
Mereka semua menghampiri Chika dengan wajah sangat senang dan terkagum-kagum.
"Chika kamu membuatku kaget, ternyata jurusmu yang terakhir membuatku tertegun" kata Niken dengan sangat senang.
"Tetapi jurus ini menguras banyak tenaga" jawab Chika.
"Jadi jurusmu sama seperti jurus milikku" ucap Hariyati.
"Iya itu betul sekali" jawab Chika.
Ketika mereka semua terbuai oleh kemenangan, tiba-tiba Monster Burung Api keluar dari dalam Tanah, dia mulai menyerang Bagus dengan kekuatan penuh miliknya, karena mendapat serangan dadakan dia pun terlempar cukup jauh, tubuhnya membentur dinding pembatas sehingga dinding itu menjadi hancur.
Debu hitam beterbangan ke atas langit, disana terlihat mulut Bagus mengeluarkan darah segar, kejadian itu membuat teman yang lain merasa sangat cemas sekali.
Kali ini Niken merasa sangat marah kepada Monster burung Api, dia berlari kearahnya dan melayangkan sebuah pukulan yang sangat kuat dan hebat.
Pukulan itu mengenai tepat di wajah Monster Burung Api, dia juga tidak henti-hentinya melancarkan pukulan bertubi-tubi, serangan Niken membuat Monster Burung Api semakin kesakitan dan terpojok, dengan tendangan yang sangat kuat mengenai tepat di bagian perutnya.
Dalam sekejap tubuh Monster Burung Api terlempar jauh membentur Pohon, hingga banyak Pohon yang roboh terkena terjangannya, tidak berhenti sampai di sana, Niken mulai melancarkan pukulan tepat mengenai perutnya, hingga terdengar Ledakan yang sangat keras Dharrrrr........
Tubuh Monster itu mengalami luka-luka yang cukup parah, Niken sangat terkejut ketika melihat tubuh Monster itu tidak mengalami luka-luka yang cukup parah.
"Kamu terkejut ya dengan tubuhku yang tidak bisa terluka, setelah menerima seranganmu yang sangat kuat" ucap Monster Burung Api dengan santainya.
"Dimana temanmu Monster Air sekarang, apa dia takut bila berhadapan denganku" kata Niken dengan sangat tegas.
Sementara Hariyati sedang menyembuhkan luka-luka yang dialami Bagus, sedang kondisi baju Chika kembali ke LV 1.
Kali ini mereka tidak di untungkan oleh keadaan, musuh yang hadir bertambah kuat melebihi kekuatan LV 2 para pengawal.
__ADS_1
Yuyun mulai menyerang dengan kekuatan yang dia miliki, walau tenaganya tinggal sedikit dia ingin berguna untuk teman-temannya.
"Wahai air, bantulah aku penuhi keinginanku dan keluarlah, tornado Air Hahhhh....." teriak Yuyun.
"Oh menarik sekali kamu mau menyerangku dengan kekuatan yang kamu miliki" ucap Monster Burung Api dengan sangat tenang.
Lili sedang berdiri di samping Yuyun, dia melindunginya dari bahaya yang akan datang menghampirinya.
Ketika Bola air di tembakkan, dengan sangat cepat bola itu mengenai tubuh lawanya, tidak berselang lama bola itu menjadi pusaran air dan mengombang-ambingkan Monster Burung Api.
Walau tubuhnya terombang-ambing dalam pusara Air dia pun masih bisa tersenyum.
Kedua tangan Monster itu diangkat tinggi-tinggi ke atas, dia mengeluarkan jurus lontaran Gravitasi, ketika jurus Gravitasi di keluarkan tiba-tiba pusaran Air itu pun hancur dengan sendirinya, kejadian itu membuat Yuyun dan teman-temannya yang lain sangat terkejut.
Yuyun sempat berpikir.
Kenapa bisa jurus terkuat miliknya berhasil di hancurkan dengan sangat mudah, kali ini nafas Yuyun terengah-engah karena dia hampir mencapai batasnya.
Yuyun mulai merasa sangat panik ketika Monster Burung Api berlari ke arahnya, dia pun melancarkan pukulan ke arah Yuyun, tatapi Lili berhasil menangkap dan mengengam pukulan yang di lancarkan oleh Monster Burung Api, dia melancarkan pukulan balasan tepat mengenai tubuh Monster, akan tetapi tubuh Monster itu tidak bergeming sama sekali.
