
Mumi itu semakin senang mendapatkan lawan yang sangat kuat, perban panjang keluar dari tangan Mumi, perban itu melesat dengan sangat cepat ke arah Hariyati.
Namun dengan sebetan pedang perban itu terputus dan dengan cepat dia berlari ke arah lawanya, dalam sekejap dia sudah berada tepat di belakangnya dan melancarkan 100 pisau cahaya, Mumi tidak bisa berpikir lagi atau menghindar karena pisau cahaya dengan cepat merobek-robek perban yang menutupi tubuhnya.
Ketika perban hancur di baliknya terlihat bola berwarna hitam, tapi tidak lama bola itu ikut hancur terkena terjangan jurus 100 pisau cahaya.
Tubuh Mumi tiba-tiba hancur menjadi asap, akan tetapi asap itu tiba-tiba masuk ke telapak tangan manusia berjubah hitam, Hariyati dan yang lainya merasa kaget dengan kejadian itu, namun tidak berselang lama jubah hitam itu di lepas olehnya.
Hariyati, Bagus dan Chika merasa kaget, karena yang ada di balik jubuh hitam adalah manusia besi, tapi tampilan tubuhnya berbeda dari yang pertama kali mereka bertemu.
"Kamu manusia besi......kenapa kamu masih hidup, dan penampilanmu juga berubah???" tanya Chika dengan sangat penasaran.
"Kenapa kalian bertanya seperti itu padaku, oh jangan-jangan kalian adalah Satria Naga Legendaris yang telah membunuh sodaraku" ucap manusia besi.
"Iya aku satria naga legendaris yang telah membunuh Manusia Besi bawahan Raja Monster Maikel" jawab Bagus.
"Apa kamu juga bawahan Raja Monster Maikel" kata Hariyati.
"Apa kalian semua mengenalnya????" tanya Niken dengan penuh rasa penasaran.
"Waktu kami datang ke tempat ini, Manusia Besi dan Monster Buaya menyerang dan hampir membunuh kami berdua" jawab Bagus.
"Iya monster yang sangat bodoh dan berlagu akhirnya hancur juga" ucap Chika.
"Aku akan membunuh kalian dan akan aku balaskan dendam kakakku" ucap Manusia besi dengan sangat marah.
"Jadi kamu utusan Raja Monster Maikel" kata Bagus.
"Tepat sekali kalau kamu berpikir aku bawahan Raja Monster Maikel, tapi aku tidak seperti Monster yang lain, mereka Monster yang payah dan lemah" jawab Manusia Besi.
"Apa betul begitu, bukanya kamu monster bodoh dan payah serta lemah di banding monster yang lain" ejek Chika dengan merendahkan lawanya.
"Tutup mulutmu gadis berengsek, akan aku bunuh kamu dengan sangat kejam" ucap Manusia Besi dengan sangat marah.
"Coba saja Monster bodoh" jawab Chika.
"Chika ayo kita serang dia bersama-sama, untuk bagus tolong beri kami berdua kesempatan untuk mengalahkan monster itu" pinta Niken.
"Baiklah kalau kalian berdua ingin melawanya, tapi kalian berdua harus berhati-hati" jawab Bagus.
"Iya sayangku terimakasih telah menghowatirkan aku" ucap Niken.
"Hei Niken kalau bicara jangan seperti itu, lebai tahu" jawab Chika dengan raut wajah sedikit kesal.
"Iya maaf aku tadi hanya bercanda ( tapi itu bohong, aku sangat menyukai bagus )" kata Niken sambil tersenyum.
Pertarungan mereka baru saja akan di mulai dengan penuh ketegangan, Chika dan Niken menyerang bersamaan dengan kekuatan penuh, mereka berdua melancarkan pukulan dan tendangan, namun serangan mereka berdua berhasil di tangkis dan di hindari oleh lawanya, kecepatan dan kekuatan mereka berdua begitu imbang, Hariyati yang sudah kehabisan tenaga cuma bisa melihat dari jauh.
Sementara di tempat Linda banyak Monster yang berjalan mendekati pesawat yang di jaga oleh Linda, Monster Tirex dan teman-temannya sudah sampai di depan pesawat terbang, mereka semua mulai mengepungnya karena mereka takut kalau ada apa-apa dengan pesawat milik temannya, tapi tidak untuk linda.
