
Dia terus berlari sekuat tenaga, didalam hatinya Dia ingin ditolong oleh seseorang yang sangat sepesial didalam hidupnya.
Sementara kondisi di Bumi terlihat sangat damai dan nyaman sekali, dipagi hari terdengar suara nyanyian Burung yang sangat merdu sekali, Suara Burung itu terbawa Angin sampai jauh, bersama hembusan Angin dingin dipagi hari.
Disebuah rumah terpencil terlihat seorang pemuda yang sedang berjalan sendirian, pemuda itu berjalan menyusuri jalan setapak, sepertinya Dia sedang menuju ke pasar didekat persimpangan jalan.
"Hari ini cuacanya sangat cerah, sedangkan Udara ditempat ini terasa sangat dingin, dari dulu sampai sekarang Aku rindu pada Kalian semua" gumamku dalam hati.
Diatas bukit belakang Rumahku, disana terlihat Putri yang sedang duduk sendirian, Dia seperti anak kecil yang sedang kebingungan, Dia duduk dan sesekali berdiri serta berjalan mondar-mandir, Wajahnya terlihat sangat lusuh dan kesal.
"Kenapa dengan Dunia ini, kenapa Jurus Teleportasiku tidak bisa menembus Dimensi Cahaya, sudah 2 Tahun Aku berada disini, tetapi Aku tetap saja tidak bisa menembus gerbang Dimensi.
Mungkin Aku akan membuat kekacauan di Dunia ini agar Satria Naga bisa muncul, tapi kalau Aku melakukan itu nanti jati diriku akan ketahuan oleh Bagus, tapi kalau Aku lihat Dunia ini sangatlah Indah dan damai, lama-lama Aku jadi suka tinggal ditempat ini" pikir Putri sambil menghela nafas panjang.
Pikiran Putri kali ini sedang kalut, karena banyak hal-hal yang sedang Dia alami, namun Dia berpura-pura tenang. Agar Dirinya tidak bertindak nekat, sementara Chika sedang berjalan mengendap-endap untuk menghampirinya, Tiba-tiba Putri dikejutkan olehnya dengan suara yang sangat keras BAAAHHHHH....... sontak saja. Ketika Dia mendengar teriakan dari belakang, dengan sepontan Dirinya merasa kaget setengah mati, ketika Dia menoleh ke belakang ternyata, Dirinya dikagetkan oleh Chika yang sedang tersenyum lebar kepadanya.
"Chika kenapa Kamu mengagetkanku seperti itu, lihat Wajahmu yang sangat norak itu sangat menjijikkan tahu" ucap Putri dengan raut Wajah kesal.
"Apa Kamu bilang senyumanku sangat menjijikkan, senyumanku ini sangat manis tahu, karena Aku sangat Cantik hari ini, hei...... anak kecil panggil Aku Kakak Chika ingat itu" ucap Chika dengan sangat percaya Diri.
"Aku tidak mau memanggilmu Kakak, Aku lebih suka memanggilmu dengan sebutan Chika tomboi" jawab Putri sambil mengejek.
Chika sangat Marah dengan sebutan tomboi, Chika menjitak Kepala Putri namun Dia tidak tinggal diam, Dia pun membalas dengan cara menarik mulut Chika, Sehingga Dia merasa kesakitan dan sangat kesal kepada Putri, namun tidak berselang lama perkelahian itu menjadi canda dan tawa.
Sementara di Negeri Peri terlihat sangat damai, Para Penduduknya sedang melakukan aktifitas seperti biasanya, selama 2 Tahun Negeri Peri telah berubah menjadi Negeri yang sangat Indah, dibalik gunung terlihat Pohon yang sangat besar dan Indah dipandang mata, tetapi dibalik Pohon terlihat seorang Gadis yang sedang menunggu datangnya seseorang, matanya terlihat berkaca kaca seperti awan mau menurunkan hujan.
"Sudah cukup lama Aku menunggumu ditempat ini, tetapi Kamu tidak kunjung datang juga, ehhhh....... itukan Miya sedang apa Dia disini. Sepertinya Dia sedang Kebingungan mencari sesuatu, sebaiknya Aku hampiri saja Dia" pikir Hariyati.
__ADS_1
Dia berjalan menghampiri Miya yang sedang berlari sendiri, namun Dia terlihat sangat kebingungan, ketika Hariyati menghampirinya Miya sangat kaget dan terjatuh, Dia mengulurkan Tangannya dan menolong Miya untuk berdiri.
Tetapi Miya hanya diam saja walau sudah ditolong, Sehingga membuat Hariyati menjadi sedikit bingung dengan sikap Miya.
"Nama Kamu Miya kan???
Kenapa Kamu tidak menjawab pertanyaanku, apa Kamu bisu" ucap Hariyati dengan sedikit kecewa.