Dia melancarkan serangan balasan ke arah Lili, sebuah tendangan tepat mengenai perut Lili yang bertubuh besar, dengan seketika tubuh Lili jatuh ke tanah, Yuyun yang melihat kejadian itu mulai menyerang Monster itu mengunakan Tongkat Emas.
Tongkat itu di ayun-ayunkan ke arah Monster, tetapi serangannya berhasil di hindari oleh Monster itu dengan sangat mudah, ketika aura putih menyelimuti seluruh Tongkat Emas, tidak berselang lama aura putih itu berbentuk kepalan tangan yang sangat besar.
Kepalan tangan itu dengan cepat menangkap tubuh Monster Burung Api.
Kali ini Yuyun melancarkan serangan Tongkat Emas bertubi-tubi tepat mengenai kepala serta tubuhnya, serangan terakir terjangan Tongkat Emas yang menjadi besar, tubuh Monster terlempar cukup jauh setelah menerima serangan itu, ketika tubuh Monster menerjang Batu yang sangat besar, disana terdengar suara Dhummmmm.......suara yang sangat nyaring.
Batu itu pun hancur menjadi kecil-kecil, hingga membuat puing-puing itu berserakan ke mana-mana.
__ADS_1
Sementara di tempat yang agak jauh, Monster Air menghawatirkan kondisi temannya yang sedang melawan Satria Naga Legendaris.
"Kamu sangat gegabah sekali mengunakan 8 buah benih Iblis untuk melawannya, resiko yang kamu ambil sangatlah besar sekali, tetapi tubuhmu sangat kuat karena bisa menampung ke delapan benih Iblis sekaligus.
Bila itu tubuhku pasti aku tidak akan sanggup untuk menahannya" pikir Monster Air dengan sedikit khawatir.
Kali ini Monster Air hanya mengawasi mereka dari jauh, dia tidak ingin mati konyol di sana, karena tidak akan mungkin kalau dirinya akan tersegel oleh pengawal elemen Tanah yang bernama Niken.
Waktu membayangkan saja dia sudah sangat merinding sekali, apa lagi nasibnya akan berakhir dalam segel milik lawanya.
Sementara di Gurun Kematian Raja Monster Maikel sedang mondar-mandir seperti orang kebakaran jengot, dia mengetahui kalau pemimpin di Kota Air adalah Monster yang sangat kuat, bahkan jauh lebih kuat darinya, dia sempat berpikir kenapa panglima ke sepuluh dari Raja Kehancuran membelot seperti dirinya, kemungkinan dia sangat menyukai para pengawal Satria Naga Legendaris.
Bila dia ingin menjadikan mereka selir, maka mau tidak mau posisinya di dunia ini akan terancam.
Maka dia mengutus Monster Burung Api untuk berbuat nekat, dia memberi perintah tanpa sepengetahuan dari Monster Air, bila Monster Air mengetahui bahwa yang menyuruh temannya berbuat nekat adalah Raja Monster Maikel, kemungkinan dia akan beralih untuk melawan dirinya.
Karena Raja Monster Maikel merasa diuntungkan dalam hal ini, dia pun merasa kalau Monster Burung Api sejalan dengan dirinya, makanya dia tidak akan membocorkan misinya kepada Monster lain atau teman dekatnya.
Sementara di tempat yang sangat gersang, disana terlihat Dinda sedang melatih ilmu berpedang miliknya, dari jauh banyak Monster yang datang menghampirinya, Dinda melihat ke arah gerombolan para Monster, di sana terlihat banyak Monster yang sangat kuat dari pada Monster yang ada di tepat yang dia tinggali bersama dengan Raja Naga Kegelapan.
"Kesempatanku untuk menjadikan kalian semua sebagai tumbal untuk kesempurnaan pedang kehancuran milikku" kata Dinda dengan senang hati.
"Hei kamu Gadis kecil, dirimu berani sekali datang ke tempat ini, apa kamu tidak takut pada kami semua???
Perlu kamu ketahui perutku sekarang sangat lapar sekali, jadi kamu bersiaplah untuk menjadi santapan kami semua"
"Iya benar......kehadiran dirimu membuatku menjadi sangat lapar"
"Maaf ya nona, karena hari ini adalah hari sial untukmu, jadi jangan salahkan kami kalau tubuhmu akan menjadi makanan untuk perut kami hehehehe....."
__ADS_1
Mereka berpikir Gadis yang ada didepannya merasa sangat ketakutan, seperti Manusia pada umumnya,tetapi mereka semua salah besar.
Karena ajal mereka yang akan siap menanti bukan ajal Dinda sebagai pengawal tipe kegelapan.