Dia sangat ketakutan setelah melihat ada banyak monster yang sedang mengepung pesawat yang dia tumpangi, dia tampak kebingungan dan mondar-mandir karena dia sangat ketakutan.
"Kenapa banyak monster yang datang kemari, seandainya aku tadi ikut mereka berempat aku pasti tidak akan setakut ini, teman-teman tolong kembali sekarang aku takut sekali" kata Linda sambil menangis hebat.
Linda menangis sejadi jadinya tapi dia kaget setelah melihat ada seorang anak kecil berambut merah di ikat panjang sedang berada di samping Monster Tirex, Linda mulai merasa heran kenapa ada anak manusia di samping Monster yang bertubuh besar, dengan cepat Linda pun bersembunyi.
Dirinya melihat semua Monster melambaikan tangan ke arahnya.
Linda sangat ketakutan, kenapa posisinya bisa ketahuan oleh banyak Monster yang sedang berdiri di luar.
__ADS_1
Dia pun memutuskan bersembunyi di tempat yang aman, sambil menunggu teman-temannya datang menyelamatkan dirinya.
Pertarungan yang sangat hebat pun masih berlangsung, dengan di iringi angin yang sangat kencang dan getaran yang sangat kuat membuat tanah menjadi bergetar, pukulan demi pukulan membuat kerusakan yang membuat area sekitar menjadi rusak, Niken dan Chika melompat mundur dan mengatur strategi yang dapat membunuh lawanya.
"Kamu sudah menyerah ya, apa kekuatan kalian hanya sebatas ini" ucap Manusia Besi dengan ucapan meremehkan.
"Aku tidak akan pernah menyerah.aku akan melawanmu dengan kekuatan kami berdua" jawab Chika dengan sangat yakin.
"Chika ayo kita serang dia menggunakan senjata kita berdua" kata Niken.
"Baiklah kalau begitu, ayo kita serang dia dan jangan beri dia ampun" ucap Chika.
Mereka berdua mengeluarkan aura putih kecoklatan dari tubuh Niken, sedang aura putih kehitaman keluar dari tubuh Chika.
Tak lama sebuah pedang kegelapan dan tangan robot keluar dari tangan mereka berdua, sedang Chika menancapkan pedang kegelapan di dalam tanah, di saat yang sama Niken memasang kuda-kuda untuk menyerang, kejadian itu membuat manusia besi menjadi kaget setengah mati, dia berpikir akan mengambil alih kepemilikan pedang kegelapan.
Dia ingin menyerang secara langsung mereka berdua dengan semua kekuatan yang dia miliki, agar dia bisa dengan mudah memiliki pedang yang sangat kuat.
Ketika Manusia Besi akan menyerang, tiba-tiba dia kaget kenapa tubuhnya tidak bisa di gerakan.
"Kenapa dengan tubuhku ini, kalau seperti ini aku bisa di bunuh dengan mudah" ucap pelan manusia besi dengan rasa takut.
"Hei kenapa kamu berbicara sendiri, apa kamu ada masalah dengan tubuhmu" tanya Chika dengan senyuman lebar.
"Kurang ajar apa yang kamu lakukan pada tubuhku" jawab Manusia Besi dengan raut wajah kesal.
"Kamu sudah masuk ke dalam perangkap kami, sekarang terimalah kematianmu" jawab Niken dengan suara lantang.
"Kalian berdua tidak akan bisa membunuhku" teriak manusia besi dengan sangat kesal.
Mata Niken terpejam dalam beberapa saat, dia memfokuskan seluruh kekuatannya agar keluar seperti yang di katakan oleh temannya.
Kedua tangan robot yang sangat besar pun mengeluarkan cahaya putih kecoklatan, akan tetapi cahaya itu terpusat pada telapak tanganya, ketika cahaya itu mulai terbentuk dengan perlahan-lahan.
Saat semua cahaya berkumpul terjadilah getaran yang sangat kuat, hembusan angin yang cukup kuat mengelilingi tubuhnya, ketika kedua matanya terbuka perlahan-lahan, cahaya itu di tebakkan ke arah manusia besi, kekuatan cahaya laser itu sangatlah besar hingga membuat lawanya menjadi panik.