"Aaaaa........aauuuu.....(( bukan maksutku seperti itu, Aku mengucapkan Terimakasih banyak, dan Aku ini memang Gadis bisu ))" jawab Miya.
"Kamu itu bisu ya....." Tanya Hariyati.
"eemmmmm........" jawab Miya sambil Menganggukkan Kepalanya.
"Maaf........kalau Aku tadi bicara kasar kepadamu" ucap Hariyati dengan sangat menyesal.
Hariyati cuma menganggukkan Kepalanya, padahal Dia tidak mengerti apa yang diisaratkan oleh Miya, tetapi Miya pun sadar kalau Hariyati tidak mengerti bahasa isarat.
Tak lama Hariyati pun merasakan kekuatan Kegelapan yang sangat besar, Dia berpikir mungkin kekuatan itu milik Chika, ketika Hariyati memalingkan muka. Tiba-tiba Dia terkejut dengan seorang Gadis berambut Hitam panjang, Gadis itu memakai baju yang sama seperti milik Chika.
Namun Hariyati merasa sangat kesal dan Marah kepada Gadis itu, kali ini Miya terlihat takut bila melihatnya, Dia pun bersembunyi dibelakang Hariyati.
"Dinda kenapa Kamu ada ditempat seperti ini???" Tanya Hariyati dengan sangat ingin tahu.
"Kenapa Kamu mengetahui namaku???
Apa Kita pernah bertemu sebelumnya" ucap Dinda dengan sangat penasaran.
__ADS_1
"Aku belum pernah bertemu denganmu, tapi Aku mengenal Dirimu. Miya pergilah dari sini dan temui Satria Naga Legendaris di Negeri Peri, minta tolong pada Dia untuk memanggil Bagus" pinta Hariyati.
Miya bingung dengan perkataan Gadis yang bernama Hariyati, walau pun Dia tidak mengerti, ada apa dengan Satria Naga Legendaris, Miya pun menuruti kata-kata Hariyati. Dia pun berlari menuju Negeri Peri, dengan Napas terengah-engah Miya berlari dengan sekuat tenaga.
"Tidak akan Aku biarkan Kamu lari dari sini, karena Kamu adalah targetku" ucap Dinda dengan sangat yakin.
"Tidak akan Aku biarkan Kamu menangkap ataupun Kamu melukainya, Lawanmu itu adalah Aku. Pengawal Satria Naga Legendaris" teriak Hariyati.
Tidak berselang lama setelah mereka berbicara, Tiba-tiba Hariyati melepas jubah yang Dia pakai. Jubah yang telah menutupi baju Pengawal Elemen Cahaya, kejadian itu membuat Dinda menjadi sangat tertarik untuk melawan pengawal Elemen Cahaya, ketika suasana menjadi sangat tenang. Hingga terdengarlah suara kicauan Burung yang berkicau dengan suara sangat lembut dan merdu.
Namun suara Burung itu membuat Dinda menjadi geram.
Tidak lama telapak Tangan Dinda mengeluarkan aura Hitam yang sangat pekat, kejadian itu membuat Hariyati menjadi sangat panik, tidak lama telapak Tangannya dihempaskan ke atas, dimana terdapat Burung-burung yang sedang berkicau, terjadilah Ledakan DHhhuuuuaaarrrrrr....Hingga membuat sebagian hutan menjadi hancur.
Pertarungan Mereka Berdua telah dimulai, Hingga pertarungan mereka berdua membuat area sekitarnya menjadi hancur lebur, pohon-pohon banyak yang tumbang.
Pukulan dan tendangan Mereka Berdua membuat Tanah menjadi bergetar, namun Dia malah tersenyum lebar setelah melihat Hariyati yang sedang terengah-engah, terlihat sangat jelas tenaganya sudah banyak yang terkuras, tetapi Dia tidak berpikir panjang.
Dia melancarkan sebuah Pukulan dan tendangan dengan kekuatan penuh, Hingga Pukulan itu berhasil mengenai Wajah Dinda, tetapi Pukulannya tidak membuat Dinda bergeming sedikit pun, Dia malahan tersenyum sangat lebar.
"Apa cuma seperti ini kekuatanmu, ternyata Kamu ini pengawal Satria Naga yang sangat lemah" ucap Dinda dengan sangat kecewa.
"Apa Kamu bilang Aku sangat lemah, tarik kembali ucapanmu sebelum Aku memotong Tubuhmu" jawab Hariyati dengan tatapan tajam.
"Kamu mau memotong Tubuhku dengan apa pengawal Cahaya???
Kamu itu sangat lemah dan pembual sekali" ucap Dinda.
__ADS_1
Pembicaraan Mereka Berdua semakin lama semakin memanas, kali ini Hariyati tidak akan membiarkan Lawanya untuk hidup, karena Dia telah meremehkan kekuatannya.