Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
AKHIR PERTANDINGAN


__ADS_3

Lili mulai menyerang menggunakan tinju tepat mengenai tubuh Mat, namun tubuh lawanya terlihat sangat lentur seperti karet, serangan biasa tidak pernah melukainya karena semua pukulan dan tendangan selalu terpantul bila mengenainya.


"Hehehe.....seranglah tubuhku dengan sesuka hatimu, kalau kamu bisa membuatku kesakitan maka kamu akan menang, dengan senyuman lebar Yuyun menyuruh Lili untuk mengunakan senjata Suci Tongkat Emas, setelah mendapat perintah Lili membuka mulutnya dan mengeluarkan Tongkat Emas, dengan cepat Tongkat Emas sudah berada ditangan Lili, Dia tidak segan-segan untuk menyerang lawannya.


Ketika Tongkat Emas menghantam tubuh Mat Dia merasakan sakit yang luar biasa, dia sempat berpikir soal senjata yang Lili gunakan bisa melukai tubuhnya, Yuyun mengatakan untuk menyerah saja dan jangan melawan.


"Apa serangan kecil itu bisa membuatku menyerah, kamu salah besar bila beranggapan seperti itu padaku" kata Mat sangat pantang untuk menyerah.


"Apa kamu yakin tidak mau menyerah, nanti kamu bisa terluka loh" jawab Yuyun sedang menggoda.


"Kamu pikir aku ini siapa" kata Mat.


"Yakin...... Lili berubahlah menjadi besar, serang dia menggunakan Tongkat Emas besar" perintah Yuyun kepada Temannya.


Tubuh Lili mulai menjadi sangat besar serta senjata yang ada ditangannya ikut membesar, kejadian itu membuat lawanya menjadi sangat ketakutan, ketika Dia mengayunkan Tongkat Emas Mat merasa sangat ketakutan sekali, ketika senjata itu hampir mengenai tubuhnya tiba-tiba Tongkat Emas berhenti, kali ini wajah lawannya menjadi pucat Pasih dan pingsan.


Kemenangan Yuyun sangatlah mudah Dia Tanpa bertarung, ketiga penjaga telah dikalahkan dengan sangat mudah.


Sementara di Bumi terlihat sangat tenang, disana terlihat Ibu Bagus dan mama Chika sedang berpakaian tempur, mereka berdua sedang membuka gerbang Dimensi dengan sangat mudah.


"Ratu bagaimana kalau urusan di Dimensi Cahaya serahkan saja kepadaku, anda diam saja disini biarkan saja pengawalmu ini yang akan beraksi" ucap mama Chika.


"Aku hanya diam saja disini dan membiarkan dirimu bertarung seorang diri, aku bukan tipe orang seperti itu.


Karena sudah waktunya kita berdua membantu mereka semua" jawab Ratu pencipta.


"Baiklah kalau Ratu memaksa untuk ikut, akan tetapi posisi mereka semua berada di mana Ratu???" Tanya mama Chika.


"Mereka semua sedang berada di lembah kehidupan, mereka menuju ke sana untuk menghidupkan kembali Chika yang sudah mati" jawab Ratu pencipta.

__ADS_1


"Anakku telah mati.....siapa yang telah membunuhnya" tanya mama Chika.


"Chika mati bukan karena terbunuh, dia mengorbankan dirinya untuk mencegah hancurnya Negeri Moderen, semua itu karena ulah Raja Iblis Joko" jawab Ratu pencipta.


"Kenapa Raja Iblis Joko tidak ada kapok-kapoknya, kalau aku bertemu dia pasti akan aku bunuh dengan sangat kejamnya" kata Mama Chika dengan sangat kesal.


Setelah bercakap-cakap mereka berdua memasuki gerbang Dimensi, kelihatannya mereka berdua bukan orang sembarangan.


Pertandingan terakhir telah dimulai, pintu keempat pertarungan sedang berlangsung, Dita melawan Dewi sedangkan Dita masih belum mengerti kekuatan milik Dewi, Dita mulai berlari menyerang dengan sengatan kilat, namun Dia berhasil menghindarinya dengan sangat mudah.


Berkali-kali Dita menyerang namun lawanya tetap bisa menghindarinya dengan sangat mudah, dia sempat berpikir bagaimana lawannya bisa menghindari serangan miliknya.


Dia mulai menyerang kembali dengan sengatan petir dikaki untuk menambah kecepatan, ketika Dita menyerang tiba-tiba sebuah serangan menyerempet pipi lawanya hingga mengeluarkan darah.


"Kurang ajar kenapa kamu bisa melukaiku, kali ini aku tidak akan menghindar.