Mata manusia besi melotot sangat lebar karena ingin melepaskan diri dari cengkraman lawanya, namun apalah daya kekuatannya tidak mampu untuk menghancurkan jurus gravitasi kegelapan.
Baru pertama dia mau serius tapi dia akhirnya harus musnah, serangan cahaya laser dengan sangat cepat menerjang tubuh lawanya yang sudah tidak berdaya, jurus yang sangat kuat mengikis perlahan-lahan tubuh lawanya hingga lenyap tidak tersisa, cahaya laser itu melesat ke atas langit dan menghilang begitu saja dari pandangan mata.
Mereka semua pun tersenyum karena bisa melenyapkan musuh dengan sangat mudah, mereka semua akhirnya kembali dengan penuh semangat.
"Apa semua Monster memiliki keluarga seperti kita para manusia" tanya Bagus dengan pelan.
"Menurutku semua Monster mempunyai pasangan dan keluarga seperti kita manusia" jawab Niken dengan kata-kata meyakinkan.
"Semua Monster itu ada yang baik dan juga ada yang jahat, sifat mereka sama seperti manusia, jadi yang harus di musnahkan itu yang memiliki sifat jahat" ucap Hariyati.
Mereka mulai berjalan kembali menuju pesawat terbang, ketika mereka berempat melihat monster Tirex bersama anak buahnya sedang mengepung dan berjaga, Bagus hanya bisa menghela nafas panjang.
Monster Tirex yang sedang melihat Bagus pun merasa panik, dia berpikir kalau temanya sedang tidak enak badan.
Setelah bagus bercerita tentang temannya yang ada di pesawat bernama Linda seorang peri bunga, semua para monster menunduk dan memberi hormat, ketika Linda melihat Bagus yang sedang berbicara dengan para monster, dia pun menghampirinya dengan menangis tersedu-sedu.
Dia menceritakan seberapa menakutkan dirinya saat di tinggal sendiri di hutan ini, banyak monster yang mengepung dirinya sehingga dirinya menjadi sangat takut.
Monster Tirex mendekati Linda, dia bermaksud menjelaskan kesalah pahaman ini sebelum masalah berlanjut sangat panjang, tapi lagi-lagi Linda sangat ketakutan, terlihat dari wajahnya yang sangat pucat.
Tapi ketakutannya tidak berlangsung lama, setelah Bagus menjelaskan semua permasalahan tentang siapa Monster Tirex dan para monster yang lainya.
__ADS_1
Mereka memberi hormat kepada Linda calon ratu perdamaian, setelah mereka menjelaskan dirinya dari suku kehidupan Linda pun akhirnya mengerti, jadi mereka bukan monster pikir Linda dalam hati, setelah semuanya memberi hormat pimpinan mereka berpamitan untuk pergi memasuki hutan.
Ketika monster dan pemimpinnya pergi memasuki hutan, mereka semua melanjutkan perjalanan menuju pulau terbang, Niken pun menjadi geram dengan apa yang dilakukan oleh Raja Monster Maikel.
Bukan saja ibunya yang di jadikan patung tapi para penduduk suku kehidupan pun di jadikan Monster, dia pun bertekat untuk membunuh Raja Monster Maikel, dengan kekuatan yang dia dapat dari pahlawan Dunia ini.
Kendaraan mereka melintasi langit yang sangat indah dan matahari bersinar sangat terang, perjalanan mereka masih sangat panjang serta lama, waktu berlangsung hingga tak terasa hari sudah menjelang sore, matahari terbenam terlihat sangat indah.
"Putri apa kamu tidak ingat siapa keluargamu dan kamu tinggal di mana???" tanya Niken dengan penasaran.
"Aku tidak ingat apapun tentang diriku, yang aku ingat cuma monster kadal mau memakanku, waktu itu aku jadi sangat takut tapi kakak Bagus datang menolongku" jawab Putri dengan pandangan seperti orang linglung.
"Kalau kamu ingat sedikit tentang keluargamu, nanti aku akan membantumu sebisaku" ucap Niken dengan memberi semangat.
"Baik kakak aku mengerti terima kasih" jawab Putri dengan senyum gembira.
Dia masih penasaran dengan anak yang bernama putri, siapa keluarganya dan di mana tempat tinggalnya, tanda tanya pun keluar dari benak Niken.
