sangat senang.


"Auuuaua.......( Aku hanya beruntung saja, karena kebodohan Monster Kelinci )"jawab Miya.


"Sekarang Kita bisa menikmati Kelinci bakar dengan tenang, akan tetapi senyuman Mereka tidak bertahan lama, setelah kehadiran seseorang Gadis misterius dihadapannya.


"Siapa Kamu????" kata Rio dengan sangat penasaran.


"Aku adalah Dinda Gadis yang sedang tersesat didalam hutan ini" jawab Dinda dengan nada kalem.


"Sepertinya Aku mengenal pakaian yang Kamu gunakan, pakaian itu sama persis yang dipakai oleh Chika pengawal Kegelapan di Kota Palam" kata Rina dengan sangat terkejut.


".....….....auahua.....( Hati-hati dengan Dia )" jawab Miya terlihat sedikit panik.


"Kalian hebat juga, kalian masih mengingat pengawal Satria Naga Legendaris Elemen Kegelapan, sedangkan Aku juga pengawal Elemen Kegelapan, umurku sekarang sudah 500 Tahun" kata Dinda.


"Hahahaha..... Kamu mengaku kalau kamu itu pengawal Satria Naga Legendaris Elemen Kegelapan, dan Kamu berumur 500 Tahun. mana ada Manusia yang mempunyai umur sampai 500 Tahun, sedangkan dari Wajahmu Kamu masih berumur 20 Tahun sama seperti diriku" jawab Rio sambil tertawa terbahak-bahak.


"Kalau ingin berbohong soal Kamu pengawal Elemen Kegelapan itu juga tidak boleh, Kamu jangan seperti Kami yang dulu pernah mengaku sebagai Satria Naga Legendaris" jawab Rina.


"Oh.....jadi Kalian tidak percaya kepadaku, baiklah Aku tidak akan memaksa Kalian untuk percaya, tapi tujuanku ke sini hanya satu. Serahkan Gadis itu kepadaku" ucap Dinda.


"Kamu ingin mengambil Temanku. itu tidak boleh, karena Dia adalah Teman serta rekan Kami yang sangat berharga" jawab Rio.


"Auauhh....( iya betul )...." ucap Miya.


"Kamu sedang berbicara apa Gadis kecil, kemarilah dan mendekatlah kepadaku, Aku hanya akan mengambil kekuatan yang sangat besar dari dalam Tubuhmu, karena dengan kekuatan itu Aku akan menjadi Ratu Kematian yang sangat kuat dan tidak terkalahkan" kata Dinda.


"Kamu jangan bicara ngawur seperti itu, tapi Aku tidak akan pernah menyerahkan Temanku kepadamu" jawab Rio.


Perkataan Rio membuat Dinda menjadi sangat Marah, Dia maju perlahan melangkahkan kakinya.

__ADS_1


Tapi anehnya, rumput hijau yang dipijaknya menjadi Hitam, serta rumput yang dilalui juga terlihat seperti terbakar.


Kedua Tangan Dinda mengeluarkan aura Hitam yang sangat pekat, aura itu mulai menyerang Rio tapi dengan sigap Rio berhasil menghindarinya.


Kejadian itu membuat Dinda semakin Marah, Dia menyerang kembali Lawannya dengan Pukulan bertubi-tubi, walau seranganya sangat cepat akan tetapi Rio masih bisa menghindarinya,Rina menyuruh Miya untuk melarikan Diri, karena Mereka sudah tahu akan nasibnya sendiri.


Akan tetapi Miya menolak untuk pergi meninggalkan Teman-temannya, karena keluarganya adalah Mereka Berdua, dengan pandangan memelas Rina menyuruhnya untuk pergi dari tempat ini, karena Lawan yang mereka hadapi bukan orang biasa.


"Miya pergilah dari tempat ini, karena hanya Kamu yang diincar olehnya, jadi jangan hiraukan Kami" ucap Rio.


"Aahaa.....auyaa......( Aku tidak mau meninggalkan Kalian Berdua, karena Kalian Berdua adalah keluarga bagiku )" ucap Miya sambil meneteskan Air mata.


"Kamu jangan khawatirkan Kami Berdua, yang terpenting Kamu bisa selamat" kata Rina memohon dengan sangat tulus.


Karena Jurusnya berhasil dihindari dengan mudah, Dinda pun menjadi sangat Marah, kali ini Dia mulai serius untuk membunuh Lawannya.


Dia pun menggunakan Jurus 1.000 jarum yang sangat banyak, Jurus itu menghujani Mereka Berdua, karena serangan jarum yang sangat banyak Rio dan Rina tidak bisa menghindar lagi, pada Akhirnya Tubuh Mereka Berdua dihujani 1000 jarum.


Miya yang mengetahui kalau Kedua Temannya sudah meninggal, Dia pun berteriak dengan sangat histeris serta Air matanya bercucuran keluar.


Dinda pun tertawa terbahak-bahak, mendengar itu Tubuh Miya pun berdegup sangat kencang, matanya berubah menjadi Merah menyala seperti Api, Tubuh yang sangat mungil itu mulai mengeluarkan Api yang sangat besar dan sedang berkobar-kobar.


Api itu membakar Tubuh Dinda yang sedang mendekatinya, saat Tubuhnya terbakar Dia pun sangat Marah, karena Tubuhnya merasa sangat kesakitan.


"Sialan Kamu Gadis kecil, akan Aku kuliti Tubuhmu" teriak Dinda dengan sangat Marah.


Tubuh Dinda terbakar cukup hebat, kesempatan itu digunakan Miya untuk melarikan Diri dari tempat itu.


Dia berlari sekuat tenaga agar nyawanya bisa selamat dari kematian, Dinda pun mengeluarkan Pedang Kehancuran, dengan satu ayunan Pedang.


Api yang membakar Tubuhnya pun hilang dengan seketika, nafasnya pun terengah-engah sangat panjang, ketika Dia sadar. Gadis yang akan ditangkap pun hilang dari pandangannya.


"Keparat Kamu mau lari ke mana Gadis bodoh, tidak akan Aku biarkan Kamu lepas dari Tanganku" teriak Dinda dengan raut Wajah yang sangat menakutkan.

__ADS_1


Miya pun selamat dari cengkeraman Dinda, Dia terus berlari melewati hutan yang sangat lebat, tinggi dan gelap.


__ADS_2