"Coba tunjukan jurus dan kekuatanmu padaku" ucap Dita.


"Terimalah Jurus Naga Angin super Hoaaaaah........" Teriak Dewi.


Tubuh Dewi mengeluarkan Angin yang cukup kencang berbentuk pusaran angin melingkar seperti corong, namun Dita sempat berpikir dulu sebelum menyerang, kali ini Dia mengunakan jurus Badai Petir, Jurus yang bisa menandingi jurus lawannya.


Tubuh Dita menyala putih dan area 200 meter kilatan petir menyambar-nyambar, sebelum kilatan Petir menyambar Dewi terlihat sangat takut kalau Sambaran petir itu mengenainya, kali ini Dewi ingin menyerah namun sebelum Dia menyerah, Sambaran Petir tepat mengenai tubuhnya hingga Dia berteriak KYAAAAAa.............


Teriakan yang sangat keras sepertinya Dewi merasakan kesakitan yang amat sangat, Jurus pusaran Angin yang sangat kencang tiba-tiba hancur setelah terkena Sambaran Petir.


Kali ini Dita menghampiri Dewi untuk menyuruhnya bangun dan melanjutkan pertandingan kembali, setelah Dewi tersadar wajahnya terlihat pucat, Dia mulai menyerah dan bergegas menjauh dari lawannya, kali ini Dita tidak ingin pertarungan yang mendebarkan ini berhenti begitu saja.


"Tutu.......nggu tunggu dulu aku menyerah.......aku mengakui kekalahanku, karena Petir milikmu mampu membunuhku" teriak Dewi merasa sangat ketakutan.

__ADS_1


"Pertandingan ini tidak seru, padahal aku belum serius eh...... kamu malah sudah menyerah" kata Dita.


Ketika mereka semua sudah menyelesaikan pertandingan, para pengawal bersiap menekan tombol untuk mengeluarkan mata Air kehidupan, dalam hitungan 1, 2, 3 mereka serempak menekan tombol hingga terdengar suara Tit.


Tiba-tiba munculah Air dari tengah lembah, perlahan-lahan Air itu membasahi seluruh lembah, ketika mereka semua berkumpul Kakek Tua menahan mereka semua, Dia menyuruh Bagus untuk melawan dirinya setelah Dia berhasil mereka boleh merendam temannya yang telah mati ke lembah kehidupan.


"Kakek kenapa kamu mengingkari janji, kami berempat sudah berhasil memenangkan pertandingan, jadi tepati janjimu" kata Niken dengan sangat marah.


"Hohoho.....Kalian berhasil mengalahkan empat penjaga gerbang, akan tetapi kalian semua belum mengalahkan aku sang penjaga lembah kehidupan" ucap Kakek Tua sambil tertawa.


Dari langit terdengar suara Wanita yang sedang marah kepada Kakek Tua, ketika Kakek Tua melihat keatas Dia sangat terkejut melihatnya.


"Apa aku boleh ikut bertanding dengan mu, karena tanganku sudah gatal" ucap Ratu Pencipta.


"Ratu Pencipta ada apa anda sampai datang kemari" tanya Kakek Tua sambil menundukkan kepala.


"Ibu kenapa bisa datang ke tempat ini???


Maafkan aku tidak bisa pulang, karena aku harus menyelamatkan Dunia ini dari belenggu Monster Dan Iblis" kata Bagus terlihat sedih.


"Anakku sayang kamu jangan khawatir, Ibu sudah tahu tentang dirimu dan kenapa kamu bisa datang ke Dimensi Cahaya, yang terpenting kamu baik-baik saja" jawab Ratu Pencipta.


"Hei kamu akulah lawanmu, kali ini aku tidak akan pernah melepaskanmu, karena kamu sudah mempersulit mereka semua" ucap Mama Chika sangat marah.


"Tunggu...... tunggu sebentar, ini hanya kesala pahaman saja, aku tidak tahu kalau Dia adalah anak Ratu Pencipta" kata Kakek Tua sambil ketakutan.


Para pengawal Satria Naga Legendaris merasa heran, setelah melihat seorang Ratu yang bisa keluar dari gerbang Dimensi dengan sangat mudah, karena tidak semua orang yang bisa keluar masuk gerbang Dimensi.


Tidak lama Hariyati, Niken, Yuyun dan Dita menghampiri Ratu Pencipta dengan senyuman manis, mereka menyebut Ratu Pencipta dengan sebutan Ibu, sontak saja sang Ratu Pencipta sedikit kaget.

__ADS_1


__ADS_2