Setelah waktu berlalu selama 5 jam pesawat mereka tidak berhenti atau mendarat, perut mereka berbunyi krukkkkkk...namun Niken masih berpikir tentang sesuatu, akhirnya dia tidak berpikir panjang dia mengajak semua teman-temannya untuk makan bersama.
Tapi Chika heran kenapa dia meninggalkan kemudi dan kenapa pesawat terbang ini belum juga mendarat, tapi Niken sudah mengerti apa yang dipikirkan oleh temannya Chika.
"Niken kenapa kamu meninggalkan kemudi pesawat terbang ini, apa kamu tidak memikirkan kalau pesawat terbang ini akan jatuh ke tanah" ucap Chika terlihat penasaran.
"Aku sudah memikirkan semuanya, aku telah menyeting tombol kendali agar pesawat terbang ini berhasil sampai ke pulau terbang, jadi kamu jangan khawatir.
Sebaiknya kita semua makan di dapur pesawat terbang" jawab Niken dengan senyum kecil.
"Ternyata pesawat ini sangat cangih dan hebat (( tapi kenapa niken kelihatannya terburu-buru, padahal tadi dia terlihat sangat santai.
Mungkin para monster yang ada di dalam hutan yang telah membuatnya seperti ini ))" pikir Chika dengar rasa penasaran terhadap temannya.
"Aku akan menyiapkan semua makanan, jadi sebaiknya kalian tunggu di meja makan" kata Niken.
"Baiklah akan aku panggil yang lainnya" jawab Chika.
Chika memanggil teman-temannya, sedang niken menurunkan tangga untuk menuju dapur.
Mereka berkumpul untuk menikmati makanan yang terhidang di dapur, mereka semua terlihat sangat senang dengan makanan yang di hidangkan, mereka semua terkejut dengan pemandangan diluar, saat makan makanan yang sangat lezat, dan di tambah lagi dengan pemandangan langit di sore hari.
Mata hari terbenam membuat suasana sekitar menjadi sangat nyaman, ketika selesai makan seperti biasanya mereka bersih-bersih di dapur.
Ketika malam sudah larut pesawat terbang sedang melaju dengan sangat cepatnya menuju pulau terbang, malam yang sangat dingin tidak membuat tekat Niken menjadi pudar, ketika malam semakin larut mereka semua tidur di kamar mereka masing-masing.
Sedangkan Bagus sedang tidur di sofa dan memikirkan sesuatu, ada sesosok kaki kecil yang sedang berjalan mendekatinya yang sedang tertidur dengan pulas, ternyata gadis itu adalah Putri.
Namun ketika putri mengangkat tangannya cahaya putih redup keluar dari tangannya, kemudian cahaya putih itu masuk ke dalam tubuh Bagus melewati telinganya, di sana terlihat jelas ketika Bagus sedang tertidur dia bermimpi kembali ke bumi.
Pagi yang sangat dingin masuk ke dalam selimut hingga membuat tubuh merasa ke dinginan, ketika angin dingin menusuk tulang dia pun terbangun dengan tubuh menggigil kedinginan, ketika Bagus membuka mata dia terkejut dengan kondisi sekitarnya, kenapa pemandangan di sekelilingnya berubah menjadi pemandangan di rumah.
Dia pun segera bangkit dari tempat tidur dan bergegas menuju ke jendela, ketika dia sampai di depan jendela dengan perlahan dia membuka tirai, sinar matahari yang sangat terang membuat mata sangat silau, ketika dia melihat ke arah jam dinding jarum jam menunjuk jam 9.
Dia tergesa-gesa keluar kamar menuju kamar mandi, namun ibunya menyuruh makan sebelum bagus berlatih diluar.
"Apa ini mimpi???
Padahal aku sedang berada di Dimensi Cahaya, ke mana teman-temanku sekarang Naga ayo jawab aku???" tanya Bagus kepada temanya.
Tidak ada balasan dari satria naga legendaris, setelah itu Bagus bergegas menuju kamar mandi, dia menjadi sangat bingung dengan semua yang pernah dialaminya.
__ADS_1
Setelah 30 menit dia keluar dari kamar mandi dan pergi menuju dapur.